PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
104. Ujian Langsung.


__ADS_3

Setelah sampai di suatu tempat Elisa sangat takjub dengan tempat tersebut karena sangat kuat dan luas, terlihat banyaknya jumlah alat-alat latihan seperti tebing buatan dan ban mobil besar. Tak lama Elisa langsung melihat Zever juga sudah menyiapkan semua alat-alat yang akan di gunakan untuk latihan, ada beberapa orang yang akan jadi instruktur Elisa nantinya, semua pengawal pribadi Elisa juga sudah berada di sana, untuk ikut di latih pertahanan dirinya kembali. Terlihat mereka juga sedang latihan, jadi Elisa tidak sendiri untuk latihan, Elisa tampaknya sangat senang dan sudah tidak sabar untuk mulai latihan.


ZEVER : Kamu sudah datang? Apakah urusanmu di rumah sakit sudah selesai.


ELISA : Iya, maaf kak harus menunggu agak lama. Karena banyak yang harus aku urus, mas Andre meninggalkan banyak pekerjaan pada seseorang.


ZEVER : Iya, aku tahu akan sulit membagi waktunya untuk sekarang ini. Oke! Baiklah aku tidak mau basa-basi lagi coba kamu lihat di sini... Aku sudah siapkan segala sesuatu yang akan kamu perluan untuk latihan Elisa, hmmm- boleh ku tanya? sebelum kita mulai.


ELISA : Iya, silakan mau tanya soal apa kak?


ZEVER : Apakah kamu punya trauma, atau ketakutan secara mental atau secara fisik? kita akan latihan fisik dan mental. Jadi apakah kamu punya cedera, di tubuhmu atau kamu punya penyakit yang akan memicu sesuatu terjadi pada tubuhmu.


ELISA : Hmmm, Alhamdulillah aku gak punya penyakit bawaan sih. Maag ku juga sudah ku atasi, soal trauma hanya satu. Aku takut suamiku kabur tanpa pamit lagi, dan marah sampai tidak mau bicara denganku. Itu membuat aku trauma, karena aku harus kena sial berturut-turut.


ZEVER : Begitukah, baiklah kalau begitu ketakutannya. Apakah ada yang lainnya? Seperti ketakutan terhadap bintang buas, atau semacam itu. Yah, bisa apa saja sih ketakutannya yang bisa memicu hal lainya yang menyangkut segalanya.


ELISA : Sebenarnya aku takut segalanya, lebih takut lagi saat aku dimarahi oleh ayah dan di diemin sama mas Andre.


ZEVER : OKE! Jika seperti itu, tidak masalah jika harus lari jauh, dan mengikuti tantangan lainnya. Karena latihan fisik ini membutuhkan kekuatan mental yang kuat, jika tidak kuat maka akan kandas di jalan dan ilmu yang aku terapkan tak akan maksimal.


ELISA : Akan ku hadapi semua, aku yakin bisa kok. Kak Zever jangan menyerah ya untuk melatih ku, karena aku agak lama untuk bisa paham dan mempelajarinya.


ZEVER : Baiklah! Kita akan mulai latihan dari awal dulu, besok kita akan mulai dari jam 8- 10 malam jika tidak ada halangan, sekarang kita pengenalan dasarnya dulu. Aku akan kenalkan dasar-dasar dari latihannya. Ikuti aku, kamu harus mengerti dan mengenal semua alat-alat yang ku beri tahu nama-namanya, karena semua ini akan kamu gunakan nantinya sebagai senjata bisa membunuh dan membuatmu lolos dari maut jika kamu bisa mengunakan dengan baik. Bisa di mengerti?.


ELISA : Iya, bisa. Apakah semuanya ini kak Zever yang menyiapkannya, kapan kakak melakukan semua ini.


ZEVER : Barusan saja. Saat kamu belum datang aku yang membuat semua ini, karena ini latihan perdana kamu, makanya aku gak mau membuang waktu. Sekarang kamu ganti baju dulu sana, jangan pakai baju seperti itu. Akan menganggu sesi latihan kita, mula-mula kita latihan dalam ruangan dulu karena kamu masih seorang pemula.


Elisa hanya bisa menuruti apa yang di perintahkan oleh Zever, setelah ganti baju yang sudah di sediakan oleh seseorang di ruang ganti. Saat elisa sudah ganti baju, dimulai dari pemanas ringan dan mudah. Awalnya bisa mengikuti dengan baik, dan akan menyerah tapi Elisa langsung teringat masalahnya, jadi kembali bangkit semangat lagi.


Setelah beberapa kalori keluar dari tubuh Elisa. Zever langsung mengganti tingkatan latihan menjadi level 1, yaitu latihan pertahanan diri awal, fisik yang diolah. Hingga menjelang siang latihan mereka. Elisa juga bagus di perbolehkan untuk makan siang dan istirahat dulu, karena banyak membuang kalori, Elisa ingin makan dulu tapi dilarang untuk makan-makanan yang berat.


Malah di suruh makan yang berprotein dan hanya di beri selembar roti gandum yang hanya setengah, awalnya Elisa protes. Tapi setelah dijelaskan Elisa tidak bisa menolaknya lagi, setelah makan siang Elisa minta izin untuk menunaikan ibadah sholat. Selesai itu mereka melanjutkan latihan kembali setelah istirahat dan makan siang mereka.


...****************...


Dua bulan lebih seminggu, akhirnya hasil dari Elisa di latih ketahan dan ilmu seni menembak oleh Zever. Pelatihan terakhir, sesi dimana Elisa dilatih untuk terjun dari atas ketinggian. Helikopter yang sudah melayang diudara siap untuk mengangkut penumpang yang ada di atas gedung.


ZEVER : Elisa seminggu ini adalah latihan kita yang terakhir, dan ini adalah sesi terakhir latihan. Ketakutan kamu akan ketinggian, kamu harus melawan dan melewati batas mu. Makanya akan aku melatih agar kamu bisa terjun dari atas ketinggian. Karena biasanya lokasi dimana kita mendapat akan sulit untuk di lalui oleh kendaraan, dan mengharuskan kita untuk turun secara mendadak, ada pula kita harus keluar jikalau ada bahaya yang menyerang kita dari udara.


Penjelasan Zever. Elisa yang sudah siap dengan pelengkapnya yang lengkap di tubuhnya, menelan ludahnya bulat-bulat, segala keamanan sudah diikatkan ditubuhnya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian Elisa yang sudah di dalam helikopter yang sudah naik di langit-langit biru, dengan beberapa instruksi dari Zever yang ada di bawa. Elisa mulai terjun kebawa melawan rasa takutnya, dan gemetar di sekujur tubuhnya.


Bagus Elisa kamu memang hebat, bisa melawan rasa takutmu, aku salut padamu. Lakukan jangan mengecewakan aku, soal latihan ini juga demi kebaikan kamu kelak. Maaf harus melatih kamu sangat ekstrim dan lebih keras ketimbang pasukan ku lainnya, karena jika kamu ingin setara dengan Andre, maka kamu harus sebanding dengannya. Andre cukup liar dan luar biasa dia multitalenta, tidak ada yang dia tidak bisa. Semua dia handal, kecuali menaklukkan hati wanita. Hanya kamu yang bisa menaklukkan gunung es. Suara dalam hati Zever.


Akhirnya penderitaan Elisa selama ini tidaklah sia-sia yang ia lakukan bukan hanya mendapatkan pengetahuan, ketrampilan dalam menebak dan ilmu lainnya. Tapi tubuh Elisa juga berubah total sekarang, bahkan tubuhnya sudah membentuk dengan ideal. Dulu perut yang dia miliki agak buncit, setelah latihan perutnya kini berubah menjadi samar membentuk kotak-kotak kecil.


Berada di kamarnya, Elisa yang baru pulang dari latihan ia ingin menyegarkan tubuhnya dulu. Lalu setelah itu ingin pergi lagi untuk jalan-jalan liburan, dengan Zever dan Beberapa orang lainnya.


Elisa yang berada di kamar mandi, sudah melepaskan seluruh pakaiannya menyalakan shower dengan air hangat. Tiba-tiba saat ingin memberikan sabun pada bagian perutnya, Elisa agak syok karena lemak-lemak yang tertimbun di sana sudah berubah menjadi otot yang sangat indah.


"Eeh? Apa ini kenapa aku baru sadar jika aku memiliki perut seperti ini. Pada kemana anak-anak ku yang lainnya, kok berubah jadi seperti ini?" Elisa malah syok sendiri.


Setelah selesai mandi Elisa berdiri di depan kaca, sambil berpose disana memperlihatkan tubuh barunya yang sangat sekkksy dan berbody aduhai.


"Gila gak sia-sia aku latihan dengan kak Zever, mas Andre akan jatuh kelepek-kelepek nih kayak ikan kurang air. He-he-he" Ucap Elisa yang sangat kegirangan dengan bayangannya itu, kepikiran jika suami akan langsung mengangkutnya ke ranjang dan melakukan yang sensitif lainnya.


"Aaaah! Apasih otak ini ngeres banget. Kotor harus di reset ulang, biar gak mikir itu mulu. Tapi, apa rasanya jika belut raksasa milik mas Andre masuk kedalam. Astaghfirullah, apa sih yang aku bayangkan. Udah ah! mendingan aku cepat ganti baju dan turun ke bawa, laper. Iya ini pasti gara-gara laper jadi otak gak beres" Dumal Elisa yang sangat memilih pakaiannya.


ARAFIF : Jadi kamu akan kembali ke New Zealand. Kenapa tidak tunggu Andre kembali, lalu apakah ada masalah disana?


ZEVER : Tidak ada, hanya saja sudah waktunya saya kembali.


"Elisa nanti kamu akan mengantarkan Zever kembali ke bandara atau sampai ke New Zealand?" ucap Arafif.


"Hmm, tidak! kak Zever melarangku untuk mengantarnya, jadi mungkin supir saja" ucap Elisa yang duduk di sebelah Monika.


Tiba-tiba suatu panggilan dari hp milik Zever berbunyi tertera SOS. Pasukannya membutuhkan dirinya untuk segera memimpin pasukan, dan membuat strategi.


ELISA : Ada apa kak? Apakah ada masalah wajah kakak tampak sangat serius.


ZEVER : Tuan Arafif, ada berapa pasukan anda disini? dan si luar negeri?


ARAFIF : Mungkin sekitar 100-200 orang, ada apa nak?


ZEVER : Sepertinya Andre dalam masalah, adikku Xeverio yang mengirimkan pesan SOS. Aku yakin Andre tak akan melakukan hal itu, jadi pasti adikku berinisiatif sendiri untuk mengirim pesan ini. Aku harus pergi sekarang, karena mereka membutuhkan aku.


ELISA : Kak, bawa aku juga. Aku ikut bersama denganmu, siapa tau aku bisa membantu suamiku.


"Apa yang kamu katakan, jangan macam-macam Elisa. Itu sangat bahaya nak, jika kamu ikut dengan Zever ketempat yang akan dituju, mamah melarangnya. Kamu tidak tau tempat apa yang akan didatangi pasukan Zever, biarkan mereka yang sudah terbiasa dan terlatih."


"Mamah tidak usah khawatir ya. Elisa sudah terlatih kok, secara langsung oleh instruktur yang terpercaya dan sudah berpengalaman, lagian Elisa sudah terlanjur ikut campur dalam masalah."

__ADS_1


"Tapi nak, tempat itu pasti sangat menakutkan dan bisa mengancam nyawa, lalu apa yang akan aku katakan pada orang tuamu, jika terjadi sesuatu padamu"ucap Monika yang khawatir.


"Maka mamah berdoa demi kebaikan dan keselamatan kita."


"Iya Elisa yang dikatakan Monika ada benarnya, kamu bukan lawan atau tandingan mereka. Kita juga tidak tahu mereka sekuat apa? dan dari golongan mana? karena ini bukan permainan nak, tapi kita sedang berperang melawan musuh yang Andre hadapi, kita tidak tahu musuh Andre seperti apa? jangan membahayakan keselamatan dirimu" ucap ke kekhawatiran Arafif.


"Tapi mah-pah aku gak bisa diem aja kayak gini, saat suamiku dalam bahaya dan mengancam nyawa juga, Elisa tidak bisa hanya menunggu hasil. Jadi Elisa mohon izinkan Elisa pergi, untuk menyelamatkan suamiku. Kalian tidak usah khawatir yah aku dan mas Andre akan pulang dengan selamat kok, kalian doakan saja aku bisa menyelamatkan mas Andre" ucap Elisa yang langsung menarik Zever untuk pergi meninggalkan tempat.


Mereka langsung saja capcuus kelokasi, walau Arafif dan Monika sudah susah payah menghentikan Elisa yang sudah mempunyai keputusan bulat untuk menyelamatkan suaminya, Zever langsung menelepon seluruh pasukan agar bersiap-siap untuk pergi membantu pasukan yang dipimpin oleh Andre.


ZEVER : Apa kau yakin akan ikut, kau masih saja pemula dan kita baru selesai latihan.


ELISA : Kita sudah setengah jalan, masa iya mau balik lagi. Kita tidak ada waktu lagi untuk memperdebatkan masalah ini, aku tahu seberapa jauh kemampuanku dari latihan ini, masa iya hanya seperti ini saja usahaku. Jadi sia-sia dong latihan kita salama ini. Untuk aku mati-matian latihan denganmu, hanya untuk menunggu hasil tanpa bisa membantu orang lain, buat apa dong berlatih selama dua bulan ini? Coba katakan, bukankah dengan tujuan itu kakak melatihku agar aku bisa membantu orang. Sekarang suamiku dalam masalah, masa aku harus berpangku tangan, aku gak mau aku mau menyelamatkannya. Walaupun aku tidak bisa melindunginya, setidaknya aku bisa menyelamatkannya.


ZEVER : Baiklah, jika itu sudah jadi keputusan akhir mu. Apakah kamu tidak mau mendengarkan saran yang dikatakan paman Arafif, kalau dipikir-pikir ada benarnya omongannya. Makanya nanti kamu di sana jangan bertindak gegabah, jika kamu tidak selamat nanti andre pasti akan marah padaku.


ELISA : Apakah kakak sedang mengoyak keyakinan ku dan mengecoh pikiran ku, agar aku tidak jadi ikut membantu suamiku?.


Elisa yang langsung menatap tajam pada Zever yang saat ini tak bisa berkata-kata lagi, hanya bisa pasrah akan keadaannya. Helikopter itu kih sebentar lagi akan sampai di lokasi dimana Andre dan anggota kehilangan kontak, Zever langsung menyiapkan segala sesuatunya dan mencari kotak obat jika ada yang terluka.


Elisa yang berhasil memenangkan perdebatan dengan Zever itu sangat puas, dia langsung menyiapkan senjata yang akan dia gunakan saat turun.


ROGER : Nyoya Elisa, anda kan ikut denganku. Biar Komandan yang akan berada di garis depan, karena kita adalah tim penyelamat bukan penyergap atau tim penyerang.


ELISA : Baiklah, aku akan ikuti saja apa yang kalian katakan. Asalkan kita bisa menemukan mereka semua, aku akan ikuti perintah dari kalian.


Satu persatu mereka menuruni tali yang terikat helikopter, sengaja tidak parkir dan agak jauh dari lokasi dimana Andre dan pasukannya hilang jejak. Karena melihat tanda-tanda jika pasukan musuh masih ada di lokasi, jadi mereka tak mau misi mereka gagal karena ketahuan oleh musuh lebih dulu sebelum penyelamatan.


ZEVER : Elisa, kamu ikut tim dua untuk pergi ke area barat, jangan terlalu jauh-jauh dari pasukan.


Hanya anggukan kepala saja yang di tunjukan Elisa, langsung memakai helm dan penutup wajah, kaca mata hitam dan baju anti peluru dan sebagainya tertutup dengan rapat oleh pakaian khas militer.


BERSAMBUNG...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Kamis 24 November 2022.

__ADS_1


__ADS_2