
"Menangislah! Kamu tidak harus selamanya memendam masalahmu sendiri," Mila menoleh, menatap Asisten Jo yang sedang berjalan ke arahnya.
"Tu-tuan," panggil Mila terbata, dia segera mengusap mata dan pipinya. Asisten Jo tersenyum melihat tingkah Mila, dia pun duduk di samping Mila.
"Aku tidak menyangka seorang perempuan yang mempunyai tingkat kepercayaan diri yang tinggi sepertimu bisa menangis," sindir Asisten Jo sambil tersenyum sinis.
"Saya tidak menangis Tuan," sanggah Mila sambil mengusap bekas airmatanya.
"Lantas itu kenapa? mau bilang kelilipan? Basi! Aauu auu auu," Asisten Jo mengaduh kesakitan karena Mila mencubit perutnya.
"Jadi cewek kasar sekali, gak laku baru tahu rasa kamu!"
"Emang Tuan sudah laku?" Tanya Mila sambil menunggingkan senyum ejekan.
"Rasanya ingin ku sumpal mulutmu dengan kaos kakiku!" Kesal Asisten Jo sambil membungkam mulut Mila dengan tangannya. Mila meronta mencoba menyingkirkan telapak tangan Asisten Jo tapi tak bisa.
"emmmmm emmmm," Mila berusaha melepaskan tangan Asisten Jo hingga saat Mila sudah mulai kesal, Asisten Jo langsung melepaskan bungkaman tangannya.
"Anda jahat sekali Tuan," ucap Mila sambil menghirup nafas yang banyak.
"Mau lagi?" tanya Asisten Jo mengoda sembari maju hendak membekap mulut Mila lagi, namun Mila berusaha menepisnya.
"Jangan Tu...." Ucapan Mila terhenti saat melihat mata Asisten Jo yang sedang menatapnya lekat. Mereka berdua saling berpandangan, saling menyelami tatapan yang seolah memikat mereka. Wajah Asisten Jo semakin maju mendekati wajah Mila. Merasa ada sinyal bagus, Mila langsung memejamkan matanya
Yes! aku akan merasakan ciuman dengan pria tampan. Batin Mila kegirangan, hingga tanpa sadar dia memonyongkan bibirnya.
"Auu!!" Mila berteriak saat merasakan sebuah sentilan mendarat di keningnya.
"Dasar otak mesum!" cibir Asisten Jo, sambil menyadarkan kepalanya di sofa.
__ADS_1
"Saya kira anda akan mencium saya Tuan, kaya di film-film gitu, Auh! Sakit Tuan," Mila kembali mengusap keningnya.
"Terlalu sering dekat anda, saya yakin pasti kening saya sudah jadi tambah lebar, selebar stadion sepak bola!" Asisten Jo hanya terkekeh mendengar ucapan Mila membuat Mila melongo.
"Anda semakin tampan kalau tersenyum gitu Tuan," ucap Mila, Asisten Jo langsung memasang wajah datar namun pipinya sudah merah merona.
"Jangan malu-malu gitu Tuan, nanti kalau saya jadi milik orang lain, anda menyesal," Asisten Jo menggelengkan kepala tidak percaya dengan tingkat kepercayaan diri Mila yang begitu tinggi.
"Mimpi apa aku bertemu perempuan narsis seperti kamu," Mila merespon ucapan Asisten Jo dengan menunjukkan deretan gigi putihnya.
"Sudah malam, aku mau pulang dulu," pamit Asisten Jo sembari berdiri dari duduknya, Mila pun mengikutinya.
"Menginap juga tidak masalah Tuan, biar kita di gebrek terus di nikahkan. Saya ikhlas lahir batin kalau di paksa menikah dengan anda Tuan," Asisten Jo menghela nafas panjang, kesabarannya di uji saat berhadapan dengan Mila.
Apa ini karma untukku karena dulu selalu menggoda Tuan Muda.
"Bisa gila lama-lama aku menghadapimu," ucap Asisten Jo, dia melangkahkan kakinya meninggalkan Mila.
"Apa yang ketinggalan?" tanya Asisten Jo bingung.
"Anda tidak merasa ketinggalan ciuman perpisahan dengan saya Tuan, siapa tahu besok anda merindukan saya," goda Mila, Asisten Jo berdecak kesal kemudian pergi meninggalkan Mila yang masih berdiri tersenyum padanya.
Setelah mendengar suara mobil Asisten Jo meninggalkan rumahnya, Mila menghela nafas panjang, senyum yang sedari tadi nampak di bibirnya kini perlahan memudar. Dia berjalan gontai menuju kamarnya, merebahkan tubuhnya di atas kasur, matanya menatap langit-langit kamar.
"Selesai sudah sandiwaraku hari ini, waktunya aku menjadi diriku sendiri," lirih Mila sembari memejamkan matanya. Airmata mengalir dari sudut matanya, merasakan sakit yang terasa menghujam jantungya. Tidak ada yang boleh melihat dirinya yang rapuh ini, cukup hanya dia dan Tuhan saja yang tahu.
"Waktunya tidur, siapkan tenaga untuk bersandiwara esok hari," ucap Mila sambil memejamkan matanya untuk tidur.
*Kau tahu, terkadang orang yang tertawa paling lebar adalah orang yang memendam luka paling dalam.
__ADS_1
ππππππππ*
Dua anak buah Asisten Jo masih berjaga di depan rumah Mila meskipun keadaan rumah Mila sekarang baik-baik saja. Tidak ada orang yang mencurigakan, namun mereka tetap menjaga rumah itu sesuai perintah Asisten Jo. Saat mereka sedang berjaga, tiba-tiba ada sebuah kecelakaan terjadi di jalan depan rumah Mila, mereka langsung berlari untuk menolong orang yang terjatuh itu, tanpa mereka tahu kalau ada seseorang yang menyelinap masuk ke dalam rumah. Semenjak ada pengawal di rumah, Mila tidak pernah mengunci rumahnya, itu sebabnya orang asing itu dengan mudah masuk ke dalam rumah Mila.
Lelaki itu masuk ke dalam kamar Mila, dia menyeringai tipis saat mengetahui pintu kamar Mila tidak terkunci. Dia berjalan mengendap-endap mendekati Mila yang sedang tertidur lelap di atas tempat tidurnya.
"Kamu hanya milikku, aku tidak akan membiarkan satu orangpun memilikimu kecuali aku!" ucapnya semakin berjalan mendekati Mila, dia duduk di samping Mila yang masih tertidur lelap. Tangannya mengusap lembut puncak kepala Mila, merasa ada menyentuh kepalanya, Mila membuka kedua kelopak matanya. Dia terkejut melihat Dimas yang sedang duduk di sampingnya, tubuh Mila gemetar takut.
"Ka-kamu mau apa Dim?" tanya Mila ketakutan. Dimas tidak menjawab namun seringai tipis tercetak di sudut bibirnya membuat Mila semakin ketakutan.
"Kamu hanya milikku!" ucap Dimas, Mila hendak berteriak namun Dimas langsung membungkam mulut Mila dengan kain yang sudah diberi obat bius. Seketika mata Mila langsung terpejam tak sadarkan diri. Dimas langsung membopong tubuh Mila di pundaknya, membawanya lewat pintu belakang karena Dimas yakin kedua pengawal itu pasti sudah kembali berjaga di depan rumah.
**Dah mentok segitu aja.
Yah kok gantung thor?
penasaran thor
ayo up dong thor..
sabar sabar pemirsah...
gak usah bilang author cantik biar update..
karena cantiknya author cuma di foto, itu aja karena ketolong filter kamera.π
jangan pergi dulu, ayo ayo beri dukungan buat Author recehan ini dong, biar makin semangat nulis.
salam sayang dari author recehan...
__ADS_1
(latihan bergaya jadi author femes dulu, femesnya kapan?hanya Tuhan yang tahuπ **)