
Berada di kamar mandi, Elisa yang bersiap akan membersihkan tubuhnya itu dan merilekskan pikiran karena seharian ini banyak banget yang terjadi. Saat Elisa melepas celananya, betapa terkejutnya dirinya tengah pendarahan karena datang bulan.
"Aaaaaaa–" teriakan Elisa yang membuat Andre yang sedang ganti baju seketika kaget, dan langsung berlari ke kamar mandi. Takut terjadi apa-apa pada istrinya, ia sampai panik.
"Sayang, ada apa?" ucap Andre yang panik, kalang kabut langsung buka kamar mandi yang belum Elisa kunci tersebut.
"Mas Andre aku... Aku keguguran..." ucap Elisa dengan mukanya sudah muram dan mewek sedih.
"Bagaimana ceritanya kamu bisa keguguran? Jangan bikin heboh gitu dong!" ucap Andre yang langsung menatap kesel kepada istrinya itu, sudah khawatir malah cuman karena datang bulan.
"Lihat ini, ada darah di celana ku" ucap Elisa yang memperlihatkan celana ada bercak-bercak darah segar, Andre bukanya jijik malah hanya menarik nafas lega karena bukan penyakit serius yang di bayangkan Andre.
"Elisa, kamu ini bikin jantung mau copot saja tahu gak! Sekarang aku tanya sama kamu, apakah kamu hamil sebelumnya! Jangan mengada-ada dong Elisa, bikin jantungan" ucap Andre yang langsung berbalik badan ingin meninggalkan kamar mandi.
"Hm... Tapi, ini sama kayak darah orang keguguran tahu gak mas. Iyakan, kayak gini saat orang keguguran" ucap Elisa yang menatap darah tersebut.
"Bedalah, udah ah! Kamu ini bikin kaget aja, cepat mandi. Terus, bersiap kita pergi ke rumah ayah yusman" ucap Andre yang menutup pintu kamar mandi.
"Ngapain? kerumah ayah" tanya Elisa yang memperlihatkan kepala di balik pintu kamar mandi.
"Kamu gak mau menyelesaikan masalah toko kue kamu? bukannya kamu yang merengek-rengek kemarin, sampai tidurmu saja tak lelap walau sudah ada di pelukan ku" ucap Andre yang memakai bajunya, seraya memunggungi Elisa.
"Tapi kenapa harus kerumah orang tuaku?" ucap Elisa yang kebingungan dengan tingkah suaminya itu.
"Tempat itu lebih dekat dari toko mu kan, jadi mau menyelesaikan yah atau tidak kalau tidak yaudah aku gak usah repot-repot, tinggal suruh orang aja buat menyelesaikan hal itu. Udah lagian kamu ini protes aja, tinggal nurut napa salahnya sih, lagian suamimu ini gak akan pernah membahayakan kamu. Udah cepat mandi, jangan lupa bekas itu di celana langsung di cuci jangan nunggu kering, apa dapat di mengerti" ucap Andre yang langsung bejalan keluar kamar.
"Iya bawel" ucap Elisa yang langsung menutup pintu kamar mandi dan langsung menguncinya.
Setelah selesai mandi, Elisa langsung duduk bersama dengan Alea yang saat ini sedang asik nonton tv.
"Lea, kamu liat mas Andre gak?" tanya Elisa yang celingukan mencari keberadaan suaminya yang belum terlihat bayang hidungnya.
"Lihat, tapi dia pergi" ucap Alea yang matanya fokus ke layar TV.
"Kamu nanya gak, dia mau pergi kemana?" Elisa yang sangat penasaran kemana perginya Andre.
"Nggak! Orang dia pergi gitu aja, jadi aku gak sempat tanya. Kenapa emang ya kak, nyariin terus kak andre. Tenang aja kali, kak Andre gak bakal bisa kabur dari kak Elisa."
"Eh bukan gitu juga, masalahnya kita udah janjian. Gimana sih tuh orang katanya mau ke rumah ayah bersama, ini malah Elisa di tinggal" ucap elisa yang agak kesal dengan suaminya yang pergi entah kemana.
"Kerumah siapa kak?" tanya Alea sangat penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Elisa.
"Orang tua aku, tapi gak tahu mas Andre aja gak ada. Aku ke depan dulu deh! Tanya sama satpam depan gerbang." ujar Elisa yang langsung bangkit dari sofa langsung menuju halaman depan.
"Pak, tahu mas Andre gak?" tanya Elisa pada pos satpam menjaga rumah Arafif tersebut.
"Iya saya tahu Bu, tadi mas andre pergi kearah masjid" ucapnya seraya menujukan kearah pergi.
"Ouh gitu! Iya yah ini kan mau magrib, yaudah deh! aku masuk lagi, bapak juga jangan lupa sholat ya" ucap Elisa yang memperingatkan.
"Iya mba tenang aja, itu mah kewajiban saya. Nanti gantian sama Ruslan, kan lagi ikut bapak ke masjid" ucapnya.
"Yaudah aku masuk lagi," ucap Elisa yang berjalan menuju rumah kembali.
Andre baru pulang dari masjid langsung bersiap akan pergi ke rumah mertuanya, karena ingin menyelesaikan sesuatu disana. Elisa yang di kamar menunggu sang suami datang, bersama Alea.
Karena Alea menganut beda keyakinan dari keluarga Arafif, makanya Alea berada di kamar Elisa. Kebetulan Elisa lagi gak sholat, jadi ia di temani Alea.
"Kak, gimana ceritanya si kak Elisa bisa ketemu kak Andre, hingga sampai menikah begini" ucap Alea yang sangat penasaran dengan perjalanan cinta Elisa.
Elisa menceritakan semua pada Alea, bercengkrama dengan baik. Hingga suatu teriakan membaut percakapan mereka harus terhenti, Elisa yang antusias mendengarnya.
"Sayang, ayo. Jadi gak! Kalau gak jadi, mas pergi sendiri nih" ucap Andre yang teriak dari lantai bawa.
"Mau kemana si dre! kan kita mau makan malam" ucap Monika yang keluar dari dalam kamarnya.
"Mamah sama Alea aja ya yang makan malam bersama, sambil nunggu papah pulang. Aku sama Elisa mau ke bakery terus mau ngurusin tokonya. Nanti dia uring-uringan lagi, Andre capek kalau terus-terusan di cemberutin dia" ucap Andre yang menjelaskan.
__ADS_1
"Ouh gitu, yaudah. Cepat beresin deh! semoga cepat kelar masalahnya" ucap Monika.
"Aamiin Yarobalalamin." ucap Andre.
"Ada apa nih kok tiba-tiba langsung amin aja?" tanya Elisa yang baru saja turun dari kamarnya.
"Kepo kamu, sudah siap belum? yuk, kita berangkat sekarang juga keburu isya nanti" ucap Andre yang langsung pamitan sama Monika.
"Aku pergi ya mah, assalamualaikum" ucap Andre yang mengeluyur pergi begitu saja.
"Walaikumsalam, hati-hati ya nak!" ucap Monika menjawab salam Andre.
"Eh, mas tunggu dulu dong! Main tinggal aja, lagian aku belum juga turun" ucap Elisa yang dengan cepat langkah yah.
Berada di dalam mobil Elisa yang memasang sabuk pengamannya, dan menatap suaminya yang akan menyalakan mobilnya.
"Kamu dari mana sih Mas, kamu pergi kok nggak bilang-bilang ke aku. Kebiasaan deh! bikin istrinya panik dan khawatir aja, tahu gak aku tadi nyariin kamu" ucap Elisa yang ngomel-ngomel.
"Dari masjid kamu tahu sendiri kan, kalau aku ada di rumah pasti akan sholat magrib dan isya itu di masjid, masa kamu nggak tahu juga kebiasaanku. Kenapa kamu ini gak hafal-hafal sudah hampir setahun sama aku masih aja tanya," ucap Andre yang fokus kejalan.
Setelah sampai di rumah Yusman, mereka turun dari mobil. Mengetuk tapi gak ada jawaban dari dalam, Elisa dan Andre kebingungan karena rumah terlihat kosong.
TOK TOK TOK
Elisa mengetuk pintu sampai tangannya sangat kesakitan, andre yang membantu elisa untuk mengetuk pintunya. Hingga seorang ibu-ibu yang menegur pasangan yang baru sampai di depan rumah tersebut, mengatakan jika orang tuanya sedang berada di masjid sedang menghadiri acara pengajian.
"Assalamualaikum, Bu-Ayah. Ini elisa bu, ayah. Kok gak ada yang nyaut-nyaut ya, ada orangnya gak sih nih rumah kok sepi banget, terus tadi di jalan juga biasa banyak bapak-bapak pada duduk kok sekarang sepi aja" ujar elisa yang sangat kebinggungan.
"Coba deh! Sayang, sekali lagi kamu ketuk pintunya, mas akan lihat ke pintu belakang, takutnya ibu sama ayah gak kedengeran karena ada di belakang." ujar andre yang mencoba berjalan kebelakang rumah.
"Assalamualaikum, Ayah- Ibu" ujar elisa kembali, tapi lagi-lagi gak ada jawaban dari orang tuannya.
"Mas, Mba. Orang lagi ke pengajian kayak yah di masjid. Karena lagi ada kiyai besar di masjid, mungkin lagi ada disana" ujar ibu-ibu tersebut.
"Ouh begitunya bu, terimakasih ya bu" ujar elisa yang diberi tahu ibu-ibu.
"Mas-mas, katanya ibu sama ayah kayak ada di masjid lihat pengajian. Apa kita kesana aja? Sapa tahu ketemu ibu" ujar elisa yang memberi tahu suaminya.
"Kata siapa kamu yah!" tanya Andre yang kebinggungan karena tiba-tiba saja diberitahukan.
"Tadi, ada ibu-ibu yang kasih tahu aku kalau ibu sama ayah lagi di pengajian gitu!" ucap Elisa yang antusias.
"Kamu yakin mau menyusul ibu dan ayah dengan pakaian kamu seperti itu? Lihat dirimu, pakai baju pendek dan tidak berhijab begitu" kode keras dari sang suami.
Elisa baru sadar jika dirinya tidak berpakaian sopan untuk mendatangi pengajian, yah elisa juga belum berhijab walau dalam hatinya ada rasa ingin berhijab tapi belum mantap hatinya.
"Yaudah deh, elisa nunggu ibu ayah pulang aja" ujar elisa yang langsung duduk di kursi depan rumahnya.
"Kamu laper gak! Mas cari makan dulu yah, kamu mau makan apa?" tanya andre.
"Iya, laper juga si, Nggak tahu mau makan apa? Elisa ikut aja deh!" ujar elisa yang bangkit dari kursi.
"Yaudah, yuk! Kita cari makan dulu, udah lama juga ya kita gak dinner berdua lagi kayak gini." ujar andre yang tersenyum lebar.
"Idihhh... Ngarep banget ya kamu, kayak gak biasanya kamu makan berdua denganku" ujar elisa yang tersipu malu sebenarnya, hanya tidak mau menunjukannya saja pada suaminya.
"Ya kan bedalah sayang, kalau makan berdua mah emang setiap hari tapi kalau makan diluar berdua kayak ginikan jarang" andre yang protes.
"Iya deh! Terserah kamu, asal kamu bahagia aja. Eh! Mas kamu gak pakai mobil, emang mau makan dimana sih?" ujar elisa kebingungan karena suaminya malah mengeluyur begitu saja tak masuk ke mobil sedangkan elisa sudah mau buka gagang pintu mobilnya.
"Kita makan di dekat sini aja, kalau pakai mobil ribet parkirnya, lagi pula kita mau makan bukan pamer mobil. Lagian deket kok, noh di depan gang. Di warungnya mpok lita, yuk cepat jalannya" ujar andre yang sudah jalan begitu saja.
"EH! Bentar mas, aduh! Kamu ini kayaknya udah laper berat yah hingga jalannya cepet banget?" ujar elisa yang menyusul suaminya yang jalan di depannya.
Sesampainya di sana, mpok lita si penjual langsung menyapa. Janda dua anak yang sangat seksi, itulah yang membuat dagangannya selalu laris manis. Tapi soal masakannya juga lumayan enak, andre langsung duduk di kursi.
"Eh mas ganteng! Kapan datang, kok nggak pernah nengokin aye sih. Akhir-akhir ini kemana saja?" seraya genit pada andre, membuat elisa agak cemburu dengan tingkah mpok lita tersebut, wanita yang berusia 30 tahuan itu cukup membuat elisa geram.
__ADS_1
"Ada kok, cuman emang jarang aja mampir kerumah mertua. Gimana teh dagangannya laris nih kayaknya, masih ada gak?" ujar andre yang manggil mpok lita dengan sebutan teteh.
"Iiiih kebiasan deh! Manggilnya jangan teteh atuh, panggil eneng napa bang" ujar lita yang mencolek dagu andre, otomatis api cemburu elisa semakin membara.
Karena andre yang selalu menjauhi wanita, dan sangat anti kalau di pegang cewek selalu menghindar, dan merinding ini malah diem aja saat lita melakukan hal itu.
"Jadi masih ada apa aja ini lauknya" ujar andre yang mendekat ke etalase melihat isi disana.
"Tinggal ikan goreng, telur balado, semur jengkol, bregedel, ikan asin, tuh pilih aja sendiri deh!" ujar mpok lita.
"Sayang, kamu mau makan pakai lauk apa?" ujar andre yang melihat istrinya muka udah jutek dan bete.
"TERSERAH!"
"Eh, kok terserah. Kamu nggak laper emangnya?"
"TERSERAH!"
"Yaudah, aku pesen nasi pedesan bebek 1 sama sayur asem, terus ini dan ini ya. 2 porsi tapi satu piring bisakan, kayaknya dia sedang betmood" ujar andre.
"Oke, mas ganteng!" ujar mpok lita yang faham melihat elisa yang mukanya udah kesel.
Andre kembali duduk disampingnya, elisa yang hanya menatap mpok lita yang sedang melayani pesanan andre tersebut.
"Kamu kenapa sih, jangan lihatin mpok lita kayak begitu. Nanti mpok lita bisa bolong loh karena di tatapin kamu kayak gitu!"
"Kamu apa-apa sih tadi, genit banget sama mpok lita. Kamu naksir dia yah? Ouh kamu salfok sama belahan dan semoknya dia kan."
"Lah kamu kok marah sih, mpok lita salah apa? Orang dia menawarkan makanan," ujar andre yang sesekali melihat mpok lita sengaja membuat elisa cemburu.
"Iiiiiiih, pasti kamu sengajakan ngajak aku makan disini karena...." ucapan elisa yang terpotong karena kedatangan lita kemeja mereka.
"Ini pesannya, selamat menikmati" ujar mpok lita seraya memberikan hidangannya.
"Kamu mau makan nggak! Mas suapin nih!" ucap Andre yang sudah menyiapkan sesendok nasi di sendoknya.
"Nggak selera makan, sok kamu aja kalau kamu suka" ucap Elisa yang ngambek.
"Sayang udah dong! Jangan kayak gitu, lagian mpok lita hanya bercanda tadi. Bukan sama aku aja dia seperti itu, tuh lihat dia emang dasarnya udah genit" ucap Andre yang memperlihatkan Mpok lita lagi godain supir truk.
"Terus kamu mau-mauan aja gitu, di colek-colek sana wanita kayak begitu, kamu itu punya ku" ucap Elisa yang mengakui hak kepemilikan dirinya.
"Iya-iya aku punya Elisa nurhalizah seorang, udahnya jangan uring-uringan gitu. Cepat dimakan keburu dingin, nanti gak enak" ucap Andre.
"Emang udah dingin ngapain dikatakan nanti dingin" Elisa mulai emosi kembali.
"Karena kamu sih kelaman ngomong terus" ujar Andre membuat tambah api emosi Elisa semakin tinggi.
"Ouh sekarang kamu jadi menyalakan aku gitu! Oke fix" ucap Elisa yang bangkit dari kursi dan akan pergi, tapi langsung ditahan oleh suaminya.
"Eeeeh– kamu mau kemana sih! Udah jangan marah-marah, malu itu dilihatin banyak orang. Lagian ngambekkan banget si kamu, udah tenang aja dulu" ujar Andre yang menenangkan Elisa dan membuat dia duduk kembali.
"Biarin! Kamu yang nyebelin bang...hap" Sesendok nasi malah masuk kedalam mulut Elisa, membuat elisa terhenti dari omelannya.
"Kamu itu lagi PMS jadi bawaannya mau marah-marah aja, gak ada tenang sedikit pun di tambah kamu belum makan, jadi tambah emosi" ujar andre yang bersiap memasukan sesuap nasi lagi agar Elisa berhenti ngomel-ngomel.
"Kamu ini, bisa-bisa memasukan makanan kedalam mulut orang lagi omong juga" ucap Elisa yang protes.
BERSAMBUNG...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Sabtu 17 Desember 2022
__ADS_1