
" Ini buat kamu.... " Kata Davin sambil menyodorkan satu box ice cream rasa coklat. Aluna langsung menerima dengan muka berbinar.
" Terima kasih ya.... " Ucap Aluna senang kemudian dia membuka ice cream itu dan melahapnya.
" Kok kamu tahu sih aku suka ice cream ? " Tanya Aluna sambil melahap ice cream itu.
" Aku pernah denger aja katanya ice cream dan coklat itu bisa memperbaiki mood seseorang " Davin menatap Aluna dalam. Tatapan yang penuh cinta hingga membuat Aluna salah tingkah.
" Bagaimana rencana pernikahan kita ? Kamu yakin tetap pada keputusan kamu itu ? " Tanya Davin pelan. Dia benar-benar mengikuti saran Asisten Jo untuk bersikap lembut kepada Aluna. Aluna hanya mengangguk sambil terus melahap ice cream itu. Davin terkekeh saat Aluna terlihat seperti anak kecil yang begitu menggemaskan.
" Sebenarnya kamu terlihat semakin cantik kalau kalem gini " Goda Davin. Aluna tidak menjawab dia hanya diam menikmati ice cream itu namun wajahnya sudah merona.
" Sudah kenyang ? " Tanya Davin saat melihat Aluna menutup box ice cream yang isinya masih separuh.
__ADS_1
" Udah dulu lahh...lanjut makan nanti, perutku kadang gak bersahabat kalau kebanyakan makan ice cream "
" Kita fitting baju sekarang ? Mumpung aku lagi gak sibuk "
" Kenapa harus fitting baju ? Aku cuma mau kita ijab kabul saja jadi gak perlu pakai baju pengantin segala " Emosi Davin hampir saja naik saat mendengar ucapan Aluna jika saja dia tidak teringat perkataan Asisten Jo.
" Terus kamu mau nikah pakai pakaikan preman pasar gitu ? Lun... aku mohon sekali saja ikuti perintahku. Walaupun kita menikah hanya dihadiri keluarga saja tapi aku ingin pernikahan kita berkesan. Ingat Lun kita menikah sekali untuk seumur hidup " Kata Davin berusaha berbicara tenang. Dia menggenggam erat tangan Aluna. Aluna pun mengangguk pelan,mereka akhirnya pergi menuju sebuah Butik untuk melakukan fitting baju pengantin.
---------@@@@@--------
" Keluarkan yang terbaru, termewah dan termahal mbak " Suruh Tuan Davin.
" Ini sudah model terbaru dan termewah Tuan "
__ADS_1
" Kamu dengar ? ini sudah keluaran terbaru dan termewah tapi kamu gak mau.. terus kamu maunya yang gimana ? " Davin mulai terlihat kesal.
" Aku mau yang biasa saja yang penting aku nyaman pakainya. Kita kan cuma mau ijab kabul aja " Aluna pun mulai bicara dengan nada jutek.
" Alunaa... Aku Davino Alexander pemilik Alexander Grup dan Papa kamu Tuan Bagaskara pemilik Bagaskara Grup tapi kamu ingin gaun pernikahan sederhana untuk pernikahan kita ? Apa kamu ingin mempermalukan aku di depan papamu karena di kira tidak mampu membelikanmu sebuah gaun mewah ?!" Davin bicara dengan membentak. Aluna langsung melengos .
" Kalau kamu gak mau ya sudah kita batalkan saja pernikahan kita. Daripada kamu menuduhku ingin mempermalukanmu karena aku yakin papa Bagas juga pasti gak masalah kalau aku pakai gaun sederhana " Aluna tak kalah judes. Asisten Jo yang baru datang menggelengkan kepalanya karena tingkah Tuan Davin dan Aluna.
" Tuan.. Nona.. Apa anda tidak malu menjadi pusat perhatian ? "Mendengar pertanyaan Asisten Jo kemudian Aluna dan Davin menatap keselilingnya. Para karyawan Butik itu memperhatikan mereka berdua dengan wajah bingung.
" Tuan.. Nona.. Kalian berdua dua minggu lagi akan menikah akan tetapi setiap bertemu kalian selalu saja bertengkar. Aku saja ragu apa benar kalian berdua berjodoh " Asisten Jo berusaha memancing emosi mereka berdua.
" Diamlah " Teriak Aluna dan Davin bersamaan.
__ADS_1
" Jika kalian masih terus saja seperti ini biar saya adukan kepada keluarga Alexander dan Bagaskara agar pernikahan kalian benar-benar di batalkan.
" Silahkan adukan saja " Kata Aluna ketus namun ada nada tak rela dalam cara bicaranya. Sedangkan Davin menatap tajam Aluna.