
Kepulangan Andre ke indonesia, karena dia tidak bisa meninggalkan tanggung jawabnya sebagai seorang ketua rumah sakit, apalagi dia meninggalkan Try seorang diri untuk mengurus segala urusan dan tugasnya.
Berada di sebuah mobil hitam, Elisa yang duduk di sebelah suaminya merasa jika Andre terlalu terburu-buru untuk mengambil keputusan. Padahal Andre memikirkan tanggung jawabnya, dengan orang lainnya.
"Kenapa kita pulang sekarang, bukannya pengumuman belum muncul. Apakah ada yang kamu rahasiakan, atau kamu mau kabur lagi?" ucap Elisa spontan.
Andre langsung melirik dari ujung ekor matanya, karena ucapan Elisa tersebut.
"Kabur? Jika bicara bisakah kamu memikirkannya dulu, apakah kamu pernah berfikir bahwa kita harus menjadi profesional. Aku bukannya kabur, jika aku kabur tak mungkin aku bicara dengan papah jika ingin pulang ke Indonesia. Terus apakah kamu ingin tetap menunggu di sana, jika begitu tidak masalah bagiku, nanti ku suruh Aoda untuk mengantarmu ke sana lagi. Ini belum jauh, kita juga masih di darat" ujar Andre yang mempertegas ucapannya.
Dia marah ya? padahal aku hanya bicara sebenarnya. Kenapa ya akhir-akhir ini dia selalu emosi begitu jika bicara dengan ku, aku salalu di nada penegasan begitu. Apa sih salah ku, sepertinya segala sesuatu selalu dia merah, apakah Mas Andre sudah tidak menyukai ku lagi?
Isi otak Elisa yang kemana-mana, karena Andre memang saat ini kondisi tidak stabil, karena banyak urusan yang tidak terselesaikan dengan baik.
"Sudahlah jangan kamu pikirkan apapun, aku bicara seperti ini karena akhir-akhir ini kamu itu cukup menyebalkan sekali Elisa, semua keinginan mu apapun yang masuk di akal hingga yang tidak masuk di akal aku sudah penuhi. Tapi, kenapa malah sebaliknya. Keinginan ku kepadamu satupun tidak kau kubris, jadi jangan berfikir bahwa aku seperti ini karena aku tidak menyayangi mu lagi"
"Eh? bagaimana kau tahu pikiranku. Kamu membaca pikiran ku?" Elisa kaget karena apa yang di pikirkan yah tadi bisa di ketahui oleh Andre.
"Itu sih jelas terukir di wajahmu, jadi mulai sekarang kamu itu mau nurutin aku atau tidak. Aku selama ini selalu nurutin semua permintaan kamu, kenapa kamu bisa egois padaku"
"Baiklah, lalu apa permintaan kamu Mas? jangan yang susah-susah yah" ujar Elisa yang wajahnya mulai pasrah.
"Wah, kamu ini emang keterlaluan ya Elisa. Aku selalu di berikan permintaan yang diluar logika, dan sangat susah di cari. Tapi, giliran sendiri kok malah begini?" ucap Andre yang sengaja sedang menggoda istrinya.
"Baiklah, terserah kamu mau kasih perintah apa deh" ucap Elisa yang agak ngambek.
Andre tersenyum tipis, melihat wajah istrinya itu karena saat Elisa mulai pasrah dan tak bisa berkata-kata apa-apa, dia terlihat sangat cantik dan mengemaskan.
"Jadi gimana apakah kamu mau turun di sini, dan balik arah lagi untuk menunggu di istana itu dengan tuan Efrain dan George. Karena papah dan Dady juga pulang, gimana?" tawaran Andre.
"Untuk apa aku menunggu sendirian, jika kamu pulang. Aku datangkan kesini itu karena kamu, masa kamu pulang aku menunggu disana, kan aku tadi cuma tanya" ucap Elisa yang ngambek.
__ADS_1
"Yasudah, kan itu sudah di jawab, karena aku tidak mau lama-lama disana, karena aku meninggalkan tugasku sebagai dokter di indonesia, kasihan Try yang bekerja sendiri menggantikan aku"
"Ouh! gitu, jadi soal keputusannya gimana? akan di umumkan kapan kira-kira?" tanya Elisa yang cukup penasaran.
"Mana ku tahu, jangan dipikirkan lagi soal itu. Hmmmm! Apakah jangan-jangan sebenarnya, kamu juga mengincar kedudukan itu yah?" ujar Andre yang menebak, dengan bercanda.
"Gak! kan elisa cuman tanya. Biar Elisa bisa menyiapkan segala sesuatunya, kepentingan dan kebutuhan kamu, keperluan kamu juga aku harus pikirkan" ucap Elisa yang menegaskan.
"Ooouh! begitu. Yaudah gini saja, mendingan kamu tidur, nanti saat sudah sampai di bandara aku akan bangunkan lagi, tidak usah bahas apapun soal ANDRILOS. Oke!" ucap Andre yang menyuruh Elisa untuk istirahat, karena selama Elisa tak bisa tidur dengan tenang.
"Baiklah, Elisa juga mulai mengantuk" ucap Elisa yang menyenderkan kepalanya di tubuh Andre.
^^^INDONESIA^^^
^^^DI KEDIAMAN KELUARGA ARAFIF^^^
Setelah kepulangan mereka kemarin, Andre yang baru pulang dari rumah sakit kaget saat melihat Arafif sudah di halaman rumah. Menunggu dirinya, sebenarnya dia baru datang dari markas.
"Pah, kenapa ada di sini?" tanya Andre yang melihat Arafif duduk di taman halaman depan.
"Lah kan bisa nunggu Andre di dalam pah, di luar kan dingin. Yasudah yuk masuk, kita bicarakan saja si dalam"
Sesampainya di dalam rumah, Andre duduk di sebuah sofa dengan papahnya di sana. Terlihat Arafif cukup tegang karena entah bagaimana cara untuk menyampaikan pesan ini pada Andre, karena tak bisa memulainya.
"Ada apa pah, katakan saja apa yang papah pikirkan saat ini" ucap Andre yang menenangkan Arafif.
"Andre, papah sudah dapat konfirmasi dari pusat. Mereka semua setuju setelah melihat mu, mereka sepakat akan memilihmu sebagai ketua pemimpin dari ANDRILOS yang baru. Tapi, ada perdebatan juga di antara mereka, katanya mereka tidak bisa menerima pasanganmu sebagai nyonya ANDRILOS yang baru itu yang jadi masalahnya, karena Elisa tidak memiliki status kasta dan latar belakang pendidikan yang cukup untuk menjadi seorang nyonya dari kalangan bangsawan" ucap Arafif yang saat ini merasa bersalah.
"Begitukah, lalu apakah mereka ingin menuntut ku agar menganti nyonya ANDRILOS?" Ujar Andre yang terdengar oleh Monika dan Elisa yang baru datang, Elisa dari arah dapur, sedang Monika dari arah kamar tidurnya.
"Apa maksudnya itu," ucap Monika yang kaget karena mengira Andre akan menikah lagi.
__ADS_1
"Monika?" ucap Arafif yang kaget karena kedatangan Monika.
"Mamah?!" Andre juga sama kagetnya, karena mamah dan Elisa yang datang.
"Papah dan Mas Andre sudah pulang, kalian ganti baju dulu saja mas. Terus kita makan malam sama-sama" ucap Elisa yang tidak dengar apapun.
Lalu Elisa kembali lagi ke dapur untuk mengambil beberapa makanan yang tadi ia masak didapur.
"Jadi tadi kalian sedang bahas apa? Andre kamu sedang berniat untuk menikah lagi, kamu akan mengganti posisi Elisa?" ucap Monika.
"Nggak, kata siapa? jangan buat aku dan Elisa bertengkar dong mah" ucap Andre yang kesal.
"Lalu tadi kalian bahas apa?"
"Sudahlah Monika kamu jangan ikut campur dulu, aku belum selesai bicara dengan Andre, bisakah aku lanjutkan sekarang" ucap Arafif yang memotong pembicaraan.
Monika terdiam sambil melihat ke arah Andre yang masih cukup tenang. "Jadi pah, mereka mempersiapkan rencana apa lagi untuk penobatan ku, jika soal itu aku sudah menduganya, jadi kapan pelantikan ku?" tanya Andre yang agak kesal tapi ia tetap menahannya.
"Secepatnya jika bisa, hanya saja melihat kondisi dan situasi saat ini, sepertinya. akan ada penundaan kembali. Karena tidak mungkin mereka mau menerima nyonya ANDRILOS yang tidak layak" ucap Arafif.
"Apakah mereka lupa, jika visi misi yang aku cetuskan tidak melibatkan pasanganku, sepertinya mereka harus di beri pembelajaran agar bisa membaca kembali" ucap Andre yang menggertakkan gigi.
"Lalu bagaimana sekarang? kamu punya rencana"
"Aku akan pergi ke New York untuk bertemu dengan semua orang-orang kolot itu, yang tidak mengerti soal prinsip dan tata peraturan kesopanan, jika mereka tidak menerima istriku sebagai nyonya ANDRILOS, jadi mereka melawan ku sebagai Pewaris, aku akan gunakan klan bangsawan ku jika mereka berani merendahkan istriku seperti ini" ucap Andre yang cukup geram dengan semua itu.
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Sabtu 27 Agustus 2022.