
Semuanya yang ada disana sangat penasaran dengan sosok Andre yang saat ini, mereka tidak percaya jika Andre telah menikah dan sebagian besar dari mereka pengennya Andre belum menikah.
"Yah... Bapak, kenapa nikah cepat sih pak, kalau nikahnya di lambat aja kan bisa ketemu sama saya." ucap salah satu mahasiswi.
"Huuu... Ngarep kamu, emangnya kamu bisa sebanding sama istrinya pak Andre." sambung cewek di sebelahnya.
"Yeh, Sirik aja. Biarin aja, toh kita sama-sama cewek." jawabnya lagi.
"Nanti deh! Saya tanya sama istri saya soal itu boleh gak saya nambah 1 istri lagi." ucap Andre dengan nada bercanda.
"Kayaknya jangankan satu pak, kalau di bolehkan mah pasti akan banyak yang ngicer bapak deh!" ucap Nacly.
"Iya pak, Kalau pacar gimana pak, apakah bapak punya?" tanya Sindy.
"Pacar saya mah banyak, mau daftar biat nambahin. Karena pasti sudah 2 juta, mungkin lebih. Jika mau, nanti saya buka lowongan yah biar pada daftar jadi pacar saya."
"Ha-ha-ha..."
Semua ya tertawa renyah saat mendengar lelucon itu, karena baru kali ini ada dosen yang kocak abis kata-kata seperti ngalir gitu aja. Hingga tidak sadar waktu sudah berjalan telah cepat, dan sudah satu jam lebih mereka ngobrol soal itu.
"Pak alamat rumahnya di mana? Iya sapa tahu aja kita bisa mampir kapan-kapan, jangan-jangan rumahnya di luar negeri ini!"
"He-he-he, tenang aja ada kok yang di Indonesia, kalian gak perlu harus jauh-jauh sampai pergi ke luar negeri. Di jalan kenangan nomor 2, di blok BB 1. Nah, kalau kalian mau bertamu dengan saya konfirmasi terlebih dahulu yah. Takutnya saya gak ada dirumah, biasanya suka keluar sama istri." jawab Andre yang menjelaskan.
"Asyiap pak!"
"Okey, ada pertanyaan lain? Kalau tidak ada, giliran saya yang bertanya pada kalian semua. Karena kata pepatah bilang tak kenal maka Tak Sayang."
Semua langsung mengiyakan saja, lalu Andre terdiam sejenak. Melihat satu persatu mahasiswa dan mahasiswinya, lalu matanya melihat pada Elisa dengan senyuman tipis.
"Oke, saya akan mulai dari yang paling ujung pojok sebelah kanan. Mas pakai baju hijau, tolong sebutkan namanya siapa yang di pojok." ucap Andre yang mempersilahkan yah.
"Nama saya Gunawan pak!" ucapnya sambil berdiri, dan mengangkat tangan.
"Oke terima kasih lalu selanjutnya. Nyambung yah, sebelah siapa nih." tanya Andre menujuk sebelahnya.
Satu persatu akhirnya mereka mengenal diri mereka, bergantian. Lalu, sampai di barisan dimana 4 tempat duduk dimana ada Elisa.
"Nama saya Diana Putri Anastasya." seraya langsung berdiri saat sebelahnya sudah mengenalkan dirinya.
"Nama saya Sabiya Nacly Damayanti."
"Nama saya Resti Afsheen Myesha."
"Nama saya Elisa Nur Halizah."
Andre yang hanya bisa diam sambil mendengarkan saja, lalu sampai di ujung kursi, barisan depan ada beberapa lagi. Sambil Andre menghafal semua muka-muka mereka satu persatu, lalu mencatat sesuatu di bukunya.
__ADS_1
"Okey, saya berterimakasih kasih sekali, atas kerja samanya. Saya sedikit mengenal kalian, jika ketemu di jalan atau lihat saya, sapa saja yah. Karena saya tidak mungkin akan menghafal 500 mahasiswa saya, apa lagi kadang kala saya bertemu banyak orang." penjelasan Andre.
"Baik pak." ucap semua serempak.
"Terimakasih, atas perhatian kalian semua. Saya sudah kenal nih sama kalian semua, iya walau sedikit agak lupa. Cuman Nanti kalian sebutkan lagi nama kalian biar saya hafal, dan saya ingat, karena saya harus menghafal hampir 500 orang ya dari fakultas. kedokteran sampai fakultas farmasi Wow. Okey, semoga saya ingat, saya akan masuk ke pembahasan materi."
Andre membuka slide selanjutnya terlihat bahan-bahan bab yang akan di bahas nantinya, sebuah materi yang akan menjadi acuan utama dalam tujuan belajar.
"Yah terlihat disini ada 10 bab, yang nanti kita bahas dan pelajari bersama-sama, hari ini kita free tidak ada materi yah, saya hanya akan membahas pengenalan, bahan untuk belajar, dan etika sekaligus peraturan pembelajaran kelas saya." Ucap Andre semua mahasiswa menjadi agak tegang.
"Saya lanjut yah, disini kalian. Bisa lihat, ada 10 bahan pelajaran. Nanti ada bukunya, saya juga tidak tahu buku seperti apa. Karena katanya, ibu Susan sebelum cuti beliau sudah meninggal buku. Itu baru di kasih tahu sama pak dekan, tadi pagi. Jadi saya belum membacanya, dan katanya ada buku tambahan juga. Jadi materi bukan dari saya yah, tapi dari Bu Susan langsung."
"Yah kenapa gak dari bapak aja sih, lagian Bu Susan kalau ngasih materi setengah-setengah nih." protes beberapa mahasiswi.
"Karena saya disini hanya pengganti beliau yah, jadi saya bukan dosen tetap, tapi kalau dikatakan saya dosen temu yang telah di berikan kesempatan untuk mengajar." ucap Andre, membuat semua agak kecewa.
"Yah. Jadi cuman Satu semester dan itu sifat yah sementara dong!"
"Saya lanjut yah, karena disini saya punya peraturan dalam pengajar. Ada beberapa peraturan yang harus kalian patuhi, apakah kalian semua sudah siap, untuk mendengarkannya? saya akan mulai."
"Pak apakah nggak bisa ditambah Pak! Jangan satu semester sih pak, kita semua gak puas."
"Iya pak, ditambah jadi 2 sampai 4 kek, boleh iya pak! plis pak."
"Maaf semua sudah jadi keputusan dari pak rektor, beliau yang telah meminta saya untuk menjadi pengganti Ibu Susan sementara, saat beliau cuti. Jadi mungkin kita akan bertemu lagi di saat kalian sudah praktek, atau mungkin kalian waktu PPL atau mungkin saat di lapangan. Mungkin akan bertemu saya lagi, Amin Yarobalalamin."
"Kalau ketemu saya setiap semester, apa nanti kalian nggak bosen lihat saya?"
"Nggak lah pak, masa iya bosen." celetuk salah satunya.
"Habis Pak Andre orangnya enakkan, dan humoris dari pada Pak killer, yang selalu bikin kita puyeng, dan struk setiap masuk pelajaran yah."
"Udah udah jangan ngomongin orang kayak gitu, nggak baik. Beliau juga seorang dosen, apa lagi lebih tua dari pada kalian, dia juga seorang pengajar. Nah mungkin caranya mengajar agak sedikit berbeda dari yang lain itu, mungkin bap Heru punya ciri khasnya sendiri, karena semua pasti punya masing-masing cara dari pengajarannya"
"Iya Pak, maaf" ucap semuanya malah menjadi pikiran.
"Saya boleh lanjut nih! waktunya sebentar lagi bel istirahat bunyi nih, jadi saya lanjut yah. Peraturan mata kuliah saya, materi di sini cuma ada 10 bab. Terus dalam satu semester, saya seperti dosen lain saya juga akan mengambil penilaian dari kehadiran, lalu nilai tugas. Individu dan kelompok, ada pertanyaan sampai sini?"
Semua hanya diam, lalu mengiyakan saya Andre ganti slide kembali, melihat mahasiswa semua diam sambil mendengarkan apapun yang dia bicarakan.
"Okey, lalu lanjut yang ketiga saya akan ambil nilai, dari nilai ujian tengah semester dan semester, selebihnya ada poin-poin tambahan dari saya. Semisalnya nanti ada sesi presentasi dari kalian, ada waktu untuk tanya jawab. Nah saya akan menilai dari keaktifan kalian dalam bertanya, dan antusiasnya. Entah itu, presentasi kelompok atau individu. Ada pertanyaan sampai sini?"
Andre diam lagi untuk memberikan Jedah, jika ada yang bertanya. "Jika tidak saya akan lanjut, untuk peraturan kehadiran, saya akan tegaskan disini. Mata kuliah saya di mulai jam 10.00, jika seandainya saya telat masuk ke ruangan kelas, 5 menit sebelum itu. Saya akan konfirmasi ke Ketua kelas, dari masing-masing kelas. Atau di buat Grup saja, untuk 5 ketua kelas masukan saya. Ouh iya nomor telepon saya, ada spidol."
Andre meminta alat tulis sekretaris kelas, mengulurkan spidol yah. "Saya tulis disini saya no kontak saya."
"Okey, saya lanjut. Jika mahasiswa atau mahasiswi saya terlambat, saya masih memberikan toleransi, sampai 15 menit. Jika, dia lebih dari 15 menit maka mohon maaf, saya akan alpa kan absennya. Walaupun, anda masuk dalam pelajaran saya. Bisa diterima?"
__ADS_1
"Wah ketat sekali, ini mah sama saja kayak pak killer." Bisik Nacly.
"Ssst... nanti dia bisa dengar." Bisik Diana.
"Aku juga baru tahu, kok bisa kayak gitu." sambung Elisa.
"Saya juga akan buat absensi sendiri, untuk pribadi mata pelajaran jadi untuk menetralisir semisalnya kalian berbuat curang, di daftar kehadiran. Saya punya absensi saya sendiri, itu kan jadi poin penilai minus dan plus dari saya. Apakah bisa diterima? kenapa saya ketat disini. Kejujuran itu no satu, sebagai tenaga kesehatan. Di utamakan sekali untuk bersikap, amanah dalam bekerja. Nggak mungkin, saya cerita sedikit yah misalnya kalian kerja, di bagian obat. Karena disini farmasi, ada pasien Nebus obat. Lalu, obatnya tidak ada. Apa yang kalian lakukan? Apakah kalian akan ganti dengan obat atau resep Lain, yang tidak di anjurkan dokter, atau menyuruh si pasien pergi."
"Iya ganti yang lainnya aja si pak, lagian obat beda tapi kalau jenis yah sama dalam jangkauan dan tujuan sama gak masalahkan pak."
"Kamu salah, jika seperti itu. Kamu tanpa sadar akan membunuhnya, karena tidak sesuai anjuran dokter. Jenis obat, berbeda-beda. Misal obat sakit kepala, beda jenis beda dosis, apa lagi beda merek. Belum tentu, terdaftar baik buat kesehatan. Iyakan."
"Waduh luas juga yah, kita sampai gak kepikiran sampai situ loh."
"Bisa di mengerti, makanya saya tekankan disini, kalian harus jujur amanah."
"Cih, dia sendiri saja gak pernah jujur sama aku." Elisa menggerutu agak kesel.
"Ke dua soal berpakaian, oke aku nggak melarang kalian punya fashion modern. Tapi, mohon maaf. Lebih sopan yah, apakah kalian belajar dengan pakaian yang kurang pantas, bagi seorang pelajar. Di garis bawahi, untuk yang laki-laki, mohon maaf. Boleh menggunakan celana jeans, tapi diharapkan untuk tidak ada yang sobek seperti itu ya. Maaf sekali, itu karena dilihatnya juga tidak nyaman, dipakai juga mungkin kalian merasa nyaman. Tapi bagi yang lihat ini, sedikit agak kurang sopan, takutnya ada hal-hal yang tidak diinginkan yang terjadi. Untuk ladies, mungkin peraturan di sini sangat bebas ya, tapi peraturan saya mohon maaf. Untuk non muslim, atau muslim, diharapkan untuk tutup aurat. Agar menjaga diri kalian sendiri, martabat, dan kehormatan kalian bukan untuk orang lain, atau bukan untuk saya. Tapi, demi kebaikan diri kalian. Apakah jelas disini."
Semua mahasiswa dan mahasiswi hanya bisa mematung, ucapkan Andre semua fakta dan kebenaran, dalam kebaikan.
"Okey, nggak apa-apa kalau yang muslim nggak pakai hijab, juga nggak masalah. Saya tidak komentar soal pribadi, saya hanya mengatakan untuk diri kalian sendiri, hargailah diri kalian sendiri paham. Bagi wanita atau pria, itu akan jauh lebih berharga, kalian menjaganya dari pada kalian mendapat tatapan kurang baik, dan berakhir menjadi kerugian diri sendiri."
"Untuk yang ketiga. Saya sebut lagi dari awal yah peraturan yah, tadi ada kehadiran, lalu cara berpakaian yang sopan. Lalu yang terakhir, atau ketiga adalah sistem dalam pengajaran saya. Saya punya prinsip sendiri, kalian sudah dewasa. Memasuki siap, untuk menghadapi situasi apapun. Entah itu, individu ataupun dalam Tim saat kalian bekerja nanti."
"Tidak bisa mematok kreativitas dari diri kalian semua, begini kalian bukan seorang siswa lagi di sini kalian sudah jadi maha. Maha itu adalah lingkup besar, jadi kalian itu sudah bisa dituntut untuk melakukan sesuatu dengan kemampuan sendiri, tidak ada tingkatan lagi dari anak-anak menjadi dewasa. Jadi kalian punya toleransi sendiri di sini, toleransi kalian adalah mencari, dan belajar."
"Semisalnya saya tidak berangkat, akan langsung konfirmasi pada km, bukan berarti jam pelajaran saya kosong. Ingat! Saya tidak akan memberi kalian soal atau tugas, tapi saya ingin kalian membuat kelompok diskusi, sampai di sini ada yang punya pertanyaan?"
"Pak kelompok diskusinya bisa dari kelas yang lain juga anggotanya?"
"Itu lebih bagus, jangan terbatas sampai satu kelas, atau temen kalian sendiri bisa rolling, ya misalnya kalian bentuk tempat les privat diskusi, musyawarah mungkin terlalu banyak, kalian bentuklah sendiri. Senyaman kalian, yang penting, saat nanti saya masuk. Menanyakan, apa yang kalian diskusi. Kalian bisa jawab, dan beberapa soal yang mungkin saja akan saya tanya kan, untuk nilai tambahan kalian."
"Oke tiga peraturan sudah saya katakan yah, itu kalian taati dan kalian pahami. Jadi saat saya tidak berangkat, saya akan mengkonfirmasi pada KM bahwa saya tidak akan berangkat, tapi saya tidak akan memberikan kalian tugas tapi kalian harus diskusi dari materi yang pernah saya ajarkan ke kalian. Kalian bisa mencatat pertanyaan, nanti kita akan bahas sama-sama, jika tidak ada yang dimengerti kalian bisa tanyakan langsung, saat saya berangkat. Jika seandainya saya tidak bisa jawab, kita akan cari sama-sama, oke karena bel beristirahat sudah berbunyi, sampai sini saya terima kasih banyak atas perhatiannya. Untuk semua, saya undur diri. Sampai bertemu kembali, Minggu depan saya ucapkan wabillahitaufik walhidayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
"Walaikumsalamwarahmatullahi wabarakatuh."
BERSAMBUNG...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Kamis 13 April 2023.
__ADS_1