Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
76


__ADS_3

Asisten Jo membuka pintu penumpang mobil saat melihat Tuan Davin berjalan keluar dari mansion. Dia melihat wajah Tuan Davin terlihat begitu muram. Namun, dia tidak mempunyai keberanian untuk bertanya. Davin pun tidak menyapa Asisten Jo sama sekali. Davin langsung duduk di kursi penumpang.


" Tunggu ..... " Teriakan dari dalam mansion berhasil menghentikan gerakan tangan Asisten Jo yang hendak menutup pintu mobil itu. Asisten Jo membalikkan badannya dan melihat Aluna yang sedang berlari ke arah mobil Tuannya.


" Kenapa belum masuk Jo ? " Tanya Davin, dia tidak melihat Aluna karena pandangan matanya terhalangi pintu mobil yang tertutup separuh.


" Nona Aluna Tuan " Jawab Asisten Jo sopan sambil membuka lebar pintu mobil itu. Melihat Aluna yang sedang berlari ke arahnya, Davin langsung keluar dari mobil. Dia berdiri tegak di samping Asisten Jo, senyum tipis tersemat di bibirnya.


"Huuh huhh huhh " Aluna ngos-ngosan. Badannya membungkuk dengan kedua tangan yang memegang lututnya erat. Dia berusaha mengatur nafasnya, Davin dan Asisten Jo hanya memandangnya.


" Tunggu huuuh sebentar Hhuhhh " Nafas Aluna masih belum beraturan. Satu tangannya melambai-lambai memberi isyarat mereka untuk menunggu.


" Ada apa sayang ? Kenapa kamu berlarian ? " Tanya Davin sambil berjalan mendekat ke tempat Aluna berdiri.


" Aku belum mencium tangan kamu " Jawab Aluna saat nafasnya sudah kembali teratur. Davin dan Asisten Jo hanya menatap Aluna heran.

__ADS_1


" Aku kan istri kamu, bukannya setiap suami berpamitan kerja ,istri harus mencium tangan suaminya " Kata Aluna sambil menarik tangan kanan Davin dan mencium punggung tangan itu. Davin tertegun melihat tindakan Aluna.


" Sudah sana hati-hati di jalan yaa, semangat cari rupiah buat aku beli motor baru " Aluna bicara sambil cengengesan. Dia mendorong tubuh Davin masuk ke mobil lagi. Davin pun hanya menurut. Saat Davin sudah duduk di kursi penumpang, Aluna beranjak pergi namun dia terhenti saat merasakan ada yang menahan tangannya.


" Bukan cuma salim aja, tapi seorang istri wajib mencium pipi suaminya biar semakin semangat kerja " Davin bicara dengan senyum licik.


" Cih ! itu cuma akal-akalan kamu saja kan " Aluna berdecih sebal.


" Beneran ....kalau gak percaya tanya saja sama Jo, iya kan Jo ? " Davin menatap mata Asisten Jo dengan memberi isyarat. Asisten Jo menghembuskan nafasnya panjang.


" Tuh kan .... itu cuma akal-akalan kamu saja, sudah sana berangkat. Hati-hati ya " Kata Aluna lembut sambil memegang pintu itu hendak menutupnya. Asisten Jo kemudian masuk dan duduk di belakang kemudi. Saat pintu itu hampir tertutup, dengan gerakan cepat Aluna membuka kembali pintu itu, kepalanya masuk ke dalam mobil dan bibirnya mengecup pipi Davin. Dengan gerakan tiba-tiba itu, tubuh Davin terasa membeku karena Aluna melakukan dengan cepat. Aluna langsung menutup pintu itu lagi dan melambaikan tangannya kemudian berlari masuk ke dalam mansion. Melihat tingkah Aluna itu, Davin tersenyum sendiri bahkan wajahnya sudah merona merah.


" Anda baik-baik saja Tuan ? " Tanya Asisten Jo saat melihat Tuan Davin yang tersenyum sendiri.


" Sangat baik Jo " Jawab Tuan Davin sumringah. Asisten Jo menggelengkan kepalanya melihat senyum Tuan Davin yang sama sekali belum pudar. Dia pun melajukan mobilnya ke tempat pertemuan penting.

__ADS_1


Pertemuan dengan klien itu berjalan dengan lancar karena suasana hati Davin sedang bahagia. Sekarang mereka sedang berada di perjalanan kembali ke kantor.


" Jo.... " Panggil Tuan Davin lirih. Dia memijit pelipisnya pelan untuk menghilangkan sedikit rasa pusing di kepalanya.


" Aku kadang bingung sama Aluna. Dia meminta waktu untuk menata hatinya menerima aku kembali. Saat aku mendekatinya dia seperti menjaga jarak dan membuat benteng di antara kita, tapi dia sangat perhatian padaku. Aku jadi bingung Jo " Davin menyandarkan kepalanya di jok mobil kemudian dia memejamkan matanya.


" Nona Aluna sebenarnya mencintai anda Tuan, dia juga tidak mau kehilangan anda. Tapi hatinya belum sembuh total Tuan, dan anda harus bersabar sampai Nona Aluna menerima anda lagi "


" Dia sangat perhatian padaku Jo " Davin teringat bagaimana Aluna menyiapkan dan melayani dia dengan baik meski dia belum berbincang dekat. Sementara ini, Aluna membuka suaranya hanya untuk menjawab pertanyaan yang Davin lontarkan.


" Tuan .... Nona Aluna adalah orang yang menjujung tinggi adab dan kesopanan. Seberapa marah pun dia pada anda, dia tetap akan melayani anda sebagai suami meski dia menjadi lebih banyak diam. Karena dia sudah tahu apa yang menjadi kewajibannya " Davin membuka matanya mendengar penjelasan Asisten Jo.


" Saya yakin Tuan, Nona Aluna suatu saat pasti akan menyayangi anda seperti dulu, anda yang menorehkan luka di hati Nona Aluna, maka anda pula yang harus berusaha sendiri menyembuhkan luka itu Tuan. Dan anda harus berusaha keras Tuan menilik Nona Aluna adalah orang yang keras kepala "


Davin merenungi ucapan Asisten Jo. Dan dia membenarkan ucapan Asisten Jo. Davin pu menyemangati dirinya sendiri untuk berusaha menggapai cinta Aluna lagi.

__ADS_1


__ADS_2