
Grace duduk angkuh merasa menang dari Aluna karena Davin memanggilnya. Asisten Jo menyeringai tipis melihat senyum Grace yang sedari tadi tersemat di bibirnya.
" Tuan... dimana Tuan Davin ? Kenapa aku tidak melihatnya ? Bukankah dia memanggilku ? " Tanya Grace percaya diri.
" Maaf Nona, tapi sepertinya Tuan Davin tidak jadi kesini " Kata Asisten Jo datar. Senyum di wajah Grace langsung memudar begitu saja. Namun, dia tetap berpura-pura manis di depan Asisten Jo.
" Kenapa ? Lantas buat apa aku kesini ?!" Nada sebal mulai terdengar dari cara bicara Grace.
" Nona, saya hanya memperingati anda untuk tidak menganggu Nona Aluna lagi, jika anda tetap nekat jangan salahkan saya kalau anda berada dalam masalah besar " Ancam Asisten Jo. Wajah Grace langsung merah padam karena marah. Dia tidak menyangka, jika bertemu Davin hanyalah akal-akalan Aisten Jo saja.
" Saya permisi Nona, semoga anda mendengarkan ucapan saya " Kata Asisten Jo sambil berlalu pergi meninggalkan Grace sendirian. Sepeninggal Asisten Jo, Grace menendang udara karena kesal.
" Kenapa semua serba Aluna, apa hebatnya dia sampai semua membela dia ! Dasar wanita murahan !" Umpat Grace marah. Tiba-tiba ponselnya berbunyi, melihat siapa yang menghubunginya, Grace langsung tersenyum tipis.
" Bagaimana rencana kita ? " Tanya suara dari seberang telepon.
" Kita tetap harus menjalankannya " Jawab Grace dengan senyum licik.
" Oke, akan aku siapkan semuanya " Panggilan itu kemudian terputus.
" Aluna.. Aku harus kasih dia pelajaran agar dia tahu, dia sedang berhadapan dengan siapa " Kata Grace sambil berlalu pergi dari tempat itu. Dia sudah punya rencana untuk menghancurkan Aluna.
🍀🍀🍀🍀🍀
" Jo ... " Panggil Davin saat dia sudah selesai mengecek tempat itu.
" Iya Tuan " Asisten Jo berdiri di belakang Tuan Davin.
" Apa Aluna baik-baik saja ? " Tanya Davin sambil meminum jus mangga di depannya.
" Tentu baik Tuan, Nona Aluna tidak selemah yang anda kira " Kata Asisten Jo dengan senyum tipis. Tuan Davin langsung membalikkan tubuhnya dan menatap bingung pada Asisten Jo yang sedang berjalan mendekat ke arahnya.
" Lihatlah Tuan " Asisten Jo menyerahkan ponselnya. Davin langsung menatap layar ponsel Asisten Jo. Awalnya wajahnya terlihat marah namun sesaat kemudian dia tersenyum saat melihat Aluna menampar wajah Grace.
__ADS_1
" Dasar gadis bar-bar " Davin berkomentar sambil seulas senyum tersungging di bibirnya.
" Nona Aluna sudah bukan gadis lagi Tuan, bukankah anda yang merenggut kegadisan Nona Aluna " Sarkas Asisten Jo. Davin langsung menatap tajam Asisten Jo.
" Maaf Tuan " Ucap Asisten Jo saat tatapan Tuan Davin benar-benar menajam.
" Terus bagaimana dengan wanita itu ?" Tanya Davin dengan wajah datar.
" Anda tenang saja Tuan, saya sudah menyiapkan hadiah untuknya nanti malam "
" Aku tahu kamu bisa di andalkan Jo, sekarang jemput Aluna dan dia harus dandan secantik mungkin karena dia adalah tamu spesial di pesta kali ini "
" Apa anda akan memperkenalkan Nona Aluna sebagai istri anda tanpa meminta persetujuan dari Nona Aluna Tuan ? " ada nada khawatir dalam suara Asisten Jo.
" Kita lihat saja nanti Jo " Kata Davin sambil pergi meninggalkan Asisten Jo sendirian. Setelah Tuan Mudanya tidak terlihat, Asisten Jo kemudian berlalu pergi ke Alexander Grup untuk menjemput Aluna.
🍀🍀🍀🍀
" Entahlah, aku bahkan belum kepikiran. Aku males banget kalau harus pakai gaun " Keluh Aluna sambil menatap layar ponselnya. Tidak ada satupun pemberitahuan disana, membuat Aluna mendesah pelan.
" Nona.... " Aluna mendongak dan melihat Asisten Jo yang sedang membungkuk hormat kepadanya.
" Anda di suruh Tuan Davin untuk bersiap-siap. Mari ikut saya Nona " Asisten Jo kemudian berjalan perlahan dan Aluna mengikuti dibelakangnya.
" Aku duluan ya " Pamit Aluna sambil berlalu pergi.
" Iya Nyonya Muda Alexander " Kata mereka bertiga kompak. Mereka tidak menyangka jika Aluna sekarang sudah menjadi seorang Nyonya Muda. Itu artinya Aluna adalah bos mereka saat ini. Mereka juga bergegas untuk bersiap-siap ke pesta.
Aluna berdecak kesal saat Asisten Jo mengajak dia ke salon, hampir dua jam dia berada di salon membuat Aluna merasa begitu jenuh.
" Apa masih lama ? " Tanya Aluna saat wajahnya sudah hampir selesai di make up.
" Sebentar lagi Nona, sehabis ini anda harus berganti gaun Nona " Jawab sang perias itu sopan.
__ADS_1
" Menyebalkan sekali... " Gerutu Aluna. Perias itu hanya tersenyum tipis.
" Beruntung sekali anda Nona, bahkan Nyonya Anita yang memilihkannya langsung semua persiapan anda ini Nona "
" Sekarang mommy dimana ? " Tanya Aluna sambil celingukan mencari ibu mertuanya.
" Baru saja keluar Nona, katanya mau menjemput Tuan Bagaskara beserta istri dan anaknya " Aluna mengerutkan alisnya mendengar jawaban perias itu.
" Papa dan mama pulang ? Kenapa tidak mengabariku ? " Aluna bicara lirih karena takut yang berada di ruangan itu mendengar.
" Sudah Nona, saatnya anda berganti gaun " Aluna pun menurut. Dia memakai gaun yang begitu cantik ,apalagi gaun yang terlihat pas ditubuhnya.
Setelah selesai Aluna langsung bergegas menuju tempat acara. Dia tidak berangkat bersama Davin, karena Davin sudah terlebih dulu sampai disana.
Di tempat perayaan pesta, Davin mengawasi sekitarnya Kemudian Asisten Jo datang mendekatinya.
" Semua aman Jo ? " Tanya Davin begitu Asisten Jo telah berdiri di belakangnya.
" Aman Tuan, semua kejutan untuk Nona Grace sudah di siapkan, anda harus berhati-hati Tuan, karena Nona Grace memberi obat perangsang di minuman anda " Davin berbalik menatap Asisten Jo.
" Kamu pastikan minumanku aman Jo " Davin kemudian duduk di kursi terdepan. Sedangkan Aluna yang baru saja masuk mampu mencuri perhatian karena terlihat begitu anggun dan elegan. Pandangan Davin langsung menatap Aluna kagum. Dengan langkah pasti Davin menghampiri Aluna lalu menggandeng tangan Aluna. Semua yang hadir pun menatap ke arah mereka.
" Kamu cantik sekali sayang " Puji Davin membuat wajah Aluna langsung bersemu merah. Mereka berdua berjalan menuju meja VVIP dimana keluarga Davin dan keluarga angkat Aluna berada. Bahkan, Ardian si adik Aluna juga berada disana. Aluna langsung menyalami para orang tua itu.
" Cantik sekali kamu kak,, jadi kelihatan cewek kalau gini " Ledek Ardian membuat Aluna dengan cepat menyentil kening Ardian.
" Sakiit kaaakk.. percuma cantik kaya putri tapi kelakuan masih kaya preman pasar " Cibir Ardian. Aluna yang hendak menyentil kening adiknya lagi itu langsung dicegah Davin.
" Acara sudah mulai sayang, kamu mau jadi pusat perhatian ? " Tanya Davin sambil mengajak Aluna duduk di sebelahnya.
Selama acara berlangsung, semua karyawan dan tamu yang hadir menatap Aluna bingung, bagaimana bisa Aluna duduk di VVIP sedangkan dia hanya karyawan biasa di kantor. Sedangkan Grace menatap Aluna penuh dengan rasa benci. Dia mengepalkan tangannya erat bahkan matanya menajam menatap Aluna yang sedang duduk di antara keluarga Alexander dan Bagaskara.
" Harusnya aku yang duduk disana bukan Aluna,, pelet apa yang Aluna gunakan bagaimana bisa kedua keluarga besar itu begitu akrab dengan Aluna. Kita lihat saja setelah ini, apa kamu masih bisa tersenyum atau tidak " Grace menyeringai tipis. Kemudian dia berjalan ke stand minuman.
__ADS_1