
Keyshu yang sebenarnya tidak tega jika harus meninggalkan Elisa sendirian, tapi ia teringat kembali jika Elisa adalah istri dari andre maka iya harus tega meninggalkan Elisa karena itu yang terbaik, itulah yang dia berpikir mungkin saja jika di rawat oleh istrinya sendiri, Andre akan segera bangun.
"Baiklah, aku akan kembali ke kamarku untuk tidur. Jika ada apa-apa segera hubungi aku, ouhnya! aku akan suruh perawat untuk membantumu" ucap Keyshu yang masih khawatir akan kondisi Andre jika harus Elisa di tinggal sendirian.
"Tapi, paman itu tidak usah! Aku bisa menjaganya, paman tidak perlu khawatir" ucap Elisa yang tidak mau terlalu banyak merepotkan Keyshu.
"Eeeh- jangan menolak, karena ini untuk kesehatan tubuh Andre" Ucap Keyshu yang menahan Elisa agar jangan membantah apa yang di perintahkan.
"Baiklah, terserah paman saja. Aku akan ikuti perintah dari paman, terimakasih" Elisa tak bisa mengelak lagi. Jadi pasrah saja dengan apa yang di katakan oleh Keyshu, itulah tanda kasih sayang Keyshu pada Andre.
"Sama-sama, yaudah saya tinggal dulu ya. Kamu jaga dia disini, jangan terlalu lelah nak, kita berdoa saja agar dia cepat sembuh, karena tanpa doa semua akan sia-sia iyakan" ucap Keyshu sambil menepuk kepala Elisa dengan sangat lembut.
"Iya paman," ucap Elisa yang menatap kepergian Keyshu.
Elisa yang di tinggal oleh Keyshu langsung terdiam menatap suaminya yang terbaring tak berdaya di ranjang, Elisa mengingat semua setiap momen dengan Andre. Saat pertemuan dengan Andre, hingga ia menikah dengan Andre, tiba-tiba Elisa keringat dengan ucapan Andre beberapa hari yang lalu.
Kamu benar mas, aku belum cukup dewasa untuk memikirkan matang-matang kembali apa yang telah aku lakukan, selama ini aku juga tidak memikirkan perasaan kamu yang selalu sabar menghadapi sikap kerasku. Maaf ya mas, Elisa masih harus banyak belajar. Dalam hati Elisa yang berkata sambil menatap wajah Andre yang pucat tak berdaya.
Keyshu yang baru saja keluar dari kamar rawat melihat putranya, sedang berjalan kearahnya. Keyshu langsung menghentikan langkah putranya tersebut, karena ingin mengatakan sesuatu.
KEYSHU : Kamu mau kemana nak?
ZEVER : Aku ingin menemui ayah, karena ingin mendengar lebih lanjut perkembangan kesehatan Andre.
KEYSHU : Masih sama, tapi aku berharap kedatangan istrinya dia akan segera membaik. Ouh ya Zever, ayah boleh minta bantuanmu?
ZEVER : Ayah minta bantuan apa yang bisa aku lakukan?
KEYSHU : Ayah khawatir sama Elisa, dia baru saja datang dari kota. Apakah kamu menjemputnya sendiri, kok bisa secepat itu sudah sampai di markas.
ZEVER : Ayah, lagi pula dia ada di kota New York. Bukan di negara Indonesia, tentu saja akan lebih dekat. Hanya itu yang ingin ayah katakan, itu bukan permintaan bantuan tapi pertanyaan kenapa ayah tidak bisa membedakan.
KEYSHU : Hahaha bukan itu sih yang ingin ayah minta bantuan, jadi dengarkan Ayah. Sebenarnya ayah tidak tega harus meninggalkan Elisa sendirian di sana, untuk menjaga Andre yang terbaring lemah di kasur itu. Jika kamu senggang bisa kah kamu temani dia sebentar, karena Elisa sepertinya sedang tidak dalam kondisi yang baik. Nanti malam ayah akan kesana lagi, ayah mau istirahat dulu.
ZEVER : Iya baiklah, aku bisa kok ini juga niatnya mau menemui Elisa, ada yang ingin aku tanyakan juga padanya. Sekalian membahas sesuatu dengannya, makanya aku datang karena itu.
KEYSHU : Soal apa? Kalau bisa jangan sekarang, karena kondisi mereka sedang tidak baik.
ZEVER : Ayah tenang saja, aku akan lebih berhati-hati dalam bertanya, dan tidak usah khawatir tentang itu karena aku hanya butuh kejelasan. Aku tidak bisa tinggal diam saja untuk saat ini, melihat mereka jadi begini.
KEYSHU : Baiklah terserah kamu saja, jaga Elisa ya. Sementara suami sedang lemah, ayah pergi dulu sudah ngantuk nih.
Keyshu menepuk pundak putranya sebelum dia pergi, lalu Zever melanjutkan perjalanan untuk ke ruang rawat. Sesampainya di depan pintu, ia menatap Elisa yang saat ini sedang mengantikan ayahnya untuk menyeka tubuh Andre yang masih dalam suhu badan yang panas.
ZEVER : Haii Elisa, apa kabarmu?
Zever yang berjalan mendekati Elisa yang saat ini sedang fokus merawat suaminya.
ELISA : Ouh, hai juga! Kak Zever, aku baik. Lalu bagaimana kabar kakak sendiri?
ZEVER : Yah, seperti yang kamu lihat. Aku tetap sama seperti ini saja, Andre belum bangun juga, padahal kamu sudah ada di sisinya. Woy Andre, buka matamu lihat di sebelah mu ada Elisa jadi cepatlah bangun.
ELISA : Kayaknya butuh waktu lama agar dia bangun, tunggu sampai bahan yang ku minta datang. Apakah Glenn menemukannya, aku jadi khawatir.
ZEVER : Tidak usah khawatir Glenn bisa di andalkan, jika soal cari mencari pasti bisa ia menemukannya. Percayalah, dia pasti akan menemukan bahan-bahan yang kamu minta.
ELISA : Iya semoga saja, aku hanya terlalu khawatir karena kondisinya bisa separah ini, demam tidak turun-turun.
ZEVER : Tidak usah khawatir Elisa, ouhnya Elisa ada yang ingin aku tanyakan padamu. Apakah kita bisa bicara sebentar, ini terkait tentang kondisi Andre, aku hanya ingin tahu secara detailnya darimu. Mungkin saja aku bisa membantu mu, dan juga akan bisa memahami Andre sekarang, Andre pasti punya banyak tekanan yang membuat dia menjadi seperti ini.
__ADS_1
ELISA : Apa yang ingin kak Zever katakan. Maaf aku tidak mengerti maksudnya, jadi bisakah kak Zever mengatakan dengan jelas. Tekanan, apakah mas Andre stress karena kepikiran masalah soal kejadian di aula High House?
ZEVER : Entahlah, bisa jadi begitu? aku tidak tahu pasti. Andre jarang sekali yang namanya menceritakan semua apa yang dia rasa, lalu karena terlalu lama memendam perasaan akhirnya dia demam atau jatuh sakit. Selama aku kenal dengannya Andre tidak pernah terkana sakit musiman seperti flu dan batuk pilek, sekalinya dia sakit itu pasti berat ya termasuknya ini terkena demam karena pikirannya terusik, atau karena tekanan yang terlalu berat baginya, atau bisa jadi karena dia terlalu lelah akan semua yang menimpanya. Dia tipe orang yang akan menjadi sangat pendiam, saat ada masalah yang telah mengusiknya.
Mendengar hal itu Elisa langsung terdiam teringat jika Andre sudah pendiam setelah kejadian di Aula High House, lalu amarahnya yang akan meluap tapi masih bisa di tahan oleh Andre sendiri.
ZEVER : Jadi apakah ada masalah di antara kalian, apakah Andre mengatakan sesuatu padamu Elisa?
ELISA : Aku baru sadar dan mengerti akan sesuatu. Kak Zever, bisa kita bicara di tempat lainnya. Aku ingin bertanya terlebih dahulu pada kakak, tapi tidak di sini.
ZEVER : Baiklah, ayo ikut aku keluar sebentar.
Mereka keluar dari ruangan meninggalkan Andre yang terbaring lemah, Elisa menatap Andre sebelum keluar ruangan. Zever yang masih berjalan di depan, melihat Elisa yang berhenti mengikuti langsung faham jika Elisa tidak bisa meninggalkan Andre terlalu jauh.
ZEVER : Baiklah disini sudah cukup jika ingin bicara, apa yang ingin kamu tanyakan Elisa.
ELISA : Sebelumnya, aku merasakan jika mas Andre sangat berbeda dari sebelumnya, aku jadi khawatir dia seperti bukan mas Andre, dia begitu sangat arogan, dingin dan sangat cuek. Pokoknya seperti bukan mas Andre yang aku kenal, aku bahkan tidak mengenal sosoknya saat dia marah padaku.
ZEVER : Elisa, aku hanya berpesan padamu jangan sampai Andre kembali menjadi dirinya yang dulu, selama ini Andre sudah berusaha semaksimal mungkin untuk berubah menjadi sekarang, dia sudah lebih baik. Dari pada Andre yang dulu, jika kamu tahu Andre yang dahulu bagaimana, aku yakin kamu juga pasti akan katakan masih baik Andre yang sekarang.
Mendengar hal itu Elisa langsung terdiam, menatap Zever dengan tatapan tidak mengerti apa yang dia katakan oleh Zever.
ELISA : Apa maksudnya, aku tidak mengerti. Emangnya dahulu mas Andre seperti apa?
ZEVER : Jauh lebih sangat menyeramkan dari pada yang kamu kenal, sikapnya yang kamu katakan itu belum ada apa-apanya di bandingan dulu. Bahkan semua pasukan sangat takut dan takluk padanya, tak ada yang berani untuk membantah perintah.
Elisa ingin tanya lebih lanjut, tapi obrolan mereka di hentikan karena Glenn sudah datang dengan bahan-bahan yang di minta oleh Elisa sebelumnya.
"Nyonya, saya sudah mendapatkan apa yang di minta oleh anda. Coba lihat ini apakah segini cukup?" beberapa orang datang dengan kotak-kotak besar.
Elisa kebinggungan isi dalam kotak-kotak itu ada apa saja, saat di buka satu kotak jeruk lemon, dan satu kotak madu dan satu kotak lagi telur ayam. Zever sampai menepuk jidatnya sendiri karena tingkah Glenn tersebut, anak buah Andre memang sangat luar biasa kalau di suruh tidak tanggung-tanggung.
"Nyonya ini kalau ngomong suka nyakitin hati aku, ya nggk lah. Di gudang persediaan makanan semua ada jadi tinggal aku ambil saja, silakan anda gunakan secukupnya" ucap Glenn.
"Baiklah, terimakasih ya sudah membawakan ya maaf sudah merepotkan mu, Glenn" Elisa mengambil beberapa bahan yang dibutuhkan dari kotak-kotak tersebut.
"Sudahlah Nyonya tidak usah khawatir, apakah anda butuh suatu lagi nyonya?" ucap Glenn yang semangat.
"Hmm, aku butuh kain kasa. Selimut yang banyak, lalu sendok gelas, air putih dan wadah."
"Oke aku pergi ambilkan untuk ada" ucap Glenn yang langsung pergi meninggalkan tempat.
Beberapa menit kemudian Glenn datang lagi, Zever kebinggungan dengan apa yang akan di lakukan oleh Elisa dengan barang-barang dan bahan-bahan tersebut.
Zever dan Glenn hanya jadi penonton, Elisa pertama membuka baju Andre hingga terpampang tubuh seksiii bak model papan atas itu, badan Andre yang sangat bagus dan atletis dengan kekar hingga tidak luput juga dari 8 kotak di sana.
Elisa mengelap badan Andre terlebih dahulu dengan air di wadah, lalu Elisa siapkan dua bawang merah dan dua putih telur yang dipecahkan di wadah, lalu Elisa menempelkan kain kasa ke tubuh Andre membalurkan putih telur yang di campur bawang merah yang di cincang halus.
ZEVER : Sebenernya apa yang sedang di lakukan oleh Elisa, dia ingin bikin Andre goreng ya?
GLENN : Entahlah, kita lihat saja dulu. Semoga saja cara ini bisa membuat tuan sadar dan demamnya redah.
Lalu Elisa menutup kembali baju Andre setelah itu tumpukan selimut ia bentangkan hingga berlapis-lapis, menutupi tubuh Andre. Setelah itu, Elisa memeras jeruk lemon dan menambahkan madu lalu ia kasih air sedikit lalu ia aduk-aduk hingga tercampur rata, setelah selesai barulah Elisa memasukan air campuran itu kedalam mulut Andre sendok demi sendok. Terus saja lakukan berulang, kain kasa yang sudah kering ia balurkan lagi dengan campuran putih telur dan bawang tadi.
Sampai malam tiba Keyshu menepati janjinya, ia kembali lagi ke ruang rawat melihat putranya dan Glenn malah terlelap dalam tidur di sofa membiarkan Elisa yang merawat Andre sendirian.
PLAK !
PLAK !
__ADS_1
Tamparan keras yang di layangkan oleh tangan Keyshu kepada kedua pria yang tertidur pulas itu, membuat mereka langsung bangun.
ZEVER : Eh ayah, bisa tidak kalau membangunkan orang jangan lakukan seperti itu.
KEYSHU : Kamu memang pantas di tampar, apakah kamu tidak ingat apa yang aku suruh. Kamu ini di suruh begitu saja kok malah gak becus, asik-asik tidur, apakah aku menyuruhmu untuk tidur hmph!
ZEVER : Nggak, ayah suruh jagain Elisa. Aku juga ngantuk ayah, jadi aku tidur sebentar.
KEYSHU : Sebentar-sebentar, coba kamu tengok tuh matahari sudah tidak ada, lalu dimana Elisa?
ZEVER : Tentu saja dia ada disana... Eh? Mana kok gak ada kemana yah?
Zever jadi kalang kabut saat tidak melihat Elisa di tempat semula.
KEYSHU : Makanya jangan tidur saat kamu sedang di suruh bekerja, yah anggap saja apa yang di perintahkan ayahmu ini adalah pekerjaan, sama saja kan. Tapi kenapa kamu ini tidak dapat ayah percayai untuk menjaga segitu saja.
ZEVER : Glenn cepat cari Elisa, aduuh kemana dia? Glenn aku akan cari ke barat kamu cari ke timur.
GLENN : Baik laksana perintah, kita segara mencari.
Setelah kepergian mereka Keyshu langsung mengecek kondisi Andre yang saat ini terlihat raut wajah dari Andre mulai membaik, melihat tumpukan selimut di tubuh Andre Keyshu tersadar jika pengobatan yang digunakan Elisa paling efektif, Keyshu melihat antrian keringat di kening Andre, langsung mengelapnya, ternyata Keyshu sudah faham jika teknik yang digunakan Elisa lebih manjur dibandingkan pengobatan darinya.
KEYSHU : Dasar anak nakal, mereka itu seharusnya menjaga Elisa dan Andre malah tidur. Lebih baik aku cek kondisi Andre saat ini, apa dia sudah baik-baik saja. Apa-apa ini semua, Andre seperti hot pot seperti ini, di tumpuk dengan banyak selimut.
Keyshu kaget karena Andre sampai tidak kelihatan, hanya menampakan kepala saja, tubuhnya di tindih beberapa lapisan selimut tebal.
KEYSHU : Hmm- Syukurlah demamnya sudah turun rupanya, tapi ini apa selimut tebal begini. Kenapa aku tidak ke pikiran sama metode penguapan ya, kalau Andre mengeluarkan banyak kelenjar keringat panas di tubuhnya juga akan meredah, aisss... Kayaknya aku harus segera pensiun menjadi Dokter.
Tak lama Elisa melihat Keyshu yang sedang duduk di samping Andre, tak melihat dua pria yang tadi tidur di sofa, Elisa yang membawa wewangian terapi meletakan di sudut-sudut ruangan.
"Paman Keyshu, kenapa paman sudah ada dia ini lagi" ucap Elisa yang berjalan mendekati.
"Kamu dari mana Elisa? Kenapa kamu meninggalkan tempat, saat dia anak bodoh itu malah asik-asik tidur" ucap Keyshu yang sangat kesal.
"Ouh, tadi bibi Zoya menyuruh aku untuk makan malam dulu, jadi aku ke pondok untuk makan. Lagi pula mas Andre sudah tidak demam, jadi aku tega meninggalkan mas Andre sendirian" ucap Elisa.
"Iya juga kamu harus makan, dan aku sendiri yang menyuruh mu jangan terlalu lelah, kamu hebat nak. Bisa kepikiran dengan cara seperti ini. Kamu belajar metode ini dari mana Elisa, kamu pernah belajar medis sebelumnya?"
"Aku dulu bekerja di rumah sakit mas Andre, jadi aku tahu sedikit tentang medis" ucap Elisa.
"Bukan itu yang ingin kau tanyakan, ini soal metode ini kami belajar dari mana?"
"Ouh ini, dari pengalamanku saat adikku demam tinggi ibuku melakukan hal ini, jadi aku hanya mengikuti apa yang di lakukan oleh ibuku saja"
"Begitu rupanya, syukurlah Andre sekarang sudah membaik"
"Iya paman, aku juga sempat khawatir jika panasnya tidak akan turun, sekarang aku sudah lega"
"Andre anak yang cukup kuat jadi kamu tak usah khawatir, dia sangat tangguh untuk mengatasi hal ini, dari dulu dia anak yang sangat hebat, melawan apapun"
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Minggu 6 November 2022.
__ADS_1