Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
48


__ADS_3

" Tuan Bagas.... " Panggil Asisten Jo mengalihkan perhatian dua insan yang hampir berciuman itu.


" Dimana ? " Tanya Aluna sambil celingukan mencari sang papa angkat. Davin juga bingung karena dia juga tidak melihat keberadaan Tuan Bagas. Asisten Jo hanya diam sambil menahan tawanya.


" Kamu membohongiku Jo ?!" Teriak Tuan Davin kesal.


" Maaf Tuan.. saya hanya tidak mau anda menodai mata suci saya untuk yang kedua kalinya " Jawab Asisten Jo sambil masih menahan tawanya. Aluna hanya diam namun mukanya merona merah.


" Aku rasanya benar-benar ingin menendangmu Jo ! " Tuan Davin merasa begitu kesal. Hal yang harusnya romantis itu kini semua gagal total.


" Tuan.. anda bisa mencium Nona Aluna saat kami sudah tidak ada. Apa kalian tidak kasian pada kami para jomblo ?!" Asisten Jo memelas


" Bukan urusanku ! " Singa jantan masih Mode-On.


" Tuan Davin dan Nona Aluna daripada anda terus berciuman dan dosa lebih baik anda segera menikah jadi anda bebas melakukan apapun. Bahkan olahraga tanpa busana pun bebas saja, sepuas kalian berdua " Saran Asisten Jo dengan vulgar.


" Bagus juga saranmu Jo.. " Davin tersenyum tipis kemudian menatap Aluna dalam.

__ADS_1


" Bagaimana ?? Apa kamu mau menikah denganku ? " Tanya Davin lagi. Kemudian dia berlutut di depan Aluna dan menyodorkan sebuah cincin berlian yang terlihat begitu elegan. Aluna menatap Davin dengan tidak percaya kalau Davin bisa seromantis ini.


Tidak sia-sia Tuan Davin berlatih selama dua minggu. Asisten Jo tersenyum senang.


" Aluna.. aku ingin kamu menjadi istriku,bidadariku,dan ibu dari anak-anakku. Apakah kamu bersedia ? " Walau Davin bicara dengan nada yang cukup grogi tapi tetap saja muka Aluna memerah. Dia bingung harus bagaimana, sedangkan dia sendiri belum yakin pada perasaanya sendiri. Tapi jika boleh jujur dia sering sekali membayangkan tentang Davin. Dan tanpa sadar Aluna mengangguk pelan membuat Davin tersenyum lebar. Davin lalu memakaikan cincin itu di jari manis Aluna dan mengecup keningnya pelan. Aluna memejamkan matanya merasakan kecupan yang penuh tanda sayang itu.


" Terima kasih sudah mau menerimaku.. besok pagi aku dan keluargaku akan datang ke kediaman Tuan Bagas untuk membicarakan tentang pernikahan kita " Aluna membuka matanya lebar mendengar ucapan Tuan Davin.


" Pernikahan ?? Apa tidak terlalu cepat ? "


kruucuukk krucukkk


Suara perut Aluna mampu memecah kesunyian itu. Aluna menyengir merasa malu sedangkan Tuan Davin hanya tertawa lebar.


" Kamu lapar ? "


" Menurut kamu ? Aku habis melakukan perjalanan jauh dan belum istirahat sama sekali tapi kamu sudah menculikku " Omel Aluna dengan mengerucutkan bibirnya membuat Davin merasa begitu gemas. Davin pun menggandeng tangan Aluna dan menuntunnya ke meja makan. Mereka makan malam romantis meski keadaan menjadi sedikit canggung.

__ADS_1


-----------@@@@@-------------


Kediaman Tuan Bagaskara


Malam ini ada pertemuan dua keluarga yaitu keluarga Tuan Farhan atau Kakek Davin dengan keluarga Tuan Bagas. Mereka sengaja bertemu untuk membahas tentang rencana pernikahan Davin dan Aluna.


" Kira-kira kapan rencana pernikahan kalian ? " Tanya Kakek Farhan pada Davin dan Aluna.


" Aku mau secepatnya. Dua minggu dari sekarang kalau bisa " Jawaban Davin membuat semua orang terkejut.


" Secepat itu ? Bagaimana kita melakukan persiapan dalam waktu sesingkat itu ? " Tanya Tuan Bagas.


" Pokoknya aku gak mau kalau pernikahan kita tanggal 25 " Kata Aluna sambil menatap Davin tajam.


" Kenapa ?"


" Gak papa pokoknya aku gak mau kalau tanggal 25 bulan ini, tanggal lainnya gak papa yang penting jangan tanggal 25 " Tolak Aluna kesal. Karena tanggal 25 ini dia harus ikut jadwal balapan. Jika dia tidak ikut maka dia akan di skors begitulah peraturan dalam balapan itu. Jika tidak mengikuti 2 kali pertandingan balapan berturut-turut maka di skors tidak boleh mengikuti balapan selama 3 kali pertandingan.

__ADS_1


__ADS_2