Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
127


__ADS_3

Asisten Jo menatap ke arah Mila yang sedang menatapnya tajam. Dia bisa melihat kemarahan dari raut wajah Mila. Ibu Eni hanya diam sambil menatap mereka berdua.


"Pergilah Tuan, jika memang anda kesini hanya untuk merebut Rayhan." Usir Mila tanpa mengalihkan pandangannya dari Asisten Jo.


"Rayhan anak saya dan selamanya akan selalu menjadi anak saya!" ucap Mila tegas.


"Orang tua mana yang membiarkan anak sekecil itu sendirian di rumah. Kamu tahu? Seandainya aku terlambat sebentar saja pasti Rayhan sudah benar-benar diculik!" Mila terdiam mendengar ucapan Asisten Jo. Dia tidak tahu jika Rayhan hampir saja menjadi korban penculikan.


"Di-diculik?" tanya Mila gugup. Asisten Jo tersenyum sinis.


"Iya Mil, tadi ada seorang lelaki masuk kesini hendak menculik Rayhan. Beruntung, Nak Jo ini datang tepat waktu," jelas Ibu Eni membuat Mila semakin terdiam.


"Jika kamu melarangku membawa Rayhan, biar anak buahku menjaga rumah ini. Aku yakin penculik itu pasti akan kembali lagi," Asisten Jo berjalan mendekati Mila yang masih berdiri di ambang pintu.


"Berhentilah bekerja di restoran, biar aku yang mencukupi kebutuhan Rayhan. Aku tidak menerima penolakan!" tegas Asisten Jo sembari berjalan keluar kamar. Mila bergeming dalam posisinya.


"Mil!" Panggil Ibu Eni menyadarkan Mila dari keterdiamannya.


"Masuklah Mil, kita perlu bicara," suruh Ibu Eni. Mila berjalan masuk ke kamar, pandangan matanya menyapu ruangan kamar Rayhan.


Kemana perginya Tuan Jo? batin Mila.


"Kamu cari siapa Mil?" tanya Ibu Eni melihat Mila yang celingukan.


"Enggak bu, kemana si Tuan Asisten itu bu?"


"Bukannya sudah pulang, kan tadi lewat samping kamu," Ibu Eni menjawab sambil menggelengkan kepalanya. Mila hanya cengengesan.


"Mil!" Ibu Eni mulai terlihat serius, Mila langsung duduk di samping Rayhan yang masih tertidur. Mila mengusap puncak kepala Rayhan.


"Bagaimana kalau kita menerima tawaran Nak Jo?" Mila menghembuskan nafas kasar mendengar pertanyaan ibunya.


"Semua demi kebaikan Rayhan, entah mengapa perasaan ibu mengatakan kalau yang hendak menculik Rayhan itu Dimas," Mila langsung menatap ibunya.

__ADS_1


"Jangan berburuk sangka bu," sanggah Mila walaupun hatinya hampir lima puluh persen mengiyakan perkataan ibunya.


"Tapi Mil...."


"Sudahlah bu, aku yakin aku bisa menjaga Rayhan," Mila menyela ibunya.


"Bagaimana caranya kamu menjaga Rayhan? Sedangkan kamu sibuk kerja," ucap Ibu Eni membuat Mila langsung terdiam. Ya, Mila memang sibuk kerja dari pagi sampai malam. Dia hanya memiliki sedikit waktu untuk Rayhan.


tok tok tok


Ibu Eni dan Mila bergegas keluar saat mendengar suara ketukan pintu. Mereka berdua terkejut saat melihat dua orang berbadan kekar berdiri di depan pintu. Tubuh Ibu Eni maupun Mila bergetar ketakutan.


"Ka-kalian siapa?" tanya Mila takut, dia meremas ujung bajunya.


"Kami mendapat perintah dari Tuan Johan untuk menjaga kalian," jawab salah satu di antara mereka.


"Tuan Johan?" Mila mengerutkan keningnya.


"Tuan Johan Saputra, Asisten kepercayaan Tuan Davino Alexander," jelasnya. Mila menganggukan kepalanya paham. Terdengar suara bunyi ponsel, salah satu di antara mereka merogoh saku celananya, mengambil ponsel yang berdering itu kemudian mengangkatnya.


"Tuan Johan mau bicara Nona," ucap pengawal itu sopan, Mila dengan ragu menerima ponsel itu kemudian meletakkan di dekat telinga.


"Ha-hallo Tuan," sapa Mila gugup.


"Biarkan kedua pengawal itu menjaga rumah kamu, kalau kamu menolak maka aku akan membawa Rayhan secara paksa untuk tinggal bersamaku." Tuut tuut tuut Panggilan itu terputus. Mila melongo sambil menatap layar ponsel yang sudah tidak menampilkan panggilan itu.


"Aneh sekali dia, memberi perintah atau mengancam sih sebenarnya," gerutu Mila. Dia menyerahkan ponsel itu kembali kepada pemiliknya.


"Tuan, tapi anda akan tidur dimana? Disini kamarnya cuma ada tiga sudah ditempati semua,"


"Kami akan tidur di ruang tamu ini Nona, anda tenang saja. Biar saya betulkan terlebih dahulu pintu rumah Nona yang rusak ini," ucap pengawal itu. Dia mengeluarkan knop pintu yang baru dari dalam tasnya. Mila hanya diam menatap pengawal yang sedang membenarkan pintu rumahnya. Tanpa mereka ketahui, ada seorang lelaki yang sedang bersembunyi di belakang pohon mangga dengan tangan yang mengepal erat.


"Sialan! kenapa sekarang rumahnya di jaga ketat! " Umpatnya kesal. Dia kemudian berlalu pergi meninggalkan rumah Mila.

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀🍀


Aluna masih bergelung di bawah selimut, menutupi tubuh polosnya sedangkan Davin memeluk Aluna dari samping.


"Kamu kenapa terlihat resah sayang?" tanya Davin sambil mengusap pipi Aluna.


"Entahlah mas, aku hanya kepikiran Mila. Apalagi barusan Mila mengabari kalau Rayhan hendak di culik,"


"Rayhan? Rayhan siapa?" tanya Davin penasaran.


"Anak angkat Mila," jawab Aluna singkat.


"Bukankah Mila masih single ya, kok udah punya anak angkat?" tanya Davin lagi.


"Dua tahun lalu dia menemukan anak itu di jalan, sepertinya anak itu di buang orang tuanya karena sampai saat ini tidak ada satu orang pun yang mengakui anak itu, padahal berbagai pengumuman sudah di buat untuk mencari keberadaan orang tua anak itu," jelas Aluna dengan sedih.


"Tega sekali orang tuanya! padahal banyak orang yang ingin memiliki anak, bahkan mereka rela mengeluarkan uang berjuta-juta demi memiliki anak." geram Davin, dia tidak menyangka ada orang tua yang setega itu.


"Aku cuma berdoa semoga mereka semua baik-baik saja,"


"Sayang, kamu tenang saja ya, aku akan kerahkan anak buahku untuk menjaga mereka," Aluna tersenyum mendengar ucapan Davin. Aluna lalu memeluk Davin erat, mereka pun akhirnya tertidur lelap.


**Karena banyak yang minta kisah Asisten Jo dan Mila di sambung disini, maka akan author sambungkan langsung ya 😅


masih ngebosenin karena kisah Mila dan Asisten Jo belum sampai puncak konflik. Jangan lupa terus tunggu kelanjutan ceritanya ya


Gayamu Thor.. sok keren sekali ! 😅


Eh eh eh jangan pergi dulu pemirsah...


Jangan lupa beri dukungan untuk Author dengan tekan gambar jempol ya, mau komentar? boleh banget.


kasih Vote maupun hadiah? Author sangat berterima kasih

__ADS_1


happy reading gaes..


Salam rindu dari Author recehan**.


__ADS_2