PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
81. Balasan Sang Istri.


__ADS_3

Setelah Elisa berhasil menukar tempat duduknya dengan Bianca peserta yang pencalonan pendamping, Elisa langsung meninggalkan tempat, tapi sepertinya akan ada masalah lainnya yang akan sangat sulit ia tangani sendirian butuh orang dalam untuk bisa mengganti nama dia di kursi tempat duduk yang akan dia tempati, karena harus itu ganti nomer dari 7 ke 70, yang sudah terdaftar di sana. Elisa tampak kebingungan harus bagaimana, akhirnya ia harus meminta tolong pada seseorang yang ingin membantunya.


"Kak Elisa, apakah nomer sudah kau dapatkan?" ucap Azalea yang memastikan jika Elisa sudah mendapat nomer dari Bianca.


"Iya sudah, lalu sekarang bagaimana lagi?" tanya Elisa kebingungan karena setelah Elisa mendapatkan nomer, dia malah jadi lebih binggung.


"Itu bagus Kak Elisa, sekarang nomor urut 7 sudah kak Elisa ganti dengan 70, kita lanjutkan memikirkan rencana selanjutnya, kita harus cari orang dulu untuk dapat membantu kita, melancarkan rencana kita ini, dan untuk mengantisipasi jika ada masalah berkala atau untuk menganti nama kak Elisa di daftar."


Tiba-tiba terlihatlah Helena yang sedang berjalan, Elisa tanpa pikir panjang langsung mengejarnya, dengan semangat menuju Helena dan dia kepikiran jika Helena bisa membantunya.


"Nona Helena tunggu sebentar!" seraya mengatur nafasnya.


"Iya ada apa Nyonya Elisa? Ada yang bisa saya bantu?" Helana tampak kebingungan.


"Nona Helena bolehkah aku minta bantuan mu, ini masalah yang sangat penting."


"Oke! Tapi, anda butuh bantuan apa yang bisa saya berikan untuk anda Nyonya Elisa?"


Karena waktu juga sangat mepet Elisa harus cepat-cepat menghapus namanya di daftar, apa lagi jika musuh-musuh tahu jika Elisa adalah istri Andre. Itu akan memicu sesuatu hal yang tidak bisa di bayangkan.


"Aku ingin mengganti tempat dudukku yang seharusnya nomor 7 jadi nomor 70 bisakah kau membantuku untuk mengganti namaku di kursi dan di catatan yang ada di panitia, bila perlu di tiadakan identitas ku!" ucap Elisa memohon.


"Jika harus menghapus dari daftar maka itu akan sulit Nyonya, tapi kalau hanya menganti nama saja itu mungkin bisa saya usahakan."


"Baiklah kalau begitu, tidak masalah yang penting bisa di ganti" ucap Elisa yang agak lega tapi masih was-was.


"Oke! Nanti aku akan coba tanyakan ke bagian Operator karena mereka yang di bagian pendataan."


"Iya gak apa-apa, terima kasih banyak yah nona Helena, maaf sudah merepotkan anda dan mau bersedia untuk membantu ku." ucap Elisa yang ucapkan syukur.


"Sama-sama, nyonya Elisa. Anda juga sudah membantu saya untuk mempertemukan kita kembali" Helena dengan senyuman yang mengembang.


Tak lama terdengarlah suara dentuman dari dalam Aula, semua peserta atau calon pendamping pemimpin langsung berbondong-bondong memasuki aula tersebut, langsung diarahkan ke tempat mereka masing-masing sesuai dengan pilihan mereka.


Ternyata nomor urut tidak menjamin mereka akan duduk di kursi yang sesuai dengan urutan, malah sesuai dengan pilihan yang diinginkan untuk menjadi pendamping pemimpin dari siapa yang ada.


"Azalea bagimana ini, ternyata nomor itu tidak berguna juga, dan bukan satu-satunya yang harus di banggakan ternyata kita tidak memikirkan matang-matang hal ini, malah terkecoh dengan nomor urut tersebut, kita malah akan duduk di tempat pilihan kita. Aku harus milih apa sekarang? gak mungkin dong aku memilih grup yang lain!"


"Sial! Aku juga tidak tahu jika seperti ini, Kak Elisa rencana kita gagal total nih? kakak pilih saja grup Flower, grup itu kandidatnya seorang wanita. Pokoknya kakak jangan pilih ANDRILOS, karena akan sangat berbahaya."


"Apa kau yakin? Aku sangat binggung" ucap Elisa yang sedikit agak berbisik.


PANITIA : Nona, silakan isi ceklis disini mau ke anggota grup mana?


ELISA : ANDRILOS, banyak juga ya? Dan The Wolf.


Hampir saja Elisa keceplosan mau bilang ke grup suaminya, tapi langsung cari alasan yang jelas dan sealami mungkin. Agar panitia pelaksana seleksi tidak curiga terhadap dirinya, Elisa langsung tersenyum tipis.


PANITA : Iya karena mereka yang jadi bintang utamanya disini, ANDRILOS adalah grup tertua dan grup Wolf yang terkenal sedunia jadi anda milih masuk kedalam grup yang mana?

__ADS_1


ELISA : Flower, saya akan daftar kesini.


PANITIA : Baiklah, silakan duduk di tempat yang ada bendera mawar merah.


Elisa duduk di tempat yang di tunjukan, di barisan ke tiga kursi ke 5, iya juga bisa lebih jelas melihat kursi para pemimpin yang sedang di persiapkan.


1 Jam kemudian, satu persatu ketua grup dan para antek-antek memasuki aula. Di mulai dari grup terkecil dulu yang baru saja merintis usaha yang sedang berjalan. Hingga grup terpopuler, seperti the wolf dan sekarang tinggal grup ternama atau pentolan yang paling kuat. Dari para grup, seperti : BLACK EAGLE, FLAYING KING, LION SKY, JOURNEY, dan ANDRILOS.


PARA WANITA : Wahhh! Itu keren sekali, Kyaa... lihat tuan Arnold sangat tampan sekali.


PARA WANITA : Tuan Zakaria, manis sekali kyaaaaaa.


Teriakan dan sorakan begitu ramai di didalam aula seperti konser saja, Elisa hanya bisa menutup telinga karena tidak bisa mendengar apa yang di katakan oleh Azalea.


Semua sudah sangat heboh karena kedatangan beberapa pemimpin, lalu saat pemimpin grup Flower satu-satunya wanita dari pemimpin grup yang ada disana, para wanita langsung terdiam hanya para pendukung saja yang bersorak ria, Elisa malah ikut bersorak-sorai menyambut kedatangan pemimpin grup tersebut.


Hingga akhirnya saat mereka langsung di hebohkan dengan pengawalan yang begitu sangat ketat, bahkan bodyguard ya kelas elit semua. Mereka yang hadir pada kebinggungan siapa yang akan hadir sebenarnya, hingga pengawal begitu sangat banyak dan ketat. Tak lama muncullah seorang pria yang memiliki aura yang cukup kuat, dan bersahaja juga sangat bersahabat dengan lingkungan dengan senyuman paling menawan yang dapat memikat dan meluluh lantakan hati para wanita, sangat manis membuat semua melihat ya melemas dan meleleh.


Apa-apa dia itu, sengaja tebar-tebar pesona biar tenar atau sengaja membuat aku kesal, dia pikir paling bersinar sendiri kali yah, kesel banget aku tuh. Walau dia suamiku, tapi aku gak suka dia seperti itu. Dumal kekesalan Elisa dalam hatinya.


Semua pada berbisik-bisik membicarakan pemimpin yang terakhir muncul, iya sangat di kagum hingga pada terkesan sangat sederhana tapi elegan dan anggun dialah sang bintang utama yang selalu di tunggu walau suka sekali datang belakangan.


Mata Andre mencari seseorang disetiap kelompok, iya siapa lagi jika bukan istrinya yang di cari, matanya mode on aktif mencari di setiap tempat duduk, dengan senyuman tipis di wajahnya, hingga melambai tangannya. Hingga satu titik, ia baru menemukan keberadaan sang istri, terlihat Elisa menujukan ketidak sukaannya pada Andre, dengan wajah jutek. Andre mulai berubah wajahnya menjadi pria cuek dan berdarah dingin, karena aura Elisa terlihat tidak baik.


GULFTAF : Tuan, di masing-masing kelompok tempat duduk para calon pendamping sudah ada bendahara lambang logo grup, lihat ternyata banyak juga peserta ya, ouh! itu, Tuan sepertinya itu yang ada di tengah itu adalah grup ANDRILOS.


"Iya aku tahu, Gulftaf. Coba kamu cek bendera apa yang di samping ANDRILOS?" ucap Andre yang sangat penasaran.


Karena Tuan Andre bicara dalam bahasa Indonesia maka Gulftaf jadi mengubah cara bicaranya dengan Andre, Gulftaf lalu melihat bendera flower.


"Grup Flower yang ada di sebelah kiri dan sebelah kanan grup the wolf Tuan. Apakah ada masalah?" tanya Gulftaf kebingungan.


"Tidak, hanya saja kenapa istriku ada disana bukannya di kelompok ANDRILOS."Andre agak kebingungan karena istrinya tidak duduk di kelompok ANDRILOS.


"Huh? nyonya? ada disini?" ucap Gulftaf matanya seketika langsung mencari sosok wanita yang di katakan oleh Andre.


"Nggak usah lebay kaget gitu, cepat atau lambat kamu akan menemui istri saya, apakah kamu lupa jika aku sudah beristri," ucap Andre.


"Iya, saya sudah tahu tentang identitas dari anda, hanya saja selama 5 bulan saya bekerja dengan anda, saya belum pernah melihat wajah nyonya secara langsung, saya sudah tahu jika anda telah menikah. Tapi, kok bisa nyonya masuk kesini, bukan ya tempat ini adalah pelantikan untuk menjadi pendamping. Tapi, nyonya malah ikutan?"


"Jangan terlalu keras suaramu, iya istriku ikut dalam kegiatan gila ini. Sudahlah jangan bahas itu, lupakan. Apa alasan dia malah duduk di kursi grup Flower."


"Mungkin di grup ANDRILOS sudah tidak ada kursi kosong tuan, coba anda lihat secara teliti. Tak ada kursi yang tersedia disana, tanpa tersisa."


"Hmm- Begitu yah? yaudahlah."Andre langsung melihat ke tempat anggota para calon pendamping untuk ANDRILOS.


Saat sedang asyik mengobrol dengan Gulftaf tiba-tiba namanya disebut oleh host membuat Andre kelabakan.


HOST : Kita sambut inilah pemimpin penerus dari grup terkuat dan tertua kita Tuan ANDRILOS, kita sambut Tuan Alzam...

__ADS_1


"Ouh! namaku disebutnya, hmmm.. bikin kaget aja." ucap Andre yang langsung berdiri dengan lambaian tangan, lalu ada seorang wanita cantik mendatangi Andre membawakan mic.


HOST : Silakan tuan ANDRILOS, berikan sepata dua pata untuk membaut semua yang hadir disini merasa bersemangat.


ANDRE : Oke! cek-cek... Saya ucapkan Terimakasih untuk host karena sudah mempersilahkan saya untuk berbicara, pertama-tama kita kenalan dulu ya, saya akan memperkenalkan diri. Nama saya Alzam Andriano luwiss Clarkson. Atau bisa di singkat Alzam Clarkson. Salam kenal semua, saya pemimpin penerus ANDRILOS yang baru.


Semua langsung senang bersuka cita dengan ramah dan sangat bersemangat, didalam aula tersebut seakan mau meledak, karena teriakannya suara dari mereka, hingga suasana itu seakan ramai tak tahan dengan senyuman maut dari Andre, ditambah wajahnya yang rupawan. Saat ini Elisa meremas gaunnya karena kesal dan jengkel dengan sikap yang di tujukan suaminya itu terlalu banyak muka.


Lalu berlanjut memperkenalkan para pemimpin selanjutnya hingga seterusnya, acara penyambutan dan seni pertunjukan sudah di perlihatkan, tinggal acara inti yang belum di tampilkan.


Satu persatu semua peserta yang hadir menampilkan bakat dan kemampuan mereka masing-masing, beberapa ada yang terkesan dan mencatat nama dari perseta yang tampil, jika itu mengesankan bagi mereka, entah itu dari grup lain juga mencatat nama dari peserta mereka inginkan walaupun peserta tersebut bukan dari anggota grup mereka.


Semua pemimpin sibuk mencatat dan mencari tahu nama dari peserta yang mereka inginkan, hanya Andre yang menikmati suasana tersebut tanpa mencatat apapun, karena papan catatan masih tergeletak di meja. Gulftaf sempat binggung karena tuan Andre, yang memberikan tepuk tangan pada setiap peserta, tapi tak mencatat apapun di papan informasi pilihan.


"Tuan, kenapa anda tidak mencatat nama mereka di papan informasi. Jika mereka mengesankan, apakah anda tidak menemukan yang ada suka, mereka tidak menarik perhatian anda yah."


"Semua bagus, hanya saja aku sangat sulit untuk menentukan pilihan, jadi aku tak mencatat apapun, biarkan otakku saja yang mereset semua data dan nyimpan di dalam tempat yang paling aman, jadi tak akan ada yang bisa membaca yah."


"Anda ini memang sangat luar biasa Andre Tuan, yaudah terserah anda saja"


Walau seperti itu, Gulftaf yang mengalah aktif mencatat nomer dan nama hingga grup mana dengan peserta yang tampil luar biasa yang di sukai agar tuannya bisa memilih sendiri nantinya. Hingga tiba waktunya Elisa yang tampil, Elisa terdiam sejenak menatap suaminya yang ada di depan dengan tatapan tajam.


"Mampus aku, dia marah besar. Sulit untuk membujuknya, jika sudah ngembek." dumalnya.


"Apa maksud anda Tuan?" Gulftaf tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh tuannya tersebut.


Suamiku sepertinya kamu sangatlah suka wanita dengan pakaian yang terbuka rupanya, dan bisa meliuk-liuk kan tubuh mereka, baiklah akan ku tujukan padamu dan di depan semua orang apakah kamu akan bereaksi.


Apa yang akan kamu tujukan sayang, jangan lakukan hal gila yang akan mempermalukan diri mu sendiri. Aku minta maaf, apapun yang kamu lakukan padaku aku janji tak akan melawan. Tatapan ya seram sekali, aku tidak bisa melihat ini. Gerutu dalam benak Andre yang kalang kabut baru dapat tatapan dari Elisa.


Elisa mengambil sebuah hula hoop, meletakan di kaki pinggang dan tangannya setelah semua stabil lehernya juga di berikan hula hoop. Hingga Andre merekam aksinya dengan hp miliknya.


"Dia sangat cantik, tapi apa harus dengan pakai seperti itu yah sayang? kenapa itu terlihat sangat ketat. Dia marah padaku, setidaknya jangan balas dendam dengan hal ini, sayang. Jangan lama-lama marahnya." Gerakan bibir sedikit berbisik, Elisa yang memperhatikan sadar. Lalu Tersenyum menakutkan, seringai yang penuh dengan kemenangan.


Gulftaf tak mengerti akan tuan Andre malah rekam aksi wanita tersebut, yah Gulftaf tidak tahu jika wanita yang ada di depannya itu adalah istri Andre.


Setelah selesai Elisa langsung pergi, sadar jika istri menjadi sorotan Andre semakin kesal, beberapa orang yang mencatat namanya di papan informasi, setiap masing-masing grup telah memiliki nama Elisa di catatan mereka.


Makanya jangan kamu bermain api dengan istrimu suamiku, sekarang kamu akhirnya tahu bagaimana rasanya hatiku saat ini yang kesal karena dirimu. Ucap dalam benak Elisa yang memuncak, karena sang suami.


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Minggu 30 Oktober 2022.

__ADS_1


__ADS_2