
Semua orang terkesima dengan karismatik Andre yang sedang menjelaskan tentang sistem operasi 4 Tiang yang ada di monitor. Dengan sangat lancar Andre menjelaskan bahwa sistem 4 tiang dengan berapa sub-sub dan tipe-tipe masing-masing.
SAKSI 1 : Sistem ini cukup kuat, jika di bandingkan dengan sistem bisnis lama milik ANDRILOS. Empat pilar ini mencakup lebih luas, dengan aspek yang lumayan menjanjikan.
SAKSI 2 : Kau benar, pemikiran pemimpin penerus ANDRILOS memang berbeda. Dia cukup detail memikirkannya masa depan yang lebih gemilang, tapi dia tidak mungkin melakukan hal itu sendiri kan?
Mendengar semua apa yang di bahas oleh Andre menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan pemilihan kepemimpinan, semua terkesima dengan pemaparan yang di lakukan oleh Andre hingga membuat mereka tidak sadar jika waktu jam menjelaskan tidak di tekan untuk berhenti.
SEAN : Sudah ku duga, Andre memang cocok untuk menerima tugas-tugas dari hal ini. Tapi, jika dia yang menjadi pemimpin, lalu bagaimana dengan rumah sakit yang didirikan paman Arafif?
Sean cukup khawatir dengan kondisi tersebut, karena di kira Arafif tidak punya penerus lainnya untuk menjalankan rumah sakit.
DION : Ku dengar jika Andre akan tetap menjalankan tempat itu, entahlah bagaimana dia akan melakukan hal-hal itu sendirian.
SEAN : Jika begitu! Maka Andre cukup hebat dalam melakukan negosiasi dengan para petinggi partai dan dewan.
ZACKY : Kau baru tahu, padahal Andre sudah menonjol sejak kecil kan. Di antara kita, dia satu-satunya anak yang di anugerahi kejeniusan dan wajah berkarisma.
KEVIN : Paman cemburu ya dengan paman Andre? karena paman Andre selalu di depan paman.
ZACKY : Cemburu pada Andre? ouh maaf aku bukan orang seperti itu. Jika ada seribu seperti diapun aku tak akan cemburu, lebih baik jadi diri sendiri.
DION : Andre memang pantas kok mendapatkan hal tersebut, dia memang pewaris tahta yang SAH.
Setelah semua mendengar apa yang di jelaskan oleh Andre, mereka semua langsung bisa melihat gambaran masa depan yang akan di kelola oleh penguasa sesungguhnya.
Setelah semua mendengarkan pemaparan Andre tersebut, penyajian hanya di berikan 30 menit untuk menjelaskan tentang sistem visi misi dan progam kerja, tapi karena mereka terlalu menikmatinya sampai tidak terasa waktu sudah berjalan setengah jam.
KEVIN : Paman Zacky, ini sudah lewat dari 30 menit kenapa belum ada orang yang menghentikan paman Andre, untuk menyetop penjelasannya itu.
__ADS_1
ZACKY : Kau tidak sadar dari awal, hanya kita berempat saja yang di beri waktu. Kau lupa ya siapa bintang utamanya, bintang ya kan Andre. Lihat saja, saat kita memaparkan visi misi dan tujuan dari program, ada jam waktu di sebelah layar, coba kamu perhatikan saat Andre naik ke sana. Apakah kau melihat ada jam waktu sekarang? tidak ada kan.
KEVIN : Paman benar, jadi untuk apa dong kita di undang, jika mereka hanya ingin menonjolkan paman Andre .
SEAN : Dasar anak kecil, tentu saja ini semua untuk formalitas doang, dan agar Andre bisa maju tanpa keraguan, yah sebenernya itu tujuan agar mancing Andre untuk mau muncul ke publik.
ZACKY : Bukan hanya itu, kita di panggil juga untuk membandingkan dengan cara berfikir bahwa pemimpin penerus ANDRILOS memang berbeda.
DION : Kau benar Zacky, Andre itu anaknya kurang percaya diri, jka dirinya itu mampun, butuh banyak orang dulu yang harus membujuknya.
ZACKY : Makanya tak mudah untuk membuat Andre harus maju lebih dahulu, karena anak itu lebih baik mengalah dari pada berdebat dan memperebutkan gelar. Walau itu adalah miliknya, dia malah pasrahkan saja, pada orang lainnya. Dasar Andre yang selalu membuat repot banyak orang.
Disisi lainnya, Elisa hanya bisa di sudut ruangan. Karena tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh orang-orang yang hadir disana, Elisa hanya terdiam sambil memainkan jari jemarinya. Bosen, jenuh dan binggung itu yang telah di rasakan oleh Elisa.
Aku ngapain sih di sini, lagian aku gak ngerti juga dengan apa yang mereka sedang bahas. Aku ngantuk, lelah juga. Dumal Elisa dalam hatinya.
"Aaah... akhirnya aku bisa bebas juga dari tempat itu, hmmm... sekarang aku harus kemana ya?" ucap Elisa yang mencari tempat yang nyaman.
Elisa melihat sebuah tempat yang tentram dan damai, terlihat ada seorang pria yang terduduk di sana dengan sedang fokus dengan kuas dan alat lukisannya.
"Wah! Ini sangat cantik sekali lukisan ya?" ujar Elisa yang berada di belakang seorang pria misterius.
"Terimakasih!" si pria belum sadar tentang keberadaan Elisa tersebut.
Tapi mereka sama-sama di kagetan dengan percakapan mereka sendiri yang sama-sama fasih dalam bahasa indonesia, terdiam dan baru sadar satu sama lainnya.
"Eh!" Elisa kaget karena ada yang mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Elisa.
"Huh!?" pria misterius juga kaget karena di tempat seperti ini masih ada orang yang bisa berbahasa indonesia.
__ADS_1
"Kamu!" ucap Elisa dan pria misterius yang bersamaan.
"Ha-ha-ha" merekapun ketawa bersama, karena ucapan mereka yang berbarengan tadi.
"Kamu bisa berbahasa Indonesia?" tanya si pria misterius kepada Elisa.
"Iya, dan kamu juga bisa berbahasa indonesia? padahal disini jarang ada yang faham" ujar Elisa yang menekan dagunya sendiri.
"Karena aku juga orang Indonesia" jawabnya dengan senyuman yang mengembang dan terlukis di wajahnya.
"Huh? masa sih tapi... Jika kamu orang indonesia, kenapa rupa mu begini" ujar Elisa yang mempertanyakan soal pria misterius dengan wajah bule.
"Ouh! Itu karena orang tuaku juga orang Indonesia, lebih tepatnya salah satunya. Karena ibuku orang sini, sedangkan ayah orang Indonesia. Tapi ayahku sudah lama meninggal, jadi aku ikut ibu sementara ini, eh maaf jadi curhat" ujarnya dengan bebas dan nyaman bicara dengan Elisa.
"Ouh begitu, iya gak apa-apa. Santai aja, lukisan mu sangat cantik, kamu suka melukis" tanya Elisa.
"Terimakasih, ini sih hanya sekedar hobbiku saja, karena aku merasa bosan, jika kau suka ambil lah? anggap sebagai hadiah kenang-kenang kita, ambil lah" ujar pria asing tersebut yang memberikan lukisannya yang baru selesai ia buat.
"Hmmm, tidak ah. Kita baru saja bertemu tidak baik jika aku langsung di beri hadiah begitu saja oleh orang asing, aku tidak mengenalmu" ujar Elisa yang cukup khawatir, karena saat ini pasti banyak musuh-musuh dari ANDRILOS yang sudah pasti sedang mengincarnya.
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Minggu 21 Agustus 2022.
__ADS_1