PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
158. Ketahuan sang Istri.


__ADS_3

Keesokan paginya, Elisa yang baru bangun habis sholat subuh di kamar. Melihat ibunya sibuk di dapur, sedangkan ayahnya duduk sambil minum teh di dapur.


"Assalamualaikum teh! baru bangun?" tanya sang ayah pada putrinya.


"Iya ayah, maaf ya ayah. Tadi pas di bangunin ayah, teteh gak langsung bangun." ucap Elisa yang duduk disamping ayahnya.


"Iya gak apa-apa, tapi udah sholat subuh teh?" tanya ayah kembali.


"Alhamdulillah udah ayah, sekali mandi juga tadi." ucap Elisa yang mengambil air minum di atas meja.


"Teteh, mau dibikin teh anget atau kopi susu." tawaran sang ibu.


"Nggak usah bu, teteh mau ke warung dulu yah mau beli tepung, teteh mau bikin bakwan jagung. Kayaknya enak, pengen nyemil." ucap Elisa yang bangkit dari kursi.


"Yaudah biar ibu aja yang pergi, ini tolong di masaknya ikannya." ucap Siti yang melepas celemek.


"Nggak usah bu, biar teteh aja. Ibu mau pesan apa? biar sekalian teteh belikan?" ucap Elisa yang saat ini bangkit dari kursi.


"Nggak deh! Eh, ada minyak goreng sama telur. Ada uang yah?" tanya ibu.


"Alhamdulillah ada bu, yasudah Elisa pamit yah mau ke warung dulu." ucap Elisa yang langsung pergi meninggalkan rumah.


...****************...


Markas kemiliteran internasional, terlihat Andre yang saat ini menjadi komandan Tim elit, sedang sibuk mengawasi latihan para bawahannya.


"Kau akan pulang Minggu depan, alzam?" tanya Maura yang datang dengan kopi anget, yang di berikan kepada Andre.


"Iya, dia pasti akan merengek dan sangat merajuk jika aku tak pulang." ucap Alzam yang duduk mengawasi dari kejauhan para bawahan yang sedang pemanasan.


"Hmph! Walau Elisa terlihat kuat, tapi dia sangat manja padamu yah Alzam." ucap Maura yang melihat Andre tampak sangat serius melihat prajurit yang sedang latihan di lapangan.


"Dia sebenarnya anak yang manja, hanya akan menujukan manja kepada orang-orang tentu, seperti ayah, adik dan ibunya saja." ucap Andre seraya menyeruput kopinya.


"Kata siapa? perasaan dia akan lebih manja 10x lipatan saat dia bersamamu, aku melihat dia sangat suka sekali menggoda, dan lebih manja kepadamu." ucap Maura yang jarang diketahui, jika Andre akan menjadi pribadi yang berbeda saat bersama wanita yang dia suka.


Karena banyak sekali wanita yang bertingkah menggoda Andre, hingga tak jarang banyak juga dari mereka merayunya, dan mengunakan 1000 cara, untuk membuat Andre menyukainya. Tapi, hanya kepada Elisa sikap Andre berubah, dan bisa menjadi seorang yang berbeda.


"Hmph! Begitulah, aku juga kadang tidak mengerti sama sikapnya, walau aku sudah hampir satu tahun menikah dengannya." ucap Andre yang menatap langit biru.


"Memang kau tidak punya rencana, kedepan akan bagaimana? atau ingin membangun sebuah rumah tangga yang sesungguhnya dengan elisa?" ucap Maura membuat Andre melirik Maura dengan tatapan bingung.


"Hah! Apa maksudnya, membangun rumah tangga sesungguhnya? Memangnya, pernikahanku ini main-main, apakah kamu anggap aku menikah dengan Elisa sebagai lelucon." ucap Andre yang sangat penasaran dengan jawaban Maura.

__ADS_1


"Al, semua orang pasti akan langsung tahu. Kamu mungkin bisa membodohiku diri, dan orang lain, tapi bukan kami yang tahu kau siapa? Jujur padaku, kamu hanya memanfaatkan Elisa bukan! Sebagai tameng bertempurmu, bukan sebagai istrimu." ucap maura membuat Andre tidak terima.


"Memanfaatkan Elisa? sebagai tameng bertempurku, apa maksudnya itu."


"Jika kau sungguh-sungguh mencintai dia, dan ingin memulai hubungan yang serius, untuk mengambil beberapa keputusan dalam hati kamu, juga harus mengorbankan sesuatu yang paling berharga bukan." ucap Maura.


Maura yang tahu jika Andre masih menyimpan dendam di lubuk hatinya, atas pasukannya yang di bantai habis, dan orang-orang yang dia sayangi mati didepannya, ambisius Andre belum padam semenjak hari itu.


"Tolong bicaralah yang jelas, apa maksudnya." Andre semakin dibuat geram.


"Elisa hanya sebagi tameng pelindunganmu, bukan kau anggap serius posisi dan status Elisa saat ini, hanya untuk membuat posisimu stabil, dan agar mereka juga tidak mengira kau bukan gay. Rumor, kau hanya ingin menutupi rumor dan tujuanmu." ucap Maura.


Andre langsung terdiam, Maura seperti punya penilaian sendiri terhadap dirinya yang saat ini. Andre tak merespon lagi, hanya diam menatap lapangan.


"Aku sungguh-sungguh tidak punya niat seperti itu ke Elisa, jika memang terlihat seperti itu oleh orang lain, maka kau yang berfikir terlalu jauh akan diriku Maura. Aku sungguh tulus, ingin menikahi dia karena sebuah ikatan yang tidak bisa aku jelaskan, entah itu kebaikan." ucap Andre yang saat ini tatapan kosong.


"Pembohong besar kau Alzam, jika seperti itu. apakah pernah kamu sekali saja memikirkan apa yang dirasakan oleh Elisa, dan tekanan Elisa saat ini. Dia tertekan di berbagai sisi, walau dia tidak pernah katakan itu secara langsung padamu, coba kau perhatikan dia." ucap Maura yang melihat tempat latihan juga.


Sesekali melihat Andre yang mengeraskan rahangnya, seraya memikirkan setiap keanehan pada Elisa akhir-akhir ini. Sebenarnya Andre juga merasakan perbedaan itu, Elisa juga sekarang seperti sudah masa bodoh dan tidak lagi memperhatikan hal-hal terkait tentang hubungan suami-istrinya.


"Sekalinya aku lihat saja, dia pasti tertekan, dan punya pemikiran yang sangat menjunjung tinggi sekali arti hubungan pernikahan, di antara kau dan dia. Dia, pernah mengatakan padaku, jika tidak akan ada musuh atau wanita yang mampuh melumpuhkan dirimu, kecuali hasratttmu sendiri, dan dia juga tidak tahu apakah dirinya sebagai kekuatan mu atau kelemahan bagimu, karena yang dia tahu. Kamu selalu memilih idelogi dari prinsip mu yang kadang tidak masuk diakal." Sambung Maura yang saat ini mengatakan semua curahan hati Elisa selama ini.


Andre hanya bisa mendengar dengan baik, walau tangannya mengenal kuat gagang cangkir yang dia pegang.


Maura kaget dengan hal itu, dan melihat wajah Andre yang kesal dan jengkel karena apa yang dikatakan oleh Maura, semua yang dikatakan itu sebagian ada benarnya. Tapi, ada yang tidak bener juga.


Lalu Andre meninggal tempat, tak merasakan jika tangannya berdarah karena pecahan gelas dan air kopi yang agak panas itu.


...****************...


Melihat muka putrinya agak tidak baik Siti dan Yusman langsung merasa khawatir dengan tingkahnya itu. Memberikan kode pada istrinya agar bertanya pada putrinya itu, Siti langsung memegangi punggung putrinya.


"Ada apa teh? kok pulang dari warung mukanya ditekuk kayak gitu. Apakah tadi teteh ada yang bilang gak enak? atau ada yang menyinggung teteh!" tebakan sang ibu.


"Bilang sama ayah teh, nanti Ayah yang ngomong balik ke orangnya." ucap Yusman.


"Nggak ada ayah, ini hanya perasaan teteh saja yang tidak karuan." ucap Elisa yang saat ini sangat dibuat bingung oleh hatinya sendiri.


"Tidak karuan kenapa?" ucap Siti yang duduk di samping putrinya.


"Bu, kok aneh aja gitu. Semakin di pikirkan semakin aku gak mengerti yah aja ayah ibu." ucap Elisa yang baru memikirkan sesuatu.


"Aneh gimana maksudnya, ibu sama ayah kurang faham, ayah faham?" ucap siti yang saat ini sedang bertanya pada suaminya.

__ADS_1


"Nggak, ayah juga kurang faham." ucap Yusman yang saat ini malah garuk-garuk kepalanya.


"Tuhkan ayah kamu saja gak faham, jadi ada apa sih teh?" tanya Siti.


"Elisa mau tanya sama ibu dan ayah. Apa sih bu bedanya Mas Andre, sama cowok yang semalam jemput teteh." ucap Elisa yang ingin tahu pendapat dari kedua orang tuanya.


Kedua orang tuanya hanya bertukar pandangan, dan tidak mengerti apa yang dikatakan oleh putrinya itu.


Maksudnya gimana sih teh, ayah jadi bingung." ucap Yusman.


"Ituloh ayah, soal mas Andre dan si Fando apa bedanya." ucap Elisa.


"Lah, menurut sih gimana? Apakah diantara mereka ada bedanya?"


"Ih ibu, teteh kan nanya. Kok malah balik nanya, aku mau minta pendapat dari ibu sama ayah. Bukan balik nanya kayak gini, hanya ingin tahu." ucap Elisa yang sangat penasaran jawaban mereka.


"Yoh sudah jelas beda atuh teh, orang dari fisik aja udah beda, apa lagi merek produknya. Yo jelas beda, pabriknya aja pembuatan beda, gimana sih." ucap Siti yang menjelaskan.


"Ayah juga setuju sama pendapat dari ibumu itu Elisa, nak Andre kan suamimu. Diakan bukan siapa-siapa kamu, jelas beda." sambung Yusman menambahkan.


Elisa menghela nafasnya panjang. "Iiiiih. Ibu Ayah, bukan itu maksudnya. Ini soal tatapan orang dan sikap orang-orang sekitar Bu ayah, soal pandangan mereka terhadap Mas Andre sama Fando itu beda banget Bu ayah."


"Maksudnya gimana sih teh ibuku tambah nggak paham, sama omongan teteh."


"Waktu aku jangan salah Mas Andre nih ya bu, kan tahu yang namanya orang minta foto itu bukan satu atau dua, setiap aku jalan sama dia. Ampun deh! Cewek mau cowok terus aja menatap dirinya, aku sampai malu sendiri. Dari kalangan muda sampai anak-anak kayak mereka itu tersihir oleh pesona mas Andre, pokoknya kayak ada magnet tertentu." ucap Elisa yang menjelaskan hal itu pada orang tuanya.


"Ouh, jadi begitu. Teteh, lagi kangen nih ceritanya sama nak Andre?" sambung ayah yang asal menebak tapi tepat sasaran.


"Jadi, si teteh ini lagi cemburu nih ceritanya?" sindiran kuat dari sang ibu.


"Ya, iyalah bu. Seorang istri mana yang tidak merasa cemburu, jika suaminya dideketin banyak orang kayak gitu, apa lagi para wanita bu." ucap Elisa yang langsung menjawab.


"Iya deh, yaudah gak usah di pikirkan. Terpenting kata teteh, harus yakin jika nak Andre itu hanya mencintai teteh walau banyak godaan yah." ucap sang ibu yang menyakinkan putrinya yang bimbingan karena itu.


BERSAMBUNG...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Rabu 8 February 2023

__ADS_1


__ADS_2