Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
102


__ADS_3

Asisten Jo berjalan ke ruangan Tuan Davin dengan membawa satu box ice cream dan cupcake coklat vanila pesanan Tuan Davin. Begitu sampai di ruangan Tuan Davin, Asisten Jo melihat Tuan Davin yang begitu sehat, tidak selemas saat dia meninggalkannya tadi.


" Tuan... ini pesanan anda " Ucap Asisten Jo sambil menyerahkan pesanan Tuan Mudanya itu. Davin yang sedang fokus pada berkasnya langsung mengalihkan pandangannya menatap makanan di depannya.


" Makan kamu saja Jo, aku sudah tidak berselera " Davin bicara dengan santai membuat Asisten Jo tertegun mendengarnya.


" Anda yakin Tuan ? Kalau anda tidak berniat memakannya kenapa anda meminta saya membelikannya ? " Asisten Jo protes. Dia sudah lelah mencari pesanan Tuan Mudanya namun dengan santai Davin menyuruh dirinya yang memakannya.


" Tadi aku kepikiran makan cupcake lembut dengan ice cream rasanya sangat nikmat. Tapi entahlah Jo, sekarang aku sudah tidak ingin " Davin beralih menatap berkas-berkasnya lagi.


" Terus gimana makanannya Tuan ? Sayang sekali kalau harus dibuang "


" Makanannya dimakan kamu saja Jo, lumayan kan dapat makanan gratis " Davin bicara dengan nada mengejek membuat Asisten Jo berdecak kesal.


" Saya tidak semiskin itu sampai tidak bisa membeli makanan ini Tuan. Gaji saya masih cukup untuk membeli makanan seperti ini Tuan. Bukankah anda tahu kalau saya juga tidak menyukai makanan manis " Asisten Jo benar-benar kesal dengan Tuan Mudanya itu.


" Tapi aku ingin lihat kamu menghabiskannya Jo " Davin menatap Asisten Jo dengan muka memelas. Membuat Asisten Jo menghela nafas panjang.


" Anda sungguh aneh sekali Tuan. Biar saya kasih makanan ini kepada orang lain Tuan " Asisten Jo meraih makanan itu lagi hendak membawanya pergi.


" Aku bilang ingin melihat kamu menghabiskannya Jo, bukan memberikan makanan itu untuk orang lain " Davin bicara dengan kesal. Saking kesalnya dia sampai melempar pulpen yang dipegangnya , Seperti anak kecil yang ingin mainan tapi tidak dibelikan.


" Tuan ... kenapa anda aneh sekali ? " Tanya Asisten Jo heran.


" Kamu mengataiku aneh Jo ? Kurang ajar sekali ! kamu mau ku kirim ke antartika ?!" Ancam Davin kesal. Asisten Jo menghirup nafas dalam-dalam, dengan berat hati Asisten Jo memakan ice cream dan cupcake itu. Dia tidak ingin memperpanjang emosi Tuan Davin. Walaupun dia juga harus menahan rasa mual karena makanan manis yang masuk ke perutnya.


" Jo .... " Panggil Davin menghentikan suapan cupcake yang hendak masuk ke mulut Asisten Jo.


" Apa lagi Tuan ? " Tanya Asisten Jo malas.


" Sepertinya makan keju enak Jo "


" Anda ingin makan keju Tuan ? " Tanya Asisten Jo lagi sambil mendesah pelan.

__ADS_1


" Iya Jo. tolong kamu ambilkan ya " Kata Davin lirih.


" Baik Tuan " Dengan muka sumringah, Asisten Jo beranjak bangun sambil membawa satu box ice cream yang masih tersegel rapi.


" Mau dibawa kemana ice cream nya Jo ? " Asisten Jo menghentikan langkahnya mendengar pertanyaan Davin.


" E-em mau saya masukkan frezzer Tuan, perut saya sudah kenyang, biar saya makan nanti siang " Jawab Asisten Jo berbohong.


" Jangan berusaha membohongiku Jo "


" Tidak Tuan, saya berkata jujur " Asisten Jo berusaha meyakinkan Tuan Mudanya.


" Oke lah, cepat kamu bawa keju kesini " Perintah Tuan Davin lagi, dengan segera Asisten Jo berjalan keluar ruangan Tuan Davin.


Sepuluh menit kemudian, Asisten Jo masuk membawa keju kesukaan Tuan Mudanya itu. Dia langsung menyerahkannya pada Tuan Mudanya, dia yakin kali ini pasti Tuan Muda akan memakannya, karena Davin sangat menyukai keju.


" Sini Jo, aku sudah tidak sabar memakannya " Kata Davin seperti anak kecil, dengan segera Asisten Jo membukakan keju itu untuk Davin.Gigitan pertama oke saja. Saat hendak mengigit lagi, tiba-tiba Davin merasakan mual yang sangat hebat.


" Hueekkssss Jo, kenapa rasanya gak enak sekali " Davin langsung memuntahkan keju itu. Dia benar-benar mual, sampai kepalanya terasa begitu berdenyut.


" Batalkan semua rapat Jo, aku mau pulang terlebih dahulu. Tubuhku benar-benar butuh istirahat " Asisten Jo lalu memapah Tuan Mudanya. Davin terduduk lemas di sofa, wajahnya terlihat begitu pucat membuat Asisten Jo menjadi sangat khawatir.


" Biar saya panggilkan Dokter Renard terlebih dahulu Tuan " Ucap Asisten Jo sambil menghubungi Dokter Renard.


" Hmmm " Davin diam tidak menjawab.


" Lima belas menit lagi, Dokter Renard sampai sini Tuan " Ujar Asisten Jo sambil memasukkan kembali ponsel itu ke saku jas nya.


" Lama sekali.... " Keluh Davin sambil memejamkan matanya.


" Sabar Tuan "


🍀🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


Aluna keluar kamarnya kemudian melangkah ke ruang keluarga karena dia mendengar suara begitu riuh di ruang keluarga itu.


" Perutmu masih sakit Lun ? " Tanya Shania yang sedang menggendong baby Queen.


" Udah enggak kak, kadang nyeri kadang engga " Jawab Aluna sambil mengambil baby Queen dari gendongan Shania. Dia menggendong bayi mungil itu dengan hati-hati.


" Baby Queen cantik sekali seperti aunty ya " Canda Aluna sambil menimang bayi Queen pelan.


" Tapi jangan bar-bar kaya aunty nya yaa " Ronal yang baru datang langsung menimpali.


" Ngapain kakak kesini ? " Tanya Aluna sebal.


" Lagi baikan sama Davin, kakak dilupain. Tapi kalau lagi berantem langsung nyariin kakak " Cibir Ronal sambil menyalami Tuan dan Nyonya Alexander. Aluna hanya pura-pura tidak mendengar.


" Silahkan duduk nak Ronal " Ucap Nyonya Anita sopan. Ronal pun duduk di samping Aluna. Baru saja Ronal mendaratkan tubuhnya, ponselnya langsung berdering.


" Lun ... noh suami kamu telfon " Ucap Ronal sambil menyerahkan ponselnya kepada Aluna.


" Kok telfon ke tempat kakak ? " Tanya Aluna bingung.


" Kakak juga gak tahu, mau kamu apa kakak aja yang ngangkat ? "


" Emm kakak aja deh " Jawab Aluna sambil memasang baik-baik telinganya untuk mendengar percakapan Ronal dan Davin. Melihat gelagat Aluna yang hendak menguping dengan segera Ronal menloudspeaker panggilan itu.


" Hallo Vin.. ada apa ? " Tanya Ronal begitu panggilan terhubung.


" Maaf Tuan Ronal, ini saya Jo " Semua terdiam mendengar suara Asisten Jo.


" Aku kira Davin, ada apa Jo ? "


" Tuan... apa anda sudah sampai mansion Alexander ? saya sudah menghubungi Nona Aluna namun tidak di angkat " Mendengar ucapan Asisten Jo. Hati Aluna menjadi gelisah tak tenang. Shania yang tahu mimik wajah Aluna, langsung mengambil baby Queen dari pangkuan Aluna.


" Memang ada apa Jo ?" Kali ini Tuan Doni yang bertanya.

__ADS_1


" Dari pagi Tuan Davin terus muntah-muntah Tuan, saya sudah memanggil Dokter Renard kesini, tapi obat pereda mual yang di resepkan Dokter Renard sama sekali tidak manjur Tuan. Sekarang saya sedang perjalanan ke rumah sakit karena Tuan Davin sangat lemas, terlalu banyak kehilangan cairan Tuan "


Deg. Jantung Aluna langsung berpacu cepat begitu mendengar penjelasan Asisten Jo. Bahkan kini matanya mulai berkaca-kaca. Semua pun terkejut, karena tadi pagi Davin masih sehat-sehat saja. Tanpa bicara Aluna langsung berdiri dan meraih kunci motor di depan Ronal. Dia berlari mengambil helm kemudian mengedarai motornya dengan ngebut. Mereka pun terkejut melihat gerakan Aluna yang begitu cepat. Bahkan suara teriakan mereka tidak Aluna dengarkan. Ronal pun langsung menyusul Aluna menggunakan mobil Tuan Doni.


__ADS_2