
Keyshu yang menahan Elisa agar tidak mengejar Andre yang saat ini sedang di puncak kemarahannya, Elisa binggung harus bagaimana bersikap sekarang. Karena Andre saat ini sedang tidak mau mendengarkan apapun yang di ucapkan oleh Elisa, itu semua juga gara-gara sikap Elisa yang tidak mau menurut apa yang di katakan oleh Andre, mungkin Andre sebagai suami merasa tidak di hargai ucapnya, itulah sebab munculnya emosi dalam benak Andre yang berprilaku sangat dingin dan acuh seperti pada Elisa.
Mas Andre, masih saja memalingkan wajahnya. Kenapa kamu seperti ini sih mas. Amarahmu belum juga redah terhadapku, lalu aku harus bagaimana lagi agar kamu mau memaafkan ku? Aku sudah tidak tahu lagi harus bagaimana dan apa yang aku lakukan untuk menebus semuanya. Isi dalam hati Elisa yang sudah tidak karuan.
"Elisa sudah jangan ikuti Andre terus sepertinya Andre sedang dalam amarahnya terhadapmu," ucap Keyshu yang menahan tangan Elisa.
"Baiklah paman, emang bukan sekarang waktu yang tepat buat bicara dengannya!" Elisa sadar jika dirinya kurang pengertian.
"Aku binggung sama sikapnya itu, tadi pas di kamar dia melihatmu sampai memelukmu. Apakah yang tadi itu dia ngigaunya? Jelas-jelas manggil nama kamu jelas banget, lalu tiba-tiba pas melihat kami dia langsung mengalihkan pandangannya" ucap Keyshu yang kebinggungan.
"Jangan kan paman, aku saja juga binggung sama dia! Padahal aku segede gini masa iya gak kelihatan?" ucap Elisa yang kesel.
"Kamu bener Elisa, sepertinya keberadaan kamu itu tidak ada di matanya. Coba ceritakan pada paman, apa yang sebenarnya terjadi diantara kalian nak? Apakah kalian sedang bertengkar, Andre seperti tidak memperdulikan mu saat ini" ucap Keyshu yang menyadari sesuatu akan hubungan Elisa dan Andre.
"Entahlah paman, aku juga tidak mengerti akan maksudnya itu. Kadang kala dia bikin aku pusing, gara-gara sikapnya itu suka sekali berubah-ubah, kenapa bisa jadi seperti ini, aku juga binggung harus ngomong gimana lagi. Elisa juga suka jengkel menghadapi sikap mas Andre yang seperti ini. Padahal aku sudah meminta maaf berulang kali padanya, tapi dia masih saja bersikap dingin padaku malah menjadi semakin acuh dan seperti gunung es. Aku sangat kesulitan menghadapi sikapnya itu, jadi aku harus gimana lagi di posisi untuk menebus permintaan maaf darinya?"
"Hmph! Iya juga. Memang sangat sulit sekali untuk mengetahui apa yang dia mau, Elisa aku sangat khawatir jika Andre akan kembali menjadi Alzam, Jangan sampai Andre kembali seperti dirinya semula, Elisa. Jika Andre kembali seperti dirinya yang dulu aku tidak akan yakin, hidup kita semua akan aman, pasti tidak akan ada yang selamat sekalipun itu dalam neraka" ucap Keyshu yang memiliki ketakutan pada Andre di masa lalu.
"Apa maksudnya Paman," Elisa tampak kebingungan dengan apa yang di katakan oleh Keyshu.
"Elisa, pesanku hanya satu. Jaga Andre, agar dia tidak kembali menjadi dirinya yang dulu. Karena semua tidak akan bisa semudah saat ini lagi nantinya, kalau Andre yang dulu itu kembali ada, pasti akan lebih-lebih seperti gunung es."
"Sebenarnya apa yang paman katakan, apakah paman takut kepada mas Andre? Emangnya mas Andre akan kembali seperti apa dulu? dan bagaimana mas Andre yang dulu? Elisa tidak mengerti, aku mohon paman berikan aku penjelasannya soal itu" ucap Elisa yang langsung menatap penuh pertanyaan.
"Nanti saja paman akan ceritakan semua masa lalu dari Andre, paman harus pergi dulu karena masih ada pasien yang belum paman tengok!" ucap Keyshu yang langsung pergi meninggalkan tempat.
"Baiklah, paman akan aku tunggu cerita itu!" ucap Elisa yang agak kecewa dengan apa yang dikatakan oleh Keyshu.
KEYSHU : Zever jaga Elisa, ayah ingin ke rawat inap dulu. Ouh, ya jangan sampai kamu meninggalkan dia sendirian takutnya dia akan menyusul Andre, bisa runyam nantinya. Kau tahu saat ini Andre sedang seperti Alzam bukan Andre, jadi kau harus berhati-hati untuk berhadapan dengannya.
ZEVER : Ayah benar, ayah tidak usah khawatir padaku tapi khawatirlah kepada putra ayah yang lainnya, soal Xeverio dan Alex.
KEYSHU : Kamu benar, semoga mereka juga baik-baik saja masih mending gugur di lapangan dari pada harus menghadapi neraka dunia. Iblis malaikat di dunia nyata lebih sadis, dari pada itu.
ZEVER : Yasudah ayah pergilah dulu. Soal Elisa ayah tidak usah cemas, aku akan menjaga Elisa dengan baik, dia akan aman bersama ku dan akan jaga keselamatannya.
KEYSHU : Kamu memang bisa diandalkan nak, tapi ngomong-ngomong kenapa kamu tidak mau ikut dengan Andre? Sepertinya Andre juga tidak berniat untuk mengajak mu. Apakah Andre marah padamu juga, karena kamu menolak untuk ikut dengannya?
ZEVER : Andre tidak marah padaku ayah, aku sudah mengiyakan akan ikut tapi sepertinya biasa Andre merubah pikiran, lalu menyuruhku untuk tetap tinggal di markas. Alasannya karena aku harus melatih anak-anak dan anggota, jadi bukannya dia marah dan tidak berniat untuk mengajak ku. Sepertinya ada alasan lainnya yang dia sembunyikan, mungkin ada kaitannya dengan Elisa.
KEYSHU : Jadi begitu, yaudah. Kalau itu yang terjadi ayah agak lega, ingat Jangan cari masalah dengan Andre untuk waktu jangka panjang. Apakah bisa di mengerti Zever?
Hanya anggukan kepala yang di tunjukan oleh putranya Zever tanda jika itu di mengerti, Keyshu langsung pergi meninggalkan putranya. Sebelum jauh Keyshu menoleh sebentar kearah Elisa yang masih menatap bekas helikopter yang ditunggangi oleh Andre, seraya seperti masih kepikiran sama apa yang telah terjadi kepadanya.
__ADS_1
Apa ya maksud dari ucapan paman Keyshu, mas Andre yang dulu. Kenapa kata-kata itu selalu muncul, kak Zever pernah mengatakan hal yang sama, bukan hanya paman Keyshu. Aoda dan Glenn juga pernah mengatakan hal yang sama. Apakah ini pertanda jika mas Andre yang sekarang itu adalah palsu. Emangnya mas Andre yang dulu bagaimana? kenapa seakan-akan mereka takut, kepada mas Andre yang dulu, aku harus cari tahu soal itu. Ucap Elisa dalam pikirannya.
ZEVER : Elisa, sebaiknya kita kembali saja ke penginapan. Mari aku antar, jangan pikirin soal Andre dia pasti akan kembali. Mungkin saja saat dia kembali, dia akan tidak akan seperti itu lagi padamu. Ayo, kita pergi!
ELISA : Kak Zever, aku jadi kepikiran soal mas Andre, apakah aku salah. Kenapa dia seperti orang lain, aku sama sekali tidak kenal orang itu saat dia sedang marah begini, biasanya jika dia marah aku bujuk dia akan luluh, tapi kenapa sekarang kok dia tambah marahnya? Biasanya dia tak pernah marah sampai seperti ini kepadaku? Hingga mengabaikan aku, dan bersikap seolah-olah dia tidak melihat aku ada.
ZEVER : HMPH! Coba kamu ceritakan apa yang sebenarnya terjadi, pasti ada alasan di balik perubahan sikap Andre yang seperti itu, hingga membuat Andre bersikap dingin terhadap mu.
ELISA : Ceritanya cukup panjang, bagaimana aku harus memulainya.
ZEVER : Pendekkan, jangan panjang-panjang. Tapi, harus jelas, padat dan singkat.
Elisa menceritakan semua yang terjadi, Zever hanya mendengar Elisa yang sedang bercerita, seraya berjalan menyusuri lorong untuk kembali ke penginapan.
ELISA : Seperti itu ceritanya kak, jadi bagaimana pendapat kak Zever.
ZEVER : Hmmmm- begitu yah kejadiannya. Jika asal muasalnya seperti itu aku yakin dia punya jawaban sendiri dan alasnya Elisa, tidak mungkin dia marah tanpa sebab. Jika itu adalah Andre yang ku kenal, karena Andre yang ku kenal dia punya jawaban sebab dan penjelasannya tersendiri. Jadi teringat Andre di masa lalu, dia di juluki Devil Angel, karena walau dia bertangan malaikat tapi hati sekejam iblis.
ELISA : Maksudnya gimana kak, aku tidak faham dengan apa yang kak Zever katakan?
Seakan tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Zever, selama ini Andre selalu perhatian padanya. Tak sekalipun kasar atau berkata menyakiti hatinya, Andre selalu lemah lembut dan halus penuh kasih sayang terhadapnya.
ZEVER : Jadi gini Elisa, dulu Andre sangat di takuti oleh semua kalangan. Ras dan status saat mendengar nama Devil Angel, nama itu cukup terkenal di dunia.
ZEVER : Itu Andre yang sekarang yang kamu kenal dan ketahui, tapi Andre yang dulu beda lagi ceritanya. Karena kamu baru kenal Andre yang sekarang, bukan Andre yang dulu. Makanya kamu bisa mengatakan hal itu, karena kamu tidak tahu saja sisi Andre yang lainnya. Dia sangat mengerikan dan sangat ditakutkan para musuh-musuhnya saat di Medan perang, semua lawan-lawan saat mendengar nama King Devil Angel, pasti akan menghindarinya. Tapi, dia sangat di hormati saat berada di lapangan militer karena karismatik dalam memimpin strategi dan kecerdasan Andre dalam membuat senjata hingga membuat pasukan hidup tanpa ada korban jiwa yang harus tewas. Walau hanya ada korban yang terluka, tapi itu masih untung di bandingkan harus kehilangan nyawa.
Elisa terdiam sejenak sambil memikirkan apa yang di katakan oleh Zever, yah selama ini Elisa tidak tahu apapun soal Andre, suaminya juga sangat tertutup dan sangat misterius. Bahkan Elisa juga baru tahu jika Andre bisa beladiri, Andre bahkan bisa mengubah beda menjadi senjata yang mematikan.
Elisa mengingat setiap kejadian demi kejadian yang menimpanya selama ini, diluar Andre yang terlihat lemah lembut penuh kasih dan sayang, dan selalu bersikap seperti pria yang tidak bedaya yang selalu mengandalkan para pengawalnya tapi sebenarnya dia sangat kuat saat orang yang sayangi terluka atau terbunuh seperti Junlion waktu itu, Andre seakan menjadi pria yang sangat kuat.
ELISA : Kak Zever aku tambah binggung, jadi dulu mas Andre bagaimana? Setahuku mas Andre seorang dokter yang bertalenta, dan sangat bisa diandalkan.
ZEVER : Itu yang dikenal sekarang, istilah ya itu adalah topeng luarnya. Tapi, dalamnya hmmm- aku tak mau mengatakan yah karena sangat menyeramkan.
ELISA : Aku tidak mengerti, apakah selama ini dia menutupi jati dirinya yang asli? Apakah mas Andre yang selalu baik dan penuh perhatian itu adalah kebohongan dan tidaklah nyata?
ZEVER : Elisa, asal kamu tahu Andre punya takaran tersendiri dalam mengukur setiap kejadian. Kapan dia bisa baik, dan kapan dia jahat, karena Andre punya nilainya tersendiri untuk melihat skor tingkatan. Andre juga harus mencari sisinya yang mudah ia kendalikan, Andre bukan tipe yang marah tanpa sebab, atau emosi tanpa alasan. Membunuh tapa tujuan, jadi semua yang dia lakukan pasti sudah ia perkirakan, gerakan apa yang dia lakukan, dan telah ia pikirkan untuk menidaklanjuti apa saja resiko yang kemungkinan terjadi. Pokoknya dia selalu memperhitungkan segala hal ya secara terperinci tak ada yang terlewat.
ELISA : Kak Zever, aku. Boleh minta tolong. Bisakah kakak menceritakan segalanya padaku. Aku sungguh-sungguh seperti orang yang bodoh dan kehilangan arah, tak tahu harus bagaimana?
ZEVER : Elisa dengarkan ini, perubahan yang baik memang bagus. Tapi, mengubah siapa kamu itu jangan kamu lakukan, karena itulah ciri khas darimu. Andre tertarik padamu karena kamu wanita yang kuat, polos, dan ceria. Jadi, saat aku menceritakan masa lalu Andre. Kamu jangan mengubah dirimu, sejatinya sifat mu yang sekaranglah yang membuat Andre menyatakan ingin sekali menjadikanmu istrinya.
Elisa terdiam tak mengerti apa maksud dari apa yang di ucapkan oleh Zever, tak lama mereka akhirnya sampai di suatu tempat.
__ADS_1
ZEVER : Tempat ini dulu adalah tempat dimana Andre suka sekali bersembunyi, jika dia sedang marah. Kamu lihat pohon besar itu, dia suka sekali tidur disana.
Elisa melihat sebuah pohon besar yang di tunjukkan oleh Zever, tempat itu memang seperti tempat yang paling nyaman.
ZEVER : Dia jika marah akan mendiami semua orang, tidak mau bicara dengan siapapun, cuman pohon itu yang diajak bicara.
Elisa hanya melihat dengan seksama terlihat ada sebuah coretan dengan beda tajam disana, ada gambar orang-orang.
ZEVER : Aku dan Xeverio sangat jahil, karena aku sangat kesal padanya dia lebih suka menyendiri dari pada main dengan kita, akhirnya aku membuat gambar ini di pohon kesayangan. Dia marah besar, hingga ia mendiami aku selama sebulan. Tapi, kalau dia sudah benar-benar di puncak amarahnya, dia tidak akan segan untuk main tangan.
ELISA : Dia pasti sangat kesepian tidak ada yang memahami dirinya, makanya dia lebih suka menyendiri dari pada bicara pada orang, dan orang yang kita percayai malah berkhianat. Mungkin itu yang di pikirkan mas Andre, makanya dia sangat tertutup pada orang lainnya.
ZEVER : Bagaimana kau bisa tahu? seperti apa yang kamu katakan. Ayahku sebelumnya juga pernah mengatakan hal itu, sekarang aku mengerti kenapa kamu yang dia pilih sebagai istrinya, kamu memang yang terbaik menurutnya.
ELISA : Aku tidak tahu apa yang dia pikirkan tentang diriku, kadang aku juga merasa bersalah padanya. Karena sering mengabaikan dia, dan selalu tidak menuruti apapun yang dia katakan, aku sangat menyesalinya dan baru sekarang aku mengerti.
ZEVER : Dengar Elisa Andre mungkin sudah memikirkannya, secara matang untuk siap menikah denganmu. Andre pasti sudah memikirkan baik dan buruk yang akan dia pilih, sebagai seorang istri yang dia pilih. Seharusnya kamu juga sudah pasti tahu apa yang harus kamu lakukan, pikirkan lebih matang-matang lagi elisa untuk yang terbaik.
ELISA : Lalu apakah ada solusinya dan jalan keluar, beri tahu aku kak bagaimana? Apakah ada resikonya. Selama ini Andre enggan untuk mengatakan apapun padaku.
ZEVER : Aku tidak tahu, bagaimana caranya. Aku sungguh maafkan karena aku tidak bisa membantumu lebih, tapi asal kamu tahu Elisa kamu adalah satu-satu wanita diizinkan berada disisinya yang paling dekat, karena aku belum pernah melihat Andre seperti ini, mau memulai berperang lebih dulu hanya untuk melindungi kamu.
Elisa terdiam sejenak, karena untuk mencerna semua apa yang dikatakan oleh Zever.
ELISA : Apa maksudnya?
ZEVER : Kau tahu Andre pergi kemana sekarang, dia pergi dengan buru-buru sampai mengabaikan lukanya padahal dia baru saja bangun dari demam, karena dia ingin membelamu.
Jadi itu alasannya, mas Andre kamu kenapa tidak pernah bilang apapun, apakah aku masih di anggap istrimu, bisakah kamu katakan sejujurnya padaku. Ucap Elisa yang langsung mengerti.
ELISA : Sebenarnya apa sih yang terjadi? Apa yang dia sembunyikan dariku.
ZEVER : PERANG! kamu katanya telah mengusiknya geng mafia di ujian seleksi di High House, mereka ingin menyatakan perang terhadap mu. Andre tidak bisa melihatmu padahal terlibat dalam masalah yang runyam begitu, makanya dia yang maju. Hanya untuk melindungi istrinya yang telah membuat masalah baru baginya, wajar jika dia marahkan.
BERSAMBUNG...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Minggu 13 November 2022.
__ADS_1