PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
92. Ingin Mengatakannya.


__ADS_3

Ambruknya kediaman Haruki, terdengar sampai ke Jepang. Membuat Keyshu buru-buru pergi meninggalkan istrinya yang baru saja melahirkan anak kedua mereka, mengunakan kendaraan paling utama. Pesawat juga mengunakan milik temannya, dengan logo militer agar dia cepat sampai di tempat, terlihat Arafif yang menyesali apa yang terjadi. Kedua anak dalam pelukannya pun ikut menangis, karena tak tahan dengan semua yang terjadi.


"Apa yang telah kau lakukan Zelia, kenapa kamu korbankan diriku seperti ini, lalu bagaimana dengan nasib anak-anak ini. Kau bilang ingin membesarkan mereka sendiri, kau bilang ingin merawat mereka dengan kedua tanganmu sendiri, tapi kenapa sekarang kamu malah meninggalkan mereka seperti ini. Bagaimana aku akan menjelaskan pada mereka, bagaimana aku akan jelaskan pada kakakmu Keyshu."


Arafif sangat kebinggungan saat ini tak tahu harus berbuat apa, lalu ia pergi ke markas terdekat untuk menitipkan kedua anaknya tersebut, untuk di berikan pertolongan pertama. Lalu Arafif kembali lagi ke rumah Zelia yang sudah hancur itu, sudah banyak orang yang datang untuk melihat, pemadam kebakaran dan tim penyelamat juga sudah datang.


"Maaf pak, jangan masuk kedalam kemungkinan tempat ini akan ambruk kembali" ucap tim penyelamat.


"Aku harus menyelamatkan seseorang yang terjebak disana, aku sudah janji padanya akan menyelamatkan dia, aku harus pergi. Lepaskan aku, dia pasti sedang menungguku datang" ucap Arafif yang sudah tidak bisa membendung air matanya.


"Tahan dia, janjian sampai dia kesana. Pak itu sangat berbahaya" teriak tim penyelamat.


Arafif tidak memperdulikan hal itu, semua berteriak agar Arafif tidak masuk ke kubangan reruntuhan bangunan tersebut, tapi Arafif malah nekat untuk masuk.


Singkat cerita, Keyshu langsung datang ke lokasi kejadian rumahnya sudah tak ada sisa. Hanya meninggalkan puing-puing reruntuhan, satu persatu korban yang di angkut semua tewas. Keyshu menyadari sesuatu jika mereka adalah musuh yang menyerang kediaman rumahnya, Keyshu menyesal karena tidak membawa adiknya bersama untuk pergi ke Jepang.


"Zelia, seandainya aku tidak meninggalkan kamu sendiri di sini ini semua tidak akan terjadi padamu, maafkan aku adikku yang malang. Maafkan kakak mu ini tidak bisa menjaga mu dengan baik, sungguh aku sangat menyesali perbuatanku ini" ucap Keyshu yang merasa bersalah pada adiknya.


Tak lama Arafif muncul dari dalam reruntuhan sambil membawa jasad Zelia yang sudah tak bernyawa itu, Keyshu semakin histeris karena harus kehilangan adik kesayangannya kembali. Keyshu langsung saja mengambil jasad adiknya dari Arafif, dan membawanya pergi.


"Kamu, untuk apa kamu datang. Semua sudah terlambat, adikku menjadi korban dari musuh-musuh mu, tanpa sengaja kamu telah membuat adikku seperti ini, kenapa kamu tega Arafif" ucap Keyshu menyalakan.


Arafif hanya bisa pasrah dengan hal itu, dan tak bisa melakukan apapun, hanya bisa menerima semua cacian dan hinaan yang di lontarkan oleh Keyshu.


Keesokan paginya Keyshu akhirnya mengkremasi adiknya, dan abu dari Zelia ia kubur berdampingan dengan makan orang tua mereka, Keyshu memendam abu Zelia di sebuah kebun yang indah, taman itu adalah taman impian yang di inginkan oleh Zelia.


Lalu terlihatlah mobil yang di kendarai oleh Arafif dari jauh, Arafif datang tapi tak berani untuk mendekat kepemakaman, saat pemakaman Zelia berakhir, Keyshu melihat Arafif yang berdiri di pintu masuk pemakaman tak berani untuk mendekatinya.


Keyshu yang akhirnya mendatangi Arafif, menatap dengan tatapan sembab Arafif juga melepaskan kaca mata hitam ya yang juga sama matanya sembab, kehilangan orang yang mereka sayang sangat menyakitkan bagi kedua pria itu.


"Kenapa kamu datang, belum puas juga kamu menghancurkan hidup adikku!" ucap Keyshu.


"Mungkin aku tidak bisa di maafkan oleh kak key, tapi aku hanya bisa ucapkan permohonan maaf dan terimakasih pada kak key! Aku memang pantas untuk di benci oleh kakak, tapi setidaknya aku sudah berusaha untuk menebus ya" ucap Arafif pembelaan.


"Semua sudah terlambat, Arafif aku sangat membenci ke bodohanmu itu. Aku juga tidak bisa menerima semua yang kamu katakan, atas dasar apa yang kamu perlakuan pada adikku, terlepas dari semua itu, aku sangatlah kecewa dengan sikap mu ini" ucap Keyshu yang sangat kesal.


"Aku sungguh minta maaf kak, aku tidak punya maksud seperti itu, jujur aku juga sangat tidak merelakan kepergian Zelia. Mungkin bagi kak key ini sudah terlambat, iya ini memang salah ku. Seberapa pun aku menebus semua ya ini tidak akan ada artinya, untuk semua kesalahanku."


"Rupanya kamu sadar juga, lalu mau apa kau datang kemari?" ucap keyshu.


"Aku datang hanya untuk menyampaikan sesuatu, mungkin aku tidak pantas untuk menyandang gelar seorang ayah, tapi aku mau memohon kepada kak key untuk bisa menerima mereka, sebagai keponakan kesayangan kak key. Hanya itu yang ingin aku beri tahukan, mohon maaf sekali lagi."


"Jadi, apakah kamu sudah tahu jika zelia sedang mengandung?" ucap Keyshu menatap tajam.


"Iya, aku sudah tahu. Selama sebulan ini aku juga bersama dengannya, untuk menghabiskan waktu bersama dengannya" ucap Arafif yang wajahnya ia tundukan, merasa bersalah pada Keyshu.


"Begitu rupanya, saat kejadian apakah kau bersama dengannya?" tanya Keyshu kembali ingin mendengar lebih lanjut.

__ADS_1


"Iya, aku bersama dengannya. Aku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawa kak zelia, dan anak-anaknya. Tapi, aku tetap gagal. Maafkan aku kak key, aku memang tidak pantas disebut seorang pria yang bisa melindungi kak Zelia."


"Katakan dengan benar Arafif, saat mengotopsi jasad adikku, aku tidak menemukan bayinya. Dimana anak-anak itu? Jika mereka ikut mati bersama mungkin itu masih di dalam kandungan ya, karena anak itu akan lahir seminggu lagi dan jika kau ada bersama dengannya, lalu apakah kau tahu keberadaan kedua anaknya?" tanya Keyshu yang cengkraman lengan baju Arafif.


"Iya, aku tahu. Anak-anak itu sudah lahir, mereka bersamaku sekarang" jawab Arafif yang matanya sudah memerah karena menahan air matanya.


"Cih! Sampai detik ini pun kenapa kamu masih saja jadi bayangan, kenapa kamu selalu... Kau-kau- adikku, pasti sudah bahagia bukan. Karena waktunya telah dia habiskan denganmu, apakah saat dia bersama mu adikku kamu bahagia kan?" ucap Keyshu yang sudah histeris.


"Aku sudah semaksimal mungkin kak, untuk tetap berada disampingnya. Sungguh, aku selalu menuruti apapun keinginan ya. Jika soal bahagia atau tidak, aku tak pantas mengatakan yah karena aku tidak tahu ia bahagia atau tidak bersama ku." ucap Arafif.


"Sudahlah, lalu dimana anak-anak itu!" tanya Keyshu yang menegakkan tubuhnya kembali.


"Mereka ada di mobil, aku juga berniat untuk memberikan mereka kepadamu sebagai pamannya, agar mereka mendapatkan kehidupan yang layak jika mereka hidup dengan anda kak, jika mereka ikut denganku dengan kondisi ku yang seperti ini, selalu jadi buronan kalangan bangsawan, tidak mungkin aku membawa mereka bersamaku. Jadi aku titipkan mereka kepada kak key. Zelia, telah memberikan nama untuk kedua anaknya. Alex dan Azalea, aku dan Zelia sepakat akan mengunakan namamu sebagai nama keluarga, aku serahkan mereka. Maaf, sampai detik ini aku masih saja merepotkan mu."


"Kenapa-kenapa bisa jadi seperti ini, kenapa kau, kau, kau Huaawwwaaaaa! Zelia, adikku..." tak bisa di bendung kembali tangisan Keyshu akhirnya pecah juga.


Arafif tak bisa melihat hal ini hatinya seperti terkoyak-koyak melihat Keyshu dan kedua anaknya, akhirnya Arafif memutuskan untuk meninggalkan tempat.


"Aku pamit kak, terimakasih atas segalanya maafkan atas ketidak berdayaanku, maafkan kekurangan dan kelemahanku ini, sebagai hukumannya aku rela tidak kau sebutkan aku sebagai seorang ayah dari anak-anakku sendiri, dan aku rela jika aku tidak akan menemui mereka. Untuk segala penebusan dosaku, aku tak akan mengusik kehidupan kalian lagi. Selamat tinggal kak, aku permisi!"


"ARAFIF, tunggu!" ucap Keyshu menghentikan langkah Arafif yang akan meninggal tempat.


"Jika, jika seandainya mereka mencari mu dan mereka ingin bertemuan denganmu, apakah kamu akan menemui mereka. Walau bagaimanapun mereka adalah anak-anak mu, aku harus akui jika kau adalah ayahnya. Tapi, dengan catatan jika mereka mau menerima mu sebagai ayah mereka."


"Kak, aku siap menanggung beban dan akibatnya. Seperti apa yang kak key bilang aku memang tidak pantas untuk menyandang status sebagai ayah, karena aku bukan ayah yang baik untuk masa depan mereka, ku percaya masa depan mereka pada kak key! Titip salam permohonan maaf ku pada kak Zoya, dan terimakasih ku padanya" ucap Arafif yang langsung meninggalkan tempat tanpa menoleh kembali.


...****************...


Kembali ke masa sekarang ! Setelah kejadian di masa lampau, masa lalu Arafif dan Keyshu yang memang tidak bisa disatu padukan seperti air dan minyak.


...----------------...


Di kediaman Monika di Indonesia, wanita separuh baya terdiam sambil menatap langit malam, ia sangat ingin bertemu dengan suaminya yang hampir 4 bulan tidak ia temui semenjak kejadian waktu itu.


Rasa rindunya berlawanan dengan rasa ego dan angkuhnya Monika tak mau mengunjungi atau menghubungi Arafif lebih dahulu, sedangkan Arafif kebinggungan untuk menjelaskan tentang semuanya yang terjadi.


"Tuan Arafif, anda sudah kembali. Silakan masuk tuan!" ucap bi Inah seraya membuka pintu.


"Iya Terimakasih. Inah, apakah istriku ada di dalam?" tanya Arafif.


"Nyonya kayaknya ada di kamar, nyonya akhir-akhir ini agak aneh tuan. Kayaknya kepikiran sama den bagus, kemarin juga besan anda datang menanyakan kabar anaknya, aku gak tahu bagaimana caranya untuk menjelaskan pada anda."


"Gak apa-apa, biar saya yang akan menemui Monika dan mengurus semuanya" ucap Arafif yang berjalan menuju kekamarnya.


Tok Tok Tok...


Ketukan pintu itu, membuat lamunan Monika buyar. Menatap pintu, dan kembali ke pemandangan di luar jendela.

__ADS_1


"Masuk, pintu tidak di kunci kok!" ucap Monika yang tak melihat siapa yang membuka pintunya.


"Bagaimana, apakah sudah ada kabar dari Andre atau Elisa? Kemana anak-anak itu, kenapa bikin orang tua cemas seperti ini, apakah terjadi sesuatu pada mereka?" ucap Monika tanpa sadar mengatakan hal itu pada pria yang datang tersebut.


"Memangnya mereka kemana? Hingga membuatmu secemas ini Monika" suara yang tidak asing itu membuat Monika menoleh kepada sumber suara, betapa terkejutnya Monika.


"Ka-kamu? Kenapa kamu bisa ada di sini?"


"Hmph! Aku ini masih tetap suamimu, dan lebih tua darimu kenapa panggilannya jadi kamu?" ucap Arafif, membuat Monika agak tegang karena sudah lama tidak bertemu jadi agak gugup saat bertemu kembali.


"Maafkan aku!" ucap Monika yang langsung meminta maaf.


"Untuk apa? Icha yang harus minta maaf, kan yang salah adalah si kumbang, jadi yang harusnya minta maaf adalah kumbang iyakan? Maafin kumbang ya! Karena telah menyakiti hati Icha dan pergi tanpa pamit, hingga tidak menghubungi Icha sama sekali, sejak kejadian itu, kumbang sangat binggung. Icha mau maafin kumbang gak, kita baikanya."


Bujukan Arafif pada istrinya, dengan sangat manja dan mengunakan nama panggilan saat masih pacaran. Icha dan kumbang, itu nama panggilan sayang mereka sebelumnya.


Monika tersipu-sipu malu hingga tak bisa membendung rasa bahagia ya, ia langsung memeluk erat suaminya yang saat ini juga sangat senang karena bisa berbaikan dengan istrinya.


"Jadi apakah kumbang di maafkan?" ucap Arafif yang sangat manja.


Hanya sekali anggukan dari Monika mereka akhirnya berbaikan, Arafif sangat senang saat ini karena dia di maafkan.


"Lalu selama ini papah tinggal dimana? kenapa tak pernah pulang" tanya Monika.


"Di tempat kenalan papah, yah emang merepotkan tapi ya mau gimana lagi aku sangat malu ketemu denganmu, binggung mau menjelaskan apa lagi padamu" ucap Arafif pembelaan diri.


"Lalu kenapa tak pernah menghubungiku atau kirim pesan padaku, tapi malah sama sekali setidaknya memberikan penjelasan, agar aku tidak salah faham" ucap Monika yang minta pertanggung jawabannya.


"Karena aku sangat binggung harus bersikap bagaimana untuk mengahadapi ichaku, walau sudah beberapa kali di bujuk oleh putraku tetap saja aku masih canggung menemui kamu" ucap Arafif.


"Padahal aku menunggu mu, kamu ini jahat sekali membuat ku harus menunggu seperti ini" ucap Monika yang menujuk sisi manjanya.


"Maafkan aku ya, ada lagi yang ingin aku beri tahu. Aku sudah tidak bisa membohongi kamu dan menyembunyikan ya lagi, aku juga tidak berharap kamu akan memaafkan diriku yang hina ini, tapi aku tak bisa menyembunyikan ini" ucap Arafif.


"Apa itu, katakan! Apa lagi yang kamu sembunyikan dariku, kau punya rahasia lainnya?" ucap Monika.


"Iya, ini soal... Anak-anakku, dari wanita lain. Selain dirimu Monika, maafkan aku telah menyembunyikan rahasia ini selama bertahun-tahun."


Kata-kata Arafif membuat Monika sangat terkejut dengan apa yang dia katakan, terlihat wajahnya yang syok mendengar hal itu. Monika langsung teringat ucapan teman-teman di arisannya kalau seorang pria tidak akan cukup dengan satu wanita, walau dia sudah punya istri pasti akan memiliki simpanan di luar rumahnya.


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.

__ADS_1


KAMIS 10 November 2022.


__ADS_2