Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
134


__ADS_3

Mila kini sudah di pindah ke ruangan VVIP, Asisten Jo dengan setia menunggu Mila yang belum sadar karena pengaruh obat. Tiba-tiba ponsel Asisten Jo berdering, Asisten Jo yang sedang duduk di samping Mila langsung mengambil ponsel dari dalam saku celananya. Dia melihat nama Tuan Davin tertera di layar ponselnya, dia menghembuskan nafas berat sebelum mengangkat panggilan itu.


"Hallo Tuan," sapa Asisten Jo sopan.


"Bagaiamana Jo? Apa kamu berhasil menemukan Mila?"


"Sudah Tuan, tapi saya terlambat," suara Asisten Jo terdengar penuh sesal.


"Terlambat? terlambat bagaimana?" Asisten Jo tidak langsung menjawab, dia berjalan keluar dari ruangan itu.


"Jo?" terdengar suara Tuan Davin yang memanggilnya.


"Dimas sudah berhasil mengambil kesucian Mila Tuan," jawab Asisten Jo dengan berat.


" Apa! Terus sekarang bagaimana keadaan Mila?"


" Dia masih belum sadarkan diri Tuan, kata dokter dia kemungkinan bisa mengalami trauma berat," Asisten Jo mendengar helaan nafas panjang dari Tuan Davin.


"Apa kamu akan kembali kesini Jo?"


"Iya Tuan, setelah Mila sadar saya akan membawa kembali kesitu Tuan, saya yakin Ibu Eni dan Rayhan pasti saat ini sangat khawatir,"


"Ya sudah, hati-hati Jo, biar aku siapkan ruangan terbaik di rumah sakit sini,"


"Terimakasih banyak Tuan. Tuan...." Asisten Jo terdiam. Davin pun tidak mengeluarkan suaranya, dia tahu pasti Asisten Jo hendak mengatakan sesuatu.


"Huh!" Asisten Jo menghembuskan nafas kasar. " Jangan beri tahu Nona Aluna dulu Tuan, saya takut Nona Aluna akan terpukul dan ada sesuatu yang akan saya bicarakan kalau saya sudah sampai situ Tuan,"


" Masalah Aluna nanti biar aku bicarakan baik-baik. Dia juga sekarang sedang sangat khawatir. Ya sudah aku matikan dulu, aku tunggu kamu disini,"


"Baik Tuan." Panggilan itupun terputus. Asisten Jo menghela nafas panjang. Dia begitu bingung, apa yang harus dia lakukan saat ini.


"Jangan sentuh aku! Aku kotor! " Asisten Jo bergegas masuk ke ruangan Mila, dia melihat Mila yang sedang berteriak histeris sambil menutup kedua telinganya.

__ADS_1


" Ada aku disini, kamu tenang ya," ucap Asisten Jo lembut sambil mendekati Mila hendak memeluknya. Namun, Mila langsung meronta.


"Pergi! Jangan sentuh aku! aku kotor! aku kotor!" Teriak Mila histeris sambil menangis. Asisten Jo langsung memencet tombol nurse di ruangan itu. Tidak ada lima menit, seorang dokter dan dua perawat langsung masuk ke ruangan itu.


"Jangan sentuh aku! aku kotor! aku kotor!" teriak Mila histeris. Salah satu perawat itu langsung menyutikkan obat penenang ke tubuh Mila, sesaat kemudian mata Mila akhirnya terpejam.


"Kita harus membawanya ke psikiater Tuan, sepertinya jiwanya benar-benar terguncang," saran dokter itu. Asisten Jo memandang Mila dengan perasaan iba.


"Segera persiapkan semuanya, saya akan membawanya ke rumah sakit terbaik di negara ini," titah Asisten Jo.


"Baik Tuan." Dokter dan perawat itu keluar dari ruangan untuk menyiapkan berkas-berkas rujukan.


"Cepatlah sembuh," gumam Asisten Jo sambil mengusap lembut pipi Mila.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Mansion Alexander.


"Kamu kenapa mas?" tanya Aluna sambil menatap lekat wajah Davin.


"Sayang, aku punya dua kabar untukmu, satu kabar baik dan satu kabar buruk," ucap Davin lirih.


"Kabar apa?" tanya Aluna, hatinya tiba-tiba merasa begitu cemas.


"Kamu mau kabar yang mana dulu?" Davin balik bertanya namun Aluna hanya diam tidak menjawab.


"Sayang...." Panggil Davin sambil memegang kedua bahu Aluna. "Kamu harus janji, kalau kamu tetap tenang ya," pinta Davin. Aluna mengangguk pelan.


"Kabar baiknya, Mila sudah ditemukan,"


"Kamu yakin? Alhamdulillah," Aluna tersenyum bahagia, dia sangat bersyukur akhirnya Mila di temukan.


"Tapi..." Davin ragu meneruskan ucapannya saat melihat senyum merekah di bibir Aluna.

__ADS_1


"Tapi apa? tapi Mila baik-baik saja kan Mas?" tanya Aluna tak sabar. Davin menghembuskan nafas kasar.


"Jo terlambat menyelamatkan Mila, Dimas sudah berhasil mengambil kesucian Mila," Deg. Tubuh Aluna langsung menegang, senyum yang tadi merekah kini telah memudar. Bahkan, setitik airmata mulai terlihat menetes di sudut mata Aluna. Davin segera menghapus airmata itu.


"Kamu sabar sayang, Jo akan membawa Mila kesini. Maafkan Jo yang sudah terlambat menyelamatkan Mila ya sayang," ucap Davin lembut. Aluna menepis tangan Davin kemudian berlalu pergi keluar dari kamarnya.


"Sayang... sayang...." Teriak Davin sambil mengejar Aluna yang berlari kencang. Davin terkejut melihat Aluna yang sudah duduk di atas motor.


"Sayang, ingat anak kita!" teriak Davin namun Aluna tidak mendengarkan.


"****!!" umpat Davin kesal saat motor Aluna melaju kencang keluar dari Mansion Alexander, satpam yang berjaga hanya menatap bingung ke arah majikannya itu. Davin langsung mengeluarkan mobil dari garasi, dia melajukan mobilnya kencang mengejar Aluna.


"Semoga dia baik-baik saja. Ya Tuhan... aku mohon lindungi istri dan anakku," doa Davin berkali-kali. Dia berusaha mengejar Aluna namun dia tidak menemukan jejak Aluna sama sekali. Davin langsung menghubungi Asisten Jo karena dia tidak tahu dimana alamat rumah Mila.


"Jo, beri aku alamat rumah Mila sekarang!" perintah Davin tanpa basa-basi.


"Memang kenapa Tuan?"


"Aluna kabur begitu mendengar kabar Mila, dia langsung pergi pakai motor, aku yakin dia kerumah Mila," jawab Davin dengan suara berat.


"Astaga, kenapa Nona Aluna masih saja nekat. Akan segera saya kirimkan alamatnya Tuan," Davin langsung mematikan panggilan itu, beberapa detik kemudian dia mendapat pesan alamat rumah Mila, dengan segera dia langsung menuju alamat itu.


"Semoga kamu baik-baik saja sayang," Gumam Davin sambil melajukan mobilnya dengan kencang.


Dah segitu dulu ya


Author lagi capek ngetik 😁


ayo dukungannya buat author masih author tunggu


kalau banyak yang mendukung, Insya Allah nanti sore author dobel up.


salam sayang dari author recehan

__ADS_1


__ADS_2