
Tanpa terasa waktu dengan cepat, jam mata pelajaran kelas pun sudah selesai, Elisa udah akan siap-siap mau pulang, terlihat Elisa melihat hpnya, karena ada pesan masuk dari adiknya.
(Teh, aku sudah sampai di kampus teteh nih! di halaman parkir yah) pesan yang dikirimkan Azril untuk tetehnya.
Elisa langsung tersenyum tipis saat melihat pesan itu, hingga suara seseorang dari arah belakang, membuat Elisa langsung mematikan layar hpnya dengan cepat.
"El, mau pulang bareng?" tawaran Fando yang sudah berada di samping elisa.
"Cielah, terang-terangan banget ngajaknya fan. Sampai gak sabaran gitu yah, itu el. Udah diajakin sama Fando secara langsung lagi, di terima gak tuh tawarannya." ujar Nacly yang nyindir Elisa.
Elisa langsung menatap Fando, lalu memohon maaf. "Maaf, tapi aku sudah di jemput fan." ujar Elisa yang langsung bangkit dari kursinya.
"Guys, aku duluan ya. Adik aku udah nungguin di luar, bye-bye." ujar Elisa yang langsung pergi begitu saja.
"Yah, ditolak mentah-mentah. Sabar yah fan, Elisa itu cewek yang cuek tapi so dia itu anak yang baik kok." ujar Diana.
"Kayaknya kamu harus kerja extra deh! Karena nggak mudah buat mendapatkan perhatian Elisa, pelan-pelan aja yah Fando." ujar Nacly yang memberi semangat pada Fando, mereka akhirnya juga akan keluar ruang kelas.
Di parkiran terlihat adiknya sudah berada dihalaman melihat sekeliling. Azril mengamati setiap sudut kampus, dari halaman tersebut. Tak lama melihat gerombolan dari fakultas farmasi juga pada keluar, Azril dengan senyum tipis melihat tetehnya keluar.
"Teteh!" teriakan azril yang sangat lantang, setelah Elisa celingukan mencari keberadaan dirinya, Elisa langsung saja mendekati adiknya itu.
"Telatnya, kamu sudah menunggu lama disini dek?" tanya Elisa khawatir.
"Nggak kok! Udah selesai?" ujar Azril yang mengambil helm dari jok motor.
Dari jauh geng tetehnya melihat mereka juga baru keluar, fando juga melihatnya. Adik Elisa yang seperti kekasih Elisa, karena melihat Azril sedang memasangkan helm ke kepala Elisa, membuat iri temen-temen yang melihatnya.
"Itu adiknya Elisa, cool banget yah." ujar nacly yang menujuk kearah Elisa dan Azril yang berada di halaman.
"Iya, seingat ku lihat di foto yang pernah ditunjukkan sama Elisa waktu itu, dia adiknya yang kuliah di amerika." ujar Resti yang saat ini mengingat-ingat.
"Itu adik rasa pacar. Kok bisa ya sesosweet itu sih mereka, padahal mereka kakak adik. Iya pantesan aja banyak orang pada salah kira mereka sepasang kekasih, orang perlakuan adiknya saja gitu, gila aku iri banget sama mereka, aku pengen jadi punya adik kayak gitu, sumpah aku juga punya adik cowok, tapi gak seromantis itu, kok bisa sih Elisa akur gitu yah sama adiknya bikin baper tahu nggak." ujar Diana yang melihat keharmonisan persaudaraan antara Elisa dan adiknya itu.
"Fan, kok kamu malah bengong sih, kamu juga baper yah melihat mereka, apa lagi karena elisa sama cowok lain. Malah nolak ajakan kamu, Elisa anaknya susah ditebak yah." ujar Nacly.
"Kalian merasa aneh tidak sama sikap Elisa belakangan ini, berasa elisa sedang menghindari ku?" ujar fando yang mencari pendapat dari semua teman-teman Elisa tesebut.
"Hah! Itu hanya perasaanmu saja fan. " ujar Nacly yang kebingungan.
"Elisa biasa aja tuh, nggak aneh gak apa. Itu karena kamu yang dipentingkan elisa, dia jadi risih mungkin sama kamu, atau kamu punya salah sama elisa." ambung resti yang mencoba untuk mengingatkan fando.
"Kan sudah aku bilang jika elisa itu anaknya susah ditebak, kadang kalah moodnya suka berubah-ubah dengan cepat dan tidak menentu, jadi kamu harus memakluminya saja." sahut Nacly juga angkat bicara.
Elisa yang bonceng dibelakang tubuh azril, melingkarkan tangannya di pinggang azril, itu sudah jadi kebiasaan elisa. Azril juga akan protes jika tetehnya tidak berpegangan padanya.
"Kita cari makan dulu yuk zril teteh laper nih, ibu katanya lagi ikut ayah kerumah pak juki?" ucap Elisa yang dapat telfon dari ayahnya.
"Iya, teh. Yaudah teteh mau makan apa?" tanya Azril yang bertanya pada tetehnya apa maunya.
"Di bang Mamat aja yuk! Teteh lagi pengen sate nih!" ucap Elisa yang pengen banget sate.
__ADS_1
"Lagi nyidam teh?" asal tebak Azril yang berharap jika dia akan punya ponakan.
"Nggak!" ucap Elisa singkat sambil wajahnya cemberut.
"Kirain aja lagi nyidam?" ucap Azril yang tak melanjutkan apa yang akan dia katakan.
"Nyidam anak siapa zril?" tanya Elisa yang kepikiran.
"Iya anaknya mas Andre lah, masa anak orang lewat, giman sih teteh. Ada-ada aja pertanyaan teteh ini, masa harus di jelaskan."
"Orang suaminya aja kayak bang Toyib, gimana mau nyidam zril." jawab Elisa yang sangat frustasi.
"HAHAHA... Iya juga yah! Emang teteh sama mas Andre mau nunda yah?"
"Teteh si gak mau nunda zril, tapi mas Andre yang mau nunda, dengan banyaknya alasan yang tidak masuk akal, ya sibuk la yang ini lah. Apa lagi sekarang ditambahkan teteh kuliah, ya tambah banyak alasan berlipat-lipat yang dia buat."
...----------------...
Di apartemen Fando yang sudah sampai, langsung duduk di sofa sambil menatap langit-langit atap, teringat bayangan saat Elisa pergi bersama adiknya, lalu dia keringat saat jalan berdua waktu itu, ATM fando diblok sama kakaknya, alhasil dia tidak bisa mentraktir Elisa. Jadi Elisa yang membayar semua pesanan pada waktu itu, Fando merasa bersalah atas kejadian itu.
Lalu datanglah, kakaknya dari lantai atas. Saat melihat adiknya sudah pulang dari kampus, dia langsung mendekati adiknya itu. Langsung duduk di sofa bersebelahan Fando, yang saat ini masih dalam lamunannya.
...BAHASA JERMAN...
MAXIME : Kamu sudah pulang? bagaimana kuliah mu itu.
FANDO : Bukannya kakak menentang keras jika aku kuliah, iyakan.
FANDO : Aneh, apa yang terjadi denganmu. Kakak salah minum obat hari ini?
MAXIME : Kamu yang aneh, kakak lagi bertanya soal kenyamanan kamu, kenapa malah kamu yang bingung.
FANDO : Jangan buat aku takut kak, ada apa? Jujur saja padaku, apakah ada sesuatu yang ingin kakak sampaikan padaku?
MAXIME : Marchel, katanya mereka sudah melacaknya.
FANDO : Siapa? yang sudah melacaknya. Kakak menyuruh orang lagi untuk melacak soal apa lagi sih kak, sudah banyak yang kita cari selama ini.
MAXIME : Tentu saja soal kode password milik nyonya Andrilos, sebelumnya kamu juga tidak berhasil pecaknya kan.
FANDO : Kakak, bisa sabar tidak. Aku butuh waktu untuk memecahkan kode sandi itu, hmm- baiklah lalu bagaimana hasilnya.
MAXIME : Aku hanya ingin meringankan bebanmu itu Marchel apa lagi kamu sibuk untuk Kuliah, iyakan. Soal hasilnya, adalah masih abu-abu. Tapi, ada kejelasan soal hasilnya. Hasilnya, nyonya ANDRILOS itu memang ada di Indonesia.
FANDO : Si nyonya Andrilos itu tidak di sembunyikan, walau tuan ANDRILOS tahu jika kita ada disini?
MAXIME : Jangan remehkan musuhmu saat ini marchel, karena lawan kita bukan orang biasa melainkan adalah Tuan ANDRILOS. Kita juga tidak tahu sekuat apa mereka, dan soal nyonya Andrilos itu, belum ada kabar lainnya karena bisa melumpuhkan Si muka besi itu.
...----------------...
Andre yang dapat kabar jika beberapa pertemuan harus di hadiri secara langsung olehnya, maka dari itu dia sedang menuju tempat dimana dia harus mengunjungi beberapa tempat untuk sistem progam kerjanya itu.
__ADS_1
"Tuan, kita telah sampai" ucap Gulftaf yang saat ini membangunkan Andre yang terlelap di dalam mobil.
"Hmph, kita sudah sampai yah." Ucap Andre yang langsung merapikan dirinya.
Terlihat semua orang sudah bersiap akan menyambut kedatangan Andre, dibantu Gulftaf Andre memakai baju jasnya. Lalu merapikan rambut dan dasi, hingga membenahi wajahnya yang habis tidur karena jadwal sangat padat.
"Selamat datang Tuan Andrilos, silakan lewat sini." ucapnya seraya menyilakan Andre untuk masuk lebih dulu.
Pertemuan itu di hadiri banyak sekali orang penting, karena Andre sekarang bukan dikenal sebagai seorang dokter. Melainkan seorang Pemimpin penerus ANDRILOS, yang di segani banyak orang.
"Silakan duduk disini Tuan. Silakan anda ingin istirahat dulu, kita bisa tunda sementara waktu. Saya dengar anda dari London, dan langsung terbang ke Indonesia lagi." ujar Penerima tamu.
"Tidak apa, saya memang sudah janjian dengan mereka, saya akan langsung bertemu dengan mereka saja langsung. Jadi saya bisa ngobrol juga untuk masalah yang di hadapi saat ini, hmph! apakah disini ruang rapat yah?"
"Tidak, ada di tempat lain. Hmm disini tempat perjamuan, anda silakan duduk bersantai saja dulu, karena anda sudah datang jauh-jauh."
"Baiklah terimakasih, untuk perjamuannya." ucap Andre yang melepas jas yah.
Andre orang tidak betah pakai jas seperti itu, karena sudah biasa pakai jas putih miliknya, tapi sekarang malah di ganti harus pakai jas hitam jas warna lainnya.
......................
Di tempat lainnya, Elisa yang telah sampai di rumah, terlihat sedang kebingungan memilih banyak sekali pakaian yang akan dia gunakan untuk nanti malam, karena diizinkan oleh ayahnya jika dia datang dengan adiknya.
"Pake baju yang mana zril yang cocok sama teteh?" ucap Elisa yang saat ini kebingungan mencari pakaian yang akan ia gunakan.
"Teteh pakai baju mana pun akan cocok kok, kayak mau Ngedate aja deh! masih bingung soal pakai baju mana yang harus dipakai."
"Ini itu hari spesial zril, masa iya aku hanya pakai baju biasa-biasa saja sih, gak enaklah." ucap Elisa yang tidak mau kalah nantinya dari temen-temennya itu.
"Teteh, jangan-jangan di kampus, teteh punya pacar yah? Makanya teteh heboh sekali seperti itu, karena aku ingat sekali teteh kalau mau punya incaran cowok pasti akan bertingkah seperti ini." ucap Azril yang asal menebaknya.
BLUG !
Satu pukulan itu langsung mendarat di punggung dan langsung diterima oleh Azril karena ucapan adiknya itu.
"Kamu ini kalau ngomong dijaga napa? Sembarangan aja kalau ngomong, terus kalau teteh punya pacar, mas Andre kamu itu mau teteh gantungin kemana?" ucap Elisa agak kesal.
"Lagian mas Andre kan jarang dirumah, kan bisa cari cadangan teh," tambahan Azril langsung dapat pukulan lagi dari tetehnya itu.
BLUG BLUG !
BERSAMBUNG...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Rabu 15 February 2023
__ADS_1