PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
188. Nakalnya Elisa.


__ADS_3

Rasa binggung dan khawatirkan dirinya terhadap keadaan istrinya dan situasi sekarang yang sulit di jelaskan, Andre yang kalang kabut dan sangat kebinggungan dengan apa saat ini telah terjadi padanya.


"Mas Andre, cepatlah lakukan sesuatu. Aku sudah tidak tahan lagi, rasanya semua tubuhku remuk berkeping-keping, rasa panas ini seperti membakar setiap tulang dan dagingnya" ucap Elisa.


"Elisa sayang, tunggu sebentar yah, apakah kamu mau bersabar sebentar, aku akan kembali. Tunggu yah, aku ambil obat dulu agar aku bisa menyelamatkan kamu dari siksaan ini, aku tahu apa yang sedang kamu rasakan saat ini." ucap Andre yang panik.


Tangan Andre ditahan istri agar dilarang untuk pergi meninggalkan yah. "Mas jangan pergi, aku gak mau kamu tinggalin aku" ucap Elisa dengan suara parau.


"Hanya sebentar sayang, ke dapur ambil obat buat kamu" ucap Andre yang saat ini akan bangkit dari jongkoknya.


Elisa berteriak seperti kesakitan karena hal itu, Andre langsung lari saja ke bawa tak peduli teriakan Elisa, ia buru-buru langsung mengambil obat dan beberapa es batu dari lemari pendingin.


Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, Andre kembali lagi ke kamar mandi melihat Elisa yang sudah lemas tak berdaya.


"Hey  sayang ku, Elisa kamu sadarlah jangan buat aku khawatir seperti ini sayang" ucap Andre yang menepuk-nepuk pipi Elisa.


Andre yang kembali lagi membawa kotak obat dan es batu, karena tak sadar sebelumnya langsung memasukan Elisa tanpa melepas gaun beracun itu. Membuat perubahan warna dalam air, alhasil membuat pernafasan Elisa agak berat.


Seharusnya sebelum di masukan kedalam baktum Andre melepaskan pakaian Elisa dulu tapi karena khawatir dan panik tak sadar, jadi buru-buru Andre menguras air di baktum karena air sudah berganti warna.


Setelah air di ganti Andre langsung memasukan balok es, dan tak lupa melepaskan guannya, racun yang ada digaun ternyata sudah benar-benar menyerap ke pori-pori Elisa.


"Sial aku lupa melepaskan gaun saat memasukan Elisa ke baktum, racunnya sekarang benar-benar sudah menyerap kedalam kulit Elisa. Aaaah ini gara-gara panik aku jadi melupakan gaunnya, jika gaun Elisa ini beracun." Gumaman  Andre yang agak kesal pada dirinya.


"Mas, ku mohon tolong aku... Aaaddduuah... Aduh sakit, tempat ini panas sekali sih..Mas Andre, panas cepat lakukan sesuatu" Elisa terus merintih-rinti kepanasan, suhu tubuhnya juga mulai meningkat saat di tambakan balok es, bukannya menurun malah tambah membuat Elisa semakin tak nyaman.


Andre lebih binggung sekarang karena Elisa yang malah lebih keras mengeluhnya, Andre dibuat heran dengan hal ini.


"Loh kok malah jadi kayak gini bukannya redah malah jadi Elisa seakan kesakitan begini, aku harus bagaimana lagi sekarang" ucap Andre yang memutarkan otak untuk memikirkan lagi caranya.


"Mas Andre aku sudah tidak tahan lagi" ucap Elisa yang nafasnya sudah terengah-engah seperti sesak nafas, dan dahdahnya juga kembang kempis karena nafas kurang beraturan.


"Aku jadi binggung harus melakukan apa padamu, aku tak punya obat penawar racunmu. Jadi aku juga tak tahu harus berbuat bagaimana untuk menangani hal ini, kalau membuat penawaran sekarang bahan-bahan tak ada" ucap Andre yang sangat kebingungan.


"Apapun yang kamu bisa mas, aku sudah tak kuat jika rasa sakitnya seperti 20 tulang ku rasanya di patahkan secara bersamaan, dan otot-otot daging ku sepertinya pelintir dengan sangat kuat" keluhan Elisa yang mengatakan rasanya.


"Elisa coba pegang es batu ini bagaimana rasanya?" ucap Andre yang memberikan es batu pada tangannya.


"Aaadduh– ini panas banget kayak batu bara, kamu jahat sekali kok memberikan bara api ke tangan Elisa" protes Elisa yang marah pada suaminya.


"Ini es sayang, bukan batu bara" ucap Andre yang menujukan kerikil batu es.


Tapi mata Elisa yang sayup-sayup tak jelas melihat apa yang telah di tunjukan oleh suaminya, membuat Elisa menuduh suaminya telah memberikan batu bara ke tangannya.


"Itu panas benget mas, saat aku genggam ditangan." Ujar Elisa yang memegangi pinggiran baktum karena sudah tak kuat menahan rasa sakit yang bertubi-tubi di sekujur tubuhnya.


Tiba-tiba tak sengaja tangan Elisa menyentuh kulit tangan Andre yang saat ini sedang menggayung air es ke tubuh Elisa, dan tangan Andre langsung di raihnya, lalu di masukan dibalik bajunya.


"Eh! Apa yang kamu lakukan sayang, aku sedang mendinginkan tubuh mu ini kok malah tanganku kamu ambil? Aku sulit untuk memandikan kamu ini" ucap Andre yang ingin menarik tangannya tapi masih dalam genggaman Elisa.

__ADS_1


"Mas aku pinjam dulu sebentar, ini sangat enak" ucap Elisa yang masih memegangi tangan suaminya.


"Sayang, tanganku ini bukan untuk kamu peluk begini" ujar Andre yang menjelaskan.


"Wah! Ini rasanya sangat dingin, enak sekali mas. Aaa–mas, ini lebih enak dari air di bak ini Mas, tanganmu sangat dingin... Ini dingin sekali, kok tangan kamu bisa seperti kulkas?" ucap Elisa yang menggosokkan tangan Andre ke pipinya.


Andre membulatkan matanya, dan baru mengerti dengan reaksi Elisa saat ini. Andre menjadi lebih panik, ternyata Elisa terkena efek dari sebuah obat dan ditambah efek racun. Obat yang diberikan tingkat 3, dan di perburuk dengan racun yang awal sudah menempel dan meresap kulit tubuhnya.


Elisa masih asik memainkan tangan Andre ke sekujur tubuhnya, dari perut hingga lekuk leher dan saat tangan Andre akan di arahkan ke bagian bawah milik ya. Andre segera saja menarik tangannya dengan sangat cepat, melotot dengan tatapan mata membulat.


"ELISA, jangan kamu lakukan hal itu. Ini sudah tidak beres, aku harus membawa dia ke rumah sakit karena aku tak punya penawar untuk jenis obat seperti ini disini" ucap Andre yang langsung menggendong Elisa dari baktum.


Meletakan Elisa di sofa, mengambil handuk dan menutupi tubuh Elisa yang polosnya itu tanpa sebenang kainpun.


"Mana tadi benda yang dingin itu, mas Andre. Kok ruangan di sini lebih panas benget ya dari ruangan sebelumnya, kenapa rasanya lebih sakit banget tubuhku, seperti digerogoti zombi." Ujar Elisa terus saja mengeluh.


"Sabar dong sayang, kamu jangan terus bergerak seperti itu, nanti tubuhmu banyak memar" ucap Andre yang mengelap seluruh tubuh Elisa.


Andre sedang mencoba menenangkan diri, dan memikirkan matang-matang kembali apa ada penawaran terbaik untuk menyembuhkan istrinya itu. Dalam situasi seperti ini otaknya tidak bisa memikirkan jalan keluar lainnya, otak malah down di tempat hanya ada pikiran untuk melakukan kontak fisik dengan Elisa, itu satu-satu yang dia pikirkan yah saat ini, Andre menggeleng kepala tanda dia ingin membuang jauh-jauh pikirannya itu.


"Sial! kenapa dia malah bangun sih, apakah karena aku menyeka tubuh Elisa seperti ini jadi dia bangkit" ucap Andre yang merasa ada yang berbeda pada tubuhnya.


Walau dia istriku, aku tidak mau memanfaatkan peluang ini untuk melakukan hubungan itu denganya, mana mungkin melakukan malam pertamaku dengan sangat tidak manusiawi begini. Dalam hati yang sangat kekesalan Andre.


"Aaaah– mas aku gak tahan lagi" ucap Elisa tiba-tiba Andre dikejutkan dengan darah yang keluar dari mulut dan hidung Elisa secara bersamaan, itu membuat Andre kalang kabut.


"ELISA !!" Teriak Andre yang syok dan membuyarkan pikiran dan keraguannya, langsung meraih Elisa dan mengelap mimisan dan darah yang keluar dari mulut.


Elisa malah terbatuk-batuk, nafas sudah tidak bisa di deteksi lagi karena sudah tidak beraturan.


"Mas aku kenapa ini? Kok nafasku sesak sekali dan..SULIT BERNAFAS," tanpa ba-bi-bu lagi Andre melahap habis mulut Elisa yang saat ini sedang menderita.


Memberikan nafas buatan untuk Elisa agar bisa bernafas dengan baik, dengan sedikit memainkan lidahnya di dalam, Elisa juga seperti menikmati permainan lidah Andre.


"Maafkan aku sayang, kita harus melakukannya saat kondisi kamu seperti ini, karena jika aku tidak bisa memuaskan kamu dalam hubungan ini, maka seluruh sistem sarafmu akan lumpuh total, kamu terkena obat yang cukup berbahaya tingkat 3 dan di perburuk oleh racun level 4 pantas saja sentuhan kulitku membuat dirimu dingin, apakah kamu mau melanjutkan ya?" tanya Andre yang saat ini mantap Elisa dalam pelukannya.


Elisa hanya menganggukkan kepalanya saja, tanda dia setuju dan pasrah begitu saja, dia hanya menuruti apapun yang dikatakan oleh Andre.


"Elisa apa kamu ingat mereka memberikan apa saja kepadamu? coba katakan" ucap Andre yang menggendong Elisa ke ranjang.


Aku tidak terlalu ingat sepertinya sebuah obat, entah obat apa. Karena awalnya aku kena bius dan gak terlalu jelas mereka memasukkan sebuah obat ke mulutku dengan cepatnya... Jadi please mas... Lakukanlah sebisa kamu sumpah aku tersiksa sekali, ini sangat menyakitkan. Tapi, saat tanganmu meraihku dan setiap sentuhanmu. Rasa sakitnya hilang, dan rasanya sangat enak dan dingin."


"Itu yang dinamakan obat kuat sayang, kamu akan gila dibuatnya. Tapi kamu sekarang sudah mulai sadarkan, jadi aku tak bisa melanjutkan hal itu" ucap Andre yang masih disamping Elisa.


Sial, kalau kayak gini gak jadi nanti. Kayaknya aku harus pura-pura masih terkena efek obat itu deh! kenapa tubuhku ini kebal sekali, kan dia gak jadi. Pakai cara lama, aku harus menariknya kedalam pelukanku dan akan ku kendalikan. dalam hati Elisa.


Saat Andre akan beralih, tiba-tiba saja Elisa seperti cacing kepanasan lagi langsung membalikan keadaan, Andre dalam kungkungannya, dibawa tubuhnya. Elisa yang sudah polos tak berbaju sehelai benangpun, apa lagi terkena pantulan lampu membantu posisi dirinya cukup menonjol.


DEG!

__ADS_1


Walau Andre tak pakai obat sekalipun, ada perubahan fisiknya yang terasa dibawa sana, sudah sangat keras seperti pedang yang siap menusuk musuhnya.


"Mas Andre, bantu aku... Rasanya tubuhku sudah tidak bisa merasakan apapun lagi karena merasa sangat panas sekali, rasanya sangat-sangat membutuhkan Vitamin darimu" ucap Elisa yang melepaskan pakaian Andre satu persatu.


Andre hanya melongo dengan keadaannya saat ini, tak bisa menolak permintaan istrinya. Ditambah Elisa mimisan kembali, dan jatuh di tubuh Andre. Buru-buru Andre merai pakaian yang di lepaskan Elisa sebelumnya untuk menyeka darah mimisannya.


"Apakah kamu baik-baik saja sayang! Kamu tidak akan sanggup jika keadaan kamu lemas seperti ini" ucap Andre yang hanya bisa diam saat Elisa mulai perlahan menghisap ujung dahdahnya, ada seperti ada listrik yang dirasakan oleh Andre.


"Haangh! Elisa, jangan lakukan ini, ku mohon sayang..." keluhan Andre yang tak tahan, sampai mencengkram seprai.


Seakan tuli, Elisa tak mendengar suara Andre saat ini. Melirik pada Andre yang merem melak di buatnya, karena tak bisa menahan diri.


"Elisa jangan banyak bergerak, di area itu. Dia akan bangun nanti dan akan sulit diriku mengendalikan ya" sambung Andre pada Elisa yang terus saja menggesek-gesek tubuhnya, dibawa perut Andre. Walau masih memakai celana lengkap, tapi tonjolan besar itu sangat sulit untuk disembunyikan.


Elisa seakan tidak memperdulikan ucapan Andre dan terus saja menggoda Andre, walau Andre terus meminta di hentikan lagi-lagi permintaannya di abaikan, dia malah asik memainkan puncak dari dah dah bidang milik Andre tersebut, sudah banyak cap yang dilukis Elisa di sana.


Begitu sangat menikmati permainannya itu, apalagi ditambah dengan tubuh sixpack dan atletis milik Andre. Elisa langsung melahap habis permukaan bibir merah jambu milik Andre, dengan sedikit memainkan lidahnya di dalam mulut, Elisa seperti sudah pintar bermain lidahnya, hingga membuat lidahnya menari-nari di dalam sana.


Lalu Elisa mengecuup mengabsen setiap indra yang ada di tubuh Andre dari mulai jidat, dua mata, hidung, dua pipi dan langsung turun ke lekuk leher hingga meninggal cap ya juga disana, sudah ada beberapa yang terlukis, lalu turun ke dah dah dan perut. Sampai akhirnya dipaling inti, Elisa malah berhenti. Menatap melirik wajah Andre di atas sana lalu Elisa terdiam.


"Apa boleh ku buka?" pinta Elisa manja dan suara yang sangat menggoda Andre.


Andre malah menggeleng kepala tanda dilarang keras, tapi Elisa malah tersenyum licik karena itu. Semakin dilarang semakin Elisa penasaran, dengan apa yang didalam ya.


"Jangan! Elisa dengar, kamu akan menyesalinya dikeesokan paginya, saat kamu sadar nanti, dengan apa yang kamu lakukan saat ini, jadi jangan kamu lakukan itu, tolong sayang dengarkan aku yah, kalo kamu tidak mau menurut. Maka jangan salahkan aku jika aku nanti lepas kendali dan hilang kontrolku terhadap diriku, aku tidak mau melampiaskan diriku kepadamu."


"Itu lebih baik, dari pada kamu harus melampiaskan kepada wanita lainnya, aku malah lebih marah dan kesal padamu" ucap Elisa masih sempat menjawab.


Lalu Elisa melanjutkan aktivitasnya saat ini, walau Andre selalu mencoba menghalangi aksi liar Elisa yang sangat panas ini. Elisa tidak mendengarkan apa yang diucapkan Andre lagi, dia malah membuka resleting celana Andre.


Tidak ambil diam Andre langsung menarik tangan Elisa yang sudah mulai liar dan nakal, walau kedua tangannya sudah digenggaman. Elisa tidak kehabisan akal, dia menggunakan mulutnya untuk membuka kain penutup terakhir itu, hingga muncullah si primadona yang ditunggu-tunggu.


"Ya ampun mas, ini apa? Kok seperti ini, apakah emang seperti ini ya bentuknya" ujar Elisa yang naif dan asal ceplok saja.


Tak tahan Andre dengan Elisa yang sudah mulai nakal, geram hingga darahnya mendidih karena tingkah Elisa yang sulit di kendalikan itu.


Ternyata ukurannya sulit dibayangkan Elisa, sampai membuat terkejut. Melongo melihatnya, pedang itu berdiri cukup tegak di depan wajahnya, satu inci dari hidungnya.


"Jangan macam-macam dengan itu Elisa, aku peringatkan jangan lakukan hal bodoh. Jauhkan itu, jangan kamu sentuh" ucap Andre yang melarang Elisa.


Bukannya takut dengan ancaman dan gertakan dari Andre, yang saat ini sudah dipuncak kesabaran yah. Elisa malah tertawa saat melihat benda itu loncat dari sangkarnya, Elisa langsung menjulurkan lidahnya membuat Andre menggeliat kegelian, dan pegangan tangan Elisa mulai merenggang.


Membuat Elisa bisa melepaskan tangannya dari genggaman Andre, lalu memegang pedang itu dengan kedua tangannya, walau dibawanya ada rerumputan yang cukup rimbun, bukanya memadamkan api gejolaknya. Tapi malah menyulad kobaran api semakin menyala.


BERSAMBUNG...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


KAMIS 8 Desember 2022.


__ADS_2