PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
24. Refresh Sebelum Tempur.


__ADS_3

Lapangan yang sangat luas dimana Andre sedang berada disana dengan beberapa orang yang membawakan barang-barang miliknya, yah Andre sedang bermain golf di temani Elisa di sampingnya.


"Wah! jauh sekali, huh? langsung masuk dalam satu pukulan. Keren" ucap Elisa yang melihat bola yang terlempar jauh dari tempat, hingga sampai masuk ke lubang yang sudah tersedia di sana.


"Kamu ingin mencobanya?" Andre yang melihat istrinya.


"Elisa gak bisa" jawab Elisa singkat, tapi Andre tetap memaksa. Menarik tangan Elisa agar memegang tongkat pukulnya.


"Di coba saja dulu sini" ucap Andre yang mengajari istrinya untuk memukul bola golf.


Di tempat yang agak jauh di balkon sana ada Brandon dan Arafif yang sedang melihat Andre dan Elisa yang di lapangan, karena ini pertama kalinya Arafif dan Brandon melihat wajah Andre yang sumringah tampa beban yang terlukis di sana.


"Apakah dia baik-baik saja, kenapa aku merasa dia lebih lega dan tanpa ketakutan sama sekali. Tidak seperti biasanya, apakah karena dia sudah bisa menerima bahwa dirinya sebagai pewaris" ucap Arafif yang melihat ada perubahan dalam diri Andre.


"Begitukah, mungkin saja Andre sudah bisa menerimanya. Syukurlah jikalau dia sudah menerima hal tersebut, itu artinya dia sudah bisa terjun langsung menjadi pemimpin ANDRILOS yang sesungguhnya" ucap Brandon yang sudah agak lega dengan semua itu.


"Tapi, aku kepikiran sama empat tiang yang di usulkan Andre, bagaimana bisa dia memikirkan hal itu secara cepat, dalam waktu yang singkat dia bisa membuat sistem itu" ucap Arafif yang tidak akan menduga akan terjadi hal tersebut.


"Entahlah, aku juga kurang mengetahui akan anak itu" ucap Brandon yang hanya bisa pasrah.


"Ouh yah Brandon, apakah sudah ada kabar dari dewan direksi. Kapan pengumuman itu di umumkan, Andre apakah dia akan lolos atau tidak?" kekhawatiran Arafif.


"Belum ada, aku juga kurang tahu soal itu. Hmm yang pasti mereka sedang mempertimbangkan soal masalah ini dengan baik" ucap Brandon yang memperjelas.


"Aku jadi semakin tegang, aku khawatir jika nanti Andre akan menolak saat semua dewan direksi setuju dan langsung meminta dia menduduki tahta, lalu bagaimana dengan rencana semula" ucap Arafif yang tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi.


"Tidak usah khawatir karena Andre sudah memutuskan sendiri jadi dia akan bertanggung jawab dengan tindakannya itu, percayalah Arafif" ucap Brandon yang mempercayai putranya itu.


Disisi lainnya, semua dewan direksi sudah berkumpul di suatu tempat untuk membahas soal permintaan dari Andre tersebut. Ada beberapa yang menolak akan ide yang di usulkan itu tapi tidak sedikit juga yang setuju akan pendapat tersebut, apa lagi 4 tiang itu cukup besar pengaruh bagi masyarakat.

__ADS_1


DEWAN 1 : Kita adakan pertemuan dengan semua kandidat, dan kita akan ambil voting akan hal itu.


DEWAN 2 : Iya kita setuju akan semua itu, kita adakan voting saja.


REFRAIN : Baiklah jika seperti itu maka saya akan panggil ke 5 kandidatnya, hari Senin depan kita akan adakan rapat musyawarah untuk membahas soal ini. Hari ini kita bubarkan dulu akan di lanjut di pertemuan selanjutnya dengan hadirnya 5 kandidatnya


SEMUANYA : Iya setuju...


Keesokan paginya, Andre yang sudah rapi dengan stelan pakaian yang lengkap ingin pergi jalan-jalan mengajak Elisa liburan di New Zealand, selama 4 hari ini Elisa di kurung di istana dan kamar saja tak ada refreshing.


Suami yang cukup pengertian walau Elisa tidak bilang, tapi Andre juga butuh liburan sebelum perang kembali. Andre mengunakan mobil Sport biru muda, dengan isi didalamnya semua makanan ringan dan serba serbi alat kemping.


"Kita mau kemana si mas?" ucap Elisa yang penasaran dengan tujuan mereka akan kemana.


"Udah ikut aja nanti juga kamu akan tahu kok, hmm- kita jalan-jalan dulu sebelum nanti kita bertempur kembali" ucap Andre yang spontan.


"Heh? Kita bertempur dengan apa sih mas?" ucap Elisa yang kebinggungan.


"Kok gitu sih, jadi main rahasia-rahasia nih!" ucap Elisa yang mulai agak kesel.


"Udahlah lupakan, kita kan jarang loh bisa menikmati waktu bersama seperti ini, jadi kita bisa jalan-jalan menikmati keindahan alam di New Zealand sayang. Yah anggap saja sebagai penebus dosaku karena tak bisa meluangkan waktu bersama mu" penjelasan Andre yang mengalihkan pembicaraan.


"Cih! dasar" ucap Elisa yang membuang muka tapi seneng.


"Ya biar gak di bilang cuman omongan doang, sebenarnya aku malu sih. Karena gak bisa ngajak kamu jalan-jalan santai gini, karena terlalu banyak sekali tugas yang ku kerjakan. Hingga membuat istri yang ku nikahi minta jatah, di temenin jalan-jalan, dan biar gak di ungkit kalau aku gak bisa jadi suami yang baik"


"He-he-he ternyata ada hikmah juga yah aku ngomel-ngomel kemarin, yaudah deh kalau gitu sering-sering aja yah aku ngomel-ngomel" ucap Elisa yang senang sekali.


"Eh! kok gitu. Jangan lah, nanti yang ada aku bisa pusing tujuh keliling di buatnya" ucap Andre yang sudah menyerahkan duluan.

__ADS_1


"He-he-he, bercanda lah Mas Andre. Aku kan sangat sayang banget sama suamiku dan sangat mencintaimu. Jadi mana tega aku lakukan hal itu kepada suami tercinta ku ini" ucap Elisa yang mulailah kata-kata manja rianya.


"Iya, itu aku juga sudah tahu kok. Jadi, tak usah kamu kasih tahu aku sudah faham" ucap Andre yang menjawab dengan santainya.


"Iiih di bales dong!" ujar Elisa yang agak kesal karena kata-kata manja malah di balas datar sama Andre.


"Heh?! Iya aku juga sangat mencintaimu" ucap Andre yang membalas dengan kata-kata yang sama.


"Lalu dimana Kiss untukku?" ucap Elisa yang sudah memanyunkan bibirnya.


"Heh? disini?" Andre melirik kearah Elisa, kaget karena Elisa sudah memanyunkan bibirnya.


"Iya" jawab singkat Elisa yang masih memanyunkan bibirnya.


"Aku lagi nyetir nih!"


"Stop dulu"


"Ampun deh kamu nih, kalau ada maunya maksain banget" ucap Andre yang menghentikan mobilnya, dan menerima permintaan Elisa, untuk mencium bibirnya itu.


"Kok cuman di kecupp sih, aku maunya ciuman tahu" Ujar Elisa yang ngambek.


"Nanti aja kalau udah sampai tempat yah, mas lagi nyetir nih"


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Selasa 16 Agustus 2022.


__ADS_2