PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
47. Markasnya.


__ADS_3

Andre membawa Elisa keluar dari tempat para wanita tersebut, terlihat banyak sekali orang yang wara-wiri dengan senjata api yang lengkap, Elisa yang berjalan di belakang Andre jadi sedikit agak takut, langsung mencengkram erat kain baju belakang Andre.


"Ada apa?" tanya Andre yang seketika berhenti saat Elisa mencengkram bajunya itu.


"Mas, apakah ada penyusup?" ucap Elisa yang masih sedikit agak takut dengan orang-orang yang bersenjata.


"Tidak ada, kamu tenang saja tempat ini yang paling aman. Karena ini tempat yang paling jauh dari negara mana pun, mereka adalah prajurit militer milik Zever dan Xeverio" ucap Andre yang menjelaskan.


"Zever dan Xeverio mereka seorang tentara?" ucap Elisa agak syok.


"Iya, mereka tentara. Tapi, mereka bukan tentara milik negara. Malah mereka tentara yang di takuti oleh banyak negara, jadi mereka punya kelompok pasukan yah sendiri" ucap Andre yang kembali melanjutkan perjalanan, seraya memindahkan tangan Elisa ke genggaman tanganya.


"Jadi mereka tidak berhubungan dengan negara, semisalnya terjadi perang. Apakah mereka tidak akan masuk ke kubu-kubu lainnya kan. Atau mereka bisa tergiur kena suap jadi mereka ikut perang" Ujar Elisa yang sangat penasaran dengan apa penjelasan Andre.


"Hmmm- apa sebenarnya yang ingin kamu ketahui, dan ingin mencari informasi apa dariku" ucap Andre yang langsung ketawa geli dengan pertanyaan Elisa tersebut.


"Apa yang lucu si mas, kok malah ketawa gitu?" Elisa malah kebinggungan dengan apa yang di tertawakan Andre.


"Sayang, itu adalah urusan mereka. Kamu tak usah ikut campur, jika mereka seperti apa yang kamu fikirkan itu. Kayaknya tidak akan, karena mereka tak bisa dikalahkan dengan suap ataupun harta. Mareka punya prinsip dan sumpah mereka sendiri, jadi kamu tidak takutkan akan hal tersebut. Apa lagi semua itu menyangkut kemampuan mereka, dengar sayang. Zever dan Xeverio adalah seorang pembela yang menurut mereka benar, jadi tidak mudah untuk melumpuhkan begitu saja" ucap Andre yang menjelaskan semua itu.


"Hmmm begitu yah, jadi mereka itu tidak akan terpengaruh soal itu. Lalu apa hubungannya denganmu? sepertinya mereka menghormati dirimu" ucap Elisa yang sangat penasaran.


"Hmmm, untuk itu aku juga sulit untuk menjelaskannya. Dulu saat aku sakit akibat pengaruh penculikan ku, aku di bawa ke Italia untuk pengobatan dan hipnotis, agar aku melupakan apa yang kulihat dan ku lalui saat itu. Mereka sudah ada di sana dan mengaggap aku adalah kakak mereka sejak saat itu, Zever dan Xeverio dia bukannya takut padaku tapi menghormati aku sebagai kakak tertua mereka di kelompok" ucap Andre yang memang lupa detail kejadian masa lalu bertemu dengan Zever dan Xeverio.


Perjalan mereka telah sampai di suatu tempat latihan di mana terlihat banyak pria-pria bertubuh kekar dan Atletis sedang latihan fisik di sana, mereka hanya telanjang dada. Ada yang penuh dengan bekas luka ada juga bekas luka bakar, semua tampak jelas di lihat Elisa.


ZEVER : Kau datang, mau ikut latihan?


ANDRE : Tidak, terimakasih. Zever dimana Zacky, Kevin dan anggota lainnya. Apakah kau membawa mereka?


ZEVER : Para tuan muda. Tentu saja ada di ruang medis, karena luka mereka. Tapi ada yang paling parah luka yang di terimanya? si ketua bodyguard itu lukanya lebih parah.


ANDRE : Apa maksudmu? Lalu bagaimana keadaannya?


ZEVER : Lihat saja sendiri sana, dia mengalami 3 luka tusuk dan 2 peluru. Aku tidak tahu sudah selesai belum Operasi ya, ada Xeverio di sana.


ANDRE : APA! Kenapa kamu baru bilang sekarang sih? menyebalkan kau Zever.


ZEVER : Aku tidak tahu jika kau begitu peduli pada bawahan mu itu, pergilah sekarang. Lihat keadaannya gimana? coba kau cek sendiri.


Ucap Zever yang cukup santai bicara, ya nyawa manusia bagi Zever yang tidak ada apa-apa ya, karena manusia satu ini berdarah dingin.


"Sayang, aku ingin temui Aoda dulu, kamu pergilah ke ruang di sebelah sana yah" ucap Andre yang menujukan jalan ke arah ruang rawat inap Zacky.

__ADS_1


"Kamu bilang aku tidak boleh jauh darimu, kenapa sekarang kamu menyuruh ku untuk pergi sendiri ke ruangan sebelah sana, dan kita malah harus terpisah disini" protes Elisa.


"Udahlah jangan berdebat sekarang, pergilah dengan Zever dia akan mengantarkan dirimu" ucap Andre.


"Iya, baiklah" dengan menarik nafas dalam-dalam Elisa pasrah begitu saja.


ANDRE : Zever aku titip Elisa, antar kan saja dia ke ruang dimana Zacky dan Kevin berada. Aku akan pergi temui Aoda dulu, jaga dia.


ZEVER : Hmmm, baiklah kau pergi saja dulu. Serahkan dia padaku, Aoda mungkin sedang diujung tanduk.


Setelah itu melihat Elisa sebentar dan langsung berlari menuju ruang dimana Aoda sedang sekarat di sana, dengan tergesa-gesa.


"Kenapa sikapnya aneh sekali, sebenarnya apa yang terjadi? dia pergi tanpa menoleh kembali" Elisa yang terlihat kebinggungan dengan sikap yang di tunjukkan oleh suaminya tersebut.


ZEVER : Nyonya mari, biar saya antar ke ruangan.


"Iya tengyu" sebenernya Elisa tidak mengerti dengan apa yang di katakan Zever hanya saja Elisa hanya menebak, apa yang di katakan Zever.


Di ruangan rawat Zacky yang sudah sadar sekarang sedang duduk terdiam sambil baru selesai minum air, Elisa datang dengan Zever.


"Kak Zacky?" panggilan khas Elisa.


"Elisa, kamu baik-baik saja. Bagaimana keadaan kamu?" tanya Zacky yang sangat kaget karena Elisa datang.


"Aku baik kak?" Elisa langsung duduk di sebelah Zacky.


"He-he-he gak ada kak cuman ini dan ini saja. Cih! kenapa pertanyaan kakak sama kayak mas Andre tahu" ucap Elisa yang langsung mencegat.


"Benarkah begitu! ha-ha-ha itu tandanya gen klan bangsawan kami cukup kuat" ucap Zacky.


"He-he-he iya juga sih. Mana kevin" Elisa tanya keberadaan Kevin.


"Lah itu! kamu tidak melihat ya? boca sialan itu malah asik-asik lelap dalam tidurnya" ucap Zacky yang agak kesal dengan ponakannya itu.


"Hmmm, jangan marah begitu kak. Kevin sudah berusaha semaksimal mungkin kok! Terimakasih ya kak, dan maafkan aku yang telah membawa bencana untuk kakak. Lihat lah luka Kaka cukup parah!" Elisa merasa bersalah.


"Kamu ngomong apa sih, jangan katakan hal itu"


"Iya maaf, tapi gara-gara aku. Kakak yang harus mengalami ini semua hanya untuk melindungi Elisa, kalian jadi terluka seperti ini begini"


"Aku tidak apa-apa kok Elisa, kamu tidak usah khawatir. Nanti besok juga akan sembuh kok, luka kayak gini mah gak ada apa-apanya. Kamu tenang saja Elisa, yang penting kamu selamat"


"Iya kakak, terimakasih. kakak harus cepat sembuh, karena aku tidak ada temen untuk curhat"

__ADS_1


"Dasar kamu ini! Ouh ya, tadi kamu bilang jika Andre bertanya yang sama seperti ku, apakah dia sudah datang? lalu di mana boca itu?"


"Nggak tahu, tadi di perjalanan dia malah pergi berlawanan arah, jadi aku di antar oleh dia ke sini" ujar Elisa menuju Zever yang masih berdiri tegap di ambang pintu.


"Ouh gitu, yaudah kamu di sini saja dulu Elisa. Jangan ikut-ikutan Andre, mungkin dia masih agak sibuk dengan urusan yang harus dia selesai kan" tebak Zacky yang hanya bermodalkan insting ya.


"Iya kak," ucap Elisa dengan senyuman yang mengembang dengan luas di wajahnya tersebut.


Zever yang masih saja berdiri di sana seperti satpam, membuat Zacky tidak bisa berbuat apa-apa dan agak risih dengan tatapan mata Zever tersebut.


ZACKY : Hai, Zever dimana Andre? dan jangan berdiri di sana kau cukup menakutkan dari pada hantu tahu.


ZEVER : Dia sedang pergi melihat para anak buahnya yang terluka parah itu. Boleh ku tanya, apakah anda pernah melihat hantu? hingga bisa mengatakan hal tersebut tuan Zacky.


ZACKY : Begitu, lagian kamu menatap ku seperti itu buat aku takut tahu. Boleh ku tanya lagi? Apakah ada yang mati?


ZEVER : HMMM- Aku kurang tahu juga soal itu, karena aku tidak kesana secara langsung, jadi aku tidak tahu.


ZACKY : Aicccs- boca ini! Bikin aku kesal saja, yaudahlah sana pergi.


Zever menaikan satu alisnya dengan perintah yang di katakan oleh Zacky, jelas dia tidak mau menuruti apa yang di perintahkan itu.


ZEVER : Untuk alasan apa aku pergi? Lalu bagaimana dengan nyonya jika aku tinggalkan di sini sendirian?


ZACKY : Kau tenang saja lagian di sini ada aku, jadi kamu pergi saja dari sini.


ZEVER : Lalu bagaimana anda bisa melindungi dia, dalam keadaan anda sedang terluka, bagaimana akan menjaganya?


ZACKY : Lagian ini di tempat aman, kenapa harus di takutkan.


ZEVER : Walau di sini aman, tapi kita juga masih harus waspada bukan.


ZACKY : Iya juga sih, yaudahlah terserah kau saja, mau menunggu atau pergi. Bawakan saja makanan yang enak, dan bilang pada pelayanan, kami lapar. Jika anak itu bangun dia pasti akan lapar, apa lagi jika mencium masakan.


Ucap Zacky yang menuding Kevin yang tertidur pulas tersebut, Zever akhirnya pergi untuk memberi tahu para wanita agar untuk menyiapkan hidangan.


ZEVER : Iya, baiklah. Aku akan pergi sekarang.


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Jum'at 16 September 2022.


__ADS_2