
Elisa yang harus dipaksa Alea dan Monika untuk pergi jalan-jalan dan shopping, awalnya menolak karena disaat pekerjaannya sedang kesusahan dia malah happy- happy, Elisa tidak bisa seperti itu mengabaikan para pekerjanya.
"Elisa sayang, udah dong jangan terus ngambek kayak gitu. Mending kamu ajak Alea jalan-jalan keliling kota ini, kasihan tuh Alea pasti bosen di sini" ucap Monika.
"Iya kak Elisa, ajak aku jalan-jalan dong! keliling kota ini yah. Aku belum tahu jembatan putus, aku juga gak tahu taman rekreasi, atau taman hiburan lainnya" rengekan Alea pada Elisa, hingga mengguncang-guncang tubuh Elisa.
"Ya baiklah– bentar aku ambil tas dulu"Ucap Elisa yang pasrah begitu saja, saat Elisa naik ke atas Alea juga ikut mengekor di belakangnya.
"Ngapain kamu ikutin aku, udah tunggu aja di bawah sama mamah" kata Elisa yang akan melangkah naik ke tangga.
"Ih kak Elisa ge-er banget sih, orang aku mau ke kamar, mau ngambil tas juga terus mau ganti baju."
"Oh ya udah, kirain kamu ngikutin aku"Ucap Elisa yang menaiki tangga kembali.
Setelah selesai ambil tas Elisa, kembali turun ke bawah melihat Monika juga sudah bersiap seperti ingin pergi juga. Elisa yang heran karena mamah Monika yang lebih antusias untuk pergi, entahlah mungkin karena mamah Monika lama gak pergi jalan-jalan makanya lebih bersemangat mamah Monika untuk pergi.
"Mama mau ke mana kok udah rapi?" kata Elisa yang melihat Monika yang sangat cantik dan rapi.
"Tentu aja mamah mau ikut dong! Nggak boleh ya Mama ikut kalian?" ucap Monika yang wajahnya murung.
"Ya boleh-boleh aja sih, kita mau kemana nih tujuannya, coba mamah rencanakan dulu ke mana dulu?" tanya Elisa yang sudah siap.
"Shopping, habis itu ke mall, terus kita ke tempat spa, salon dan mewarnai kuku" ucap Monika yang langsung saja mengatakan apapun yang ingin dia pengen.
"Banyak banget acaranya mah, apakah mamah gak akan capek dengan jadwal itu" ucap Elisa yang khawatir.
"Iya mah, apakah itu terlalu berlebihan begitu" ucap Alea yang menyambung.
Elisa sama Alea saling menatap karena tidak percaya wanita seperti mamah masih kuat untuk jalan-jalan lama, tapi namanya anak hanya menuruti kemauan sang mamah. Untuk menyenangkan hati mamahnya, Elisa hanya menurut saja.
Elisa mengambil hpnya karena pak Sofyan selaku supir tidak ada di rumah lagi ngater papah ke markas, sedangkan supir lainnya ada di New York.
"Aoda, kamu dimana... Kamu bisa datang ke rumah, aku butuh supir nih!... Baiklah aku tunggu yah, jangan lama-lama..." Elisa menutup panggilannya.
"Nelfon siapa Lis," tanya Monika yang keluar dari dalam rumah.
"Nelfon Aoda, karena kita gak ada supir yang akan antar kita ke tempat tujuan" ucap Elisa yang melihat menunggu jemputan.
"Mah, apakah mamah yakin kita akan jalan-jalan lama gitu. Padahal itu cukup melelahkan, bagi mamah" ucap Elisa yang khawatir.
"Kata siapa Elisa, justru mamah cukup boring kalau didalam rumah terus. Jangan-jangan kalian ini yang sudah tidak sanggup ya, kesing luar anak muda tapi jiwa orang tua, nih kayak mamah dong! kesing boleh orang tua tapi dalam jiwa anak muda makanya selalu sehat, dan kuat buat jalan jauh dan lama." bangga diri sendiri.
Tamparan keras bagi Alea dan Elisa, mereka berdua hanya memberikan senyuman kecut satu sama lainnya.
"Tapi, mah apa harus meni pedi. Terus kemana lagi ke salonnya, terus habis kesalon ke moll gitu" tanya Elisa.
"Iya dong sayang, kita ke salon dulu. Beresin rambut dan kuku, terus ke moll buat shopping dan cari makan siang dan ke SPA. Mama udah lama loh nggak meni pedi terus ke salon, lihat ini uban Mama ini udah banyak banget, jadi kelihatan jelek kan rambut mamah. Penampilan juga tidak menarik, padahal mamah belum setua itu" ucap protes Monika yang menolak tua.
"Ya namanya juga udah tua mah, ya sudah pasti ada ubannya, kan Mama sudah merasakan masa anak-anak. Terus masa remaja, terus masa dewasa menikah dan yasudahlah sekarang tinggal tuanya doangkan yang belum" ucap Elisa yang membuat Monika geram.
"Apa kamu bilang. Hmmm! Mamah sudah tua, enak aja. Mamah itu masih muda tahu, buktinya Mamah masih kuat buat jalan jauh" ucap Monika yang tak mau kalah dari menantu yah itu.
Elisa langsung tersenyum geli melihat tingkah Mamah mertuanya itu yang seperti anak kecil yang tak mau di kalahkan. Sambil menunggu Aoda yang belum kunjung jemput, mereka duduk di halaman menikmati sinar mentari.
__ADS_1
" Iya deh! iya mamah masih muda banget masih kayak anak ABG, bahkan tua kak andre dari pada mamah" ucap Alea dengan senyuman melebar.
"Apakah kamu juga meledek mamah Alea, kalian ini sesekali kek nyenengin Mamah" ucap Monika yang ngambek.
"Eh bercanda-canda kok mah! Mamah, masih muda kok, iyakan kak Elisa. Kan Mamah belum punya cucu, nah kalau udah punya cucu baru udah tua" kata Alea langsung Elisa kena mental dari Alea.
"Hehehe... Nah iya juga yah, terus kapan kamu dan Andre rencanain punya cucu buat mamah Elisa" ucap Monika yang langsung menatap Elisa dengan bidikan tajam.
"Emangnya mamah mau cepat tua, kalau Elisa hamil terus mamah punya cucu. Artinya nanti mamah udah tua, terus mamah mau ubannya tambah banyak. Uban segini aja mamah rempong minta ampun, ditambah nanti punya cucu tambah banyak loh mah" ucap Elisa yang mengalihkan pembicaraan.
"Nggak apa-apa deh, asal mamah bisa dapet cucu. Jika kalau misalnya Mama udah punya cucu Mamah janji nggak mau tuh semir-semir rambut lagi, biar nggak ketuker mana omahnya mana Mamahnya nanti" ucap Monika tamparan keras bagi Elisa.
Elisa lagi-lagi disindir dengan pertanyaan yang sama, sebenarnya Elisa bosen sih mau gimana lagi. Dia saja baru melakukan malam pertama beberapa hari yang lalu, jadi tak bisa berkata-kata sekarang ini.
"Ya Allah, mah. Tega bener, emang aku setua itu" ucap Elisa yang protes.
"Hahaha... Makanya jangan nyindir mamah terus dong! Jadi apakah ada rencana nih tahun depan?" ucap Monika yang penuh harapan.
"Insya Allah deh! Mamah doain aja yah, semoga aja 'JADI' . Makanya mamah doanya lebih kuat dong! Buat doanya agar aku cepet hamil gitu, nanti doanya sama papah dikerasin lagi, agar tahun depan bisa gendong cucu, terus biar cepet dikabulin sama Allah gitu. Kan doa orang tua lebih manjur katanya, mamah sama papah harus rajin-rajin doa" ucap Elisa yang menyemangati diri sendiri dan mamah Monika.
Iya doain si setiap hari Elisa, tapi kalau gak ada usaha dari kalian buat bikin gimana mau manjur doanya, kamu rencana dululah sama Andre mau kapan? Soal doa mah, mamah setiap malam juga Mamah doain, setiap habis shalat, mama doain kamu sayang, agar kamu diberi cepat, karena mamah tuh udah pengen banget punya cucu deh!" ucap Monika yang lagi-lagi Elisa kena mental lagi dan sindiran kuat dari mamah Monika.
"Ya udah Mamah jangan putus ya doanya terus aja doa." ujar Elisa.
"Masa setiap jalan kayak gini Mamah harus doa minta cucu kayak gitu, nanti disangka orang Mamah sudah gak waras, nanti kata tangga bilang orang gila dari mana tuh! Kamu ini ada-ada aja" ujar monika.
"Iya maksudnya kalau setiap shalat gitu atau setelah ngaji atau ke pengajian atau ke tempat yang baik-baik gitu loh ma, nah jangan lupa doanya."
Terlihat mobil jemputan mereka telah tiba, mobil hitam yang dikendarai oleh Aoda telah memasuki halaman rumah, karena sudah ditunggu oleh tiga wanita yang menanti kedatangannya.
"Padahal ini masih pagi kenapa sudah macet?" ucap Elisa yang saat ini kebinggungan dengan hal itu.
"Tadi di jalan ada sebuah kecelakaan beruntun dan harus menutup jalan sebagian, jadi hanya satu jalan" ucap Aoda.
"Ouh gitu, itu dimana kejadiannya?" tanya Monika yang kepo.
"Tuh nyonya di jalan pangkalan dekat dengan stadion lapang bola," kata Aoda yang membuka pintu belakang dan depan.
"Ya Sudahlah, yang penting kan kamu sekarang sudah datang. Yuk! kita masuk keburu siang nanti" ujar Elisa yang masuk ke jok depan.
"Kita ke salon kecantikan dulu ya dilangganan saya, akan ku beri tahu alamatnya" ucap Monika yang bergantian masuk dengan Alea.
Mereka pun akhirnya pergi ke salon kecantikan di mana tempat itu ada beberapa orang yang sedang di salon, karena Monika yang sudah setengah tahun belum pernah mengunjungi lagi ke salon langsung disambut dengan senang oleh pemilik salon.
"Ya ampun jeng Monika ke mana aja, kok nggak pernah ke sini-sini lagi sih kita sampai kangen loh" ucap Pemilik salon yang langsung cipika-cipiki sama Monika.
"Iya maklum saya sibuk, ya lebih tepatnya sih menyibukkan diri" jawaban Monika yang membuat kedua putrinya tersenyum-senyum.
"Kita kangen-kangenan dulu yuk! Eh ini bawa siapa nih, cantik-cantik benget" ucapnya memuji kecantikan kedua wanita dibelakang Monika.
"Ini Putri aku yang ini kamu kan sudah kenal, inikan menantu saya, gimana kabar kamu jenny."
"Ouh iya, kabar aku baik benget. Apa lagi susah bertemu denganmu, aku jadi seneng banget. Ouh beby aku lupa namamu siapa, kamu ini pasti Elina iya kan, beby" ucap jenny yang lupa-lupa ingat.
__ADS_1
"Bukan! Tapi Elisa tante" ucap Elisa yang membenarkan namanya.
"Jangan panggil Tante dong, duncess beby" ucap jenny tak mau di panggil tante.
"Ouh iya, maaf!" Elisa buru-buru minta maaf merasa dirinya salah memanggil nama seseorang.
"No problem Beby, kita impas. Tadi kan saya salah panggil!"pembelaan dari jenny.
"Okelah kita Jangan buang waktu lagi mau pada apa nih? tata rambut, make up, atau rias kuku?" Tawar jenny.
"Aku biasa ya jeng, mau semir rambut sama meni pedi, dan tatain rambutku sekalian nata mereka menjadi wanita cantik, kami juga mau pergi ke mall. Jadi jangan terlalu yang rumit cukup natural aja, mukanya agak cantik dikit lah dan glowing gitu" ucap Monika.
"Asyiap! Udah kamu tenang aja tinggal bilang, mau yang bagaimana. Anak buahku akan mempercantik dua wanita ini, mari mbak-mbak coba kalian masuk ruangan itu, ikut sama pelayan saya ya, biar jeng Monika ini sama saya" ucap jenny yang menyuruh Elisa dan Alea untuk masuk ruangan lainnya.
Moll terbesar di kota, mereka akhirnya datang belanja untuk dan menghabiskan waktu bersama. Elisa yang sekarang mengikuti semua langkah mamah Monika dan Alea yang masih semangat benget jalan, Elisa sudah kelelahan karena harus mengikuti mereka.
"Sayang ayo cepetan jalannya, kok kamu loyo gitu sih," ucap monika yang menyadari jika jalan Elisa mulai melambat gara-gara terlalu lelah muterin moll, belanja ini itu.
"Mah, Mama sama Alea aja ya deh, kalau masih mau keliling-keliling. Aku capek banget nih! Aku tunggu di sana aja ya?" ucap Elisa yang melihat ada sebuah kursi.
"Tapi Sayang, kalau kamu nggak ikut nanti mama bingung nyariin kamu" ucap monika.
"Kan ada handphone ma, Mama bisa nelpon aku kalau gak ketemu, Elisa capek banget mah. Elisa duduk sini aja, gih Mama sama Alea aja yang keliling-keliling ke mall. Elsa mau makan es krim di situ, kelihatan enak banget" ucap Elisa yang melihat kafe es krim.
"Ya udah Mama sama Alya aja yang keliling-keliling ya, jadi beneran nih kamu mau kita ditinggal di sini" ucap Monika yang masih ragu meninggalkan Elisa.
"Lagian Elisa bukan anak kecil mah, jangan khawatir gitu ah! nggak pa-pa, beneran mah nanti kalau Mama laper kita tinggal makan di sini aja yah, cari restoran di mall nggak usah cari restoran di luar" ucap Elisa yang memberikan saran.
"Oke sayang! Mama keliling-keliling dulu ya sama Alea" ucap Monika yang sudah akan pergi.
"Eeh tunggu mah! Mama nggak butuh kartu buat pembayaran, katanya mama nggak bawa uang" ucap Elisa yang teringat.
"Oh iya lupa?" ucap Monika yang balik lagi.
"Ya udah nih bawa aja dompet Elisa" ucap Elisa yang memberikan dompetnya, tapi Monika hanya minta 1 kartu saja.
"Loh Bukannya kamu tadi mau beli es krim ya, sudah mamah pakai kartu yang sebelumnya aja" ucap Monika yang mengambil kartu yang sebelumnya dipakai saat di salon.
"Elisa bawa uang cash, jadi gak usah khawatir mah" Elisa menjelaskan.
"Tidak sayang, mamah hanya butuh satu kartu ini aja. Mamah jalan dulu ya sayang, kamu jangan jauh-jauh kalau ada apa-apa telfon mamah" ucap monika yang khawatir banget.
"Iya, kalian hati-hati yah jalan-jalan yah Alea jagain mama!" pinta Elisa pada Alea
"Iya Kak Elisa tenang aja" jawab Alea dengan memberikan kode oke dengan jarinya.
BERSAMBUNG...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
__ADS_1
Rabu 14 Desember 2022.