
Elisa baru selesai dari kamar mandi, duduk di samping suami sedang baca buku terlihat sangat fokus menatap buku tebal tersebut.
"Mas, sibuk gak" tanya Elisa yang sudah nyenderkan kelapa di bahu Andre.
"Ada apa?" jawab singkat Andre mata masih fokus ke buku bacanya.
Elisa melihat buku baca itu, tapi Elisa tidak bisa membacanya, karena mengunakan bahasa yang tidak di mengerti oleh dirinya, tulisannya seperti aksara jawa, Andre begitu fokus.
"Ini tulisan apa sih mas, kamu ngerti?" tanya Elisa yang langsung terdiam lagi sambil menatap tajam buku yang di pegang Andre.
"Kalau ku baca itu artinya ya, aku bisa kan mengerti tulisannya" ucap Andre yang membalik lembaran.
"Mas, Elisa mau ngomong sama kamu loh. Tapi kamu kok malah masih sibuk saja si sama buku, aku di anggurin lagi. Kan Elisa dah pernah ngomong kalau sudah di rumah waktunya dengan keluarga dan jika diruang kamar waktunya buat kita, masa iya sih kamu harus di bilangin mulu capek lah Elisa kalau kamu gak ada peringatan dengan sendirinya, kamu selama ini gak punya waktu buat ngobrol sama aku sih" ucap Elisa yang ngambek.
Andre langsung saja menutup bukunya, dan meletakan di samping tempat tidur.
"Yaudah nih mas simpen! Kamu mau ngobrol apa?" tanya Andre menatap Elisa yang saat ini sedang cemberut.
"Hmmm, kamu ini cuek benget sih. Awal menikah kamu sangat so sweet. Lah makin kesini kok sekarang beda, mana perhatian kamu yang dulu. Udah bosan sama Elisa yah, jadi mas cuek gini" ucap Elisa yang menatap tajam.
"Beda gimana? kamu ngomong apa sih. Bukanya aku kayak gini kan, lagian tadi kamu ada di kamar mandi" ucap Andre yang membela diri.
"Ya kamu kan tahu aku keluar dari kamar mandi dan seharusnya kamu peka dong! Setidaknya kamu tanya kek hari ini aku ngapain aja, atau tanya gimana kamu melewati hari ini, padahal waktu kita cuman di kamar doang. Kalau di luar kamu selalu sibuk sama semua urusan kamu, jika kamu dah bosan bilang" ucap Elisa yang emang lagi pengen di manja aja sama suaminya.
"Yaudah mas minta maaf, sekarang kamu mau ya mas gimana?" ucap Andre yang langsung menghadap istrinya.
"Tahu ah! mas Andre kalau di omongin aja baru sok-sok kan romantis" ucap Elisa jengkel.
"Lah, aku salah lagi ini. Yaudah mas tanya, gimana kamu hari ini? ada cerita apa tadi pagi hingga malam" Tanya Andre seraya membingkai wajah Elisa dengan ke dua telapak tangannya.
"Apa sih, udah gak mood buat cerita" ucap Elisa ngembek, Elisa langsung membaringkan tubuhnya, dan menarik selimut hingga atas kepala.
"Lah gimana sih? Katanya kamu mau di tanya, ini mas tanya kok kamu gak mau jawab?"
__ADS_1
"Udah basi, karena itu jiplak dari kata-kata aku, kamu gak kreatif" ucap Elisa yang bicara dengan wajah yang masih tertutup selimut.
Andre menarik nafas panjang karena bingung mau gimana lagi kalau Elisa sudah bikin pusing 7 keliling begini.
"Sayang? kamu sebenarnya mau apa sih? kalau kamu mau aku nemenin kamu 24 jam gimana kalau besok mas minta cuti deh! Nanti biar Dimas yang gantiin aku buat rapat dengan Medina. Biar aku fokus di samping kamu, atau aku gak kerja lagi biar jadi pengangguran. Yah, aku di rumah aja, lagian aku gak kerja aja uang ngalir terus kok" ucap Andre yang langsung ditatap sangat tajam sama Elisa.
"Maksudnya apa?" ucap Elisa yang menatap suaminya yang sekarang sudah berbaring disampingnya.
"Lah bukannya itu mau kamu, aku selalu ada di sisi kamu kan temenin kamu ngobrol dan bercanda ria, mas bisa aja kalau gitu. Meninggalkan semuanya demi kamu, hingga sederet atau setumpuk pekerjaan itu untuk kamu" ucap Andre yang membelai kepala Elisa lembut.
"Bukan kayak gitu juga lah mas, tahu ah pusing ngomong sama mas Andre" ucap Elisa seraya tubuhnya ia mendekat, dan memeluk Andre.
Elisa sekarang tidur di pelukan suaminya, Andre mengecup ujung kening Elisa yang sedang manja banget sama Andre, hingga wajahnya ia tenggelam kan ke dadaahh Andre.
"Terus mau ya gimana? mau mas kerja tapi kamu kayak gini. Gak mau di tinggal, lalu mas harus gimana sayangku, atau mas di foto copy aja biar ada yang nemenin kamu ada yang kerja" ucap Andre.
"Emangnya bisa?" ujar Elisa yang masih memeluk erat tubuh suaminya itu.
"Ya gak bisa lah, yaudah. Boleh mas tanya, pagi ini kamu jalan-jalan kemana saja sama Azril?" tanya Andre.
"Naik motor emang ya?" tanya Andre.
"Ya terus naik apa lagi, kan Azril punya itu. Ada mobil juga Elisa gak bisa make, Azril juga gak bisa nyetir" ucap Elisa yang agak kesel.
"Hmmm yaudah, besok mas cari supir buat kamu ya" ucap Andre, yang mendengar hal itu juga kasihan.
"Dari pada supir mendingan cari guru private untuk aku belajar nyetir mobil deh!" ucap Elisa yang menyarankan.
"Sama aja dong sayang, kamu capek" ucap Andre yang merasa kasihan pada istrinya.
"Yaudah cari supir dan cari guru private juga, ya mas" rengekan Elisa.
"Iya mas akan usahakan semaksimal mungkin sayang! Yaudah mas harus gimana buat menebus semua ya, coba katakan" ucap Andre yang masih membahasnya.
__ADS_1
"Yasudahlah lupakan lah, mungkin sudah dasarnya kamu cuek, bahkan sama istri sendiri saja gitu" ucap Elisa yang matanya mulai memejam.
"Hmmm kamu ini aneh, terus mas harus gimana lagi untuk bersikap. Salah mulu nih, ternyata jadi suami susahnya kalau gak faham sama permintaan istri bilang gak peka, sedangkan istrinya aja gak tahu apa yang mau di minta, sayang mas Andre bukan dukun atau cenayang yang bisa tahu semua kemauan kamu" Dumal Andre.
Elisa tersenyum tipis mendengar keluhan Andre tersebut, di sela-sela itu Andre bisa saja bercanda.
"Mas Andre tahu gak! Hari ini aku tadi mencari informasi tentang kualitas universitas di sekitar sini, yah agak jauh si tapi lumayan deket" ucap Elisa kepala ia mendongakkan ke arah wajah Andre.
"Terus gimana hasilnya, apa yang kamu dapatkan" ujar Andre yang sangat penasaran dengan kelanjutan ceritanya.
"Hmmm- Iya bener kata kamu, ternyata semua universitas itu bagus, aku jadi binggung mau milih masuk ke mana" ucap Elisa yang memang sangat binggung.
"Kampus mana saja yang telah kamu kunjungi, dan ada berapa universitas dalam sehari ini kamu datangi" ucap Andre yang sangat penasaran.
"Baru 3 universitas yang kami kunjungi karena waktunya juga terbatas, hmm- besok mau cari lagi sama Azril tapi mas, Elisa mau pakai mobil aja boleh gak?" ucap Elisa yang ingin pakai mobil.
"Pake saja, kan ada mobil mas Andre yang biru itu atau yang hitam" ucap Andre yang mengingat mobil yang dia punya.
"Tapi siapa yang jadi supir aku, kamu tahu aku gak bisa nyetir mobil" Elisa kebingungan.
"Nanti ada Surya atau siapa nanti mas fikirkan lagi. Ini dah malem sayang, kita tidur yuk! mas ngantuk dan capek juga" ucap Andre yang memeluk Elisa dengan erat.
"Yaudah deh!, sekalian Elisa minta uang ces ya" ucap Elisa yang spontan.
"Iya, udah tidur yah"
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
__ADS_1
Jumat 30 September 2022