
Aluna berpamitan hendak menengok ketiga rekan kerjanya, awalnya Davin melarang tapi dengan bujuk rayu yang Aluna lakukan membuat Davin akhirnya menyetujuinya. Sebelum sampai di divisinya, Aluna ingin buang air kecil, dia kemudian mampir ke toilet terlebih dahulu. Setelah selesai, dia yang hendak keluar menghentikan gerakannya saat mendengar beberapa karyawan Alexander grup membicarakannya.
" Aku tidak menyangka kalau Aluna memang beneran seorang sugar baby "
" Ya, padahal dulu sepertinya dia anti cowok, ternyata itu cuma topeng untuk menutupi kelakuannya saja " Aluna mengepalkan tangannya erat.
" Benar kata Grace dulu kalau Aluna rela tidur dengan Tuan Davin demi hartanya, kalian lihat ? Sekarang Tuan Davin begitu mesra dengan Aluna "
" Aku yakin pasti Aluna sudah tidur dengan Tuan Davin, lihat saja tubuhnya sekarang, kelihatan kalau sudah tidak perawan "
ceklek
Aluna membuka pintu kamar mandi itu. Empat orang yang sedang berbincang itu langsung terdiam. Tubuhnya gemetar ketakutan, Aluna yang menatapnya hanya tersenyum sinis.
" Boleh dong ikut kalian nge gosip " Sindir Aluna dengan bibir menyeringai tipis. Semuanya diam, tidak ada satupun yang berani menjawab.
" Emm kok pada diem? Emang aku gak boleh ya ikut kalian nge gosip, padahal aku punya bahan ghibahan lho. Kalian tahu tidak kalau aku sedang hamil anak Davin " Mereka berempat langsung menatap Aluna, sedangkan Aluna hanya tersenyum tipis.
" Berarti memang benar kamu itu murahan ? " Salah satu mereka mencibir Aluna, tapi Aluna langsung tertawa lebar.
" Apa salahnya ? Aku sudah jual mahal tapi gak laku, ya aku jual murah saja yang penting gak rugi " Aluna menghentikan tawanya lalu menatap tajam mereka berempat.
" Dasar wanita tidak tahu diri ! Hanya demi harta rela menjadi sugar baby. Gak punya harga diri sekali " Salah satu dari mereka menghina Aluna, Aluna menunggingkan senyumnya namun tangannya mengepal erat.
" Kalian tidak takut? Aku bisa saja mengadukan pada Davin dan kalian akan di berhentikan secara tidak terhormat dan akan di blacklist dari perusahaan manapun " Ancam Aluna sambil melihat mereka yang takut tapi berusaha tampak berani.
" Nona Muda .... " Panggil Asisten Jo menghentikan perdebatan mereka.
" Astaga Jo, kamu tidak lihat ini toilet wanita ? " Tanya Aluna saat Asisten Jo sudah berdiri di sampingnya. Sedangkan mereka masih terheran saat Asisten Jo memanggil Aluna dengan sebutan ' Nona Muda '.
" Tentu saja saya tahu Nona, tapi Tuan Davin sangat mengkhawatirkan anda. Dia takut janin di perut anda kenapa-napa." Mereka pun terkejut, setahu mereka Asisten Jo tidak mungkin berbohong.
__ADS_1
" Ya sudah aku mau ketemu tiga anakku dulu, sudah sana kamu kembali ke ruangan Davin dan bilang kalau aku baik-baik saja " Suruh Aluna sambil berjalan keluar toilet meninggalkan mereka berempat dengan rasa penasaran. Sebelum keluar dari toilet itu, Asisten Jo menatap tajam ke arah mereka berempat, hingga mereka menunduk takut.
Asisten Jo berjalan mengekor di belakang Aluna, begitu sampai di ruangan kerja Aluna dulu, mereka bertiga yang melihat Aluna masuk langsung berteriak heboh. Namun, teriakan mereka langsung berhenti saat melihat Asisten Jo berjalan di belakang Aluna.
" Kenapa kalian jadi diem sih ? " Tanya Aluna heran, dia masih tidak menyadari kalau Asisten mengekor di belakangnya.
" Nyonya Muda ... " Panggil mereka bertiga pelan sambil menunduk takut.
" Ishh kalian gak usah gitu. Aku benci kalian yang kaku gitu. Jangan panggil aku Nyonya Muda " Aluna berdecak kesal.
" Maaf Nyonya Muda " Mereka masih menunduk. Aluna pun berjalan mendekati mereka bertiga.
" Kalian kenapa jadi.... " Aluna menghentikan pertanyaannya saat mendengar suara deheman. Dia pun membalikkan badannya dan melihat Asisten Jo masih berdiri di samping pintu.
" Astaga Jo... kenapa kamu disitu ? Bukankah aku sudah menyuruhmu kembali ke ruangan Davin " Tanya Aluna sebal. Pantas saja ketiga temannya itu langsung bersikap kaku.
" Saya harus memastikan kalau anda baik-baik saja sampai sini Nona. Dan saya ada urusan dengan salah satu teman anda " Mila langsung mendongak, dia yakin pasti yang dimaksud Asisten Jo itu dia. Sedangkan Aluna menautkan kedua alisnya bingung.
" Kalian tahu ada hubungan apa Asisten Jo dan Mila ? " Tanya Aluna heran. Mereka berdua hanya mengangkat kedua bahunya. Aluna pun berdiri di belakang pintu untuk mendengarkan percakapan mereka. Sedangkan Nia dan Citra mengikuti di belakangnya.
" Aku tahu anda menguping Nona " Aluna langsung keluar dari belakang pintu itu dengan menghentakkan kakinya kesal.
" Kamu menyebalkan Jo ! " Pekik Aluna kesal. Asisten Jo hanya tersenyum tipis melihat kelakuan Nona Muda nya itu.
" Kalian membicarakan apa sih ?! " Tanya Aluna sambil mendekati mereka berdua.
" Anda tidak perlu tahu Nona, kalau begitu saya permisi keruangan Tuan Davin Nona " Pamit Asisten Jo sopan lalu berjalan pergi meninggalkan Aluna yang masih kesal.
" Mil !! " Panggil Aluna dengan nada penuh penekanan. Mila menjadi sangat gugup
" Tapi Lun .... " Mila tidak berani meneruskan ucapannya.
__ADS_1
" Karena kamu gak mau jujur biar aku adukan pada suamiku. Gimana ? " Ancam Aluna membuat Mila langsung ketakutan.
" Oke aku ceritain tapi di dalam jangan disini " Kata Mila, mereka berempat pun masuk lagi ke dalam ruangannya, kemudian Mila menceritakan hal kemaren yang terjadi di antara dia dan Asisten Jo.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
" Aluna baik-baik saja Jo ? " Tanya Davin saat Asisten Jo masuk ke ruangannya.
" Baik Tuan, tapi tadi di kamar mandi ada kejadian tidak mengenakkan " Jawab Asisten Jo sambil menunduk. Davin langsung menatap ke arah Asisten Jo.
" Kejadian apa ? " Suara Davin terdengar tinggi, jelas sekali nada kecemasan di suaranya.
" Ada empat orang karyawan yang menghina Nona Aluna, kalau Nona adalah seorang sugar baby "
Brakkk. Asisten Jo terjengkit kaget saat Davin menggebrak meja dengan keras.
" Bre***k !! Suruh mereka kesini. Berani sekali mereka menghina Nyonya Muda Alexander. "
" Tuan .. kalau menurut saya, tidak sepenuhnya salah mereka. Karena mereka belum tahu kalau anda dan Nona Aluna adalah suami istri " Davin terdiam mendengar ucapan Asisten Jo. Memang benar, semenjak ijab kabul itu, mereka berdua belum mengumumkan pernikahannya, karena banyak sekali masalah yang terjadi di antara mereka.
" Huuuh " Davin menghembuskan nafas kasar, memejamkan mata dan memijat pelipisnya.
" Aku harus gimana Jo ? Aku ingin mengadakan resepsi mewah tapi dengan keadaan Aluna yang sedang hamil, aku takut dia kelelahan. Tapi, jika pernikahan kita tetap di sembunyikan, aku yakin pasti akan semakin banyak orang yang menghujat Aluna " Davin menyandarkan kepalanya di kursi.
" Tuan, lebih baik anda bicara baik-baik dengan Nona Aluna. Anda tahu sendiri bagaimana keras kepalanya Nona Aluna, daripada nanti menimbulkan masalah baru di antara anda dan Nona Aluna. " Saran Asisten Jo, Davin pun menganggukan kepalanya paham.
" Jika anda takut Nona kelelahan kalau mengadakan resepsi mewah, untuk sementara anda bisa mengumumkan ke publik terlebih dahulu kalau Nona Aluna adalah istri anda, untuk membungkam mulut orang-orang yang menghina Nona Aluna Tuan " Davin tersenyum simpul.
" Bagus juga ide kamu Jo. Kalau sedang seperti ini, kamu memang bisa di andalkan Jo " Puji Davin membuat Asisten Jo tersenyum bangga.
" Carikan aku martabak manis rasa coklat kacang Jo " Dan perkataan Davin itu mampu memudarkan senyum Asisten Jo berganti dengan cebikan kesal.
__ADS_1