PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
93. Sedang Merajuk.


__ADS_3

Arafif mengatakan dengan kekuatan penuh mentalnya, dia juga tidak berharap jika istrinya akan memaafkan apa yang telah ia perbuat selama masa muda itu, cukup besar dosanya pada Monika. Tapi, Monika adalah istrinya dia juga harus tahu semua kebenaran tentang perlakuannya di masa lalu. Walau sangatlah kejam, tapi dia tidak punya pilihan lain dan hanya bisa mengungkapkan semuanya.


"Aku ingin mengatakan hal ini sejak lama sama kamu, hanya saja mulut ini sangat sulit untuk melakukan ya, tak tega untuk mengucapkan hal itu apa lagi setelah kita kehilangannya anak ke tiga kita. Kamu boleh tidak memaafkan diriku ini Monika, aku tidak masalah tapi aku tak bisa terus menerus memendamnya" ucap Arafif yang sudah menitikkan air mata.


Monika hanya bisa menatap Arafif yang tidak berdaya dengan keadaan saat ini tak tahu harus bagaimana, karena dia sangat binggung harus bersikap seperti apa lagi pada istrinya. Monika juga tidak tahu dia harus bersikap sedih atau senang, pikirannya dan perasaan campur aduk.


"Katakan padaku, siapa wanita itu?" suara monika tercekat seberapa ia tidak ingin mendengar, tapi ia ingin tahu siapa perempuan yang berhasil merebut perhatian suaminya itu.


"Zelia, adik dari kak Keyshu" dengan berat hati Arafif mengatakan yang sejujurnya pada Monika.


Memang berat bagi keduanya, untuk mengetahui sejujurnya. Tapi, Arafif juga tidak mau terus-menerus menyembunyikan semuanya dari Monika, apa lagi soal anak-anaknya.


"Apakah sebelumnya kalian pernah ada ikatan, saat kita pertama kali bertemu" tanya Monika membidik tajam pada Arafif.


"Iya, waktu aku bertemu dengan mu di rumah Brandon. Aku sudah menjalin hubungan rahasia dengan Zelia, agar tidak ketahuan oleh tim dan kak Keyshu kami berpacaran secara diam-diam."


"Lalu kapan kau memutuskan hubungan mu dengan ya? Apakah kamu masih menjalin hubungan saat kita sudah menikah juga?"


"Tidak, kita putus setelah tim gabungan di bubarkan, dan sebulan kemudian Brandon menunjukku untuk menikah dengan mu. Aku yang dalam dilema karena aku tak mungkin menikah dengan wanita lainnya selain Zelia, tapi waktu yang telah mengubah semuanya. Perlahan aku mulai mencintai mu dan mulai melupakan Zelia, akan tetapi saat kejadian penculikan Andre waktu itu dan di temukan oleh keluarga Keyshu, aku mulai akrab kembali dengan zelia tapi sungguh waktu itu aku sudah tidak punya perasaan apapun lagi terhadap Zelia" ucap Arafif menegaskan kembali pada istrinya agar tidak salah faham.


"Lalu bagaimana kamu bisa punya anak dengan kak Zelia?" sangat penasaran dengan hubungan secara diam-diam Arafif.


"Waktu itu ada tim gabungan, seniorku? Apakah kamu masih ingat malam ke dua saat kita bersama Andre waktu itu, untuk melindungi Andre dari marabahaya aku meminta tolong pada seniorku untuk membantu ku, dan Zelia ikut bergabung dalam tim. Saat itulah kami mulai dekat, tapi sungguh aku tidak ada ikatan apa-apa lagi kita bener-bener fokus dengan tujuan kita."


"Oke! Aku percaya sama kamu Pah, lalu bagaimana anak-anak itu ada, dan lahir?"


"Sepulangnya kita dari penggerebekan itu, kami mengadakan pesta perayaan kan. Bersamaan dengan kelulusan akademik militer kepengawalan, di malam itulah Zelia yang mabuk dan tanpa sengaja tersandung. Tapi, karena kecelakaan kecil itu menjadi kecelakaan yang cukup rumit bagi kami. Botol minuman itu malah terminum oleh ku cukup banyak, kau tahu aku tidak suka minuman yang kandungan alkohollnya cukup tinggi saat minum sedikit saja buat aku pusing."


"Dan kau melakukan hal itu dengan zelia, iyakan kamu melakukan pemer-kosaan tidak sengaja?" ucap Monika yang to the point.


"Iya. Maafkan aku Monika!" ucap Arafif yang pasrah walau agak kasar ucapan Monika, tapi itulah faktanya.


"Tapi Zelia sendiri yang langsung meminta maaf kepadaku?" sambung Arafif yang langsung menegaskan.


"Jadi maksudnya Zelia tidak meminta pertanggungjawaban kamu?" ucap Monika yang membidikkan matanya.


"Iya, dia malah mengatakan agar tidak usah memikirkan kejadian itu, dan aku di suruh kembali dan tidak usah mengungkitnya. Aku sadar apa yang ku lakukan itu salah, tapi aku tak sanggup untuk bilang kepada mu, aku tak tega padamu. Akhirnya aku pendam semuanya sendiri selama ini, aku minta maaf ya" ucap Arafif yang merasa bersalah.


"Lalu siapa saja yang tahu soal itu?" ucap Monika yang ingin Arafif membongkar semuanya.


"Kak Keyshu dan kak Zoya, biarawati dan tuan


Amoy!" ucap Arafif.


"Lalu apakah kamu tahu jika zelia meninggal? Saat itu, kamu berada di mana?" tanya Monika penuh dengan tanda tanya.


"Saat itu aku bersama dengannya. Aku berbohong kepadamu jika aku akan pergi ke New Zealand untuk mengerjakan tugas Rumah sakit, padahal aku bersama Zelia" ucap Arafif yang mengakui.


"Saat itu aku sering meneleponmu, apakah Zelia tahu" Monika ingin penjelasan.


"Iya dia tahu, malah Zelia sendiri yang selalu menyuruhku untuk tidak mengabaikan telfon atau pesan darimu. Zelia malah menyuruhku untuk kembali saja ke Indonesia, aku tidak mungkin meninggalkan dia dalam kondisi perut besar dan sebentar lagi akan melahirkan" Arafif menjelaskan kejadian saat dia bersama Zelia.


"Lalu dimana semua anak-anak itu apakah masih bersama kak keyshu? Dan berapa usia mereka saat ini?" Tanya Monika.


"Mungkin sekitar 20 tahun lebih, aku tidak tahu sekarang mereka ada dimana. Karena semenjak itu aku tidak pernah menghubungi kak Key atau kak Zoya, jadi tak tahu keberadaan mereka. Sesekali kak Zoya mengirimi ku foto saat momen ulang tahun mereka saja, ini adalah foto setiap perayaan tahun mereka."


Arafif menujukan semua foto momen-momen ulang tahun kedua anak Arafif, cuman sampai usia 18 tahun. Tak ada lagi foto lainnya, Monika sangat senang bercampur sedih. Tak tahu harus menujukan ekspresi bagaimana untuk mengahadapi situasi sekarang, Arafif juga hanya bisa diam menatap Monika yang tak henti-hentinya menitikkan air matanya.

__ADS_1


Arafif menceritakan segalanya pada Monika, hingga suatu panggilan telfon yang membuat mereka menghentikan percakapan mereka.


"Tunggu sebentar, ini panggilan dari Ben" ucap Monika yang baru dapat panggilan.


"Hallo Ben... Bagaimana, apakah kamu sudah mendapat kabar?... Apa! Mereka ada di mana?... Markas apa itu, aku baru dengar... Nanti aku tanyakan pada suamiku... Baiklah terimakasih atas informasinya... Iya, aku akan kesana jika sudah tahu lokasinya... Baiklah aku tutup telfon sekarang."


"Ada apa?" tanya Arafif yang sangat penasaran dengan percakapan itu.


"Kata Ben, mereka ada markas besar kemiliteran. Itu dimana?" ucap monika yang tidak tahu apapun soal putranya.


"Di sebuah pulau, Andre yang telah mendirikan tempat tersebut untuk keluarga korban perang!" Arafif ingat jika Andre membawa sebagain besar keluarga korban ke suatu tempat tersembunyi untuk menghindari Konflik wilayah lagi.


"Yaudah kita kesana sekarang juga?" ucap Monika yang sudah bangkit dari kursi di kamarnya.


"Tidak mudah untuk kesana, karena jalurnya membuat binggung jika belum pernah kesana. Andre bilang tempat itu hanya bisa di lalui oleh orang yang tahu medan dari jalannya, jika tidak maka kita akan tersesat dan akan terjebak entah itu pusaran air atau angin jika lewat air atau lewat udara cukup berbahaya medan perjalan kesana" ucap Arafif yang menjelaskan.


"Kenapa Andre memilih pulau yang sangat ekstrim begitu, jadi bagaimana orang pulau itu akan datang atau keluar?" ucap Monika yang kebingungan.


"Pasti ada jalannya, karena Andre ingin melindungi orang-orang yang tinggal di sana, makanya Andre memikirkan sedemikian rupa untuk membantu mereka."


"Lalu apakah papah belum pernah ke sana?" Monika heran, karena Arafif yang paling dekat dengan Andre pun, masih belum di percaya oleh putranya sendiri.


"Belum sama sekali, karena Andre tidak banyak bicara soal itu" ucap Arafif.


"Jadi bagaimana kita bisa pergi kesana?" Monika tidak tahu harus berbuat apa.


"Tunggu, aku akan telfon Aoda atau Glenn untuk menjemput kita di suatu tempat di pinggir New York, mungkin saja mereka mau datang untuk membawa kita kesana" ucap Arafif mengeluarkan hpnya.


"Iya cepatlah" ucap Monika yang ingin segera datang menemui putranya.


"Sebaiknya kita pergi ke New York dulu karena pulau itu akan lebih dekat jika kita menunggu di sana, katanya jarak tempuh dari pesisir tepi New York lebih dekat" penjelasan Arafif yang mengingatkan ucapan dari Glenn.


Mereka akhirnya pergi ninggalin rumah, menuju bandara untuk terbang ke New York. Mengunakan pesawat pribadi super canggih dan mewah.


Sesampainya di Bandara pesawat itu sudah sampai dan sedang menunggu kedatangan majikannya, Arafif dan Monika akhirnya segera berangkat ke New York. Mereka di kagetkan di dalam pesawat sudah ada Azril dan Ben yang sudah ditempat duduk dengan santai di dalam pesawat.


"Loh, kalian ada di sini?" Monika kaget sama Azril dan Ben yang memberi salam. Azril mencium punggung tangan kedua orang tua Andre itu, sedangkan Ben membungkuk badannya.


"Pah, boleh gak Azril ikut. Karena Azril khawatir banget sama teteh, gak tenang Azril kepikiran teteh."


"Iya gak apa-apa, tapi tempat itu pasti berbahaya zril. Nanti kamu jangan jauh-jauh dari kami yah, takut ada apa-apa" ucap Arafif yang memberi tahu pada Azril.


"Iya beres soal itu. Ouhnya! Kata Ben sudah menelfon orang yang akan menjemput kita, agar kita semua bisa sampai di pulau itu pah" penjelasan Azril.


"Begitu, Pah sudahlah biarkan saja mereka ikut lagian mereka bukan orang lain, Elisa juga pasti akan senang jika bertemu dengan adiknya" ucap Monika yang menyarankan.


"Iya deh terserah kalian saja" Arafif hanya bisa pasrah tak bisa berkata-kata apapun lagi.


Disisi lainnya di pulau, Andre yang sudah berangsur membaik, karena perawatan dari sang istri walau caranya tradisional tapi itu cukup efektif. Andre yang seperti sedang mimpi buruk karena ia selalu gelisah dalam tidurnya, Elisa mencoba membantu untuk membangunkan suaminya itu.


"Mas, mas Andre, bangun mas, Maas kamu cuman mimpi, ayo bangun!" ucap Elisa.


Walau Andre belum sepenuhnya bangun ia langsung bangkit dan memeluk Elisa membuat Elisa kaget, sedangkan di dalam ruangan ada Zever, Keyshu, Zoya, dan Alea.


"Jangan!" teriakan Andre yang sangat keras, membuat seisi ruangan kaget.


"Mas Andre, jangan kenapa? Kamu baik-baik sajakan" Ucap Elisa yang memeluk tubuh Andre yang tiba-tiba memeluknya lebih dulu.

__ADS_1


"ELISA? Kamu kok ada di sini?" Andre kaget karena wanita yang ia peluk adalah Elisa.


"Iya, aku mendengar kamu sakit aku langsung dijemput ke sini oleh Zever" Ujar Elisa yang meletakan tangannya di pipi Andre.


"Sudah berapa lama aku berada di sini?" tanya Andre pada Keyshu.


"Hampir satu minggu kamu di sini, kamu tidak sadar saja sudah 5 hari" jawab Keyshu langsung mengecek kondisi Andre.


"APA! Seminggu, astaghfirullah. Kalian pergilah dulu aku ingin bicara dengan Zever" ucap Andre yang menyuruh semuanya keluar dari ruangan.


"Andre sebaiknya kamu istirahat saja dulu, apa lagi kamu baru saja bangun, istrimu masih khawatir akan kondisimu tersebut" ucap Keyshu.


"Ini masalah sangat penting paman, seharusnya aku sudah membicarakan dengan Zever waktu itu" ucap Andre yang sangat menakan.


"Baiklah jika seperti itu. Paman, bibi, alea kita pergi saja dulu" ucap Elisa yang agak kecewa kepada Andre yang sama sekali tidak memperdulikan dirinya.


Mereka akhirnya pergi meninggalkan Zever dan Andre yang baru bangun tersebut, tak lama setelah mereka pergi. Zever yang kebingungan juga akan keluar tapi di tahan oleh Andre, agar dia tidak pergi.


ANDRE : Tunggu Zever, ada yang ingin aku bicarakan dengan mu.


ZEVER : Jadi itu alasan mereka pergi meninggalkan ruangan, karena kamu mengusir mereka agar bisa bicara denganku begitu?


ANDRE : Iya, aku sangat ingin bicara denganmu tapi waktu kita sudah terbatas.


ZEVER : Andre kau tahu Elisa sangat mengkhawatirkan dirimu, tapi kamu bangun langsung mengusir dia.


ANDRE : Sejak kapan kamu jadi sok peduli seperti itu, jangan ikut campur. Aku hanya butuh bantuan mu untuk melakukan sesuatu, jangan bahas soal Elisa.


ZEVER : Baiklah, aku akan dengarkan. Ada apa?


Beberapa jam kemudian, setelah pesawat mendarat ada sebuah mobil yang datang, dan mereka diantar kesuatu tempat dan disanalah mereka langsung naik helikopter.


"Nah itu mereka sudah menjemput kita, yuk kita berangkat kesana" ucap Azril yang sangat senang karena bisa bertemu dengan tetehnya.


Sesampainya di markas rahasia tersebut, sungguh mereka di suguhkan pemandangan yang sangat indah, Azril sangat senang melihat keindahan dari atas langit.


Teteh tunggu Azril, jangan khawatir aku akan menemui mu teh, aku sangat khawatir pada teteh. Ucap dalam hati Azril yang kepikiran terus dengan kondisi tetehnya.


Kembali pada Andre yang sudah bersiap akan pergi, Xeverio juga sudah datang karena Zever menolak untuk pergi membantu Andre akhirnya Xeverio dan Alex yang akan ikut pergi bersama Andre.


"Kau akan pergi nak! Kamu baru saja bangun, jangan terlalu memaksakan dirimu" ucap Keyshu yang khawatir karena fisik Andre masih cukup lemah.


"Mas, emang kamu mau kemana sih sampai harus terburu-buru begitu, kamu istirahat saja dulu mas. Besok kamu baru bisa berkemas, Mas Andre kamu ini dengerin aku nggak sih" ucap Elisa yang diabaikan.


Andre hanya diam tak merespon apapun yang di katakan oleh Elisa, malah mengabaikan Elisa seakan-akan istrinya itu tidak terlihat. Elisa jadi sangat tidak bisa membendung air matanya lalu terdiam sejenak, Andre seperti tidak peduli dengannya, Andre selalu menghindari Elisa tak mau bicara apapun.


Andre membuang muka terus Elisa jadi semakin sedih karena suaminya tidak mempedulikan dirinya lagi, Elisa hanya bisa menatap sedih kepergian Andre yang langsung naik helikopter militer dengan para pasukannya.


Keyshu melihat hal itu sekian banyak pertanyaan, seperti ada sesuatu yang terjadi diantara keduanya. Elisa yang terus saja diabaikan gak dihiraukan oleh Andre, membuat Keyshu menahan Elisa agar jangan ikuti Andre terus-menerus karena sepertinya Andre dalam amarah memuncak.


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.

__ADS_1


Jumat 11 November 2022.


__ADS_2