
Mendengar permintaan dari Alea membuat Monika melihat suaminya yang saat ini masih melakukan donor darah untuk stok putranya, Arafif menujukan senyum di wajahnya menandakan dia juga ikut senang jika Monika juga dapat di terima oleh Alea yang sekarang jadi fikiran Arafif adalah Alex apakah dia akan menerima Monika dan dirinya atau tidak.
Syukurlah, jika putriku bisa menerima Monika dengan senang begini aku sangat lega, tapi bagaimana dengan putraku, apakah dia juga akan menerima Monika dan menerima ku? Aku khawatir jika putraku tidak bisa menerima kenyataan, iya ini semua salahku juga, mungkin dia akan menolakku. Tapi tidak dengan Monika, tidak masalah jika aku ditolak sebagai ayahnya, tapi jika Monika sebagai ibunya juga di tolak bagaimana, Monika pasti akan sangat sedih, yah walau sebagai ibu sambung. Dalam hati Arafif yang sangat berkecambuk.
"Tentu saja, aku akan penuhi permintaan mu putriku. Selama ini aku ingin sekali punya seorang putri, dan sekarang kamu telah memenuhi semua permintaan ku" ucap Monika sangat senang sambil memeluk Alea sangat erat dan sangat bahagia.
Melihat pemandangan seperti itu Arafif malah menitihkan air mata penuh kebahagiaan, dan teringat pada Zelia yang telah wafat. Berterimakasih karena telah bersusah payah untuk melahirkan kedua anaknya itu.
Disisi lainnya Elisa yang sedang menjadi perawat bagi prajurit di bantu oleh Glenn dan Aoda yang sibuk juga mengurus yang baru datang, Elisa tidak tahu sebab dari mereka kenapa bisa terluka dan sangat kesakitan seperti itu.
"Glenn sebenarnya apa yang terjadi, kenapa mereka bisa terluka begini, aku tak tega melihat mereka kesakitan, apakah diluar sana sedang ada perang negara yah?" ujar Elisa.
"Nyonya sepertinya tuan sudah mulai berperang, makanya semua ini terjadi" jawab Glenn yang menebak keadaan saat ini. Apa yang terjadi pada Andre, dan para pasukannya.
"Apa maksudmu glenn aku tidak faham, kenapa dia malah berperang, untuk merebutkan apa sih? dan untuk apa dia melakukan peperangan kayak gak ada kerjaan lainnya aja" ucap Elisa yang polos yang emang tidak atau apapun.
Glenn menatap Elisa yang saat ini sedang membalut luka pasien, Glenn langsung mendekati Elisa yang saat ini sedang sibuk merawat pasien.
"Apakah anda lupa nyonya, semua ini yang terjadi karena ulah siapa? Jika anda mau mendengarkan Tuan dan mau menurut apa yang dikatakan Tuan, semua ini tidak akan terjadi, mereka juga tak akan terlibat perang dan terluka seperti ini" penjelasan Glenn.
Elisa terdiam merasa bersalah, tangannya mulai bergemetar karena mendengar penjelasan tentang semua itu, sedangkan Glenn membantu pasien lainnya di sebelah Elisa.
"Iya, ini memang salah ku, aku salah dalam masalah ini. Aku sungguh sangat menyesali apa yang telah aku lakukan, seandainya waktu bisa ku putar kembali, jika aku tahu akan terjadi seperti ini aku juga gak akan melakukan hal semacam itu" gumam ya sendiri.
Glenn hanya bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Elisa dengan suara kecil itu, walau samar-samar terdengar.
...****************...
Hari demi hari, pasukan yang terluka sudah pada membaik kondisi ya. Alex juga mulai pulih Monika dan Alea selalu berada di sisi Alex saat tidak sadarkan diri, sedangkan Arafif membantu Keyshu untuk penanganan pada para prajurit yang terluka.
ALEA : Alex, akhirnya kamu bangun juga?
Alex membuka matanya setelah beberapa hari tidur karena tidak sadarkan diri, Alea dan Monika sangat senang bisa melihat Alex telah pulih.
ALEX : Lea, aku di mana?
ALEA : Kamu ada di ruang rawat di markas. Tidak usah khawatir, karena paman key yang telah menyelamatkan mu dan Tuan Arafif juga jadi kamu bisa tenang dulu, pulihkan kondisi mu ya Alex.
ALEX : Ayahnya kak Andre juga, lalu bagaimana dengan kak Andre?
ALEA : Belum ada kabar, kamu gak usah khawatir kan soal kak Andre ya, dia pasti akan baik-baik saja, mungkin pasukan bala bantuan juga pasti akan sampai untuk membantu kak Andre disana.
ALEX : Pasti kak Andre tidak akan izinkan mereka datang untuk membantu, karena kak Andre memulangkan semua pasukan ku. Pasukan mereka tinggal sedikit karena banyak yang terluka, aku harus pergi membantu yah.
Alex akan bangun tapi di tahan oleh Alea, sekhawatir itu Alex pada Andre karena terlalu menghormati Andre, dan terlalu mengidolakan Andre.
ALEA : Kamu mau apa? jangan bangun dulu, kamu masih lemah Alex, aku gak akan biarkan kamu buat bangun dulu setelah seminggu kamu gak sadarkan diri.
__ADS_1
Alea sangat marah pada Alex yang baru bangun tapi berusaha untuk bangkit dari ranjang seperti itu, Alex memaksakan dirinya karena ingin membantu Andre.
MONIKA : Itu benar nak, apa yang di katakan oleh Alea memang benar. Tidak usah kamu khawatirkan dia, nak. Karena putraku Andre pasti akan menang dan menyelamatkan semua pasukan yah, kamu tidak usah khawatir ya. Mendingan kamu pulihkan tubuhmu dulu, kamu baru saja bangun jadi tubuhmu belum sepenuhnya pulih.
ALEA : Iya, Alex benar yang di katakan sama mommy. Kamu pulihkan dulu aja tubuh mu yang lemah ini, nanti jika kamu pergi dalam keadaan seperti ini bukanya kamu bisa membantu kak Andre malah bikin repot kak Andre. Kamu mendingan nurut deh sama aku, kalau gak nurut kamu ku suntik formalin kamu mau.
MONIKA : Alea sayang, kok kamu kejam banget sama Alex. Jangan gitu dong sayang, kasihan dia.
ALEA : Habis dia susah di bilangin mom, aku kesal kalau dia gak nurut sama aku tuh.
MONIKA : Iya mommy tahu walau itu juga demi kesehatan Alex sendiri sih, nah Alex kamu ikuti aja permintaan Alea ya, saat ini dia sangat benar-benar hanya khawatir sama kamu sebagai saudara kesayangan ya.
Alex yang selalu mendengar jika saudari ya selalu memanggil mommy, pada Monika membuat Alex agak aneh saja dengan apa yang dia dengar dari saudarinya itu.
ALEX : Lea, kamu ini apa-apaan sih, kamu gak sopan. Masa kamu panggil nyonya Monika dengan mommy, jangan kurang ajar kamu. Nyebutin nama orang begitu, bisa tersinggung nyonya Monika. Nyonya maafkan saudariku ini yah karena tengah lancang panggil anda seperti itu, maafkan Alea nyonya.
MONIKA : Alex kamu tidak usah khawatir, aku yang sudah anggap kalian sebagai anak-anakku, lagi pula aku sudah izinkan Alea panggil aku mommy, saya juga niatnya mau minta izin sama kamu jika tidak keberatan. Hmph! Kamu mau tidak jadi putraku? Alea bilang bahwa dia akan mau jadi putriku jika kamu juga mau jadi putraku.
ALEX : Suatu kehormatan bagi saya, tapi sepertinya itu terlalu berlebihan dan sangat tidak pantas nyonya, maafkan saya jika saya tidak bisa menerima semua itu.
Monika agak kecewa dengan ucapan yang di lontarkan oleh Alex tersebut, tapi dia paham apa yang telah dirasakan oleh Alex mungkin itu suatu yang mendadak baginya, kabar itu membuat Alex syok.
ALEA : Alex, jadi kamu tidak ingin punya orang tua yang lengkap. Bukanya kamu juga sangat menginginkan agar kita punya orang tua iyakan, kamu gak ingat kita pernah mengungkapkan permohonan kita. Padahal kita sudah sangat menginginkan agar suatu hari nanti kita memiliki keluarga yang hangat dan utuh, apakah kamu gak inget janji kita saat kita masih kecil.
ALEX : Iya, tapi bukan berarti keluarga seperti ini. Maksudnya keluarga kita sendiri, yaitu jika kamu menikah itu namanya keluarga sendiri.
Alea mulai berkaca-kaca matanya sudah menggenang air mata, Alex hanya tidak mau berangan-angan terlalu jauh. Soal kehidupan keluarga yang palsu, apa lagi itu adalah keluarga dari idola ya yang begitu dia hormati sejak ia kecil.
Dia begitu sangat mirip dengan Arafif, bukan hanya sekedar wajahnya saja, ternyata dia juga punya sikap dan sifat yang sama persis. Sifatnya yang 'tidak enakkan' itu selalu melekat pada Arafif ternyata dia juga menurunkannya pada putranya, walau itu membuat ku agak kesal dan jengkel jika dia seperti itu. Tapi entah kenapa saat Alex yang seperti dia malah aku merasa sangat aneh dalam hatiku ini, seakan hancur berkeping-keping atas penolakan ya. Dalam hati Monika.
ALEX : Alea sadarlah kamu dari mimpi, kita sekarang bukan lagi anak-anak. Nyonya monika ini adalah Istri dari tuan Arafif dan ibu dari kak Andre, nggak mungkin dia bisa jadi orang tua kita dan setara dengan kak Andre.
MONIKA : Putraku Alex, kamu jangan salahkan Alea, aku yang minta maaf padamu karena telah memintanya untuk menjadi putriku tanpa persetujuan darimu dulu, jadi jangan kamu marahi dia apalagi salah sangka, lagi pula Andre putraku juga pasti akan senang jika dia mendengar punya dua adik seperti kalian.
ALEA : Alex, nyonya Monika baik banget. Bahkan mau menerima kita yang anak yatim piatu untuk menjadi anaknya, Alex kamu jangan seperti itu.
Saat Alea sedang membujuk saudara kembarnya Alex, tiba-tiba saja Zoya yang mendengar percakapan mereka langsung masuk ke dalam ruangan, membuat semuanya kaget dengan kata-kata Zoya yang mendadak masuk dalam ruangan rawat Alex, semua refleks langsung menatap kedatangan Zoya ke tempat itu.
ZOYA : Kata siapa kalian Yatim Piatu, ayah kalian masih hidup, dan masih berdiri tegap disini.
Zoya menatap Monika dan tersenyum pada Monika, dan menatap kedua ponakannya itu.
ALEX : Apa maksud dari ucapan bibi Zoya, aku tidak faham.
ALEA : Bibi Zoya.
ZOYA : Alea dan Alex, aku tak bisa menutupi lagi semua ini, dan harus berpura-pura tidak tahu apa-apa lagi, untuk merahasiakan semua ini dari kalian. Kesabaran ku sudah tak bisa ku pendam lagi, aku akan beberkan semuanya kebenaran pada kalian.
__ADS_1
ALEA : Apa maksudnya bi?
ZOYA : Iya Alea dan Alex, dunia orang dewasa pasti membuat kalian tersiksa dan membuat kalian menderita, jika kalian mendengar ini. Aku tidak tahu jawaban kalian apa soal masalah ini, tapi kalian juga harus mendengar kalau sebenarnya ayah kalian masih hidup.
ALEX : Bibi, jangan bercanda seperti itu. Karena ini gak lucu, apakah bibi sudah lupa ya bukanya bibi sendiri yang bilang jika orang tua kami sudah meninggal saat bencana saat itu, iya kan bi. Tapi, kenapa tiba-tiba bibi malah mengatakan jika ayah kami masih hidup apa yang sebenarnya terjadi.
ZOYA : Maafkan aku Alex. Sebenarnya aku berbohong pada kalian, hanya Ibu kandungmu saja yang meninggal dalam insiden tersebut. Tapi tidak dengan ayahmu, dia yang telah menyematkan nyawa kalian berulang kali, sebenarnya dia masih hidup sampai sekarang, dan dia juga selalu mengawasi kalian berdua. Yah, walau dia tidak pernah menemui kalian, tapi dia selalu dekat dengan kalian, tanpa kalian sadari. Bahkan yang menyelamatkanmu saat ini juga adalah ayahmu sendiri, dibantu oleh saudarimu Alea.
ALEA : Jadi maksud bibi, ayah kami adalah Tuan Arafif apakah seperti itu bi?
ZOYA : Itu kebenaran ya Alea, suami dari Nyonya Monika adalah Ayah kandung kalian berdua.
ALEA : Jadi kami sebenarnya masih punya orang tua, tapi kenapa kalian tega harus menyembunyikan ini dan kalian tega untuk rahasiakan sampai bertahun-tahun.
ZOYA : Ini juga atas permintaan ayah kalian sendiri, yang waktu itu kerena bertentangan dengan keadaan dan permusuhan antara pamanmu keyshu yang sangat membenci Arafif ayah kalian, jadi dia tidak mau jika kalian dirawat oleh ayah kandung kalian. Paman kalian dulu sangat membenci Arafif, makanya aku hanya mengikuti apa kata suamiku. Aku sungguh minta maaf pada kalian karena telah merahasiakan identitas Ayah kalian yang sebenarnya, Ayah kalian juga saat itu tidak bisa melindungi kalian dengan baik, makanya paman kalian sangat khawatir jika terjadi apa-apa pada kalian. Itulah alasan kenapa ayah kalian juga pasrah untuk menyerahkan kalian pada kami, agar kami bisa merawat kalian berdua dengan baik. Sebagai jaminan dia tidak akan pernah menemui kalian berdua, karena takut terjadi hal yang buruk di antara kalian itulah, permintaan dari ayah kalian.
ALEX : Jadi maksud bibi kami sebenarnya masih punya orang tua yang utuh iyakan, dan kami juga punya kakak laki-laki dan kakak perempuan itu maksudnya?
ZOYA : Iya, kau benar Alex kau masih memiliki keduanya dan kalian memiliki kedua orang tua yang lengkap dan sempurna.
ALEA : Kamu dengar itu Alex, ternyata kita masih punya orang tua yang utuh sekarang, kita bukan lagi anak yatim piatu.
ALEX : Lalu apa gunanya sekarang ini Alea, kenapa semua harus datang saat kita sudah terbiasa tanpa orang tua, saat kita membutuhkan mereka kenapa mereka tidak datang? Lalu sekarang tiba-tiba mengakui jika mereka adalah orang tua kita, apakah itu sebuah lelucon yang menyenangkan. Telah mempermainkan kita, kenapa mereka tidak pernah menghubungi atau menujukan dirinya saat kita membutuhkan mereka?
MONIKA : Aku sungguh minta maaf nak! Jika aku tahu kalian dari awal, mungkin aku sudah meminta kalian untuk ku rawat. Tapi aku juga baru mengetahui kebenaran ini beberapa hari yang lalu dari suamiku, maafkan aku nak!
Monika sangat sedih mendengar hal itu, Alex tak bisa menahan bendungan air ya lagi ia menangis tersedu-sedu. Monika langsung memeluk putranya itu, dan mereka akhirnya dapat berpelukan dengan senang sedikit bahagia.
ZOYA : Sungguh aku sangat senang, melihat keluarga kalian dapat berkumpul kembali. Monika, kamu sungguh wanita yang lapang dan baik. Mau menerima anak suamimu yang bukan anak kandungmu, dan bahkan mau menyayangi mereka seperti anakmu sendiri.
Dalam gumam Zoya yang sangat senang akan pemandangan yang dia lihat saat ini.
ALEX : Aku masih tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini, kenapa kalian ucapkan hal ini, kalian begitu tega pada kami. Kenapa! kenapa bibi, kalian bisa berpikir seperti itu.
ZOYA : Tolong maafkan semua ini ya Alex, mungkin itu jalan yang terbaik yang dipikirkan oleh ayahmu.
ALEX : Aku tidak tahu lagi harus mengatakan apa saat ini, aku masih sedikit canggung harus bicara dengan Nyonya Monika, minta maaf belum bisa sepenuhnya menerima hal ini semua, ini terlalu mendadak bagiku.
MONIKA : Tidak menjadi masalah nak, pelan-pelan saja, lagi pula waktu untuk kita saling mengenal satu sama lain masih panjang, lebih baik kamu pulihkan dulu kondisimu jangan khawatirkan apapun.
BERSAMBUNG...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
__ADS_1
Kamis 17 November 2022.