PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
25. Acara Rapat.


__ADS_3

^^^NEW ZEALAND, SENIN 10 MEI^^^


Semua berkumpul di gedung yang sudah tersedia di sana, terlihat sangat ramai sekali dengan beberapa mobil dan motor yang sudah menghiasi halaman istana, sebuah gedung resmi yang sudah tersedia disana.


Bangunan yang cukup kokoh bergaya Eropa dan agak ke barat-baratan, membuat bangunan tersebut sedikit agak berbeda dengan budayanya di New Zealand.


Satu persatu orang berdatangan memasuki gedung itu, dari mulai kelas atas hingga menengah. Dari pria hingga wanita, mereka mendapati tempat duduk yang sudah tersedia di sebuah aula megah yang mewah.


"Arafif, apakah semua sudah hadir?" tanya Brandon yang baru datang.


"Belum semua, masih banyak yang belum datang. Anggota Golden Eagle belum datang, hingga anggota dari Black Fail juga belum datang" ucap arafif yang mengabsen satu-satunya tamu undangannya.


"Begitu, lalu dimana Andre dan yang lainnya. Semua kandidat sudah hadir?" tanya Brandon.


"Kamu tidak usah khawatir soal itu, Zacky dan Kevin sudah hadir, mungkin sekarang mereka sedang bersiap-siap. Sean dan Dion juga sudah ada, di tempat" ucap Arafif yang sudah mendata semua undangan.


"Syukurlah jika begitu, kamu yakin akan mengundang semua media untuk meliput acara ini. Lalu bagaimana jika ini tidak berjalan sesuai dengan ekspektasi kita" ucap Brandon.


"Kau sendiri yang bilang dan menyakinkan ku, bahwa Andre sendiri yang sudah memutuskan untuk memilih terjun langsung kan, jadi aku sekarang sudah yakin jika Andre akan bertanggung jawab dengan ucapannya itu" ucap Arafif.


"Kenapa harus di adakan rapat di sini, bukanya di New York?"


"Di New York atau di sini sama saja Brandon, lagi pula dari pada Andre kabur lagi. Lebih baik kita turuti saja kan ke mauannya, udahlah jangan perdebatan soal itu lagian tak ada yang keberatan dengan rapat musyawarah kali ini"

__ADS_1


Andre yang tidak mau kemana-mana alhasil mereka semua menuruti permintaan Andre, untuk mengadakan rapat yang tidak jauh dari dia sekarang ini. Yah, Andre cukup malas untuk keluar pergi naik pesawat karena memakan banyak waktu jika harus pulang pergi ke New Zealand dan New York. Jadi untuk mengadakan kegiatan musyawarah tersebut, Andre mengusulkan hal yang konyol. Tapi, anehnya langsung di setuju oleh semua orang.


Semua sudah hadir tanpa kecuali, mereka sudah menduduki kursi yang sudah tersedia di sana. Keempat kandidat juga udah datang jauh-jauh hari. Ada Zacky, Kevin, Sean dan Dion, semua sudah berada di sana.


Tempat duduk yang sudah tersedia tersebut yang awalnya kosong sekarang sudah sangat ramai dengan banyak ya orang yang berdatangan, untuk menjadi saksi, dan menjadi penonton untuk voting. Bahkan ada wartawan juga untuk meliput kegiatan acara musyawarah itu, dengan khusus mereka mengundang banyak sekali orang penting yang akan ikut terlibat juga di dalam yah.


Di ruang kamar, Elisa sedang panik dan khawatir. Elisa cukup gelisah dengan hal itu, ia bolak-balik seperti setrikaan sedangkan Andre sedang sibuk merapikan pakaiannya di depan cermin berdiri.


"Kamu lagi ngapain si sayang. Aku yang lihatnya jadi pusing, gara-gara kamu yang bolak-balik gitu" ujar Andre yang melihat dari pantulan cermin.


"Gawat mas, gawat!" ucap Elisa yang seraya menggigit kuku ibu jarinya.


"Gawat kenapa lagi, ada yang salah?" tanya Andre yang langsung berbalik badan.


"Gak gimana-gimana lah sayang, yah tinggal di jalani saja repot banget. Soal itu kamu gak usah khawatir, sudah ada di dalam otakku" ucap Andre yang bicara cukup santai menanggapi pertanyaan itu.


"Masalahnya bukan satu atau dua orang yang akan jadi saksi, ini juga menyangkut kehormatan keluarga juga. Di sana juga sudah banyak orang penting yang hadir, aku sangat khawatir. Bagaimana jika mereka mempermasalahkan soal ide kamu itu" ucap Elisa yang panik.


"Kamu itu menghawatirkan soal apa sih, belum juga di mulai sudah panik duluan. Jika ada masalah itu wajar sayang, jika harus ada perdebatan, yah! nama juga musyawarah yang pasti ada perdebatan, entah itu soal beda pendapat dan cara pandangan masing-masing" ujar Andre yang menjelaskan.


"Nah itu dia mas, gimana jika kamu gak usah hadir. Kita kabur aja yuk, hmm– kita bisa pergi ke tempat yang kemarin untuk meninggalkan tempat ini" ucap Elisa yang semakin panik hingga membuat andre binggung dengan sikapnya itu.


"Hah! udah sampai sini aja, kamu malah nyuruh aku nyerah, padahal kamu sendiri yang maksa-maksa aku harus masuk ANDRILOS. Sekarang menyuruh ku untuk kabur dan gak usah hadir lagi, aku mah bisa aja sih kabur sama kamu. Aku mah ngikut istriku saja, asal jangan suruh aku ngambil matahari aja sama ngambil angin. Karena itu susah di dapatkan " ucap Andre yang langsung di buat candaan.

__ADS_1


"Iiiiih Apa sih! Gak lucu tau ngga, Elisa lagi serius ini nggak lagi bercanda. Nggak segitu juga kan, tapi bukan gini yang ku mau mas. Aku takut itu akan jadi permasalahan yang cukup besar lagi seperti waktu itu, dan aku takut jika ada orang mengincarmu kembali" ucap Elisa.


"Kamu gak usah khawatir, setelah aku jadi pemimpin penerus ANDRILOS. Maka nggak akan ada yang bisa menyentuh diriku, tidak usah khawatir. Karena yang bisa menyentuh ku hanya satu orang, yaitu Elisa Nurhaliza" ujar Andre yang memeluk Elisa.


"Kamu ini, kalau di bilang suka bercanda mulu. Tahukan aku lagi serius pasti kamu pengen bercanda, kamu ini" ucap Elisa yang melepaskan pelukan Andre dengan begitu saja.


"Terus kamu maunya kayak gimana lagi sayang" ujar Andre yang mulai binggung.


"Ya bukan gini pokoknya mas, aku takut. Jika terjadi sesuatu padamu, pokoknya aku gak bisa lihat kamu terpuruk mental lagi, dan harus di isolasi psikolog lagi" ujar Elisa yang langsung menujukan rasa takutnya.


Andre menarik nafas dalam-dalam, sekarang dia faham apa yang di takuti dan di khawatirkan oleh istrinya ini. "Yaudah gini aja, yang penting kamu harus percaya semua akan baik-baik saja. Sini mendingan kamu bantuin mas, rapikan pakaian baju saja, nih dasi mas juga gak rapi-rapi dari tadi" ujar Andre.


"Hmmm, dasar ini mah kamu yang maunya dipakaikan, sini" ujar Elisa yang langsung mengambil dasi di tangan Andre, dengan senyuman mengembang Andre menundukkan tubuhnya agar istrinya yang lebih pendek darinya itu bisa memakaikan dasinya.


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Rabu 17 Agustus 2022.

__ADS_1


__ADS_2