PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
37. Kisah Mengharukan.


__ADS_3

Elisa yang sedang semangatnya karena ia akan membuat apa yang jadi kegemaran dan kesukaannya yaitu bikin kue, karena semenjak dia mendirikan toko awal-awal karier toko itu saja dia membuat kue, tapi pas karyawan semakin bertambah dan tokonya sudah besar. Walau baru buka 4 bulan terakhir, Elisa sudah menyerahkan segala urusan kepada karyawan yah, jadi tak pernah Elisa pergi ke dapur lagi untuk bikin kue.


Rasa rindunya akan terbayar saat ini karena Andre yang memfasilitasi proses pembuatan hingga alat-alat yang akan digunakan dan semua bahan-bahannya. Berada di dapur, semua orang terlihat sangat sibuk karena akan mempersiapkan segala keperluan alat-alat yang akan di gunakan seperti oven, wadah cetak dan lainnya.


"Sayang, gimana masih ada yang kurang?" ucap Andre yang langsung datang ke dapur.


"Mas tempat ini terlalu kecil untuk kita, gak leluasa? ada ruangan lainnya gak yang besar" ucap Elisa yang melihat betapa sumpeknya tempat tersebut.


"Hmmm-lantai atas gimana?" Ucap Andre yang menyarankan.


"Nggak mas, kasihan mereka kalau harus naik turun tangga? Hmmm di halaman aja gimana mas, kan luas tuh di belakang, udaranya juga sangat sejuk kan" ucap Elisa yang menyarankan.


"Baiklah, kalau begitu" Andre setuju dengan pendapat Elisa.


ANDRE : Semuanya mohon perhatiannya, apakah masih ada alat-alat lainnya yang akan di angkut?


PELAYAN 1 : Masih ada tuan, masih beberapa lagi.


ANDRE : Bawa semuanya di halaman belakang ya, alat-alat di sini juga bawa di belakang. Karena kita akan membuatnya di sana, tempat ini terlalu sempit untuk kalian gerak bukan.


PELAYAN 2 : Baik Tuan, apakah semua bahan-bahan ya juga di bawa kesana


ANDRE : Iya, saya minta tolong dan mohon bantuannya pada kalian semua yah


PELAYAN : BAIK TUAN.


Segala persiapan sedang di lakukan dari dekorasi meja, letak untuk memasak dan letak membuat adonan hingga lainnya. Aoda yang baru datang menghadap ke Andre yang saat ini sedang mendampingi Elisa.


"Tuan saya datang untuk menghadap anda. Apakah ada perintah untuk saya Tuan?"

__ADS_1


"Aoda, kamu akan menjaga Elisa di sini. Aku dan Glenn akan pergi, ingin mencoba menenangkan para dewan, satu lagi kamu bisakan jadi penerjemah untuk Elisa, dia sedang kebingungan untuk mengontrol banyak pelayan, yah bila perlu kamu coba ajarkan dia sedikit bahasa New York. Aku pergi sekarang, akan ada Surya dan Alika yang datang membawa barang dan bahan untuk kebutuhan Elisa, kamu bisa membantu mereka selagi aku tak ada" ucap Andre mempercayakan soal ini pada Aoda.


"Baik Tuan! saya akan laksanakan perintah anda" ucap Aoda yang penurut.


"Terimakasih banyak Aoda, ku serahkan segalanya urusan di sini kepadamu" ucap Andre.


Elisa yang menjadi pengatur tepat dengan Aoda, karena Andre sudah harus pergi lagi untuk melakukan banyak kegiatan. Proses pembuatan dan lainnya cukup memakan waktu, Elisa juga harus mengatur banyak orang untuk membuat kue-kue itu dalam waktu semalam.


"Aoda, mereka sangat banyak bagaimana aku akan mengatur ya" ucap Elisa yang tampak khawatir.


"Anda tenang saja nyonya, saya yang akan membantu anda. Biarkan mereka menata tempat dulu, setelah itu kita akan langsung mulai membuat andonannya, bahan-bahan yang akan di impor dari Indonesia juga belum datang" ucap Aoda yang menenangkan Elisa.


"Ouh iya! Aku lupa, jadi kapan kita akan mulai, emang rapatnya kapan si?" ucap Elisa yang penasaran.


"Besok, yang ku dengar dari Tuan" ucap Aoda, ia juga menutupi apa yang akan terjadi besok, bahwa bukan 10 orang dewan saja yang akan datang akan banyak orang yang akan bersaksi nantinya.


"Ouh gitu, jadi kayak berasa bikin candi 100 buah dah" ucap Elisa yang kepikiran hal nyeleneh.


"Ha-ha-ha kan ini mirip seperti itu. Tapi, ngomong-ngomong kenapa kamu tidak pernah ikut lagi sama mas Andre?" ucap Elisa yang entah kenapa akhir-akhir ini Andre jarang membawa Aoda.


"Tuan kan selalu memberikan tugas yang ingin dia tahu saja, beda dengan Glenn dia adalah agen informasi, sedangkan saya adalah mata-mata dan bodyguard. Jadi saya tak pernah ikut dengan tuan karena memang tugas saya seperti ini nyonya" penjelasan Aoda.


"Ku pikir diaa sedang marah atau mungkin sudah bosan denganmu, makanya sampai kamu tidak lagi di bawa oleh yah, hmmm- aku juga sangat penasaran. Boleh ku tanya sesuatu" Elisa menatap wajah Aoda.


"Katakan saja nyonya selagi saya bisa menjawabnya, dan itu meringankan beban pikiran anda" ucap Aoda.


"Kamu dan mas Andre, rill majikan dan pesuruh? maksudnya, apakah kalian itu bener-bener orang yang tidak ada kaitan apapun, karena aku heran saja orang-orang yang di sisi mas Andre kenapa semua orang-orang yang setia dan baik-baik"


"Sekarang pertanyaannya balik lagi ke anda. Lalu nyonya sendiri kenapa bisa begitu setia dan percaya dengan tuan, walau tuan banyak sekali masalah, biasanya jika orang yang bergelut dengan dunia yang tidak sesuai dengan bidang keseharian ya adalah orang yang berbohong, lalu anda masih bertahan walau anda telah di bohongi tuan yang sebenarnya bukan seorang dokter biasa"

__ADS_1


"Lah kenapa jadi aku yang harus jawab kan aku yang nanya duluan? gimana sih. kamu jawab dulu ya pertanyaku tadi"


"Jawabanku, karena tuan Andre memang orang yang baik, prinsip ku satu dalam hidup. Jika orang itu memperlakukan saya dengan baik maka aku akan memperlakukan dia lebih baik, sebaiknya jika orang tersebut memperlakukan saya jahat maka saya akan lebih jahat. Jadi intinya tuan Andre memang orang baik, tidak pernah membedakan kami walau kami adalah bawahannya selalu menyetarakan semuanya. Bahkan Tuan sebenarnya melarang kami memanggilnya TUAN, tapi kami yang merasa tidak enak"


"Ouh gitu ya, apakah dia sebaik itu? lalu pertama kali kalian bertemu dimana?"


"Sekarang giliran anda menjawab pertanyaan saya biar seimbang"


"Karena dia ganteng. Plus dia itu putih dan sangat menawan"


"Yakin cuman itu gak mungkin karena tuan gantengnya doang kan?"


"Iya karena dia juga baik seperti apa yang kamu katakan tadi, lagi pula dia sayang banget sama keluarga aku itu yang bikin aku tetap bertahan, jarang ada orang bisa jujur seperti mas Andre rata-rata orang itu munafik, dan egois. Mas Andre beda. Dia jujur, baiknya gak neko-neko, tidak pandang bulu, tulus, dia itu apa adanya itu sih yang ku suka darinya"


"Begitukah" Aoda seakan tak mempercayai hal itu, takut ada rasa kecewanya dalam raut wajahnya.


"Lalu kalian bertemu pertama di mana?" tanya Elisa yang semakin penasaran.


"Saat di jalur perang, waktu itu Tuan jadi dokter relawan di sana. Saya adalah salah satu tentara yang terluka, dia menyembuhkan saya. Tapi, waktu saya masih hidup dan kembali ke Nagara saya ternyata mereka telah mengkhianati saya. Untung Tuan mengulurkan tangan untuk ku dan akhirnya saya masuk menjadi bagian dari Big Black, nama anggota bodyguard milik tuan Andre sendiri"


"Jadi ada cerita sedih juga seperti itu yah"


"Entah apa jadinya jika saya tidak bertemu dengan tuan waktu itu, mungkin saya di cap sebagai pengkhianatan negara, dan pulang tanpa nama"


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Kamis 1 September 2022.


__ADS_2