PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
36. Membujuk Sang Istri.


__ADS_3

Jam menujukan pukul 13.00 yang saat ini Andre baru selesai sholat dhuhur, teringat punya janji dengan Glenn untuk bertemu. Tak lama Andre selesai beribadah kaget karena Elisa yang sudah berdiri tepat di belakang ya, dengan melipat tanganya kedepan.


"Dari mana sih? katanya sebentar tapi aku sampai harus menunggu lama, dan ketiduran" ujar Elisa yang Ngambek.


"Iya maaf sayang, lagian banyak yang harus mas urus agar kamu bisa diterima oleh mereka, mas harus periksa kembali semuanya" ucap penjelasan Andre.


"Jadi kamu mau pergi lagi sekarang, aku di tinggal lagi nih?" ucap Elisa yang ngembek nambah-nambah.


"Kamu kalau mau ikut hayuk. Kamu sholat belum?" ucap Andre, yang melipat sajadahnya.


"Belumlah kan baru bangun, kamu aja yang gak bangunin aku" ucap Elisa yang agak kesal dengan Andre.


"Ya udah kamu sholat dulu, mas tungguin di bawa yah" ucap Andre yang bersiap?siap akan pergi.


"Kenapa harus di bawa? kamu mau temuin siapa lagi" Elisa mulai curiga.


"Temuin Glenn yang sudah menunggu di sana, jadi mas harus ke bawa dulu, kamu tinggal datang saja kan setelah kamu selesai sholat" ucap Andre.


"Iya deh, jangan kamu tinggal loh. Kalau kamu pergi kamu harus bilang pada Elisa! Biar Elisa gak khawatir. Elisa kalau pergi terus gak bilang ke mas, mas juga marah kan, pas Elisa pulang kamu langsung cemberut 10 abad, Elisa juga sama" ucap Elisa yang mengingatkan Andre.


"Iya-iya bawel, yaudah sana cepat sholat dulu nanti keburu waktunya habis" ucap Andre yang mendorong pelan istrinya agar masuk ke kamar mandi.


"Iya nih iya, yang sabar dong" ucap Elisa yang langsung pergi.


Andre yang turun ke bawa untuk menemui Glenn untuk menentukan jadwal dan waktu yang tepat untuk mengadakan kegiatan musyawarah kembali, karena perdebatan Andra dengan para dewan belum kelar, mereka malah merekrut beberapa calon nyonya yang akan menjadi pendamping bagi pemimpin ANDRILOS.


Itu yang membuat Andre agak kesel dan emosi, siapa orang yang mau istrinya di duakan, Andre tidak mau hanya demi jabatan Andre menyeleweng Elisa yang sangat setia dengannya.


"Glenn kau sudah datang, apakah sudah menunggu lama?" ucap Andre yang baru saja turun dari lantai atas.


"Tuan, tidak saya baru datang Tuan" jawab singkat Glenn.


"Begitukah, maafkan tadi saya sholat dulu. Jadi bagaimana perkembangan selanjutnya, apakah sudah ada kabar yang masuk lagi atau ada yang ingin kau bahas lagi denganku. Ouhnya! tadi Aoda sudah memberikan laporan padaku, ternyata bukan satu atau dua orang yang mempunyai niat tak baik dengan kita berdua (Andre dan Elisa), Elisa tak boleh tahu soal ini. Itu akan jadi beban pikiran baginya" ucap Andre yang memperingati Glenn.


"Baik Tuan, informasi yang Aoda teliti hasilnya akan sama dengan apa yang sedang kita bahas tuan. Lalu bagaimana sekarang tuan, apakah ada yang harus saya lakukan, untuk menindaklanjuti masalah ini lagi, atau langsung saja kita selesaikan" ucap Glenn yang sudah siapa.


"Hmm– soal itu kayaknya kita memang harus punya cara untuk menanganinya" ucap Andre yang meletakan dua jari di dagunya.


"Baik Tuan, apa perintah anda untuk saya Tuan?" ucap Glenn yang sudah siap.

__ADS_1


"Tidak ada, biar aku pikirkan dulu soal jalan keluar ya. Tinggal membujuk orang yang mau kerja sama saja denganku, coba aku pikir-pikir lebih matang lagi" ucap Andre sambil bolak-balik di depan Glenn.


"Baik Tuan, saya akan menunggu perintah dari anda tuan. Jika di izin kan biar saya saja yang akan membujuk orang tersebut" ucap Glenn demi meringankan beban Andre, dia siap membantu.


"Sepertinya tak akan bisa kau sendirian Glenn karena dia cukup kuat, dan sangatlah banyak drama. Kamu tak akan bisa membujuknya, dia cukup keras kepala" ucap Andre.


"Boleh saya tahu siapa orang yang anda maksudkan Tuan?" Glenn memberanikan diri untuk bertanya pada Andre.


"ELISA NURHALIZAH, istri saya. Apakah kamu bener-bener bisa untuk membujuk ya?" tanya Andre pada Glenn.


Karena kaget dengan apa yang di katakan oleh Andre, Glenn langsung tak bisa berkata-kata lagi, yah jika lawannya adalah nyonya Alzam tak akan ada tandingannya.


"Eh itu. Sepertinya saya tidak bisa tuan, saya kembalikan lagi pada anda" ucap Glenn wajahnya sudah mulai pucat, dan bicarapun kalang kabut.


"Ha-ha-ha, kamu menyerah sebelum berperang Glenn. Kenapa kamu begitu tak mau berlawanan dengan Elisa? apakah dia cukup menakutkan" tebak Andre.


"Hmm–mohon maaf tuan saya klarifikasi, bukannya saya takut pada nyonya, tapi sangat menghormati dan menghargai nyonya sebagai seorang atasan" penjelasan Glenn


"Begitukah" Andre cukup percaya saja dengan apa yang di katakan Glenn.


Glenn pergi untuk menyiapkan segala sesuatunya yang kurang, tepat saat Elisa datang Glenn malah sudah berbalik badan dan berjalan ke arah pintu keluar.


"Sayang kamu sudah datang?" Andre sadar jika ada Elisa yang sedang turun, langsung berbalik badan saat Elisa masih di anak tangga.


"Hmm- karena Glenn ingin langsung mengurus beberapa hal yang belum dia selesai kan begitu, sini kamu duduk dulu" ucap Andre yang menarik tangan Elisa lembut dan menuntunnya ke sofa.


"Sayang, mau nggak kamu bantuin aku?" ucap Andre yang manja.


"Bantuin apa?" jawab Elisa bingung.


"Ini masalahnya harus kerja sama tim, mas gak bisa berjuang sendirian tanpa dirimu, jadi mas butuh pendamping" ucap Andre yang merengek.


"Iya apa yang Elisa bisa bantuin?" tanya elisa kembali.


"Gini sayangku, nanti kamu bisa gak bikin kue sebanyak 50 porsi dengan berbagai macam rasa dan bentuk yang unyu-unyu, ya pokoknya di bikin semenarik mungkinlah" ucap Andre.


"Emang buat siapa?" Elisa binggung dengan permintaan Andre tersebut.


"Gini loh YANG. Rapat dewan kan tidak bisa kita hindari, nah mereka kan pasti akan cari-cari segala info soal cela kelemahan kamu bahkan pasti mereka akan mencari kesalahan kamu, jika kamu menujukan sedikit saja bakat alami soal kelebihan kamu, mungkin itu akan mereka mempertimbangkan soal kamu untuk menjadi nyonya ANDRILOS." penjelasan Andre.

__ADS_1


"Hmmm, caranya bagaimana?" Elisa semakin dibuat pusing.


"Ya misalnya bikin kue ini, kan ini salah satu keahlian kamu atau kebiasaan dan kesukaan kamu iya kan. Gimana? tertarik untuk membantu. Karena hanya kamu yang bisa membantu diri kamu sendiri untuk keluar dari jurang sayang" ucap Andre yang wajahnya penuh dengan permohonan.


"Tapi, emang bisa tembus gitu. Mas Andre, Elisa ragu akan hal itu" Elisa tidak yakin dengan kemampuan ya.


"Sayang, kalau kamu gak yakin akan bakat kamu sendiri lalu bagaimana mas bisa bantu kamu bicara dengan para dewan. Kalau kamu tidak percaya diri dengan keahlianmu sendiri, gimana orang lain akan percaya dan yakin kalau kamu bisa jadi nyonya ANDRILOS. Jangan khawatir kan soal rapatnya kan ada aku, tugasmu itu cuman bikin kue saja yang paling enak. Jadi tunjukan keahlian dan bakat kamu SAYANG, jika kamu itu bukan wanita yang menumpang nama di keluarga, jadilah wanita yang mandiri" ucap Andre yang memperkuat mental Elisa yang beberapa hari ini down.


"Lalu apakah ada bahan-bahan yah?" tanya Elisa yang mulai tergerak karena motivasi suaminya.


"Kamu jangan khawatir soal bahan, nanti mas yang siapkan segala keperluan kamu, tinggal kamu mencatat saja apa-apa bahannya, jika tidak ada di sini maka kita akan beli impor dari Indonesia, nanti mas akan suruh seseorang yang di Indonesia untuk beli bahan-bahan dan yang mengerti akan semua bahan-bahan itu. Gimana?"


"Tapi, di pikir-pikir bukan kah ini namanya penyogokan mas?" Elisa mulai ragu kembali.


"Sayang! semuanya akan adil dalam perang dan cinta, yang penting kita tetap berusaha dan ikhtiar. Mereka saja bisa berbuat curang masa kita gak, gini loh maksudnya mas, kejahatan emang tidak bisa kita lawan dengan kejahatan. Tapi, kita kan tidak berbuat jahat seperti mereka kan. Bukanya kita ngasih kue bukannya racun?"


"Iya juga yah mas, kan cuman sebagai hidangan dan cemilan aja selama rapat. kalau bikin sendiri kan lebih hemat, dan lebih murah. Iya deh! Elisa setuju"


"Nah gitu dong, sayang!"


"Tapi ngomong-ngomong, kue apa yang harus Elisa buat mas?"


"Misalnya kue kelepon, atau kue dongkal. Ya semacam kue-kue khas Indonesia saja YANG, gimana?"


"Hmmm-oke deh! tapi Elisa tidak bisa dalam semalam bikin kue-kue itu sendirian, jadi butuh beberapa orang yang membantu ku" ucap Elisa yang mengerut pada Andre.


"Di sini banyak pelayan kan, jadi kamu tak usah khawatir"


"Hmmm tapi mereka tak bisa berbahasa Indonesia, dan tak mengerti apa yang Elisa katakan gimana Elisa akan mengaturnya"


"SAYANG! tentang hal itu kamu tidak usah khawatir akan ada penerjemah untukmu, Aoda akan ku suruh menjadi asisten mu gimana?"


"Okelah kalau begitu"


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Kamis 1 September 2022.


__ADS_2