
Di negara Amerika sudah heboh akan kabar soal pemimpin penerus ANDRILOS, dan grup-grup lainnya yang terkait. Banyak yang tidak sabar siapakah pemimpin-pemimpin yang baru untuk melanjutkan perjuangan terdahulunya, ANDRILOS yang sudah menghilang selama hampir 10 tahun lamanya kini telah membuming kembali, namanya kembali tenar.
Di suatu tempat, Elisa bertemu dengan teman-teman lamanya saat SMK. Sudah lama juga tidak bertemu dengan para bestie-bestie jaman-jaman dia sekolah. Mereka senang bisa bertemu dengan kenalan lama mereka.
"Elisaaaa, di sini" teriakan salah satunya, Elisa dengan senangnya mendatangi sebuah meja yang di sana terlihat ada 4 wanita.
"Haii, ya ampun. Kirana kamu kok tambah glow up aja" ucap Elisa sambil cipka cipiki.
"Yeh yang ada kamu tuh yang nambah cantik banget iya gak!" ucap kirana.
"Btw sekarang kamu tinggal dimana?" tanya Shinta.
"Tinggal di rumah mertua," jawab Elisa jujur, Seraya menarik kursi untuk dia duduk.
"Eeeh tunggu dulu. Mer-tua? kamu sudah married!" ucap Dinda.
"Iya, sudah" jawab Elisa agak malu-malu karena dari teman-teman yah itu, dan baru dia saja yang sudah menikah.
"Gila... kenapa gak ngundang-ngundang kita sih? kejam banget deh kamu" ucap Shinta yang agak syok.
"Serius! udah nikah... Kok kamu gak bagi undangan sama kita, apakah nikah ya gak ada undangan ya sa?" ucap Romlah.
"Nggak kok, ada masalah saat aku mau nikah. Kalau di ceritakan panjang masalah ya, makanya intinya aku ada masalah saat menikah dengan suamiku ini" ujar Elisa yang tidak mau memperpanjang urusan.
"Masalah apa? Cera dong! kita penasaran tahu, karena gara-gara itu kamu sampai gak ngundang kita" ujar Dinda.
"Yah, masalah sama tukang dekor, dan cateringan. Pokoknya tidak kondusiflah, undangan aku juga gak kepake" ujar elisa yang menceritakan inti masalah.
"Waduh, berarti banyak uang yang sia-sia, dong! untungnya kamu jadi nikah ya sa. Gimana kalau gak jadi rugi bandar banget itu, udah habis-habisan uang kamu buat pernikahan"
"Tapi, Alhamdulillah semua di tanggung sama keluarga suami aku. Aku hanya modal diri aja sama restu orang tua" ucap Elisa yang agak malu menjelaskan semua pada teman-temannya itu.
__ADS_1
"Wah enak banget sa, terus dirayain dimana?" ujar Shinta.
"Hemm di rumah orang tua suami, karena kalian tau sendiri aku nggak punya rumah" ujar Elisa.
"Sa kamu ngga nikah sama Tarra kan?" ujar Kirana.
Seketika teman-teman yang lain saat mendengar hal itu langsung saja ikut penasaran, siapa sih sosok suami dari elisa. Langsung menghadap kepada arah Elisa semua karena ingin tahu, Elisa kebinggungan untuk menjawab.
"Nggak kok, bukan sama dia" ucap elisa yang santai saja menjawabnya.
"Alhamdulillah kalau kamu nggak nikah sama dia, aku gak kepikiran gimana nanti rumah tangga kamu sama si Tarra. Soh aku tahu si Tarra itu gimana orangnya, walau dia berubah tapi aku khawatir dia itu bisa saja main tangan atau main cewek lainnya di belakang kamu" ucap Kirana yang khawatir.
"Iya terima kasih ya kirana sudah khawatir sama aku, dan perhatian banget lagi. Alhamdulillah suami aku sayang banget sama aku, dan dia itu is the best deh! Baiknya gak ketulungan, nanti kapan-kapan kita meet up lagi buat kenal sama suami aku" ucap Elisa yang bangganya.
"Kenapa gak sekarang aja si sa. Kita sudah penasaran loh" ucap dinda.
"Hmm- gak bisa dia orang ya super sibuk. Jadi, kalau bukan harus libur atau cuti dia sangat sibuk" jawab Elisa.
"Hmm- hanya pelayan masyarakat, dan melayani orang. Seperti pengabdian kepada masyarakat gitu, jadi yah dia sibuk banget" ucap Elisa yang langsung to the point, dia gak mau terlalu membanggakan.
"Ouh gitu, hanya warga bisa ya lis" ucap Shinta yang agak kecewa.
padahal Elisa pernah pacaran sama anak juragan, sampai anak dari tentara. Si Tarra adalah salah satu mantan pacar Elisa yang lumayan tajir dan ganteng, cukup populer saat jaman sekolah.
"Kok aku jadi semakin penasaran ya, lis" ucap Dinda.
"Terus kalau kamu bukan nikah sama Tara, lalu kamu nikah sama siapa?" ucap Shinta yang ingin sekali mengetahui semua informasi lebih lanjut.
"Ya sama orang lah Shin, masa iya sama batu. Kamu mah ngaco kadang-kadang pernyataan gak masuk di akal" ucap Elisa yang agak mengganjal dengan pertanyaan itu.
"Pacaran lama alhasil bukan sama dia juga Lis" ucap Shinta yang membuat semua temen-temen yang lainya agak ilfil.
__ADS_1
"Woy, Shin. Nama juga jodoh dan takdir bukan kita yang ngatur kali, walau kita pengennya sama dia. Tapi kalau bukan kata tuhan mana bisa jadi, lu paham gak. Karena semua bukan ditangan kita tapi di tangan tuhan" sambung Dinda yang kesal dengan ucapan Shinta.
"Gila Luh Shin, bukan gak nyaman aja kita kumpul-kumpul kayak gini susah tahu bagi waktunya, lah kamu bikin ilfil aja" ucap Romlah.
"Tahu nih, Elisa kamu janjian dengerin yah. Shinta ini baru putus makanya dia ngomong gitu gara-gara cemburu sama kamu" ucap Kirana.
"Apa sih. Kan aku cuman bercanda doang!" ucap Shinta yang sudah tersudut tak mau di salahkan.
"Sudahlah, gak apa-apa. Shinta lagian suka bercanda, ngapain kalian ambil hati. Sebenarnya sih aku dah putus lama sama Tarra, hanya aja dia suka mengada-ada kita masih pacaran, padahal mah aku dah gak suka sama dia" ucap Elisa yang menjelaskan.
"Gitu yah. Tapi btw suamimu orang mana?" tanya Dinda.
"Hmm- orang sekitar sini aja kok, gak jauh-jauh banget" ucap Elisa yang melas melebarkan jawaban.
"Kamu nih lih, nikah duluan aja. Buru-buru banget sih! Takut ke habisanya" sambung Romlah.
"Udah cepek kerja part time ya?" sambung Shinta.
"Ha-ha-ha bisa aja kau, nggak juga sih. Iya masa aku nolak rezeki, jodoh aku sudah di depan mata masa iya di tolak" ucap Elisa yang bisa menjawab.
"Btw, kita boleh dong kapan-kapan main ke rumah kamu" ucap Dinda.
"Iya boleh kok, hayuk aja aku mah" ucap Elisa yang mengiyakan ajakan.
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
__ADS_1
Kamis 21 JULI 2022.