PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
114. Persiapan Acara Debut.


__ADS_3

Berada di dalam kapal pesiar yang sangat mewah, Andre dan Elisa berada diruang kamar dalam kapal pesiar tersebut. Andre langsung memberikan pakaian ganti untuk Elisa, karena tidak mungkin Elisa akan terus pakai baju suku.


"Sayang mendingan kamu mandi dulu deh! Terus ganti baju kamu, jangan pakai pakaian dalam saja begitu nanti kamu bisa masuk angin" ucap Andre yang sudah gak kuat melihatnya.


"Hem! Aku yang masuk angin kenapa telinga kamu yang merah, jujur padahal kamu kan yang gak kuat lihat kemolekkan tubuhku, he-he-he" ucap Elisa yang sempat-sempatnya menggoda Andre dengan bergaya ala model dewasa.


"Bisa-bisanya kamu menodai kesucian keperjakaan ku, sudah sana ganti bajumu" mendorong istrinya agar segera masuk kedalam kamar mandi.


Cih, sejak kapan Elisa punya tubuh ideal seperti itu? Terakhir kali waktu aku tinggal, dia agak gemoy dengan pipi tembem sangat empuk saat aku cium juga dan sangat embeb sekali, kok dia sekarang punya perut kecil dengan empat kotak diperutnya? Lengan tangan juga cukup bertenaga, dan punggung sangat perkasa. Kapan dia berlatih untuk membuat otot-otot itu, apakah dia ikut ngeh-gym, dimana yah?


Sesampainya di tepi pantai semua prajurit akhirnya bisa beristirahat dengan tenang dan damai, banyak yang pulang ke negara mereka untuk diizinkan pulang kepada keluarga mereka masing-masing. Elisa dan Andre juga kembali ke istana Monarfi, karena mereka juga harus mempersiapkan diri lagi untuk acara debut mereka ke publik, untuk memperkenalkan diri ke dunia sosialita dunia untuk memperkuat dan memperluas kekuasaan.


"Sayang, kamu sejak kapan berada di pulau itu? kok bisa ada di sana" tanya Andre yang sangat penasaran.


"Hmmm- sejak kapannya, Elisa tidak ingat. Tapi makanan disana semua tidak enak, walau Elisa sangatlah suka makanan laut tapi kalau makannya mentah tidak lah enak" ucap Elisa yang baru selesai mandi dan sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Ouh gitu, terus kok bisa kamu terdampar disana gimana ceritanya?" ucap Andre yang sangatlah penasaran.


"Entahlah aku tak terlalu ingat, seingatku saat itu aku terjatuh dari atas tebing. Karena panik, membuat aku tidak maksimal mengikat tali di tubuh, akhirnya terlepas dan aku jatuh deh kedalam air, saat aku sadar sudah ada di pulau itu" Elisa menceritakan tentang kejadian yang dia ingat saja dalam otaknya itu.


Lalu Andre bangkit dari ranjang, mendekati Elisa membantu Elisa mengeringkan rambut dengan hair dryer. Elisa hanya merem saat Andre membantunya untuk mengeringkan rambut, Elisa duduk di kursi riasnya.


"Lalu mulai kapan kamu mengikuti latihan nge-gym?" ujar Andre yang mulai cemburu karena Elisa memiliki otot perut yang hampir sama dengannya.


"Nge-gym? boro-boro latihan, datang ke tempatnya aja aku gak pernah, gimana mau latihan? kamu ada-ada aja deh" ucap Elisa yang tidak mengerti.


"Lalu sejak kapan kamu bentuk tuh perut, terus lengan mu jadi kayak gini?" ucap Andre yang ngambek.


"Ooooh jadi gara-gara ini kamu tanya aneh-aneh gitu, kamu cemburu yah?" Elisa mulai mengerti apa yang di khawatir suaminya itu.


"Nggak kok, siapa yang cemburu. Lagian punya ku lebih bagus tuh, ada delapan kamu hanya empat. Masih kurang tuh, hmph!" ucap Andre seperti anak kecil yang membuang mukanya dan langsung berjalan menuju ranjang kembali.


"Ha-ha-ha kamu ini mas, bener-bener kayak anak kecil deh! yaudah sini Elisa ceritain, kamu mau dengerin gak" ujar Elisa yang berjalan mendekat dan membaringkan tubuhnya di sisi Andre.


Malam itu mereka habiskan hanya untuk bercerita satu sama lainnya hingga mereka merasa lelah dan langsung tertidur dengan sendirinya. Keesokan paginya, terlihat semua orang sudah duduk di meja makan tinggal menunggu pasangan yang lagi menikmati momen kebersamaan mereka yang baru saja keluar dari kamar mereka.


"Elisa, Andre cepat duduk kita makan bersama. Ouhnya, papah dan Brandon akan pergi ke kota. Kalian mau ikut?" tanya Arafif.


"Emangnya mau ngapain pah?" tanya Elisa dengan polosnya.

__ADS_1


"Nggak deh! Andre masih ada urusan, mau cek ex- Ray. Lihat perkembangan selanjutnya, ajak Elisa saja pah" ucap Andre yang menyuruh Elisa untuk terlibat.


"Ngapain aku ikut sama papah, lalu ninggalin kamu cek itu sendiri. Nggak ah! mendingan nemenin kamu, pah maaf ya Elisa akan nemenin mas aja deh!" ucap Elisa bergantian.


"Iya gak apa-apa nak! Lagian cuman pengecekan soal ANDRILOS kok, Brandon khawatir posisi Andre akan dalam masalah untuk bisa masuk go internasional."


"Itu tidak mungkin, aku terlalu banyak berkontribusi dalam banyak hal. Jadi papah tidak usah khawatir, karena tak akan ada yang mau di posisi itu karena tempat itu adalah ancaman bagi setiap orang yang berani duduk singgasana" ucap Andre yang percaya diri, dan baru bisa mengerti mengapa semua orang menolak berurusan dengan hukum dan terlibat masalah dengan ANDRILOS.


"Iya, jadi apakah kalian siap untuk debut kalian nanti! Andre Elisa kalian harus mengikuti dan menghadapi tantangan dunia sosial dari kalangan bangsawan. Elisa ini adalah pertama bagimu, pasti akan sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Tapi aku yakin kamu bisa dengan mudah menanganinya, iyakan Andre. Walau nantinya akan banyak tatapan para wanita yang akan iri dengan status sosial bangsawanmu tersebut, tapi jangan takut mereka semua tidak akan ada apa-apanya sama kamu, menantu yang terbaik. Dady percaya semuanya kepadamu" ucap Brandon yang mempercayakan sekali pada menantunya.


Persiapan untuk debute, semua disibukan untuk memilih gaun terbaik untuk dipakai nyonyanya itu. Berada di kamar Andre dan Elisa, yang saat ini duduk di ranjang. Andre yang masih di sibukkan dengan Ipad-nya, dan Elisa sedang melihat Andre dengan menyenderkan kepalanya.


"Kalangan sosial itu bagaimana si mas, kok Papah dan Dady kayak khawatir banget sama debut ku. Emang kita nanti gak akan pergi bersama ya? kok mereka hanya berfokus pada persiapan debutku saja" ucap Elisa yang cukup penasaran.


"Hmm- karena kamu bukan dari kalangan bangsawan jadi mungkin ini yang mereka khawatirkan padamu, karena kamu kan baru pertama kalinya jadi wajar jika papah dan Dady khawatir akan debutmu. Dunia sosialita para bangsawan sangat menakutkan dan bahkan lebih kejam dari pembunuhan" ucap Andre yang menutup Ipad-nya.


"Gimana bisa menyeramkan mas, kan cuman pesta doang iyakan" ucap Elisa yang polos.


"Tidak sesederhana itu sayang. Karena mereka pasti akan memamerkan kelayakan dan ketertarikan mereka, bedanya dengan debut untuk pengusaha. Bagi penguasa mereka akan memamerkan wilayah kekuasaan dan kualitas terbaik mereka untuk kekuatan mereka seberapa besar pengaruhnya, tapi bagi wanita mereka akan mendalami perannya sebagai wanita sosial untuk mencari informasi dari lawannya dan musuh dari tuan mereka" ucap Andre yang menjelaskan dengan gamblang.


"Apakah saat debut nanti kita tidak akan bersama-sama yah, maksudnya kita gak satu lokasi gitu?" ucap Elisa yang masih sangat penasaran.


"Wah, bisa gitu ya apakah hanya aku saja yang merasa gugup. Aku kok khawatir ya, apakah akan ada pengawal yang akan mendampingi aku mas?" ucap Elisa yang sangat khawatir.


"Tidak bisa masuk sayang, karena mereka akan langsung ketahuan dan jika sampai mereka memaksa menyelinap masuk maka akan lebih berbahaya lagi, kita hanya bisa mengandalkan kekuatan kita sendiri untuk melakukan bernegosiasi dengan ribuan orang-orang itu. Kaum kelas atas sangat haus akan harta dan kekayaan, kekuatan dan kekuasaan jadi mereka pasti akan membuat banyak sekali jenis masalah. Sebisa mungkin kita hindari masalah-masalah itu jangan terlalu menonjolkan diri. Ingat terakhir kamu menonjolkan diri bagaimana akibatnya, jadi jangan lakukan hal yang sama faham."


"Siap bos, laksanakan perintah dari anda. Aku tidak akan melakukan hal itu lagi, aku kapok. Aku gak mau ditinggal lagi" ucap Elisa yang memeluk suaminya erat.


"Yaudah sekarang udah malam, kita tidur yuk! besok kita harus siap-siap untuk berjuang masing-masing. Karena pertempuran kita baru saja akan dimulai" ucap Andre yang menaikan selimut dan memeluk tubuh Elisa, merapikan selimut dan bantal.


Keesokan paginya Andre dan Elisa sudah di buat sibuk oleh para pelayannya yang sibuk mencocokan pakaian keduanya, Elisa hanya diam saja Andre juga masih sibuk dengan earphone di telinga sedang bicara dengan seseorang.


Setelah itu Andre lalu duduk di samping Elisa dan menatap istrinya sudah mulai bete. "Kalian semua keluarlah, persiapan semua di luar saja. Biarkan istriku istirahat dulu, dari tadi dia harus berganti baju beberapa kali. Kalian ingin menyiksa yah, dia bukan model baju buat kalian" ucap Andre yang mengusir semua pelayan keluar dari dalam ruangan mereka.


"Baiklah tuan, kami semua undur diri. Permisi" Salah satu pelayan ketua mewakili.


Setelah mereka pergi Andre langsung meletakkan earphone dan membujuk istrinya yang sudah mulai bete, bad mood, kesel, dan campur aduk.


"Kenapa sayang, ada yang gak nyaman ya coba kamu katakan sebelah mana?" tanya Andre yang merapikan anakkan rambut Elisa dan menyelipkan ke belakang telinga.

__ADS_1


"Mas Andre, acaranya kan nanti malam kenapa semua repot banget si sama pakaian apa buat nanti malam dan aku harus pakai baju apa?, sampai pesan dari perancangan segala alhasil malah semua perancang datang bawa semua koleksi terbaik mereka, kan jadi Elisa binggung milihnya?" ujar Elisa yang protes pada suaminya, Andre hanya menanggapi dengan sangat santai dan senyum tipis.


"Jadi, kamu menyukai semuanya. Terus gimana pakaian soal kenyamanan saat kamu kenakan enak gak! kualitasnya gimana? kalau gak nyaman kamu bilang, kalau agak gedean atau kekecilan kamu ngomong. Gaun apapun saat kamu pakai gak bikin kamu sakit, maka aku akan beliin itu buat kamu. Asal kamu suka, kita nanti bilang sama perancang ya apa yang kurang nanti di tambahin, is oke Beby. Whatever it is as long as you are happy, I will be happy too." seraya mengecup kening Elisa.


"Semuanya bagus dan nyaman si, cuman agak terbuka juga aku gak suka sama modelnya. Terlalu mengekspos belahan dadaaa ku dan punggung, aku tidak terlalu suka lengan terbuka" ujar Elisa yang langsung menjatuhkan tubuhnya ke pelukan suaminya.


"Itu namanya kamu gak suka Sweetyku, kalau baju banyak yang kamu kritik begitu. Yaudah pilih gaun yang menurut kamu Perfect, oke!" ucap Andre yang memeluk tubuh Elisa dan sesekali mengosongkan tangan ke lengan Elisa dengan lembut dan halus, penuh dengan kasih sayang dan perhatian.


Elisa mendongak menatap Andre yang saat ini ada di bawah tubuhnya. "Mas Andre nanti malam gak akan ikut sama aku yah? Mas dampingi aku dong, aku gak pede tahu kalau harus sendirian" ucap Elisa yang polos.


"Nggak sayang, karena beda tempat. Kan mas udah bilang, kamu di sana jaga diri kamu sendiri. Mas nanti akan pasang banyak alat sama kamu, mas gak akan ikut tapi nanti di ikuti sama alat-alat yang di buat tim IT untuk kamu gunakan" ucap Andre yang menenangkan istrinya.


"Nggak mau! Elisa maunya mas Andre yang ikut. Kasih kelu ya sedikit dong! Di sana nanti Elisa ngapain ya? Terus Elisa harus gimana disana. Gak mungkin dong! Elisa gak berbaur dengan banyak orang, gimana Elisa akan di sebut wanita sosial dari kalangan bangsawan nantinya" ucap Elisa.


"Sayang, semaksimal mungkin hindari ya. Karena mereka terdiri dari wanita punya status yang kuat, dan punya koneksi orang dalam ya cukup bagus jika mereka ada yang tahu kamu siapa, maka mas binggung cara buat bantuin kamu nantinya. Karena masalahnya tidak akan seperti kamu berantem di High House, tapi pasti akan lebih rumit" ucap Andre yang terus saja menenangkan pikiran Elisa.


"Mas bener gak kalau di dalam sana banyak simpanan orang-orang yang punya kekuasaan, katanya didalam sana adalah rata-rata simpanan. Dengan status sosial bangsawan, dan mereka gunakan untuk upgrade ke dunia perekonomian dunia" ucap Elisa.


"Kata siapa kamu kok bisa ngomong gitu?" Andre sangatlah penasaran.


"Kata papah dan dady makanya aku takut, walau aku istri SAH tapi kadang takut plakor" ucap Elisa yang memeluk Andre dengan rasa khawatir.


"Kamu kan jago bela diri sayang, cuman plakor biasa mah lewat sama kemampuan kamu" ucap Andre yang lagi-lagi menghibur Elisa.


"Terus gimana soal gaunku yang belum kelar itu, aku binggung pilih yang mana? mas bantuin pilih yah, kalau mereka yang pilih nanti nyuruh Elisa ganti baju dan nyoba baju ini dan itu, capek tahu. Nanti sebelum pesta debut aku dah mulai tepar duluan, dan gak bersemangat lagi" ucap Elisa yang merengek pada suaminya.


"Iya baiklah. Tapi, sayang kalau kamu suka semuanya ya, mas'kan beliin semuanya buat kamu. Is oke! no problem buat aku, asal kamu senang dan kamu suka apapun itu, mas akan usahain buat kamu" ucap Andre yang langsung menatap penuh pada istrinya.


Malam tiba, akhirnya Elisa dipilihkan gaun biru laut dengan perpaduan gold. Dengan sepatu juga tidak terlalu tinggi pilihan Andre, dan rambut yang dikepang kebelakang dengan make up tidak terlalu tebal. Cantik dan sangat anggun, sedangkan Andre pakai stelan jas biru Dongker, dengan kemeja biru muda, sepatu hitam dan tatanan rambut tapi.


BERSAMBUNG...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Sabtu 3 Desember 2022.

__ADS_1


__ADS_2