PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
34. Memanjakan Sang Istri.


__ADS_3

Sesampainya di kota asal Andre lahir, kota dimana banyak kenangan buruk terjadi. Andre yang baru saja turun dari mobilnya setelah perjalanan naik mobil dari lapangan di bandara milik sendiri, mereka langsung di sambut oleh Joseph dan beberapa pelayan yang datang berjejer disana.


JOSEPH : Tuan dan Nyonya selamat datang kembali, kami sudah siapkan kamar untuk anda dan Nyonya. Silakan anda berdua istirahat, jika ada keperluan lain silakan hubungi saya.


ANDRE : Terimakasih, Jhosep.


Setelah itu Joseph undur diri karena harus menyiapkan sarapan untuk kedua majikannya, yah sesampainya disana jam 7 pagi.


"Mas Andre orang itu siapa?" Elisa yang binggung dengan orang yang menyambutnya tersebut, karena bukan Mariana atau pengurus pria lainnya yang biasa. Pria itu cukup muda mungkin sekakaknya Andre, usia mungkin tidak jauh berbeda.


"Pengurus rumah yang baru" jawab Andre singkat karena Elisa cukup kebinggungan dengan pria tersebut.


"Nenek Mariana dan kakek satu lagi itu kemana?" tanya Elisa sangat penasaran.


"Sudah waktunya mereka pensiun, cepat naik ke atas kamu masih ingat kamar kita kan" ujar Andre karena sudah melihat Glenn sudah berdiri di ruang tengah.


"Iya, ingat kok. Walau rumah ini seperti labirin, aku cukup pintar jadi masih ingat. Karena memori ku setara dengan Andre Azzam Arafif kok" ujar Elisa yang membandingkan dirinya dengan sang suami.


Hanya senyuman yang terlukis di wajah Andre saat ini, saat mendengar hal tersebut. "Begitu kah, baiklah cepat sana naik duluan mas akan menyusulmu, karena masih ada urusan yang harus mas bereskan terlebih dahulu"ujar Andre yang menyuruh Elisa untuk naik duluan.


"Okelah, Elisa juga mau mandi dulu deh. Eeeh– tapi koper-koper ya gimana? aku belum melihat ya, saat turun dari pesawat pun aku tak melihat ya" ujar Elisa yang baru ingat dengan barang bawaannya.


"Nanti juga ada di samping mu lagi, saat kamu selesai mandi, cepat sana ganti baju mu" ucap andre yang menyuruh Elisa untuk segera naik.


"Iya-iya" ujar Elisa yang langsung naik ke atas.


Setelah Elisa sudah menjauh dan hilang dari pandangan karena sudah menaiki tangga, Andre baru bisa menghampiri Glenn.


"Bagaimana persiapan ya Glenn, apakah ada masalah atau masih ada yang belum terlancarkan" tanya Andre.


"Semua sudah beres tuan, hanya saja apakah harus membuat skala besar selama sidang itu" Glenn masih agak binggung dengan tugas yang di berikan.


"Buat cela agar mereka tahu posisi mereka itu dimana? itu satu-satunya memberi mereka hukuman, kamu tidak usah khawatir jika kamu sudah melakukan perintah sesuai dengan porsinya, biar selebihnya aku yang atur" ujar Andre yang sudah memikirkan banyak cara.


"Baik tuan, saya sudah melakukan sesuai dengan perintah anda. Tak kan ada yang terlewatkan, semua tertata dengan sesuai" ujar Glenn dengan cukup yakin, karena Glenn menyiapkannya jauh-jauh hari.


"Ehmmm... Ngomong-ngomong aku tak melihat Aoda, dimana dia?" ujar Andre yang baru ingat dia sudah lama tak melihat pengawal setianya itu.

__ADS_1


"Dia sepertinya masih memata-matai para dewan yang akhir-akhir ini terlihat sedang merencanakan sesuatu yang buruk, karena kerap kali mereka mengadakan sidang di luar jam kinerja, sudah beberapa hari ini Aoda tak terlihat karena mungkin sedang fokus" ujar penjelasan dari Glenn.


"Begitu kah. Yasudah, sekarang kamu istirahatlah dulu, jika sudah selesai kamu datang lagi temui aku jam 1 siang" ujar Andre.


"Baik tuan, saya mohon undur diri" ujar Glenn memberi salam hormat dan langsung pergi.


Datanglah pelayan pria mendatangi Andre yang akan naik ke atas, mereka membawa barang-barang tempur milik Elisa.


PELAYAN 1 : Tuan, ini mau di letakan dimana>


ANDRE : Ouh, kalian letakan saja di kamar sebelah kamar tidur ku, kalian tahu kamar tidurku kan


PELAYAN 2 : Iya tuan kami tahu, saya akan bawa kopernya kesana.


ANDRE : Iya terimakasih yah, hati-hati bawanya karena istri saya cukup teliti jika barang-barangnya ada yang lecet sedikit


PELAYAN 1 : Baik Tuan.


Sarapan pagi setelah Andre dan Elisa sudah membersihkan diri, Elisa yang lebih dulu duduk di kursi sambil menunggu suaminya yang belum muncul-muncul juga.


"Ya kan tadi kamu duluan yang mandi, setelah itu aku juga langsung mandi kan, lagian gak lama gak apa juga kamu ini. Ya kalau kamu lapar tinggal kamu makan saja duluan, kenapa harus menunggu ku" ucap Andre yang tidak mau kalah juga.


"Hari ini kamu mau kemana?" tanya Elisa yang sangat penasaran dengan jadwal suaminya.


"Nggak kemana-mana, mau tidur" ucap singkat Andre yang memang ingin tidur.


"Masih siang bolong gini kamu mau tidur?" ujar Elisa yang protes.


"Yasudah gini saja, kamu mau apa hari ini" tanya Andre yang mengambil nasi untuk istrinya.


"Elisa mau berkuda, terus berenang, terus main golf" ujar Elisa polos.


"Pertanyaan aku, emang kamu bisa main semua itu?" menatap aneh kepada istrinya.


"Kan ada kamu yang menemaniku, lalu apakah tawaranmu tadi hanya kebohongan," ujar Elisa yang membuat Andre gak bisa menghindarinya.


"Baiklah, kita mulai dari mana dulu" ucap Andre pasrah.

__ADS_1


"Kita makan dulu, Elisa udah lapar dari semalam perut Elisa kayaknya kembung? gak enak banget" ucap Elisa yang menekan-nekan perutnya yang agak begah.


Semua permainan sangat lihai Andre mainkan dari golf hingga bermain kuda, Andre cukup hebat dalam menunggangi kuda. Elisa mencoba menaikinya, tapi belum juga jalan sudah teriak-teriak histeris.


"Udah ah, Elisa gak mau naik lagi bisa-bisa Elisa gak perawan lagi. Bukanya di bobol sama suami sendiri, ini malah sama kuda, udah ah... **** * Elisa sakit, turun kan Elisa" ucap Elisa yang minta di gendong sama suaminya.


"Ampun deh kamu ini, tadi kamu yang minta sekarang malah nyalahin kuda" ucap Andre yang sangat sabar.


"Berenang aja deh, ajarin Elisa buat berenang mas" ucap Elisa yang merengek-rengek minta belajar renang.


"Iya baiklah, yuk" ucap Andre yang ngikutin kemauan Elisa.


Andre cukup penurut manjadikan Elisa Ratunya. Yah bisa di bilang lagi memanjakan Elisa yang sedang stress gara-gara masalah ANDRILOS, itu menganggu kesehatan Elisa.


Saat Elisa sudah mulai lelah, jam menunjuk pukul 12 siang, waktunya makan siang. Elisa yang kelelahan dan sudah ganti pakaian, sudah duduk lagi di meja makan. Andre yang cukup setia duduk di samping yah.


"Udah selesai? mau apa lagi setelah ini?" tanya Andre.


"Istirahat bentar deh mas" jawab Elisa.


"Oke!


Tak lama Aoda datang, dengan beberapa informasi yang ingin di sampaikan, Andre yang cukup kaget karena tidak biasa-biasanya Aoda menerobos masuk saja tanpa hormat.


"Ada apa Aoda, kamu sampai menerobos masuk" tanya Andre yang kaget.


"Tuan, ada yang ingin saya sampaikan. Bisa kita bicara di tempat lainnya?"


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Senin 29 Agustus 2022.

__ADS_1


__ADS_2