
Ketegangan di antara mereka semakin memanas, Arafif sadar cepat atau lambat Andre pasti akan mengetahui, apa yang terjadi terhadap Elisa saat ini. Walaupun sudah semaksimal mungkin dia menutupnya, tapi Andre cukup waspada dan terlalu peka. Arafif yang semaksimal mungkin tetap tenang untuk menghadapi masalah yang di depannya itu, walau saat ini Arafif sangat ketakutan akan amukannya Andre.
"Tenangkan dirimu dulu Andre, karena papah tidak akan bicara apapun. Jika kamu dalam kondisi yang tidak tenang, dan kepala dingin" ucap Arafif dengan tegasnya.
"Aku sudah cukup bersabar selama ini, bahkan aku rela menunggu papah selesai menyantap makan" pembelaan Andre yang tidak mau kalah.
"Ini sebenarnya ada apa sih? kenapa hanya aku yang tidak mengerti apa yang kalian perdebatkan itu" ucap Monika yang sangat kebinggungan.
"Sebaiknya kamu tidak usah ikut campur Monika, ini adalah urusanku dengan Andre, lebih baik kamu masuk ke kamarmu" ucap Arafif kepada istrinya, karena Monika sangat memusingkan Arafif.
"Mama pernah bilang padaku jika Elisa ada di Indonesia benarkah pah? Lalu apa yang aku dengar adalah kebohongan, katakan padaku pah-mah sejujurnya Elisa ada di mana?" Tanya Andre yang memohon.
Arafif masih mencoba untuk tetap tenang agar Andre tidak terlalu curiga padanya, menatap tajam Andre yang saat ini masih dengan amarahnya yang memuncak.
"Dengarkan aku nak? Aku tidak akan mengatakan apapun saat ini, karena orang yang ada di depanku sedang dalam amarah yang memuncak. Apalagi kondisinya saat ini tidak stabil, jadi aku tidak mungkin membicarakan hal yang ingin kamu tanyakan kepadaku, karena kamu hanyalah seorang pasien sepertimu" Ucap Arafif yang menegaskan.
"Papah bisa saja menghindari suatu pertanyaan yang Andre lontarkan, tapi ingatkah sepandai-pandainya tupai terbang dia akan jatuh juga ke tanah. dan sepandai-pandainya menyimpan mayat akan tercium juga bau busuknya, Andre akan cari tahu sendiri apa yang terjadi pada Elisa saat ini" Andre cukup geram dengan hal itu, langsung bangkit dari kursi saat beranjak ingin pergi tangannya ditahan oleh Arafif.
"Tunggu dulu nak, kita bicarakan ini besok pagi saat kondisimu mulai stabil, aku janji padamu lebih baik kau istirahat saat ini" ucap Arafif.
Akhirnya Andre pergi dari ruangan tersebut menuju kamarnya, dengan rasa kesal dan rasa yang penasaran bercampur aduk dalam benaknya.
"Sial, sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa semua orang seakan-akan menutupinya dariku. Aku seperti sedang dipermainkan oleh mereka, terlihat seperti orang bodoh yang mengemis-ngemis informasi, aku harus cari tahu sendiri masalah ini lebih detail. Bagaimana caranya? Dengan kondisiku saat ini tidak memungkinkan untuk pergi jauh. Bahkan untuk berjalan pun aku harus menggunakan tongkat sialan ini, tubuhku juga masih sangat lemah" jualan Andre yang sangat-sangat kesal pada dirinya sendiri.
Setelah Andre pergi menjauh Monika duduk di samping suaminya ingin menanyakan apa yang ditanyakan oleh Andre.
"Pah jawab jujur. Sebenarnya apa yang terjadi? hingga membuat Andre sangat penasaran." tanya Monika yang sangat ingin tahu. Tapi malah air mata Arafif yang jatuh, seakan air mata Arafif ingin menjawabnya semuanya, Arafif yang tidak kuasa menahannya tekanan dalam darahnya.
"Loh kok papah malah nangis. Apakah ada ucapan Mama yang menyakiti hati papa, sehingga membuat papah menangis?" ucap monika yang mengusap air mata Arafif.
"Aku bingung untuk menjelaskannya pada Andre, Aku tidak tahu harus mulai dari mana?" ujar Arafif seraya masih menangis.
"Memangnya kenapa? Apa yang terjadi, hingga kamu bingung untuk menjelaskannya pada Andre" tanya Monika yang memang tidak tahu apapun.
"Monika sebenarnya sudah beberapa hari ini kami semua sedang kebingungan, karena hilangnya Elisa di pulau kematian, dan sampai detik ini pun Elisa belum juga ditemukan. Jika Andre tau soal itu, aku sangat khawatir dan aku sangat takut. Aku tidak bisa membayangkannya jika Andre akan sangat marah dengan hal itu."
"APA YANG KAMU BILANG PAH? Elisa hilang! Kok bisa, gimana ceritanya" Monika yang ikut panik.
"Papa juga tidak tahu cerita detailnya seperti apa yang pasti Elisa hilang saat menyelamatkan Andre dan pasukannya, Zever saat ini belum sadarkan diri!"
"Kalian sudah mencari ke mana? Kenapa bisa Elisa belum juga bisa ditemukan. Sampai detik ini apa ya saja yang kalian lakukan" ucap Monika yang marah dan syok.
"Kami sudah semaksimal mungkin menggerakkan seluruh pasukan pusat, hingga pasukan penyelam sekalipun, bahkan Brandon pun ikut membantu untuk mencari Elisa, dengan kekuatan IT milik mereka tetap saja belum ada titik terang Elisa akan ditemukan" penjelasan Arafif yang membuat syok.
Di malam harinya Andre yang tidak bisa tidur dia memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar kamarnya saja, sengaja ingin mencari informasi sebisa mungkin. Tapi hasilnya nihil, karena tidak ada satupun orang yang ada di sana, tempat tersebut hanya tempat yang sangat kosong tidak ada lalu-lalang orang, seperti tidak ada penghuninya.
"Tempat macam apa ini sepi sekali? Pada ke mana semua orang, bukankah tempat ini biasanya ramai dengan orang-orang sok jenius" dumal kekesalan Andre.
Andre terduduk di sebuah tempat sambil menatap indahnya rembulan malam yang saat ini menunjukkan cahayanya di balik Awan. Tak lama ia melihat Alex, yang berjalan menuju ruangan yang ditempati oleh orang tuanya di sana juga Arafif sudah menunggu di depan pintu.
"Malam-malam begini mereka mau ke mana? Kenapa terburu-buru seperti itu. Apakah terjadi sesuatu, aku tak bisa mengejar mereka dengan kondisiku saat ini. Tapi aku sangat penasaran dengan tingkah orang-orang yang seakan menghindariku, bahkan orang-orang saat melihatku seperti sedang melihat bom waktu ya kapanpun akan meledak" Dumalan kekesalan Andre saat ini.
Keesokan paginya Andre yang cepat-cepat mendatangi kamar mamahnya, saat akan mengetuk pintu ternyata pintunya sudah terbuka terlebih dahulu.
"Ouh, ya ampun! Andre kamu ini ngagetin mamah aja, kamu ngapain di depan pintu pagi-pagi seperti ini" ucap Monika yang kaget.
"Mah, Papah ada di dalam?" tanya Andre yang langsung menatap mamahnya.
"Kenapa emang ya, kamu kok kayak orang panik gitu si Dre, mata kamu kok merah dan hitam kayak panda juga! Semalam kamu gak tidur nyenyak ya?" tanya monika.
"Itu gak penting mah, jawab dong mah. Papah ada gak di dalam, Papah!" ucap Andre secara memanggil papahnya.
"Papah gak ada, semalam Alex menjemputnya" jawab Monika.
"Jadi bener apa yang aku lihat kemarin malam, papah pergi kemana mah?" tanya Andre yang sangat penasaran.
__ADS_1
"Gak tahu, papahmu gak bilang" jawab Monika yang tidak di beritahu oleh Arafif akan pergi kemana.
"Mamah gak bohongin Andre kan, mamah beneran gak tahu papah akan pergi kemana sama Alex!" Andre terus saja menyakinkan.
"Ngapain si mamah bohongin kamu Dre, mamah benarkan gak tahu nak!" ucap Monika yang ngotot.
Andre langsung pergi dari tempat, menuju halaman markas pusat, terlihat ada beberapa orang yang akan naik ke helikopter. Mereka terlihat agak sibuk, sedang bersiap-siap. Jadi tidak tahu jika Andre menyelinap masuk ke dalam helikopter.
Helikopter itu akhirnya terbang setelah semua lengkap, dan komandan yang di pojokan menghitung personil saat ini, semua lengkap. Setelah sampai di tujuan, mereka berada di suatu tempat dimana lokasi tersebut sudah banyak orang yang sedang di sibukkan dengan masing-masing tugas mereka.
Sebenarnya mereka sedang mempelajari apa? atau latihan apa sih? Kok kayak sibuk sekali. Ouh, ada Dady juga bahkan seluruh pasukan IT juga ada. Ada proyek apa mereka, hingga berkerja sama seperti ini, aku harus lebih dekat agar bisa dengar apa yang mereka obrolkan. Dalam hati Andre yang bersembunyi di suatu batu besar.
BRANDON : Arafif, bagaimana keadaan Alzam? Apakah dia sudah membaik.
ARAFIF : Dia sudah siuman, dan hampir saja aku ketahuan. Bisa gawat jika Andre sampai tahu, kamu tidak akan tahu bagaimana Andre akan marah.
BRANDON : Lalu, sekarang dia masih belum mengetahui apapun?
ARAFIF : Kurasa begitu, karena Andre masih belum menujukan tanduknya.
BRANDON : Kita harus segera menemukan ya, sebelum Andre menyadari sesuatu.
ARAFIF : Iya kau benar Brandon. Ini sudah hampir 2 Minggu, tapi belum juga menemukan tanda-tandanya.
Apa yang mereka cari, dan apa yang tidak boleh di ketahui olehku, sebenarnya ada rahasia apa yang mereka sembunyikan dariku. Ucap dalam hati Andre saat ini.
PRAJURIT : Tuan, kita sudah mencocokan DNA dari nyonya Elisa tapi dari semua mayat yang ditemukan tidak ada DNA milik nyonya.
BRANDON : Kemungkinan besar adalah Elisa hanyut? Atau dia dimakan ikan paus atau sejenisnya.
ARAFIF : Tapi, di tempat seperti ini apakah ada ikan jenis seperti itu? Brandon. Elisa pasti tengelam di dasar lautan dan karena pembiasaan kadar garam air, mungkin tubuh Elisa hancur di dasar.
BRANDON : Kita sudah sampai mencarinya kedalam 200.000 Kilometer, itu sudah batas dimana sudah tidak bisa lagi alat-alat IT pendeteksi kita.
Elisa? Apa yang sebenarnya terjadi pada Elisa, kenapa mereka bawa-bawa nama Elisa, jadi semua ini hanya untuk mencari keberadaan Elisa? dalam hati Andre bergejolak.
PENJAGA 1 : Kamu siapa? Angkat tanganmu. Jangan berani bergerak.
PENJAGA 2 : Tuan ada penyusup, jangan bergerak kau telah di kepung.
Mendengar hal itu Arafif dan Brandon bergegas melihat siapa penyusup yang menyelinap, yang telah berani untuk mendekat. Kaget bukan main penyusup yang mereka tangkap adalah Andre, Brandon dan Arafif syok saat ini.
BRANDON : Ada apa? Mana mungkin ada penyusup berani untuk datang mendekat kesini, dimana penyusup yang kalian tangkap... Andre sejak kapan kamu ada di sini nak?
ARAFIF : ANDRE ! kamu kok bisa ada disini.
ANDRE : Itu tidaklah penting, aku hanya ingin jawaban. Jelaskan padaku, apa yang sebenarnya kalian cari disini. Elisa? Apa yang terjadi dengan Elisa?
BRANDON : Turunkan senjata kalian. Andre, nak kamu seharusnya istirahat saja di markas pusat.
ANDRE : Pengalihan pembicaraan lagi, mau sampai kapan kalian terus membodohi aku.
Andre melipat tangannya kedepan dan tatapan yang penuh dengan amarah, dan penuh dengan pertanyaan.
ARAFIF : Andre, tenangkan dirimu dulu.
ANDRE : JAWAB! Apa yang terjadi pada Elisa?
BRANDON : Andre, istrimu akan baik-baik saja, kamu jangan khawatir yah.
ANDRE : HAHAHA ! KALIAN INI, BAIKLAH. JIKA KALIAN MASIH BUNGKAM TIDAK MEMBERI TAHU APA YANG TERJADI, MAKA...
Andre langsung merebut pistol dari penjaga yang tidak jauh dari sisinya, dan mengarahkan alat itu ke kepalanya. Kaget bukan main, Brandon dan Arafif.
BRANDON : Andre tolong turunkan pistol itu dari kepalamu, Dady mohon kepada mu nak, jangan gegabah oke!
__ADS_1
ANDRE : Tidak Dady, sebelum Dady dan papa jujur dan ingin memberitahu kebenarannya kepadaku.
BRANDON : Oke! Dady aku memberitahu kebenarannya padamu, jadi tolong turunkan pistol ya dulu nak dari sana.
ANDRE : Coba katakan dulu atau tidak aku akan menarik pelatuknya, dan kalian tidak akan pernah bertemu denganku lagi.
ARAFIF : Tolong jangan lakukan itu Andre, papah akan katakan jadi tolong turunkan nak!
ANDRE : Papa juga sudah janji padaku, setelah aku istirahat dan pagi harinya papah akan memberitahuku, tapi apa ini papah malah pergi tanpa memberi tahu apapun dan menjelaskannya padaku. Aku sekarang ingin menagih janji yang pernah diucapkan oleh papah kemarin.
ARAFIF : Baiklah nak! Apa yang ingin kau tanyakan padaku?
ANDRE : Aku hanya ingin tanya satu hal kepada papah, tapi sampai detik ini belum dijawab juga oleh papah. Aku hanya ingin tanya apakah yang sebenarnya kalian sembunyikan dariku, apa yang kalian coba menutupinya dariku.
ARAFIF : Kami hanya khawatir kepada mu nak, karena kau seperti bom waktu yang siap kapan pun akan meledak, jadi aku tidak bisa membicarakan ini denganmu.
Andre menarik pelatuknya, itu membuat kedua ayahnya sangatlah panik. Karena melihat hal itu, gertakan Andre memang tidak akan main-main jika sudah mulai banyak sekali kecurigaan yang ingin dia minta kejelasannya.
"Andre! Nak, jangan seperti ini. Oke! Papah akan jelaskan padamu. Elisa... Elisa saat ini hilang, dan sampai detik ini belum berhasil kami temukan."
"Hah! Hilang? Bagaimana bisa, apa yang terjadi sebenarnya. Sampai Elisa hilang dan orang sebanyak ini belum ada satupun yang berhasil untuk menemukan dia, kalian kerja atau liburan."
"Andre, kami sudah seminggu lebih untuk mencari keberadaan Elisa, tapi ini memang sulit dicari" ucap Arafif.
"Sesulit apa papah. Katakan yang sejujurnya Pah, kok bisa Elisa hilang? apa yang terjadi" Andre yang sangat penasaran.
"Sebaiknya kamu istirahat saja dulu, biar urus ini kamu percayakan pada kami nak, pulanglah nak!" sambung Brandon.
"Percaya kan pada kalian, sudah lebih dari seminggu saja kalian belum berhasil menemukan Elisa bagaimana aku bisa percaya."
"Elisa pasti akan di temukan, kondisimu saat ini belum stabil dan butuh banyak istirahat. Jadi Dady mohon padamu nak, kamu jangan khawatir yah"
"Aku tidak butuh istirahat! Dad, jangan gila. Saat ini bukan istirahat yang aku butuh, tapi sebuah penjelasan dari papah. Apakah papah tahu sesuatu, apakah papah tahu di mana Elisa saat ini?"
"Nak jangan mempersulit keadaan, dan jangan memperlihatkan sisi mu yang menakutkan itu" ucap Brandon.
"Jika Dady takut dengan sisiku yang ini, setidaknya beri tahu aku yang sebenarnya dan kejujuran dari kalian" ucap Andre yang saat ini masih berwajah sangar.
"Aku tidak tahu di mana Elisa saat ini? Makanya kami masih mencarinya" ucap Brandon.
"Apa sebenarnya terjadi? bisakah di jelaskan" tanya Andre kembali.
"Papahmu juga tidak bisa menjelaskan apapun padamu, yah Elisa saat ini belum bisa ditemukan dia menghilang?" jawab Brandon.
"Apa maksud dengan menghilang? Katakan dengan jelas dady" ucap Andre yang masih menatap tajam.
"Iya, nak. Apa yang di katakan oleh Brandon itu adalah faktanya, sebenarnya Elisa menghilang karena aku yang tidak bisa melarangnya lebih keras." saut Arafif.
"Kok papa nggak ngomong-ngomong soal Elisa? Jika kalau Elisa menghilang, hilang gimana maksudnya?" ucap Andre yang sangat penasaran.
Arafif dan Brandon hanya bisa diam tak bisa menjawabnya, karena tak mampu untuk mengucapkan kalimat itu.
"Jawab pa, dad. Elisa Bagaimana bisa menghilang?" Andre mendekati kedua ayahnya itu.
"Elisa datang bersama Zever mencoba untuk menyelamatkanmu dengan pasukannya, karena pasukan bala bantuan saat itu tidak memungkinkan untuk datang cepat, pada akhirnya Elisa menjadi umpan bagi musuhmu, agar Zever bisa menyelamatkan kalian" ucap Arafif yang menjelaskan.
"APA! Apa yang papah katakan? Elisa jadi umpan untuk menyelamatkan kami?" ucap Andre yang sangat syok mendengar hal itu.
"Iya Andre, papa tidak tahu cerita detailnya seperti apa. Karena yang tahu jelasnya adalah Zever yang terakhir kali bertemu dengan Elisa, karena papah tahu seperti itu yang dikatakan oleh Alex pada papa! saat ini Zever belum sadarkan diri dia masih terkapar di rumah sakit dan kabarnya lukanya cukup parah jadi kita tidak tahu soal kejelasannya" ucap Arafif, yang menjelaskan tentang semuanya pada Andre.
BERSAMBUNG...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Selasa 29 November 2022.