
Sore hari setelah selesai pelajaran bagi para nona, semua juga sudah kembali ke apartemen tempat mereka tinggal masing-masing untuk istirahat, Gavin yang mengantarkan para nona sampai depan pintu kelas, tak sengaja melihat Helena yang sadang berjalan di ujung jalan.
GAVIN : Helena, tunggu sebentar!
Gavin langsung lari mendekati Helena yang saat ini langsung menolah ke sumber suara, dan melihat Gavin berlari kecil ke arahnya.
HELENA : Iya ada apa? kelas mu sudah selesai?
GAVIN : Iya sudah selesai, karena akan menghadapi ujian seleksi, jadi aku gak mau performa para nona ini down sampai hari itu, jadi aku mengurangi aktivitas.
HELENA : Ouh begitu, sangat pemikiran yang luas, bagus. Ada apa kamu memanggilku?
GAVIN : Aku mau tanya, apakah kau melihat Nona Elisa. Tadi, dia langsung pergi begitu saja, aku tidak bisa menemukan dia di manapun.
HELENA : Untuk apa kamu mencari Nyonya Elisa. Gavin, bukankah nyonya Elisa pergi gara-gara ulah mu sendiri yang tidak bisa jaga image, malah sedang sibuk dengan para wanitamu, kan sudah aku katakan jika kamu sedang bekerja jangan lakukan hal itu, tapi kamu melakukan di depan nyoya Elisa. Apakah kau gila, jadi apa alasan mu mencari nyonya Elisa, jangan kamu ulangi lagi hal konyol seperti itu, mengerti.
Helena menegaskan bahwa Gavin sudah keterlaluan, dan terlalu berlebih-lebihan. sangat semena-mena dengan status dan gelar yang dia dapat, hingga jabatan yang dia duduk saat ini.
GAVIN : Aku sama sekali tidak menggunakan hak milikku kepada mereka. Malahan mereka datang sendiri menemuiku, dan itu diketahui oleh Elisa. Aku hanya ingin menjelaskan semua ini pada Elisa, dia tidak mau mendengarkan penjelasan dariku malah tidak mau datang lagi ke kelas.
HELENA : Itu karena nyoya sudah mual dengan sikap mu yang tidak senonoh itu. Dengar Gavin, kamu harusnya menjaga statusmu itu, dan soal ambisius soal seksualll mu dibuang. Untuk mengindari hal-hal yang tidak di inginkan, maka nyonya Elisa sudah resmi ku ambil alih, jadi dia bukan muridmu lagi mulai sekarang, kamu tak punya hak lagi atas pembelajaran untuk Nyonya Elisa.
Gavin tidak terima dia memprotes kebijakan yang di katakan oleh Helena, karena itu artinya dia tak akan menemukan Elisa kembali.
GAVIN : Apa maksudnya itu, kau ingin aku mengusulkan agar tidak lanjuti hubung guru dan murid begitu maksudmu Helena. Apakah itu masuk akal, jika seperti itu. Lalu kenapa sejak awal kami titipan dia padaku, jika akhirnya kamu sendiri yang akan menanganinya. Kenapa? kenapa kau bisa melakukan hal begini, Helena! nona Elisa tetaplah murid ku. Kenapa bisa kamu yang menjadi gurunya, kau ingin menggantinya posisi ku tanpa pemberitahuan. Seharusnya kamu konfirmasi dulu denganku.
HELENA : Itu atas permintaan dari nyonya Elisa sendiri, jadi aku hanya menurutinya saja. Lagi pula nyonya Elisa memiliki hak istimewa kendali khusus, atas pelatihannya sendiri. Apakah kamu sudah lupa Gavin, jika nyonya Elisa pemilik Tiket Diamond, adalah tamu istimewa milik High House, dan dia satu-satunya Nyoya bukan nona. Beliau yang memiliki kartu gold, jadi Nyonya Elisa mempunyai kendali khusus untuk memilih sendiri siapa gurunya yang harus mengajarinya, sesuai dengan permintaan, dan dia bisa mengganti gurunya sesuka hati jika dia tidak cocok dengan dirinya.
Gavin cukup syok saat ini masih tidak percaya apa yang di katakan Helena.
GAVIN : Hak istimewa? itu hak macam apa. Bukanya Elisa itu datang kesini sama saja seperti yang lainnya, jangan mengada-ada kan kata-katamu. Kenapa kamu membedakan nona Elisa dengan yang lainnya, jika seperti itu Helena, kamu yang sebenarnya tidak profesional, mereka para nona sama. Jadi jangan kamu bedakan mereka begitu, para nona pasti akan mengira kau tidak adil dan terlalu berlebihan.
HELENA : Kau yang bodoh Gavin. Nyonya Elisa adalah satu-satunya Nyonya yang sudah bergelar Isteri. Karena beliau sudah memiliki status dan gelarnya sendiri, jadi tanpa dia mengikuti tes seleksi inipun dia mungkin sudah lolos ke tahap selanjutnya. Tapi, nyonya Elisa malah ingin mengikuti ujian ini secara prosedur dan menurut peraturan, dia tidak mau mengambil jalur khusus yang dia miliki, tapi malah mengikuti proses yang begitu rumit seperti seleksi seperti ini, bahkan dia belajar dari nol saat ini hanya untuk mendapatkan posisi yang seharusnya menjadi miliknya.
GAVIN : Omong kosong macam apa itu, sudahlah jangan kamu bahas soal itu. Apa kamu gila, bagaimana seorang nona menjadi Nyonya di usia muda, bahkan Elisa terlihat sama aja seperti nona lainnya, tidak akan memiliki potensi untuk menjadi nyonya pendamping.
Mendengar hal itu Helena sempat khawatir jika ucapan Gavin di dengar oleh mata-mata Andre, karena sudah mengatakan jika Elisa tidak pantas untuk menjadi nyonya pendamping. Itu suatu penghinaan terhadap istri dari seorang pemimpin tertinggi seperti ANDRILOS yang cukup besar pamornya, sangat kuat. Buru-buru Helena menutup mulut Gavin, dengan buku catatan yang dia pegang.
__ADS_1
HELENA : Bisa tidak kau kecilkan suaramu itu bagaimana jika ada yang mendengar semua itu, kamu juga harus hati-hati dalam ucapanmu. Kamu tidak punya bukti yang akurat tapi berani mengatakan bahwa nyonya Elisa tidak bisa menjadi nyonya pendamping, seharusnya kamu berfikir ulang saat ingin mengatakan itu.
GAVIN : Lalu apakah akan ada orang yang akan menghukum ku?
HELENA : Mungkin saja jika memang ada yang dengar ucapan konyolmu itu. Kamu salah besar Gavin. Nyonya Elisa satu-satunya yang sudah bersuami sebagai istri seseorang dari salah satu pemimpin terkuat yaitu ANDRILOS, nyonya Elisa juga memiliki hak khusus yang diberikan oleh Presdir dalam melakukan kebijakan untuk memilih melanjutkan sampai jenjang seleksi, atau bisa berhenti di tempat. Tapi, beliau tetap di ingin melanjutkannya, agar bisa menjadi nyonya yang berstatus SAH, agar bisa menjadi pendamping bagi suaminya. Makanya Nyonya Elisa berusaha keras sejauh ini untuk menjadi seorang pendamping, sekaligus menjadi seorang asisten dari pemimpin penerus ANDRILOS. Lagi pula kamu itu bukan seleranya di level nyonya Elisa, kamu itu jauh dibawa dari level suami Nyonya Elisa. Jadi percuma saja jika kamu menggodanya, kalau kamu kekeh ingin mengejar Nyonya Elisa kamu harus siap menanti harapan palsu, kamu pasti akan gugur di jalan.
Disisi lainnya, perdebatan antara para ketua umum kelompok dan para pejabat lainnya yang sedang ingin mengusulkan semua program yang akan di bahas hari ini, Andre cukup tenang. Karena Baterainya sudah diCass full bahkan ada cadangan juga, karena sudah bertemu dengan istrinya, makanya dia tidak menimbulkan kesan buruk, malah terlihat berkarisma, tak menujukan kegelisahan seperti sebelumnya saat di Prancis.
Aneh, tuan cukup berbeda saat ini. Saya baru pertama kali melihat tuan setenang ini biasanya dia sangat gugup dan sangat gelisah, tapi kenapa sekarang dia tampak berbeda. Sangat berkarisma dan punya aura yang kuat menujukan kewibawaan menawan dan berkarakter, aku belum bisa beradaptasi dengan baik sosok tuanku ini. Ucap Gulftaf yang sangat kebinggungan dengan sikap Andre yang di berbeda.
KETUA KELOMPOK : Tuan Andre, terimakasih atas kedatangannya untuk menerima jamuan ini. Kami sangat beruntung bisa menjadi salah satu anggota di naungan anda, kami tidak mau berbasa-basi lagi. Kami ingin menanyakan soal progam yang akan anda lakukan untuk masa kesiapan, apakah ada pembaharuan. Bagaimana rencana selanjutnya soal lahan kosong yang ada di tanah seberang timur, untuk membangun sebuah kota yang sudah terkenal dengan kota mati, apa lagi tempat tersebut tidak akan bisa punya penghasilan apapun atau Zero.
ANGGOTA LAINNYA : Sebelumnya lahan tersebut adalah tanah pemukiman, tapi karena tempatnya sangat gersang bahkan layaknya seperti kota mati yang tidak pernah dihuni oleh manusia sekalipun, bahkan binatang di sana pun enggan untuk bisa datang ke tempat tersebut, sedangkan anda malah memutuskan untuk membelinya, untuk membuat bangunan-bangunan dan di jadikan sebagai tempat seperti usaha. Bagaimana caranya agar bisa menjadi seperti itu tuan, beri kami arahnya.
ANGGOTA 2 : Iya tuan kami butuh pendapat anda, bagaimana soal pembanguan dan rencana 4 tiang yang Anda katakan sebelumnya, saat pemilihan waktu itu anda paparkan.
ANDRE : Hmmm- begitu, aku akan pikirkan ini lagi. Jika soal lahan dan bisnis usaha, semua itu bukan besik saya, karena saya kurang faham dengan investasi dan saham, pembangunan apa yang cocok di ladang gersang tersebut. Jadi jangan kalian semua salah sangka bahwa saya lulusan bisnis yang hebat, apa yang aku ucapkan sebelumnya di musyawarah itu, hanya usulanku. Tapi, aku membutuhkan orang juga yang akan mengerakkan semuanya, dari empat tiang itu aku butuh tubuh yang juga jantung dan otak untuk menjadi penanggung jawab dan penyempurnaannya, apakah disini ada yang mau membantu untuk kelancaran proses pembuatan hingga saat itu terjadi.
Semua terdiam seketika menatap satu sama lainnya binggung dengan apa yang dikatakan oleh Andre, mereka terdiam sejenak untuk mencerna semua apa yang di katakan oleh Andre.
ANDRE : Apakah kurang di fahami? baiklah saya jelaskan lebih detilnya. Begini, 4 Tiang itu di antaranya adalah kesehatan, pendidikan, peluang usaha, dan pensiunan. Kita ambil contoh jika saya penanggung jawab di kesehatan, dan saya mungkin akan bekerja sama dengan beberapa rumah sakit atau dunia kesehatan lainnya di bidang saya yang mungkin dapat kesenjangan kesejahteraan masyarakat bersama, dan pendidikan juga sama dan seterusnya. Soal, peluang usaha saya berniat ingin membuat lapangan pekerjaan bagi para pria, dan wanita tak akan saya bedakan. Soal pensiun, adalah dimana hari tua mereka bisa terjamin entah itu dana, tempat tinggal dan kesehatannya. Faham sampai sini.
Gulftaf adalah anak dari Ken, dan sudah menguasai 5 bahasa, salah satunya Indonesia karena dia bekerja dengan Andre yang lebih sering memakai bahasa dialek logat Indonesia, hanya orang-orang tertentu saja Andre bicara bahasa asing.
GULFTAF : Baik tuan, hari ini karena anda baru saja datang dari Prancis maka sangat sedikit sekali tugas di luar ruangan. Akan saya hubungi kembali jika ada masalah lainnya, saya permisi.
Andre yang ingin naik ke kamar dan ingin bersih-bersih. Terdengar suara dari arah dapur, Andre sangat penasaran jadi ia mendatangi tempat tersebut. Melihat sosok wanita yang sedang lahap sekali makan, Andre berjalan perlahan. Pelayan yang ada di ada sana sempat ingin menyapa Andre dan ingin membuat suara, tapi satu jari Andre membungkam semua pelayan yang melihat tingkahnya itu.
"Tambahkan lagi, aku ingin kepiting saus tiram apakah sudah matang?" ucap Elisa mulutnya yang penuh dengan makanan.
"Sayang? apa yang sedang kamu lakukan" panggilan dari Andre yang membuat Elisa menghentikan makan.
"Hai, mas Andre. Kau sudah pulang rupanya, bagaimana rapat hari ini lancar?" ucap Elisa basa-basi.
"Telan dulu makanan yang ada di mulutmu itu, sampai penuh begitu" ucap Andre seraya menarik kursi, sambil mengambil beberapa helai tisu, untuk mengelap mulut Elisa yang penuh dengan sisa makanan.
"Thank you, Suamiku tercinta. Mau makan?" ucap Elisa yang manja.
__ADS_1
"Tidak, melihat mu makan aku sudah kenyang. Jadi, makanlah yang banyak"
"Baiklah, kok kamu sudah pulang emang sudah selesai ketemu sama anggota pengurus rencana pembangunan?"
"Dari mana kamu tahu? aku tak mengatakan apapun" ucap Andre yang heran tak ada satupun rahasia yang bisa ia sembunyikan dari Elisa.
"Ouh, tadi saat kamu datang ke apartemen penginapan ku, aku sempat mengecek Baterai hp mu, dan ada pesan masuk. Eeeh! tak sengaja aku buka, aku baca deh!" ucap Elisa yang mengatakan dengan lancar, matanya fokus pada capit kepiting.
"Begitu, iya semua lancar hanya membahas tentang penanggungjawab untuk penggeraknya gagasan yah aja sih Yang, jadi tak ada serius. Lalu kamu sendiri kenapa bisa ada di sini bukanya masih di ruang kelas belajar kan, kamu bolos?"
"Gak, aku kan dapat kartu VVIP jadi aku bisa bebas kemana saja aku inginkan, refreshing dulu lah" ucap Elisa yang mengambil kaki kepiting.
"ELISA NURHALIZAH ! Kamu ini sudah menyalagunakan hak istimewa mu dengan sewenang-wenang hanya untuk kesenangan mu saja, jangan melakukan hal itu. Kasihan sama orang lain yang bekerja sebagai bawahan kecil, bagaimana kamu akan jadi Nyonya pendamping jika kelakuan kamu seperti ini, melakukan penyelewengan" Andre agak kesal dan menaikan nada suaranya.
Elisa sampai menggigil menahan diri, meletakan kaki kepiting dengan hati-hati. Melakukan Aygo terbaiknya untuk membujuk suaminya yang marah.
"Mas Andre, jangan marah dulu. Elisa sudah minta izin kok sama nona Helena jika aku ingin pulang dulu, lagian aku bukan seorang Nona seperti penghuni lainnya, aku memiliki status sebagai nyonya Alzam. Aku diberi izin untuk pulang, menemui suamiku. Lagian aku mengunakan hak kartu istimewa ku dengan baik tidak melakukan hal-hal aneh, apakah salah aku pulang dulu menemui mu"
Elisa yang mulai ngambek, dan Aygo mode manja ia keluarkan sebagai jurus andalannya karena dia tahu kelemahan Andre adalah saat istri yang manja padanya di puncak amarahnya.
Andre menarik nafasnya panjang, lalu menenangkan diri. "Jangan lakukan hal seperti ini lagi, kamu mengerti, tidak ada lain kali. Ini yang terakhir, faham"
"Iya, faham" Elisa menunduk wajahnya kebawah.
Huuuuh! dasar suami bawel bahkan lebih bawel dari perempuan. gumam dalam hati Elisa yang kesel.
"Yaudah, aku mau mandi dulu. Kalau sudah selesai makan, segera kamu kembali ke sana. Kalau tidak mau kembali, maka berhentilah untuk mengikuti seleksi ujian tersebut. Apakah dapat di mengerti Nyonya Elisa, jangan membuat kekacauan lainnya" ucap Andre yang langsung meninggalkan tempat.
"Iya baiklah, apakah kamu tidak akan mengantarkan istrimu kesana?"
"Setelah aku mandi, nanti akan ku antar sendiri kamu kesana"
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Senin 24 Oktober 2022