PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
155. Ajakan Ngedet.


__ADS_3

Di kampus Elisa yang selalu saja di tatap diam-diam oleh Fando, membuat Elisa tidak merasa nyaman karena hal itu, sesekali Elisa melihat fando malah menatap kearah lainnya. Itu yang membuat Elisa agak kesal, Elisa juga mulai risih dengan apa yang di lakukan oleh Fando ini.


"Kamu kenapa sih El, kamu kok kayak gelisah gitu?" tanya Resti yang dari tadi memperhatikan tingkat Elisa yang agak aneh.


"Kalian, gak merasa ada yang aneh sama Fando gak!" ucap Elisa yang menyodorkan wajahnya.


"Hah! Fando emangnya kenapa?" ucap Nacly yang agak kebingungan, lalu melihat fando yang lagi ngobrol sama Doddit.


"Iya El, kenapa sama Fando, dia baik-baik aja tuh. Kamu telah berhasil buat dia berangkat ke kampus lagi, terus kamu kenapa? kok kayak gak suka gitu sama Fando yang datang lagi ke kampus?" tanya Diana.


"Lihat deh! Apakah dia sedang menatap ku?" ucap Elisa yang bertanya sama temen-temennya.


"Hah! Kamu yang ke ge-eran Elisa, orang Fando lagi ngobrol sama Raditya, Doddit terus sama anak-anak lainnya." ucap Resti yang melihat kearah Fando.


"Eh, masa sih." saking penasarannya Elisa juga melihat ke fando, tapi dia malah lagi asik ngobrol sama temen-temennya.


"Melihat dia yang gampang akrab sama orang, walau baru 2x masuk kampus tapi satu kampus sudah pada tahu tentang dia, keren banget gak!" sambung Nacly yang melihat fando.


"Hah, masa sih dia sepopuler itu. Sampai mengalah kakak-kakak tingkat kita? yang udah dulu populer sebelumnya." ucap Resti yang tidak percaya.


"Ya ampun kamu kemana aja Re, biasanya kamu yang paling uptudet, kok kamu jadi gak tahu info gini, nama Fando sudah nyebar sampai ke fakultas lainnya tahu gak, sampai para dosen dan rektorat juga ngomong dia." sambung Nacly yang biang gosip tahu segala hal.


"Wah! dia hebat benget dong!" ucap Resti yang langsung masuk dalam pembahasan.


Elisa langsung mendebrak meja dan bangkit dari kursi. "Permisi, aku mau lewat." ucap Elisa yang pengen keluar dari barisan tempat duduk.


"Eh, El kamu mau kemana?" tanya Diana yang satu barisan sama Elisa.


"Toilet, ada yang mau nitip?" ucap Elisa yang sambil jalan menuju pintu keluar.


"Nggak!" jawab singkat Resti.


"Apasih El, ke WC aja harus bilang ada yang mau nitip, terus kalau ada yang mau nitip emang kamu mau keluarin gitu? lagi pula jalur keluar juga yah beda-beda lah, kamu ini aneh deh!" ucap Nacly yang memperjelas.


"Dasar Elisa gabut, dia mah gitu. Ada-ada aja tingkahnya." ucap Diana yang menggeleng kepala, karena sikap Elisa.


"Kali aja ada yang mau nitip, kalau keluar bisa dijadiin satu aja!" ujar Elisa yang tak kalah lebih jorok, membuat temen-temen geleng kepala.


Berada di dalam WC, terlihat ada dua kakak senior, sedang berada di depan cermin sedang merapikan riasan mereka. Elisa yang berada di dalam ruang toilet, sedang buang air kecil. Harus mendengarkan percakapan mereka yang sedang membahas, tentang Fando.


Bener yang dikatakan oleh Nacly, semua sudut kampus, hingga setiap detail semua membicarakannya tentang Fando, tak ada cela sedikitpun dari sudut kampus.


"Eh, kalian tahu gak! Soal mahasiswa baru itu, anak angkat pertama si Fando anak fakultas farmasi, dia keren banget yah!" ucapnya seraya semangat sekali saat mengatakannya.


"Iya, aku juga lihat dia tadi pagi pas baru berangkat, Fando pakai apa yah datang ngampus?"


"Aku punya ide, gimana kalau pas bakti sosialisasi kita ajak dia. Ikut acara itu nanti, kan pasti banyak yang akan berpartisipasi juga dalam hal gerakan mahasiswa. Lebih banyak, lebih bagus kan!"


"Kalau ada dia pasti banyak yang akan ikut juga, itu akan lebih membantu kita."


"Iya ide bagus tuh," ucap salah satunya lagi, Elisa tidak tahu pasti betapa kakak tingkat yang sedang ngobrolin tentang si Fando itu.


"Tapi, kamu tadi lihat nggak dia kayak terluka deh! kenapa yah? tadi aku mau tanya eh, malah gak jadi karena ada dosen."


"Ya biasalah anak cowok, kalau gak balapan motor pasti berantem. Dia mungkin berkelahi sama orang lainnya." jawab yang lainnya.

__ADS_1


"Iya bener juga sih!" ujar salah satunya lagi, lalu samar-samar suaranya juga hilang.


Karena mereka sudah keluar dari toilet, Elisa baru bisa keluar dari balik pintu WC, dan berada di depan cermin mau cuci tangan. Sambil melihat wajahnya saat ini, langsung cuci muka, cuman tisu disana malah habis, alhasil Elisa tak mengelap wajahnya yang basah. Iya langsung keluar saja dari dalam toilet.


Fando jadi di manfaatkan oleh kakak-kakak tingkat, tapi gak bisa di pungkiri sih dia emang cakep, dan anaknya humoris pantes banyak sekali orang yang kenal dengan yah. dalam hati Elisa yang berbicara.


"Elisa!" suara itu sukses membuat Elisa terperangat kaget.


"Astaghfirullahalzaim, Fando. Kamu ngapain sih nunggu di situ. Bikin jantungan tahu gak, kamu sedang apa?" ucap Elisa yang memegangi dadahnya karena terkejut.


"Nungguin kamu." jawabnya santai sambil berdiri didepan Elisa.


"Hah? Ngapain nunggu aku?" Elisa yang kebingungan, lalu berjalan menjauhi Fando.


"Ada yang mau aku omongin sama kamu." ucap fando yang saat ini mengikuti Elisa.


"Soal apa? kan bisa kita bicara di kelas, kenapa harus nungguin disitu sih! kamu dikira pria mesuumm tahu gak!" ucap Elisa yang meledek.


"Terserah aja aku gak peduli, toh pasti tak akan ada yang percaya, cowok seperti aku akan melakukan hal seperti itu." ucap fando yang sangat percaya diri.


"Cih pede gila kamu, bisa-bisanya kamu ini senarsis begitu." ucap Elisa yang hanya geleng-geleng kepala.


"Nih, lap tuh muka kamu. Basah kayak gitu, kenapa gak kamu keringkan." ucap fando memberikan sapu tangannya.


"Ou, tadi tisu yah habis. Aku lupa bawa handuk mukaku, hmph! Terimakasih yah." ucap Elisa mengambil saputangannya.


Seketika Elisa berhenti ditempat, lalu melihat kepada Fando yang saat ini masih berjalan mengikutinya.


"Jadi apa yang kamu mau omongin sama aku? kok malah ngekorin aku sih, lihat kamu itu bikin aku malu tahu gak." sambung Elisa yang agak kesel.


Fando langsung melihat sekeliling tempat, ternyata yang dikatakan Elisa ada benarnya. Dia malah di lihatin oleh banyak orang, seketika Fando menarik tangan Elisa. Mambawa elisa ketempat yang agak sepi, Elisa hanya diam aja dan mengikuti Fando.


"Elisa, aku mau ngomong hal yang penting sama kamu, tapi. Aku bingung mau ngomong dari mana dulu, jadi..." ucapan Fando yang agak gugup untuk menyampaikan pesan dalam hatinya.


"Tinggal ngomong aja apa susah sih, ada apa?" ucap Elisa yang santai.


"Nanti malam kamu sibuk gak?" ucap fando yang sangat cemas.


"Kenapa emangnya?" jawab Elisa yang santai, seraya melihat fando yang agak gugup.


"Mau gak kamu jalan sama aku? kalau kamu gak sibuk, iya jalan-jalan malam gitu!" ucap ajakan Fando.


"Nggak mau ah! Capek, apa lagi malem-malem. Bikin mager, besok aja gimana?" ucap Elisa yang gak terlalu peka sama kode Fando.


"Eh, kenapa? kan enak kalau jalan-jalan dimalam hari, kalau siang panas. Kalau pagi, belum ada yang buka tempatnya?" penjelasan ringkas Fando.


"Capek kalau jalan kaki, aku males." ucap Elisa yang langsung menatap wajah Fando.


"Ampun deh! Ya, gak jalan kaki juga lah El. Nanti naik kendaraan, masa iya jalan kaki?" ucap fando yang menjelaskan.


"Ouh, okey! Tapi kemana tujuannya, terus nanti kamu akan bawa kendaraan apa?" tanya Elisa yang harus menyiapkan pakaian yang pas.


"Hmph! ada deh nanti, masih dirahasiakan. Jadi gimana? apakah kamu mau, nanti malam jalan sama aku?" ucap fando yang memastikan kembali.


"Iya, tapi ada syaratnya. Kamu minta izin sama orang tuaku dulu, plus jemput aku!" ucap Elisa yang menjelaskan pada Fando.

__ADS_1


"Okey, kasih aku alamat rumahmu. Nanti aku akan jemput kamu, jam 7 tepat yah?" ucap fando.


"Jangan jam 7 fan, aku sholat dulu. Aku muslim, jadi harus beribadah. Jam 8an aja, itu kalau kamu mau, kalau gak yaudah gak usah!" ucap Elisa.


"Jadi kamu Muslim, aku atheis. So, aku tidak percaya ada Tuhan. Maaf El, apakah kamu jadi ilfil sama aku?" ucap fando.


"Hmph! Nggak kok, malah aku mendukungmu apapun pilihanmu, soal agama itu menurut ku kepercayaan masing-masing dan pribadi diri sendiri, dan mereka punya jalan dan keyakinan mereka sendiri. Tidak usah berkecil hati, suatu saat nanti kamu akan menemukan jalan kebenaran mu sendiri Fando, aku yakin. Jauh didalam hatimu masih menyimpan sebuah keyakinan akan ada yah Tuhan, tapi kamu hanya tidak mengakui yah saja. Tidak apa-apa, pelan-pelan gak semua yang punya Tuhan akan yakin dan percaya kekuasaan Tuhan. Tapi, yang punya keyakinan pasti akan percaya akan adanya kekuasaan Tuhan."


Mendengar perkataan Elisa membaut fando terdiam sejenak, lalu melihat Elisa menjadi sosok cahaya yang kenyamanan. Sudah lama Fando mencari sebuah ketenangan dalam dirinya, tapi baru kali ini melihat sosok bayangan yang dia cari.


"Terimakasih yah El, kamu yang paling mengerti kondisi ku." ucap fando yang matanya mulai berkaca-kaca.


"Yaudah aku mau balik kelas, kamu mau balik kelas apa gak?" tanya Elisa yang mengajak Fando untuk ikut kembali.


"Kamu duluan aja, aku akan menyusul mu." ucap fando yang melihat Elisa.


"Ouh yaudah, aku duluan yah!" ucap Elisa yang langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.


Setelah pulang kampus, Elisa yang langsung pulang kerumah orang tuanya karena sudah janji akan jalan sama Fando, sebelum itu Elisa ingin membuat ibu dan ayahnya jangan salah faham, akan dirinya karena membawa pulang seorang pria asing kerumah selain suaminya.


"Bu, ayah. Kalian ada dimana?" ucap Elisa yang langsung masuk begitu saja kedalam rumah tanpa salam.


"Ada apa sih teh, dateng-dateng bukannya ngucapin salam malah teriak-teriak sampai tetangga pada dengar." tegur sang ibu yang baru keluar dari dapur.


"Aduh maaf Bu, karena teteh panik sekaligus gugup banget nih!" ujar Elisa yang langsung mencium punggung tangan ibunya.


"Ada apa sih teh!" ucap bu siti yang sangat penasaran sama putrinya yang saat ini terlihat agak panik.


"Bu, teteh boleh minta tolong gak!" ucap Elisa yang langsung duduk di kursi ruang makan.


"Minta tolong kenapa teh, ada yang bisa ibu sama ayah bantu?" ucap Siti yang ikut duduk di sebelah putrinya.


"Teteh mau nangkap orang, tapi perlu bantuan ibu sama ayah, jadi kita bertiga harus kerja sama ya, ibu sama ayah pura-pura nggak kenal sama dia, maksud teteh ibu sama ayah itu bilang kalau Elisa belum menikah dan belum punya suami, pokoknya sandiwara gitu loh bu, kayak sinetron-sinetron bisa kan Bu." ucap Elisa yang memohon pada ibunya.


"Ini maksudnya gimana sih teh, ibu kurang paham sama ucapanmu, ibu sama ayah disuruh pura-pura Teteh itu belum menikah atau gimana?" ucap Siti yang agak kebingungan.


"Gini loh bu, jadi Mas Andre sama Maura lagi punya tugas rahasia nih. Tugasnya buat tangkap ******* internasional, salah satunya itu temennya teteh di kampus. Nah, kelihatannya nih cowok suka sama teteh, dan nanti malam niatnya dia mau ngajak teteh jalan bu. Pokoknya teteh mau manfaatin moments ini buat nangkep dia, maka dari itu ibu sama ayah juga kerja sama." penjelasan Elisa yang sangat panjang.


Ayahnya yang baru selesai dari ruang sholat, langsung ikut duduk di sebelah putrinya. "Piye toh do maksudnya, ayah kurang faham sama apa yang di katakan kamu, jadi nambah pusing." ucap Yusman yang malah bingung.


"Aduh si ayah. Giniloh yah maksudnya teteh kita berdua kayak biasa aja gitu, nah anggap teteh itu masih anak gadis kita belum berstatus istrinya nak Andre, gitu kan teh." penjelasan ibu


"Iya gitu ibu! Bisakan ayah, ibu. Pliss, teteh mohon bantuan ayah sama ibu, teteh capek Bu. Terus aja debat sama mas Andre karena dia jarang pulang, karena selalu kayak bang Toyib begini, kapan teteh bisa ngasih ibu sama ayah cucu, teteh juga pengen banget bu cuman ini suami teteh yang susah mintaampun." ucap Elisa yang agak frustasi.


"Iyo, ibu faham. Yowes, anak itu mau datang nanti malam kerumah?" ucap Siti yang langsung menebak.


"Iya Bu, nanti malam." jawab singkat Elisa sambil agak ragu, takut ibunya marah padanya.


"Yowes, ibu mau ke dapur lagi belum selesai masak. Astaghfirullah, tempe ibu..." ucap Siti yang langsung lari ke dapur, karena lupa lagi goreng tempe.


BERSAMBUNG...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Kamis 2 Februari 2023


__ADS_2