Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
126


__ADS_3

"Bagaimana dok dengan calon buah hati saya?" tanya Davin. Kini dia sedang berada di ruangan Dokter Mery untuk memeriksa kandungan Aluna. Dokter Mery tersenyum mendengar pertanyaan tak sabar dari sang calon ayah itu.


"Keadaan janin sangat sehat Tuan, semuanya normal dan bagus," jelas Dokter Mery. Aluna dan Davin tersenyum mendengarnya.


"Apa sudah terlihat jenis kelaminnya dok?" tanya Davin lagi.


"Kemungkinan laki-laki Tuan, tapi itu masih kemungkinan nanti saat trisemester ketiga bisa kita lihat lagi." Dokter Mery menghentikan pemeriksaannya. Davin mengecup puncak kepala Aluna dengan lembut.


"Calon bayi kita kemungkinan laki-laki sayang. Kita harus siapkan nama untuk anak kita nanti. Calon penerus Alexander Group." Kata Davin bahagia, Aluna hanya mengulas senyumnya. Setelah pemeriksaan itu selesai, kini Aluna dan Davin sedang dalam perjalanan pulang menuju Mansion Alexander.


"Bagaimana dengan keadaan calon buah hati kalian Tuan?" tanya Asisten Jo sambil menyetir.


"Sehat sekali Jo, kemungkinan aku akan mendapat baby boy Jo," jawab Davin dengan senyum mengembang membuat Asisten Jo ikut tersenyum bahagia.


"Selamat Tuan, semoga Calon buah hati anda sehat selalu," ucap Asisten Jo tulus. Aluna dan Davin hanya mengamini.


"Bagaimana hubungan kamu dan Mila Jo?" tanya Aluna, Asisten Jo fokus pada jalanan di depan.


"Apa kamu tuli Jo? Istriku bertanya padamu kenapa kamu tidak menjawab?" tanya Davin kesal. Asisten Jo menghembuskan nafas kasar.


"Hubungan yang seperti apa Nona? saya tidak memiliki hubungan apapun dengan Nona Mila," jawab Asisten Jo datar.


"Kamu yakin Jo? Aku berharap semoga Mila mendapat jodoh yang lebih baik dari Dimas," ucap Aluna dengan nada berat.


"Bukankah Dimas juga baik Nona? saya pernah melihat sendiri bagaimana posesifnya Dimas pada Nona Mila," sahut Asisten Jo. Aluna menghela nafas panjang.


"Ya, memang Dimas sangat posesif tapi bukan berarti Mila tidak tersiksa dengan hubungannya. Dimas suka main tangan kalau mereka sedang bertengkar," Asisten Jo mencengkeram setir kemudi setelah mendengar ucapan Aluna.


"Lima tahun mereka berhubungan, tapi aku merasa Mila tidak nyaman dengan hubungannya. Akan tetapi, selama ini Dimas yang selalu menolongnya itu sebabnya Mila tidak pernah memutuskan hubungannya dengan Dimas," Jelas Aluna.


"Sekarang aku merasa lega, kalau Mila bisa lepas dari Dimas. Hanya saja aku sedikit takut..." Aluna menghentikan ucapannya membuat Asisten Jo mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Takut kenapa Nona?" tanya Asisten Jo penasaran.


"Dimas adalah orang yang nekat dan dia sangat terobsesi dengan Mila. Aku takut terjadi apa-apa dengan Mila," jawab Aluna khawatir. Davin langsung memeluk Aluna erat.


"Semua akan baik-baik saja sayang. Jo, kamu harus menjaga Mila, jangan sampai terjadi apa-apa padanya," perintah Davin dan hanya mendapat anggukan kepala dari Asisten Jo.


Mobil berhenti di pelataran mansion Alexander, Davin langsung membopong Aluna masuk, Aluna berusaha meronta tapi Davin seolah tak peduli. Begitu masuk ke mansion, terlihat keluarga Alexander sedang berkumpul.


"Turunkan aku mas, aku malu," ucap Aluna sembari membenamkan wajahnya di dada Davin.


"Kenapa malu sayang? kita kan suami istri sah," Aluna hanya mencebikkan bibirnya kesal.


"Bagaimana hasil pemeriksaannya Vin?" tanya Nyonya Anita saat Davin mendudukan Aluna di sofa.


"Semua sehat mom dan kemungkinan anak kita jagoan," jawab Davin antusias. Semua tersenyum.bahagia dan mengucapkan berbagai doa agar Aluna dan calon buah hatinya sehat selalu.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Setelah mengantar Tuan dan Nona Mudanya, Asisten Jo mengendarai mobilnya menuju rumah Mila. Dia merasa rindu dengan Rayhan, bocah kecil yang memanggilnya 'ayah'. Setiap teringat tingkah lucu Rayhan, dia selalu tersenyum sendiri.


begitu sampai di depan rumah Mila, Asisten Jo melihat seorang lelaki yang mencurigakan. Lelaki itu terlihat sedang merusak pintu rumah Mila. Asisten Jo mengepalkan tangannya erat. Dia membuka pintu mobil kemudian bergegas menuju rumah Mila. Dia melihat pintu rumah yang telah rusak, dengan segera dia masuk dan melihat ke semua ruangan itu.


"Siapa kamu?!" Teriaknya saat melihat lelaki itu sedang berusaha masuk ke kamar Rayhan. Lelaki itu terkejut melihat keberadaan Asisten Jo, dia segera berlari dan Asisten Jo mengejarnya.


"Sial!" umpat Asisten Jo saat lelaki itu berhasil kabur lewat pintu belakang. Asisten Jo hendak masuk ke dalam kamar, namun pintu itu terkunci.


"Rayhan, apakah kamu di dalam? ini ayah," Panggil Asisten Jo sambil berkali-kali mengetuk pintu kamar itu.


ceklek


Pintu kamar itu terbuka, Rayhan muncul dari belakang pintu dengan wajah ketakutan. Asisten Jo langsung memeluk erat tubuh Rayhan.

__ADS_1


"Kamu baik-baik saja?" tanya Asisten Jo khawatir.


"Rayhan takut ayah," anak kecil itu mulai terisak, Asisten Jo merasa tak tega.


"Ada ayah disini, jangan takut sayang," Asisten Jo berusaha menenangkan Rayhan.


"Rayhan tahu ada orang jahat?" tanya Asisten Jo, dia melerai pelukannya, menatap Rayhan yang masih menangis. Rayhan tidak menjawab tapi kepalanya mengangguk pelan. Asisten Jo membawa Rayhan masuk ke dalam kamar kemudian menidurkan Rayhan dalam pelukannya.


"Mike, bawa dua orang kesini. Lokasinya kamu lihat GPS ponselku," titah Asisten Jo di telepon sambil mengusap kepala Rayhan yang telah tertidur. Setelah mendengar jawaban dari seberang, dia langsung mematikan panggilan itu.


"Rayhan," suara Ibu Eni terdengar setelahnya pintu kamar Rayhan terbuka.


"Nak Jo," panggil Ibu Eni terkejut saat melihat Asisten Jo sedang duduk di samping Rayhan yang telah tertidur.


"Anda sudah pulang?!" tanya Asisten Jo penuh penekanan. Ibu Eni berjalan mendekati Asisten Jo.


"Syukurlah Rayhan baik-baik saja. Saya begitu takut saat melihat knop pintu depan rusak," ucap Ibu Eni sambil mengusap dadanya lega.


"Beruntung saya kesini Nyonya, kalau saya terlambat datang saja pasti Rayhan sudah di culik. Bagaimana bisa anak sekecil ini ditinggal di rumah sendirian," Cibir Asisten Jo kesal. Ibu Eni menundukkan kepalanya, dia takut melihat Asisten Jo yang terlihat marah.


"Tapi saya harus mencari nafkah Tuan," lirih Ibu Eni. Asisten Jo menghela nafas panjang.


"Nyonya, kalau di izinkan, biar saya yang akan merawat Rayhan. Saya akan melindungi Rayhan bahkan dengan nyawa saya sendiri," ucap Asisten Jo mantap. Ibu Eni mendongak, dia menatap dalam mata Asisten Jo.


"Maaf Tuan, saya tidak akan memberikan Rayhan pada siapapun karena saya sudah menganggap Rayhan adalah cucu saya sendiri," tolak Ibu Eni. Walaupun Rayhan hanyalah anak pungut, tapi Ibu Eni sangat menyayangi Rayhan.


" Tapi Nyonya, keselamatan Rayhan terancam. Apa anda tidak takut akan kemungkinan terburuknya, jika Rayhan terus menerus ditinggal sendiri seperti ini," Ibu Eni terdiam, dia memang khawatir akan keselamatan Rayhan, tapi dirinya juga harus membantu Mila mencari nafkah.


"Saya tidak akan memberikan Rayhan pada siapapun! Karena Rayhan adalah anak saya !" Asisten Jo dan Ibu Eni menatap Mila yang telah berdiri di ambang pintu dengan wajah marah.


**yang setuju cerita Asisten Jo dan Mila dilanjut disini, ayo tunjuk jari πŸ˜…

__ADS_1


ayo readers,, jangan lupa tekan gambar jempol ya apalagi kasih vote buat Author biar makin semangat nulis.


salam sayang dari author recehan😊**


__ADS_2