Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
54


__ADS_3

" Anda yakin Nona ? " Tanya Asisten Jo namun Aluna diam saja. Davin langsung memeluk erat Aluna.


" Jangan batalkan pernikahan kita "


Aluna mematung, jantungnya rasanya berdebar begitu cepat walau ini bukan pertama kali Davin memeluknya nyatanya Aluna tetap merasa grogi.


" Aku mencintaimu " Kata Davin lirih. Aluna langsung bersemu merah. Apalagi saat dia merasakan keningnya di kecup Davin. Dia memejamkan matanya meresapi kecupan kasing sayang itu.


" Aku minta maaf.. sepertinya aku sudah sangat egois dan keras kepala " Ucap Aluna pelan. Bahkan matanya mulai terlihat basah.


" Kita belajar sama-sama saling mengerti yaa... " Mendengar perkataan Davin, Aluna mengangguk pelan. Asisten Jo menghembuskan nafasnya lega.


hubungan mereka berdua sungguh membingungkan. setiap bertemu mereka selalu berselisih paham tapi beberapa detik kemudian mereka akan bermesraaan. Seperti saling bermusuhan tapi mereka sama-sama takut kehilangan. Semoga cinta mereka akan abadi selamanya.


----------@@@@@----------


Dua minggu kemudian.......


Hari ini acara sakral Davin dan Aluna. Meski hanya melakukan ijab kabul tanpa resepsi nyatanya acara itu masih terbilang mewah walapun hanya dihadiri pihak keluarga. Tuan Bagas sengaja tidak memberitahu Aluna karena dia yakin Aluna pasti akan menolaknya. Termasuk gaun yang Aluna pakai pun Davin sengaja langsung menyuruh perias pengantin tanpa menunjukkan pada Aluna. Karena dia tidak mau Aluna menolak seperti waktu di butik itu.

__ADS_1


Acara ijab kabul pun dimulai. Aluna masih di dalam kamarnya hanya ditemani sisil _istri Ronal. Dia memang tidak mengundang satupun rekan kerja karena dia tidak ingin pernikahan mereka diketahui publik sampai Aluna siap mempublikasikan pernikahannya.


" Saya terima nikah dan kawinnya Aluna Salsabila binti Budi hermawan dengan Mas kawn tersebut tunai " Suara Davin terdengar begitu lantang karena menggunakan speaker. Aluna yang di dalam kamar pun tanpa terasa menitikkan airmatanya. Kini dia telah resmi menjadi istri seorang Davino Alexander. Hingga tiba saatnya dia disuruh ke tempat acara tersebut, semua mata memandang Aluna dengan takjub. Banyak pasang mata yang terpesona karena kecantikan Aluna. Bahkan Davin pun sampai tidak menyadari kalau Aluna sudah di hadapannya.


" Apa kamu benar istriku ? " Tanya Davin yang membuat semua yang hadir menatap heran ke arah Davin.


"Kamu pikir aku siapa ? " Aluna balik bertanya dengan nada kesal tapi tetap berusaha tersenyum.


" Astaga.. bahkan saat acara sakral seperti inipun mereka tetap berdebat " Asisten Jo menghela nafasnya panjang. .


" Cantik sekali.... " Puji Davin. Aluna yang barusan merasa kesal langsung salah tingkah mendengar ucapan Davin.


" Aku mencintaimu " Ucap Davin. Wajah Aluna semakin terlihat memerah. Semua yang hadir pun bersorak bahagia.


Aluna dan Davin duduk di depan sembari menyalami para kerabat keluarga yang memberi selamat. Aluna dan Davin terlihat sangat bahagia. Setelah selesai bersalaman, Ardian datang ke tempat Aluna yang sedang duduk istirahat.


" Kaakk.... " Panggil Ardian sambil memberi kode. Ronal yang sudah paham kode itu hanya menghela nafasnya.


" Jangan lupa ya kak... Aku pergi dulu.. " Ardian langsung berpamitan sedangkan Davin menatap Aluna curiga.

__ADS_1


" Aku ke toilet dulu yaa... " Pamit Aluna sembari beranjak meninggalkan Davin.


" Jo... " Panggil Tuan Davin saat Aluna sudah tidak terlihat lagi. Asisten Jo pun berjalan mendekati Tuannya.


" Awasi Aluna.. entah mengapa aku curiga sama Aluna dan Ardian " Titah Tuan Davin. Asisten Jo mengangguk dan menyuruh beberapa bodyguard untuk mengikuti kemanapun Aluna pergi.


-----------@@@@@-------------


Malam hari saat beberapa kerabat dan keluarga sudah pulang. Aluna dan Davin sudah berada di dalam kamar. Aluna menghapus make up yang menghiasi wajahnya dan mengganti gaunnya dengan baju tidur sedang Davin sedang membersihkan dirinya di kamar. Diam-diam Aluna memasukan sebuah obat tidur ke dalam minuman Davin. Davin yang daritadi sudah berdiri di belakang Aluna cuma memperhatikan gerak-gerik Aluna. Dia kembali masuk ke kamar mandi saat Aluna sudah selesai dengan urusannya. Kemudian Davin pura-pura baru saja keluar dari kamar mandi. Dia mengusap rambutnya yang basah sehabis keramas. Aluna sedikit gugup.


" Ini minuman hangat kamu.. aku mau ke bawah dulu yaa sebentar "


" Hmmmmm " Davin tidak menjawab dia hanya memegang gelas itu, setelah Aluna tak terlihat dia langsung membuang air itu.


Aluna masuk ke kamarnya dengan mengendap-endap. Dia tersenyum saat melihat Davin tertidur di sofa. Dia berjalan mendekati Davin, melambai-lambaikan tangannya di atas wajah Davin. Setelah melihat tidak ada pergerakan dari Davin dia tersenyum lebar.


"Maafin aku yaa.. untuk malam ini bobok ganteng dulu yaa, karena aku harus pergi. Ada urusan yang tidak mungkin aku tinggal. Selamat bobok ganteng suamiku " Kata Aluna sambil mengusap-usap pipi Davin.


" Aku mencintaimu " Aluna mengecup bibir Davin. Setelah itu dia berlalu pergi. Begitu Aluna keluar kamar Davin langsung membuka matanya.

__ADS_1


" Dasar cewek bar-bar.. berani sekali dia mengerjaiku.. lihat saja hukuman apa yang akan aku berikan padamu " kata Davin sambil tersenyum tipis. Dia mengingat ucapan Aluna dan kecupan Aluna di bibirnya. Entah mengapa dia merasa ada yang gerah di dalam tubuhnya.


__ADS_2