PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
141. Istri Kedua Andre.


__ADS_3

Temen-temen Elisa yang dari tadi melihat dari jauh hanya terfokus pada Rizki, hanya Diana yang tahu jika Elisa di jemput oleh seseorang dengan mobil spot mewah. Mobil milik Andre yang jarang pernah digunakan karena tak mau menjadi pusat perhatian, Elisa langsung masuk kedalam mobil yang di kendarai oleh Alea.


"Ale, apakah kamu tahu soal kabar mas Andre? apakah Alex juga tahu soal mas Andre yah?" ucap Elisa yang sangat penasaran dengan keadaan Andre.


"Nggak ada kabar dari kak Andre, apakah kak Andre tidak mengabari kak Elisa lagi?" tebak Alea yang sesekali melihat ke samping dimana Elisa duduk, matanya langsung terfokuskan kembali pada jalanan.


"Iya, kesel deh! Alea menurut kamu gimana, apakah aku susul aja dia kesana?" ucap Elisa yang meminta pendapat.


"Hmm- kayak gak usah deh kak, karena kak Andre'kan nyuruh Kaka buat kuliah. Jadi kak Elisa fokus aja sama kuliah kakak, dari pada Kakak kepikiran terus sama mas Andre mendingan kakak Elisa cari kesibukan lainnya." saran Alea.


"Tapi Lea, aku khawatir. Gimana kalau mas Andre punya simpanan di luar negeri, atau selingkuh disana?" ucap Elisa yang termakan sama ucapan temen-temen yah.


"Kok kak Elisa kayak gak percaya diri gitu, kak Andre bukan pria macam itu. Coba deh! kak Elisa pikirkan lagi, selama ini apakah mas Andre main curang sama kak Elisa? Sekalipun kak Andre jauh dari kak Elisa, dia pasti akan menyibukkan diri. Tugas yang di emban kak Andre itu banyak banget kak, gak ada waktulah dia buat cari cewek, apa lagi simpanan. Jika dia mau, mungkin banyak Harem ya. Bisa di mana-mana malahan, tapi kak Andre malah bikin panti asuhan, panti sosial, panti kesehatan dan tempat lainnya. Percaya deh! Kak Andre orangnya setia kok, dia gak bakal kecewakan kepercayaan orang-orang yang dia sayang. Itu yang ku tahu dari kak Andre, so kak Andre bukan tipe mata keranjang lah. Kalau dia seperti itu, mungkin dia bisa jadi psikopat legenda." penjelasan panjang Alea.


"Bener juga yah! Seharusnya aku tak termakan omongan temen-temen aku, merekakan gak tahu suami aku. Bahkan mereka juga gak ada yang tahu jika aku sudah menikah, kok bisa-bisa aku khawatir soal itu yah." ucap Elisa yang jadi kesel sendiri jadinya.


"Ouh, jadi kak Elisa ini termakan omongan temen-temen kampus kak Elisa yah? kak kalau kakak termakan omongan orang seperti itu gak percaya sama pasangan kakak sendiri, maka hidup rumah tangga kakak gak akan tentram." ujar Alea yang menyarankan.


Sesampainya di rumah Arafif, terlihat mobil yang menjemput Alex di bandara sudah sampai di rumah juga. Alea dan Elisa yang juga baru sampai langsung keluar dari dalam mobil, supir yang berada di luar langsung memberi hormat pada Elisa.


"Maaf nyonya Elisa, saya tidak menjemput anda! Nona Alea yang menyuruh saya untuk pergi ke bandara," ucap Supir Elisa.


"Iya gak apa-apa, Alea sudah katakan kok!" ucap Elisa yang belum masuk, sedangkan Alea sudah lebih dulu masuk kedalam rumah.


Elisa yang langsung menyusul masuk kedalam rumah saat membuka pintu ia terkejut, karena melihat Andre yang juga ikut pulang dengan Alex. Dalam hati Elisa ada rasa senang, tapi kesel juga. Karena Andre telah membawa pulang seseorang juga di samping yah, melihat seseorang wanita cantik yang nemplok terus padanya. Membuat Elisa agak kesel, karena Andre malah diam saja saat wanita itu terus melendoti dirinya.


"Mas Andre!" ucap Elisa, dengan suara bergemetar karena melihat adegan itu.


Andre menoleh kearah sumber suara, Alea dan semua orang disana juga sangat terkejut dengan Andre yang membawa wanita lain kekediaman Arafif.


"Ouh! Hai, kamu pasti Elisa yah. Istri pertama Alzam iyakan?" ucap wanita itu sambil mendekati Elisa.


Elisa langsung menghindarinya dan mendekati suaminya yang saat ini hanya diam ditempatnya, tak ada yang berkomentar apapun mereka semua masih syok.


"Mas, dia siapa sih! Kok bilangnya gitu?" ucap Elisa yang memegangi lengan Andre.


"Elisa, dia..." ujar Andre yang melirik pada wanita yang ada di sampingnya.


"Alzam, biar aku saja yang perkenalkan diriku. Hallo Elisa, aku adalah istrinya Alzam. Nama ku Maura, ouh iya! Sekarang status kita sama yah, hanya satu yang membedakan kita. Yaitu, saat ini aku sedang mengandung anak dari Alzam di dalam perutku!" ucap Maura.


"Hah! Apa maksudnya?" Elisa kaget seakan-akan ucapan wanita itu hanya candaan semata.


"Andre apa itu bener nak? kamu!" ucap Monika yang syok dengan apa yang di katakan oleh Maura.


"Bukannya mamah ingin sekali cepat punya cucu kan, Elisa tak akan bisa punya anak dalam waktu dekat ini, ada cucu lainnya dari wanita istri keduaku ini. Sama saja, Andre tak masalah akan hal itu." ucap Andre yang menatap Monika yang agak kesal olehnya.


"Kak Andre, apakah Kakak sudah tidak waras?" ucap Alea yang ikut-ikutan membela.


"Alea asal kamu tahu, pria bisa menikahi 4 wanita dan semua itu disunnahkan dalam agamaku, lagi pula aku bisa menafkahi 1000 wanita juga tak masalah bagiku." sombong Andre.

__ADS_1


"Mas Andre, kamu sedang bercanda. Iyakan! Ayolah mas, ini gak lucu tahu gak!" ucap Elisa yang meminta penjelasan dari Andre.


"Kamu masih gak percaya Elisa, Alzam tidak bercanda kok. Ini buktinya, kami sudah menikah 2 hari yang lalu, dan aku sedang hamil anak dari Alzam, katanya kamu tak bisa hamil makanya Andre menanam benihnya dalam rahim ku." ucap Maura sambil memperlihatkan bukti buku nikah mereka dengan pernikahan yang SAH.


"Mas Andre apa itu beneran, jika kamu..." ucap Elisa yang mencari penjelasan dari suaminya tapi, tak ada respon dari Andre saat ini malah hanya tatapan mata yang tak mau memberikan keterangan apapun.


"Aku benci kamu, udahlah pokoknya aku gak mau ngomong sama kamu mas." ucap Elisa yang kesel dengan suaminya yang saat ini buat dia tak tahu harus bagaimana lagi, untuk mengekpresikan perasaannya.


Naik ke lantai atas langsung masuk kedalam kamar dan membanting pintunya dengan sangat keras, dan terlihat Elisa menahan amarah dan menangis tersedu-sedu di dalam kamar.


"Kamu keterlaluan mas Andre, kenapa kamu tega melakukan hal itu padaku" Dumal Elisa kesal sambil sesegukan.


Malam harinya, Elisa yang kelelahan karena habis menangis dengan keras atas perlakuan Andre terhadap wanita yang dia bawa kerumah tersebut. Semua orang juga tak setuju dengan hal itu, Alea yang hanya bisa menatap kebersamaan Andre dan Maura yang sangat mesra itu. Sangat jengkel, Elisa juga baru turun dari dalam kamarnya.


Melihat suaminya duduk bersebelahan dengan maura membuat dia cemburu dan panas, tapi dia masih bisa menahan emosi yah. Alea yang melihat Elisa turun, sangat antusias.


"Kak Elisa!" ucap Alea yang bangkit dari sofa, Andre dan Maura juga melihat Elisa turun, Monika dan Arafif yang jauh dari ruang tengah hanya duduk di tempat lainnya.


Elisa langsung berjalan mendekati sofa dimana Maura yang sedang nyeder di tubuh Andre, seperti Elisa kalau lagi manja sama Andre.


"Kamu sudah makan?" tanya Andre sama Maura. Elisa hanya diam, lalu duduk di sofa lainnya.


"Nggak ah! Aku mual Alzam, kita makan malam dimana nantinya?" ucap Maura yang manja.


"Baiklah, nanti kita makan di restoran yang kamu suka, gimana?" ucap Andre yang mengajaknya Maura dengan sedikit memainkan peran sebagai suaminya.


Elisa tersenyum tipis dan menemukan celanya, tak lama Elisa bangkit lagi dari sofa dengan tatapan yang agak meremehkan Andre. Walau Elisa awalnya menangis-nangis, tapi sekarang Elisa dibuat pasrah saja dengan keadaan saat ini.


"Jika kamu bawa wanita lain kedalam rumah ini tanpa pemberitahuan istri SAH mu, maka jangan salahkan aku, jika aku juga akan mencari pengganti dirimu. Saat kamu sibuk dengan istrimu yang lainnya." ucap Elisa yang bangkit dari sofa.


Berjalan menuju tangga dan ke kamarnya lagi, setelah jam makan malam Elisa keluar dengan pakaian yang cukup membuat Andre kesal, karena Elisa terlalu berdandan cukup seekkssi dengan baju yang rendah kera dan rok yang cukup tinggi sobekkannya. Bibir merah dan make up penggoda, seperti wanita malam yang cukup bergaiirahh.


"Apa-apa ini Elisa," ucap Andre yang kaget dengan penampilan Elisa yang berubah seperti itu.


Monika yang bawel saat melihat Elisa seperti itu hanya diam saja, karena tahu jika Elisa sedang mencoba membuat Andre membuka mulutnya. Arafif juga tak mengatakan apapun saat ini.


"Kenapa denganmu, aku ingin pergi sama temen-temen kampus. Jadi aku harus berpenampilan menarik bukan, kenapa kamu yang sewot." Elisa cukup menantang suaminya saat ini.


"Aku masih punya hak sebagai suami untuk menegur mu!" ucap Andre yang agak kesal.


"Suami? Oh oh oh. Jadi kamu masih anggap dirimu sebagai suami. Suami macam apa menikahi wanita lainnya tanpa bicara dengan ku, jadi apakah masih pantas kamu di sebut suami?" ucap Elisa yang marah.


"Iya. Walau bagaimanapun aku tetep suamimu, itu hak ku. Mau menikahi wanita manapun yang aku sukai, kamu hanya perlu waktu untuk menerima Maura sebagai istri kedua ku" ucap Andre yang menegaskan.


"Istri kedua, mungkin bukan hanya kedua toh pasti masih banyak kan wanita lainnya yang belum kamu kenalkan padaku, jadi berapa banyak wanita mu di belakang ku" ucap Elisa yang marah.


"Iya banyak, dan dia salah satunya" ucap Andre yang sedikit menaikan satu oktaf suaranya.


"Bagus! Luar biasa, kamu melakukan ini padaku. Kamu suruh aku kuliah aku nurut, tapi apakah ini balasan mu padaku." ucap Elisa yang agak marah pada Andre.

__ADS_1


Lalu Elisa berjalan menuju pintu keluar, cuman Andre langsung menggendong Elisa. Walau Elisa memberontak Andre lebih kuat, dan membawa Elisa ke kamarnya.


"Kamu apa-apa sih lepaskan aku," ucap Elisa yang terus saja memberontak gak mau di gendong Andre.


Andre mengabaikan ucapan dan teriakan Elisa itu, langsung membanting Elisa keranjang dan mengikat tangan Elisa dengan tali yang ada di tepi ranjang.


"Aaaa... Mas Andre lepaskan aku," Teriakan Elisa yang tidak di hiraukan oleh Andre.


Setelah mengikat Elisa di ranjang, Andre berjalan mengunci pintu dan mengambil pembersih make up.


"Diem," ucap Andre yang mencoba membersikan kulit Elisa dari make up.


Dibawa masih di ruang tengah, Alea yang sangat penasaran karena Maura yang selalu menempel pada Andre sekarang sudah terlepas dari Andre. Dia juga sekarang sendirian, Alea langsung menatap tajam dan mendorong Maura.


"Hei kamu. Jujur saja, kamu siapa? jangan buat aku mengunakan metode kekerasan padamu. Jadi katakan, apa tujuan mu" ucap Alea yang mendorong Maura.


"Aku, sudah katakan jika aku adalah istri SAH Alzam" ucap Maura yang menjelaskan.


Berada didalam kamar Andre yang sedang menghapus make up menor Elisa dengan paksa membuat Elisa terus saja memberontak, Andre sekuat tenaga menghapus make up yah.


Setelah selesai Andre baru melepaskan ikatan tali pada tangan Elisa. "Kenapa sih! kamu kok begini. Kamu itu egois tahu gak!" ucap Elisa yang agak kesel.


Andre diam saja, lalu bangkit dari ranjang. Lalu keluar sambil mengunci pintu kamar, Andre menuruni anak tangga dan melihat tatapan seluruh keluarga padanya.


"Kak Andre, gimana?" ucap Alex yang langsung menghampiri Andre.


"Dia aman, jangan sampai dia keluar rumah dulu untuk sementara waktu ini" ucap Andre yang langsung melirik pada Alea.


"Kita pergi dulu, Alea dan Maura kalian jaga dirumah. Karena Aoda dan Glenn saat ini sedang berjaga di rumah ayah dan ibu. Baiklah, aku pergi dulu, ayo Alex!" sambung Andre yang langsung pergi lagi dengan Alex.


Elisa yang kesal, lalu ingin keluar kamar tapi telah di kunci oleh Andre dari luar kamarnya. Lalu Elisa ingin cari pintu lainnya, pintu balkon tapi di kunci juga. Kesal, Elisa mencari benda lainnya untuk memecahkan kaca pintu balkon tapi ternyata Andre sudah menganti semua kaca dengan anti pecah dan anti peluru, kaca juga hanya bisa di lihat dari dalam.


"Kapan kaca ini di ganti, kenapa ini tidak bisa di pecah. Apakah mas Andre mengurung ku di dalam kamar? Apa sebenarnya terjadi kenapa dia melakukan hal ini." ucap Elisa yang syok dengan hal ini.


Elisa yang terduduk karena sudah tak ingin berdebat ataupun memberontak lagi karena sudah lelah, lalu merai hp miliknya terlihat semua apk sudah di reset ulang oleh Tim IT, Elisa jadi gak tahu soal apapun atau info apapun di dunia luar termasuk luar negeri. Tak ada berita yang akan membuat Elisa khawatir atau ikut campur lagi dalam urusan apapun, Andre sebagai suami gak mau istrinya terlalu banyak terlibat dalam masalah ANDRILOS atau lainnya itu akan membahayakan keselamatan diri Elisa.


"Ada apa ini kenapa hp ku juga di reset ulang seperti ini, apakah terjadi sesuatu apakah mas Andre sengaja menyembunyikan aku di dalam kamar, apa yang sedang dia lakukan sebenarnya." dumal kekesalan Elisa.


Disisi lainnya Andre dan Alex yang sudah siap-siap dengan pasukan yang dilatih langsung.


BERSAMBUNG...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Selasa 10 Januari 2023

__ADS_1


__ADS_2