PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
186. Dosen Baru.


__ADS_3

Gedung megah yang luas sekali, terlihat masih banyak mahasiswi yang berwara-wiri, saat seorang dosen lelaki melewati mereka seketika semuanya terdiam, karena aura sangat berbeda. Tempat yang di laluinya menjadi sangat berbeda, walau dia baru saja dua hari ini mengajar tapi, dia sudah sangat populer dikalangan mahasiswa, dan mahasiswi yah.


Bukan hanya di anugerahi wajah tampan dan rupawan, tapi kepribadian yang ramah, dan santun dalam berprilaku hingga perbuatannya. Lalu sopan dalam tutur bahasanya, seraya berjalan ia banyak sekali di sapa oleh mahasiswa, dan mahasiswi yah, walau mereka tidak menjadi murid didiknya.


"Selamat pagi pak!" sapaan setiap mahasiswa dan mahasiswi yang ia lewat.


Dengan senyuman yang lebar, iya juga membalas sapaan mereka. "Iya pagi,"


"Mau mengajar pak, fakultas mana?" tanya mahasiswi yang berani bertanya.


"Farmasi, ayo mari." jawab Andre dengan senyuman manis.


"Ya ampun, gila senyumannya manis banget kayak gula." ucap mahasiswi yang terpesona sama bapak muda ini.


"Tadi kita saling menatap, wah gila mata sangat cantik." ucap mahasiswi lainnya.


Hingga dia sampai pada tujuannya, di halaman sebuah fakultas, ia berjalan ke kelas yang akan dia masuki. Yaitu Fakultas Kesehatan jurusan farmasi, dari jurusan 1 sampai 3, dan sisanya jam pelajaran berikutnya masih ada 2 kelas lagi. Saat, ia akan memasuki ke kelas dia berdiam diri dulu di depan pintu sebelum melangkah maju untuk masuki ruangan.


"Bissmillahiromanirohim," tak lupa dia membaca doa saat masuk ruangan.


"Assalamualaikum, semuanya..." suara itu sontak membuat mahasiswa, dan mahasiswi yang masih berhamburan di tempat-tempat lain, seketika langsung mencari tempat duduk mereka masing-masing.


"Walaikumsalam." jawab mereka dengan serempak.


Saat Andre jalan menuju kursi mejanya, semua mahasiswa yang melihat Andre seketika terpesona akan Aura karismatik seorang pria yang berjalan dengan sangat elegan, dan memiliki damage sempurna, dengan tinggi badan 187 cm. Kaki panjangnya, melangkah dengan santainya.


"Dia aktor yah, atau model?" Ucap mahasiswi yang terpesona.


"Gila, dia itu dosen? Aku pikir dia mahasiswa seperti kita." bisik Resti.


"Ganteng banget yah!" Ucap Diana yang langsung dapat tatapan dari sebangkunya temen-temennya, Resti Nacly dan Elisa.


Karena ini baru pertama kalinya, Diana mengatakan bahwa ada cowok ganteng, Diana jarang sekali membicarakan soal cowok. "Kalau kayak gini, aku bisa tak kuat iman, dia adalah tipe ideal bagiku!" sambung Diana.


"Bukan kamu aja, ini juga tipe sejuta umat kali, tipe sempurna." ucap Nacly menimpalinya.


"Sumpah, kalau kayak gini. Aku rela deh gak nikah-nikah, kalau bukan pak Dos yang melamar aku." sambung Resti.


Iya, dialah adalah dosen pengganti. Andre yang sekarang berada di dalam kelas istrinya, melihat seluruh murid, dimana matanya langsung tertuju pada istrinya yang saat ini duduk manis di antara mahasiswa lainnya yang ikut menurut ilmu.


Andre terdiam sejenak, karena jantungnya berdebar kencang, ia agak grogi juga karena dia harus jadi guru bagi istrinya. Andre menundukkan wajahnya sebentar, mencari posisi duduk yang enak.


Andre lalu melihat kedepan lagi, melihat seluruh mahasiswa di depan matanya. "Wah, ini banyak sekali yah. Mahasiswa di fakultas farmasi? Ini berapa kelas yah?" tanya Andre.


"Cuman 3 kelas pak, masih ada sisa 2 kelas lagi, katanya jam 1 siang." Jawab seseorang mahasiswa yang membantu menjadi perwakilan.


"Ouh, Maaf boleh saya tahu. Jadi ada berapa total semua kelas di Farmasi?" tanya Andre yang sangat penasaran.


"Lima kelas pak, jika semuanya ditotal keseluruhan ada 200 mahasiswa kurang lebihnya pak." jawab perwakilan dari ketua kelas lainnya.

__ADS_1


"Okey, lalu yang ada di kelas ini jumlah ada berapa?" tanya Andre kembali.


"Ada sekitar 100 orang?" Jawab Adit karya kelas Elisa.


Lalu Andre mengecek semua daftar kehadiran, seperti buku absen di atas meja. Ketua kelas bertanggung jawab dengan buku absensi yang sudah disiapkan oleh setiap kelas masing-masing, agar Andre bisa melihatnya.


Setelah mengecek daftar absen, Andre terdiam sejenak. Lalu melihat wajah-wajah dari mahasiswa yang akan jadi muridnya itu, seketika matanya langsung bertemu dengan mata sang istri yang duduk agak ke tengah.


Elisa juga ikut kelas ini yah, aku lupa. Pantesan saja dari tadi jantungku tiba-tiba jadi deg-degan melulu, ternyata ini penyebabnya karena ada My wife, disini. Kok, mendadak aku jadi panas dingin yah, gimana ini aku bisa mengajar. Andre kamu harus profesional dalam kerja, dalam keadaan apapun. Dalam hati Andre yang tak karuan saat ini.


"Ada apa yah, sama pak dosen kok kayak pak dos. Salting gitu, jangan-jangan dia grogi lagi karena melihat mahasiswa sebanyak ini." ucap Nacly.


"Atau bisa jadi dia demam panggung kali." tebakan Resti.


"Ada apa pak! Kok wajah bapak jadi pucat, bapak kurang sehat yah?" tanya mahasiswa yang memperhatikan terus kondisi Andre.


"Ah, tidak kok. Saya hanya lagi kepikiran, karena materi yang akan saya ajarkan agak berbeda dari sebelumnya. Karena kemarin saya juga 2x masuk ke kelas kedokteran, jadi lagi kepikiran naro file materinya ada dimana." Jawaban alasan Andre.


"Ouh gitu," semua langsung mengiyakan saja, Andre yang fokus ke leptop yah. Agar tidak di curigai, Elisa yang dari tadi hanya diam tak menjawab apapun hanya menatap Andre seperti biasa.


Karena Elisa menganggap Andre adalah gurunya, jadi tak ada perbedaan. Lalu Andre terlihat sedang siap-siap, melihat semua mahasiswa yah lagi.


"Oke, saya tidak akan membuang waktu lagi, saya disini cuman 2 jam sampai jam 12 yah? atau jam 11?" tanya Andre.


"Sampai jam 12 juga gak apa-apa pak, lebih bagus he-he-he..." jawab mahasiswa lainnya.


"Iya pak," semua mengucapkan hal yang sama.


"Ha ha ha ..." semua tertawa riang.


"Okey, gimana kalau mula-mula kita kenalan dulu. Biar kita lebih Akrab, dan saling mengenal." ucap Andre yang mencari profil biodatanya.


"Iya pak, kita kenalan dulu biar tambah kenal." antusias mahasiswa dan mahasiswi lainnya.


Andre hanya senyum tipis, terlihat senyum rupawannya. "Sebelum itu saya ucapkan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi... Eh, maksudnya selamat siang, karena sekarang sudah jam 10 lebih yah, buat yang non muslim selamat siang. Saya tak akan membahas soal itu, karena tak mau menyinggung."


"Walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,"


"Selamat siang juga pak!"


"Okey, saya gak akan basa-basi lagi saya akan memulai memperkenalkan diri saya. Hm... Ini proyektor sudah siap kah, boleh minta tolong. Masukkan kabelnya, agar bisa nyambung ke infokus." ucap Andre yang langsung dengan sigap 3 pria maju kedepan membantu memasangkan proyektor.


"Baik pak," ucap salah satunya yang membantunya untuk memasangkan proyektor.


"Sudah selesai pak, nah itu sudah muncul." ucap lainnya.


"Sudah, oke. Terimakasih yah." ucap Andre, setelah di pasangkan proyektor.


Muncullah sebuah Big Data profil dari Andre Azzam Arafif. Biodata Andre lengkap, terdiri dari nama hingga riwayat pendidikan, dan semua mahasiswa membaca dengan sangat teliti.

__ADS_1


"Oke, rasanya tidak akan afdhol jika saya tidak berkenalan diri saya dengan kalian semua yang hadir disini yah. Sebelum saya berterimakasih sekali, karena bisa di terima disini, apakah saya di terima nih?"


"Iyalah pak, dengan suka cita malah." ucap mahasiswi yang sangat antusias.


"Alhamdulillah kalau begitu, jika kedatangan saya membawa berkah dan diterima dengan lapang dadah dan ikhlas yah, biar ilmu yang saya berikan juga bisa bermanfaat bagi kalian semua. Aamiin Yarobalalamin, oke! kalian sudah lihat dan membacanya kan? Disini sudah ada nama, tanggal lahir saya, riwayat pendidikan, ada yang mau ditanyakan, dari profil saya atau ada yang kurang, bisa di tanyakan langsung." ucap Andre yang memberikan petunjuk.


Semua mahasiswi langsung pada kesem-sem sendiri melihat Andre. "Pak, kok gak ada photo profilnya?" ucap salah satu mahasiswi.


"Aduh, saya gak pandai bergaya. Jadi gak ada fotonya, maaf yah." ucap Andre yang berkata jujur.


"Masa sih pak, bohong si bapak." jawabnya lagi.


"Beneran, saya gak bisa gaya." menyakinkan pada para mahasiswi yah.


Semuanya langsung saja memojokkan Andre, tapi Andre langsung mengunakan jurus mengalihkan pembicaraan mereka.


"Sudahlah, lupakan soal itu. Saya boleh bertanya kepada kalian, disini apakah sebelumnya ada yang kenal dengan saya?" Tanya Andre yang langsung di jawab dengan antusias semua mahasiswa yah.


"Iya kenal." semua serempak.


"Siapa yang gak kenal sama bapak, orang setiap jalanan wajah bapak hadir." Mahasiswa 1.


"Iya. Pak, andakan pemimpin penerus ANDRILOS, kok mau sih jadi dosen disini, apakah tidak melelahkan anda mempunyai 2 profesi seperti itu." tanya Mahasiswi 2.


"Bukan hanya 2 profesi, tapi 5 profesi yang aku jalankan sekaligus." ucap Andre dengan logat bercandanya.


"Waduh di borong semua sama bapak dong!"di sambung mahasiswa lainnya.


"Ha ha ha..." serempak semua tertawa mendengar hal itu, ruangan itu menjadi berkemah karena galak tawa dari semua penghuni di dalamnya.


"Iya, aku boros sekali yah." jawab Andre tanpa sungkan.


"Iya pak, jangan di embat semua dong pak, kami nanti jadi apa?" tanya mahasiswanya.


"Ha ha ha..." ruangan itu kembali bergema karena gelak tawa semua mahasiswanya.


"Iya iya, akan ku sisakan 1 buat kalian yah." ucapkan Andre dengan candanya.


"Yah jangan pelit lah pak, 2 atau 3 kek minimal." ucap mahasiswa laki-laki yang sangat antusias.


"Okey!"


BERSAMBUNG...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.

__ADS_1


Minggu 9 April 2023


__ADS_2