
Setelah hampir dua jam Davin melakukan pertemuan dengan klien dia langsung bergegas pulang dan masuk ke kamarnya. Saat sudah berada di kamar, dia mencari Aluna yang sudah tidak terlihat lagi di atas tempat tidur.
" Sayaanggggg " Teriakan Davin menggema di ruangan kamar namun tak ada sahutan.
" Aluunnaaa saayaanggg " Teriak Davin lagi sambil menyusuri kamar yang luas itu hingga saat di depan kamar mandi dia mendengar suara gemericik air.
" Sayang..kamu didalam ?" Davin menggedor pintu karena tak ada sahutan dari dalam. Dia mulai khawatir.
" Sayang.. jawab aku ! atau ku dobrak pintu ini " Teriak Davin karena begitu cemas. Saat Davin sedang mengambil ancang-ancang mendobrak, pintu kamar mandi itu dibuka dan Aluna keluar dengan wajah pucat. Davin langsung memeluk Aluna erat.
" Aku mengkhawatirkanmu " Bisik Davin lirih. Aluna tersenyum tipis kemudian membalas pelukan Davin.
" Kenapa wajahmu pucat sekali ? " Tanya Davin saat melihat wajah Aluna.
" Aku gak papa.. aku mau istirahat dulu " Jawab Aluna sambil berjalan ke atas tempat tidur. Davin mengamati tempat tidur itu dengan seksama.
" Siapa yang ganti sprei ? " Tanya Davin lagi saat sudah sadar spreinya berbeda.
" Aku " Jawab Aluna lemas. Dia menaruh lengan kirinya di atas wajahnya kemudian memejamkan matanya.
" Terus spreinya yang kotor dimana ? "
__ADS_1
" Masih di kamar mandi, barusan aku cuci tinggal jemur " Mendengar jawaban Aluna, Davin langsung merebahkan tubuhnya di samping Aluna dan memeluknya dari samping.
" Kenapa repot sendiri sih ? kan ada pelayan yang bisa nyuciin " Davin protes. Aluna hanya diam.
" sayang..." Panggil Davin sambil menggoyangkan tubuh Aluna pelan.
" Apaan sih ? masa' sprei ada bekas darah aku gitu suruh pelayan nyuciin.. itu namanya gak sopan " Aluna membalikkan badannya memunggungi Davin. Sedangkan Davin tersenyum mengingat pergumulan mereka apalagi dia adalah orang pertama menyentuh Aluna.
" Terimakasih sayang sudah menjadikan aku yang pertama menyentuhmu..Kamu bangun jam berapa ? " Tanya Davin sambil mengecup leher Aluna membuat tubuh Aluna meremang dan tak lupa tangan Davin yang mulai bergerilya.
" Belum lama, bangun tidur langsung nyuci sprei " Jawab Aluna lemas. Tubuhnya benar-benar terasa remuk. Mendengar Jawaban Aluna, Davin langsung terduduk.
" Astaga Aluna ! Kamu bisa gak sih jaga kesehatan kamu ! Pantes aja muka kamu udah kaya mayat " Omel Davin sambil beranjak bangun meninggalkan Aluna yang kesal karena disamakan dengan mayat.
" Enak aja ngatain kaya mayat nanti kalau aku beneran jadi mayat ditangisin. Lagian salah siapa asal ninggal aja, kan aku malu kalau harus turun sendiri. Dasar suami jahat ! " Gerutu Aluna kesal. Dia kemudian melempar bantal dan guling ke lantai karena kesal.
" Barusan ditinggal gak pamit, sekarang ditinggal lagi.. pasti sengaja biar aku tersiksa disini " gerutu Aluna. Dia mulai memejamkan matanya untuk tidur lagi.
ceklek
pintu kamar terbuka, Aluna berpura-pura tidur.
__ADS_1
" Astaga Aluna.. kenapa bantal sama guling di taruh di lantai, kan jadi kotor " Omel Davin sambil mengambil bantal dan guling itu.
" Ngapain kesini ?! sudah sana pergi aja.. ngapain juga kamu pikirin aku ?!"
" Jelas aku harus mikirin kamu karena kamu kan istri aku "
" Ya aku istri tapi gak kamu peduliin, pake ditinggal sendiri di kamar "
" Aku gak peduli gimana? aku barusan ada pertemuan penting dengan klien, karena kamu sangat nyenyak aku gak tega bangunin " Davin mencoba membangunkan tubuh Aluna namun Aluna menolak.
" Kamu belum makan kan ? Sudah ayo makan aku temenin " Davin masih berusaha mengangkat tubuh Aluna.
" Gak mau ! Aku gak laper " Aluna merajuk. Davin hanya tersenyum melihat Aluna.
" Kalau kamu gak mau makan aku bakalan makan kamu saat ini juga seperti tadi malam " Ancam Davin namun Aluna tetap diam. Davin mengecup pipi Aluna dan memasukan satu lengannya ke belakang leher Aluna. Sedangkan satu lengannya dia letakkan di belakang paha Aluna. Aluna hanya menikmati sentuhan Davin.
" Aku tahu kamu sangat ingin olahraga tanpa busana lagi sayang, tapi aku gak mau kamu sakit. Kita olahraga nanti saat kamu sudah bertenaga. Aku mencintaimu " Bisik Davin pelan sambil mengecup pipi Aluna.
" Aakkhhhh " Teriak Aluna saat tiba-tiba Davin mengangkat tubuhnya. Dia berusaha meronta.
"Kalau kamu gak mau diam jangan salahkan aku kalau kamu jatuh. " Ucap Davin sambil berjalan turun ke lantai bawah. Aluna hanya diam dan memeluk leher Davin erat.
__ADS_1