
Aoda yang tidak pernah melakukan kesalahan dan selalu taat ini pertama kalinya, dia tidak sabarannya langsung menyerobot masuk. Tapi, untuk kali ini ia tidak mementingkan sopan dan santun apa lagi hormat kepada majikannya, ia tahu jika Andre dan Elisa sedang makan siang di ruang makan. Tapi karena masalah ini sangat penting dan harus segera di sampaikan, makanya dia menyamping semua itu.
"Mohon maaf Tuan, saya datang mengganggu jam istirahat dan makan siang anda" ucap Aoda dengan menunduk kepala sedikit.
"Tidak masalah! Katakan ada apa yang ingin kamu bahas, apakah informasi ini bertujuan baik atau buruk?" jawab Andre yang saat ini baru akan makan.
"Hmmm- saya tak bisa katakan di sini?" ujar Aoda yang melihat Elisa sedang makan dengan lahap.
"Baiklah, ikut denganku. Sayang, aku tinggal dulu yah" ucap Andre bergantian.
"Jangan lama-lama yah mas, masa Elisa harus makan sendirian" ucap Elisa yang melihat suaminya dengan tatapan tak mau di tinggal sendiri.
"Iya, udah kamu makan saja yang dengan tenang. Mereka akan temani kamu makan, jadi kamu tak usah khawatir" ucap Andre yang melihat beberapa orang yang masih sibuk mempersiapkan makanan penutup.
"Tapi, Elisa hanya mau makan sama kamu" ucap Elisa yang manja.
"Iya nanti aku balik lagi kok, jadi kamu tunggu saja di sini" ucap Andre yang menenangkan Elisa.
Elisa terdiam sejenak saat Andre sudah menghilang dari pandangan ya, karena Andre sudah jauh. Andre pergi dengan Aoda yang membawa sebuah MAP coklat, dan kamera di tangannya, Elisa jadi tidak naffsuu makan kembali.
Wajah cemberut 10 meter, wajahnya berubah menjadi muram tak bersemangat dan tidak senang.
"Aku sudah kenyang, tolong kalian bereskan saja" ucap Elisa yang melihat pada para pelayan yang datang.
Semua pelayan kaget bahkan mereka belum selesai menyiapkan hidangkan makanan penutupnya, Elisa langsung bangkit dari kursi.
"Ouh ya, jika kalian lapar. Makannya yang lainnya belum aku sentuh, jadi kalian makanlah sebelum dingin nanti tidak enak" ucap Elisa.
"Heh!? tapi Nyonya makanan anda belum habis, apa lagi hidangan penutup juga belum di hadirkan, nanti saya bilang apa ke Tuan, jika anda tidak makan?" ujar salah satu pelayan yang mengerti bahasa Indonesia.
"Tinggal kamu jangan bilang sama dia, begini saja kalau kalian makan semua itu untuk mengganti kan ku silahkan saja, bukanya kalian yang capek-capek masak kan. Habiskan saja oke, aku mau ke kamar dulu, mau tidur" ucap Elisa yang tidak bersemangat lagi.
__ADS_1
Di sebuah ruang baca Andre membuka pintu masuk kedalamnya, di susul oleh Aoda yang berjalan satu langkah di belakang Andre. Aoda langsung menutup pintu tersebut agar tidak ada orang yang mendengar dari percakapan mereka itu, Aoda langsung menyerahkan MAP-nya.
"Coba katakan ada apa? dan selama ini kamu pergi kemana Aoda? jangan buat aku khawatir dan mencarimu" tanya Andre yang sangat penasaran.
"Mohon maaf Tuan, saya harus datang dengan keadaan seperti ini. Tapi, ini masalah cukup serius yang harus saya laporkan segera. Saya di tugaskan oleh Tuan Arafif untuk memata-matai beberapa orang yang di curigai, dan ternyata kecurigaan Tuan Arafif ini bener adanya. Di duga mereka sedang merencanakan untuk menyatakan perang dengan anda, ini bukti-bukti yang saya kumpulkan dan sudah saya membawa agar anda bisa mengecek sendiri" ucap Aoda langsung memberikan semua buktinya.
"Begitukah! Jika seperti itu kita juga harus menyusunnya strategi yang sangat matang Aoda. Saya akan cek dulu, kamu tunggu di sini" Ucap Andre membuka komputer dan mengambil flashdisk, dan memori di kamera.
Andre sangat fokus kelayar komputer yang ada di depannya itu, saat Andre tidak faham dengan apa yang di lihat ia menatap Aoda.
"Ini apa maksudnya, bisakah kamu menjelaskannya?" tanya Andre.
"Tuan, mereka ingin membuat ini agar nyonya tidak dilantik sebagai nyonya ANDRILOS. Saya mendapatkannya dari mengamati mereka selama beberapa hari ini, tuan harus berhati-hati" ujar Aoda yang merasa khawatir.
"Begitukah? terima kasih atas informasinya, ada lagi yang ingin kamu bahas?" ujar Andre yang melihat Aoda seperti masih ingin menyampaikan sesuatu.
"Tuan, mereka sudah merencanakan untuk mencari pengganti dan membuat blokk B dan Blok C, untuk sekutu" ujar Aoda yang menjelaskan secara mendetail.
"Sepertinya begitu tuan, apakah kita juga memanggil pasukan?" tawaran Aoda yang membuat Andre terdiam sejenak untuk memikirkan cara yang lebih efektif.
"Tidak usah, jika mengunakan pasukan masalahnya akan tambah ruyam, aku tidak mau masalah kecil menjadi besar, kita ambil langkah ke dua dan tiga. Untuk saat ini aku punya strategi lainnya, kamu siap-siap saja" ujar Andre yang sudah ada ide untuk jalan tengahnya.
"Ada lagi yang ingin kamu bahas? terkait semua ini Aoda. Karena informasi mu ini membuat ku jadi banyak ingin aku tanyakan, tapi mungkin kau juga lelah jadi pergilah istirahat dulu. Kita akan bertemu kembali nanti malam, sekarang aku ingin menemui Glenn dahulu"
"Baiklah tuan, saya undur diri" ujar Aoda yang langsung pergi dari tempat.
Andre yang fokus mengecek satu persatu file video dan audio rapat musyawarah yang ilegal itu membuat Andre geram, ternyata masih ada saja orang yang berkomplot dengan Zenus.
"Sepertinya, pohon dendam ini belum seutuhnya berkahir, walau sudah ku cabut sampai ke akar tetap saja, masih ada saja ranting-ranting yang masih hidup" dumal kekesalan Andre.
2 JAM KEMUDIAN tidak terasa Andre meninggalkan istrinya sudah sangat lama, Andre yang baru sadar langsung syok karena ia sudah janji pada Elisa akan pergi sebentar, tapi malah lebih lama hingga dua jam.
__ADS_1
Andre bergegas pergi dari ruang baca setelah mengamankan semua yang tadi ia dengar dan tonton sebagai tanda bukti, ada komplotan yang ingin punya niat buruk terhadapnya.
Melihat meja makan sudah rapi tak ada lagi sisa pelayan disana, Andre jadi ketar-ketir karena Elisa pasti akan ngamuk.
"Rosella?" Andre memanggil pelayan wanita yang sedang berjalan dihadapannya.
"Iya tuan, ada yang bisa saya bantu?" jawabnya seraya membungkuk sedikit untuk memberikan hormat.
"Dimana istri saya, apakah kamu tahu" ujar Andre yang sangat penasaran.
"Tadi beliau bilang ingin tidur, setelah anda pergi tadi, nyonya menyudahi makannya, dan tak lagi makan apapun. Wajahnya juga langsung berubah menjadi muram tak bersemangat" jawabnya menjelaskan keadaan Elisa saat itu.
"Begitukah, yasudah terimakasih" ujar Andre yang pasrah dengan akan yang terjadi.
Andre langsung saja naik keatas kamarnya, saat sampai di depan pintu kamar dia menarik nafasnya dalam-dalam khawatir jika Elisa akan...
"Sayang!" Andre membuka pintu dengan sangat hati-hati tapi ternyata Elisa sedang tertidur sangat lelap di kasur, mungkin karena seharian ini dia bermain dengan suaminya jadi merasa kelelahan.
"Rupanya dia sedang tidur yah? jika dia tidur jam segini akan tidur lagi jam berapa?" dumal Andre di samping Elisa.
Andre kembali pergi dari ruang kamarnya, berdiri emperan rumah, karena harus menyiapkan banyak ide, dan menyusun strategi yang telah untuk melawan mereka. Bolak-balik ditempat, sambil menunggu Glenn datang belum datang.
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Sabtu 27 Agustus 2022.
__ADS_1