PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
138. Manjadi MABA.


__ADS_3

Waktunya telah tiba, hari pertama Elisa memasuki perannya sebagai mahasiswa baru. Di tempat yang baru, dengan lingkungan dunia perkuliahan. Dimana saat ini Elisa menguatkan mentalnya, di hari pertama kuliah andre malah tidak bisa mengantarnya datang ke kampus karena Andre harus pergi ke New York.


"Teh, kamu dah bilang sama nak Andre kalau hari ini kamu berangkat kuliah?" tanya sang ibu.


"Udah bu, kayak ya mas Andre lagi sibuk banget deh! Dari semalam aku nelfon tapi gak di respon- respon kesel deh! Udah kalau ada komputer sama iPad, dia akan lupa sama istrinya." ucap Elisa yang mengeluh pada orang tuanya.


"Sabar atuh teh, nak Andre kan kerja. Lagian selama ini kan nak Andre nemenin teteh terus buat belajar jalan kan, sampai dia meninggalkan semua pekerjaan yah demi kamu loh" ucap ayah yang membela menantunya.


"Iya, ayah." ucap Elisa yang muram dan tak berani untuk menjawab ayah ya.


Iya, hari ini telah diadakan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru. Atau bisa dikenal Masa orientasi mahasiswa baru, untuk menjalani serangkaian acara pembukaan tahun ajaran baru.


"Hari ini gak langsung belajar toh teh?" tanya ibu yang melihat putrinya seperti gembel, karena rambutnya di ikat dua dan kepang 5, karena Elisa hari di bulan Febuari tanggal 5.


"Iya Bu katanya hari ini adalah MPK, Masa Pengenalan Kampus." ucap Elisa yang menjelaskan, seraya papan nama dengan nama obat dan namanya tercantum disana.


Di hari pertama Elisa menjadi mahasiswa baru bukannya Andre yang mengantarnya datang ke ke kampus, melainkan kedua orang tua Elisa dengan sopir pribadi yaitu Aoda yang sangat setia menjadi pendamping bagi keluarga Elisa.


"Nanti di kampus, kamu belajar yang bener ya teh jangan nakal, jangan kabur. Ayah akan bangga sama teteh, kalau sampai teteh lulus dari universitas ini" ucap Yusman yang sangat senang.


"Iya ayah! Udah tenang aja, lagian Elisa kan sudah janji sama ayah dan ibu. Teteh juga udah janji sama Mas Andre, jadi gak akan lah aku mengecewakan kalian semua yang sudah mendukung Elisa sampai seperti ini." ucap Elisa yang mencium kedua tangan orang tuanya yang sekarang ada di genggaman tangannya.


"Itu kayaknya para temen-temen teteh yah, itu udah pada lari-lari. Udah telat kah?" ucap Yusman yang melihat beberapa mahasiswa berlarian.


"Gak mungkinlah ayah, kita datang pagi banget ini masih jam 6, gak mungkin lah telat" ucap Elisa yang melihat jam tangannya.


"Yowes, ibu sama ayah pulang ya. Kalau ada apa-apa bilang yo, belajar yang bener teh!" ucap ibu yang mengecup kening putrinya itu.


"Iya Ibu, kalian pulangnya hati-hati ya. Aoda, antar ibu sama ayah pulangnya, dengan selamat. Elisa masuk dulu, dah-dah Assalamualaikum" ucap Elisa yang melambai tangannya kepada kedua orang tuanya.


Terlihat banyak sekali mahasiswa baru yang baru datang, langsung pada lari dari gerbang utama menuju halaman yang sangat luas di dalam universitas tersebut. Elisa yang belum memiliki teman baru hanya diam di pojokan pohon, sambil melihat beberapa orang yang sudah bercengkrama dengan teman-teman baru mereka, sedangkan Elisa diam. Karena dia bingung mau mulai dari teman yang mana dulu, dan harus bagaimana untuk memulai percakapan dengan orang lainnya.


Hmm, kayaknya aku gak bakat bersosialisasi deh! Aku gak bisa ngomong sama sekali, mau kenalan tapi malu, takut dibilang sok akrab. Dalam hati Elisa yang melihat kanan kiri sekitar yah itu.


Hingga ada seorang wanita cantik yang melihat Elisa terdiam sendiri saja ditempat, membuat dia berjalan mendekati Elisa. Postur tubuh yang ramping dan kulit putih mata agak sipit. Duduk di sebelah Elisa ternyata wanita itu satu fakultas dengan Elisa, terlihat dari papan dengan warna pita yang sama dengan Elisa kenakan saat ini.


"Hai, kok kamu sendiri aja" tanyanya sambil melihat Elisa yang saat ini sedang bingung.


"Ouh, iya aku gak tahu harus kenalan siapa? aku gak terlalu kenal sama semua orang yang ada di sini" ucap Elisa tersenyum terpaksa.


"Ya kenalan dong, biar tahu satu sama lainnya! Hmm, ternyata kamu juga dari fakultas farmasi yah!" ucapnya seraya melihat nama di papan pangkuan Elisa, tak Elisa kenakan karena terlalu malu.

__ADS_1


"Oh iya saya dari farmasi, kalau kamu sendiri dari farmasi juga?" tanya Elisa yang juga mulai percakapan yang membuat cewek itu tersenyum tipis.


"Iya, eh kita kenalan yuk!" ucapnya anaknya asik dan supel, langsung mengulurkan tangan untuk jabat tangan, tapi dia berkenalan dengan tangan kirinya.


Elisa menatap di cewek itu dengan tatapan sangat kesal, karena tak sopan sekali teman barunya itu malah mengulurkan tangan kirinya bukan tangan kanannya.


"Hmm, ada apa? ouh. Maaf, aku kidal. Jadi suka refleks" ucapnya seraya langsung mengganti uluran tangan yang akan bersalaman dengan Elisa.


Elisa lalu tak enak karena telah menatapnya seperti tadi. "Ouh, saya yang seharusnya minta maaf. Saya tidak tahu jika kamu kidal, maaf yah!" ucap Elisa yang gak enak dan merasa bersalah juga.


"Hahaha gak apa-apa, lagian aku juga gak sopan. Namamu siapa? kalau aku Nindy." ucapnya seraya melebarkan senyumnya.


"Salam kenal Nindy, saya Elisa." ucap Elisa yang menerima uluran tangannya.


"Iya, salam kenal ya Mbak Elisa!" ucap Nindy yang sangat antusias.


"Gimana kalau manggilnya jangan pakai Mbak, agak gimana gitu saat di dengarnya panggil saja aku Elisa, lebih baik dan terdengar akrab." ucap Elisa yang tak mau dimenjaga jaraknya.


"Oke! Kamu juga yah harus manggil aku Nindy yah saja, gimana kalau kita langsung tukeran nomer hp" ucap Nindy.


"Hmm- aku gak hafal nomer hp ku sendiri, maaf yah. Terus sekarang juga kan, lagi MPK di larang pakai bawa hp." ucap Elisa yang memang tak ingat nomer hpnya.


"Iya, gak apa-apa lagi kitakan satu fakultas juga. Pasti akan ketemu lagi nanti, he-he-he " ucap Nindy yang anaknya humoris.


"Hmm- Tidak ada, kan aku masih baru jadi belum ada yang aku kagumi" ucap Elisa yang polos, emang tidak ada yang dia kagumi selain ketampanan sang suami.


"Kalau aku ada, makanya aku kuliah disini karena aku mengidolakan seseorang. Dia pria yang sangat aku idolakan sejak SMP, dan sampai sekarang aku ikuti dia pelan-pelan. Semoga suatu hari dia akan membalas semua usaha ku, aaah tak sabar aku!" ucap ya sangat bucin sekali sama pria tersebut.


Elisa hanya bisa tersenyum tipis, karena dia tak akan bisa mengidolakan pria lain karena posisi saat ini sudah bersuami yang paket komplit gimana mendapatkan pria dengan paket sepertinya itu.


Akhirnya mereka berdua pun menjadi teman, tiba-tiba ada teman lainnya yang datang mereka juga saling berkenalan, semakin banyak juga yang ingin berkenalan karena Nindy anak yang asik.


"Hai, kalian berdua dari kelompok mana nih?" ucapnya sambil ikut duduk bersama Elisa dan Nindy yang sedang asik ngobrol itu.


"Kita nggak tahu dari kelompok mana. Makanya kita lagi nyari nih, tapi yaudah aja lah lagian katanya akan di rombak lagi sama senior." ucap Nindy.


"Kalian dari fakultas farmasi juga?" ucapnya seraya melihat papan yang di bawa masing-masing.


"Iya kamu juga farmasi?" tanya nindy yang menatap papan yang di bawa temen barunya.


"Sama aku juga, eh kita kumpul di pojok sana yuk! Sama temen-temen yang lain tuh, dari farmasi ada disana" ujarnya seraya bangkit dari tempat menuju perkumpulan itu.

__ADS_1


"Iya, yuk! Kita kesana. Ayo Elisa!" ucap nindy yang sambil menarik tangan Elisa.


Akhirnya mereka bertiga pun ikut berkumpul dengan kelompok farmasi lainnya, hingga suatu pengumuman dari para senior mereka untuk berkumpul dan berbaris sesuai dengan fakultasnya masing-masing.


"Untuk mahasiswa baru, mohon perhatiannya. Cepat berkumpul di lapangan utama, dan langsung berbaris sesuai dengan fakultas masing-masing. Ayo cepat waktunya keburu siang, karena kita juga sudah mempersiapkan untuk acara selanjutnya. Kita ada acara lagi di pantai nih" ucap salah satu senior dengan alat pengeras.


Semua berbaris sesuai dengan fakultas masing-masing, dengan sangat rapi dan teratur hingga sebuah mobil sport mewah melintas di samping mereka, terlihat seseorang pria yang cukup ya lumayan tampan itu keluar dari dalam mobil. Dialah Haris, pria teratas adalah idola kedua dari 7 Pria terpopuler di kampus, semua mahasiswi baru terpesona melihat ketampanan si Haris yang berjalan mendekat ke arah membran dan temen-temen yah itu.


"Oke! Mohon perhatiannya kalian semua udah jangan fokus sama Kak Haris ya, kita akan cari kelompok-kelompok kalian yang disebutkan nama-namanya silakan memisahkan diri dengan kelompok fakultas masing-masing. Baiklah saya akan mulai, yang saya sebutkan, harus memisahkan diri. Baik saya akan mulai dari kelompok 1 bisa di dengar, semuanya. Mohon dimengerti semuanya, ayo kita mulai pembagian kelompok." ucap si host itu.


"Iya siap!" serempak mahasiswa baru tersebut semua sudah siap dan rapi.


Senior itu satu persatu menyebutkan beberapa nama dari setiap fakultasnya masing-masing, lalu mereka langsung memisahkan diri mereka, untuk membentuk menjadi kelompok-kelompok bercampur dengan yang lainnya. Satu kelompok berisi 17 anggota sampai 20 anggota dalam satu regu, Elisa mendapat kelompok regu 15 dengan lambang bunga mawar putih dengan jumlah anggota 20 orang, 12 laki-laki dan selebihnya perempuan. Elisa berpisah dengan teman barunya sih Nindy dan satu lagi temannya, dia juga mendapatkan teman baru bernama Rere, Zoa dan Siska.


Karena panitia PKKMB, Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru, atau bisa disebut P3K dengan Panitia Penyelenggara Pelaksanaan Kampus. Belum pada kumpul semuanya, itu membuat MABA, agak kesal. Karena sikap senior yang tidak disiplin, mereka menyuruh MABA berangkat sebelum jam 7 lagi tapi para senior malah pada datang telat.


"Enak aja nih para senior, kita disuruh pagi-pagi datang. Eh...Para seniornya sendiri yang pada meleha-leha, mengulur-ulur waktu" ucap salah satu team anggota Elisa.


"Namanya juga senior ya, bisa bebas seenak jidat mereka saja," ucap satunya lagi


"Yah begitulah, bisanya aja mereka membuat peraturan malah di langgar sendiri, pada muna semua tuh senior." Dumalan kekesalan mereka.


"Kayak ya nih, para senior pada melampiaskan ke kita, iya nggak sih!" sambung lainnya.


"Iya kali, mungkin dulunya, mereka juga dapat perlakuan yang nggak baik dari kakak kelas sebelumnya, makanya mereka melampiaskannya pada kita, terus kakak kelas yang salah kita lagi yang disalahin kita mah kana getah doang!" ucap mereka yang samua pada kesal.


Mereka pada bergumam membisikkan masalah-masalah tersebut, hanya Elisa yang diam memperhatikan semuanya karena Elisa bingung dengan apa yang harus dia bahas saat ini, ada juga yang membicarakan soal 7 pangeran terpopuler. Hingga kedatangan pangeran populer kelima, bernama Arkani, dan terakhir ada Raffi pangeran ke 3, dan bintang utamanya adalah pangeran yang paling terpopuler sih nomor 1 yaitu Rizki.


Pria yang jadi idola banyak cewek dan mahasiswi baru ini adalah pria yang pernah berdebat dengan Elisa dengan masalah pencopet di teman, iya dia pernah bertemu dengan Elisa saat kejadian itu. Di sebuah taman, di alun-alun. Tapi Elisa tidak ingat dengan pria itu, sedangkan pria itu mengingat dengan jelas Elisa yang saat ini menjadi juniornya di universitas yang sama dengannya.


Bukankah cewek itu, ternyata dia menjadi adik tingkat ku. Aku sudah lama mencarimu syukurlah akhirnya kita bisa bertemu lagi. Kakakku pasti seneng banget bisa bertemu denganmu, aku harus lebih dekat dengannya. Dumal dalam hati pria tersebut.


Elisa yang tidak sadar jika dirinya sedang di awasi oleh Rizki, seperti biasa saja. "Semuanya mohon perhatiannya, oke semuanya karena panitia sudah pada berkumpul, saya aka. Umumkan setiap masing-masing kelompok akan memiliki 2 Dewan pendamping, sebagai pengawas kalian. Saya akan sebutkan satu-persatu, setelah membicarakan dengan Mereke akan ada 30 DP.


"Saya akan mulai memperkenalkan para dewan perwakilan yang akan bertanggung jawab atas kalian, setiap anggota juga harus memiliki ketua regu yah. Untuk setiap kelompok, saya akan sebutkan yang ke satu ada Kak Arkan si pangeran paling terpopuler di sini dengan Hulya, dan yang kedua ada Kak Doni dan Kiki, kelompok ketiga Wendah dan saya sendiri Umar, yang ke-4 ada Wildan dan Anita. Lanjut ke-6 ada Mayangsari ketujuh ada Dila ke-8 ada Yusuf ke-9 ada Hermawan yang 10 Yuliana kesebelas ada virsen ke-12 ada Aina ke-13 ada Suhadi dan terakhir ada Rizki kalian pilih partner kalian masing-masing deh! Oke! kalian semua sudah dapat pendamping pengawas kalian masing-masing. Saya akan jelaskan soal rute kali ini, adalah dari kampus kita keliling untuk aksi mahasiswa jalan gedung utama sampai ke lapangan alun-alun. Sampai di sana kita akan langsung mengadakan games, dan ada apa saja gamesnya nanti kita akan tahu di sana, kalau ada pertanyaan silakan bertanya. Kalau tidak ada, kita akan siap-siap untuk berangkat. Tak ada yang bawa kendaraan kecuali mobil darurat untuk yang sakit, saya izinkan naik mobilnya, tapi jangan ada yang berpura-pura sakit ya hanya untuk merasakan mobil mewah. Jalan untuk menuju pantai, kita sudah menyiapkan semuanya di tempat."


BERSAMBUNG...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Sabtu 31 Desember 2022


__ADS_2