
Aluna memijit kepalanya yang terasa pusing apalagi ditambah mendengar perdebatan antara Marvel dan Davin.
" Kepalamu pusing nak ?" Tanya Nyonya Anita, membuat Davin dan Marvel berhenti berdebat.
" Mana yang sakit sayang ? " Tanya Davin sambil mengusap kepala Aluna lembut.
" Kepalaku pusing sekali " Jawab Aluna lemah. Marvel langsung memeriksa Aluna, melihat kakaknya sedang memeriksa Aluna, Davin diam saja, dia hanya fokus pada wajah Aluna yang pucat. Beberapa saat kemudian, Mbok Nah dan dua orang pelayan masuk membawa nampan berisi bubur untuk Aluna.
" Makan yang banyak Lun, biar cepet pulih " Suruh Marvel, Aluna hanya tersenyum, kemudian Davin membantu Aluna duduk, sambil tubuhnya dia jadikan sandaran tubuh Aluna, Aluna hanya diam menurut.
" Makan yang banyak sayang " Bisik Davin pelan sambil mengecup pipi Aluna. Wajah Aluna merona merah, sebenarnya dia sangat malu, karena Davin begitu terang-terangan mengecup Aluna di depan keluarga Davin. Namun mereka justru bahagia melihat Davin dan Aluna yang terlihat akur. Aluna pun makan perlahan disuapi Nyonya Anita. Setelah selesai makan dan meminum obat, Aluna kembali tidur, sedangkan keluarga Davin langsung keluar membiarkan Aluna istirahat.
Davin tidur di samping Aluna, tangan kekarnya melingkar di perut Aluna hingga Aluna merasakan tidurnya begitu nyaman. Tapi Aluna tidak tahu bahwa ada yang merasa tidak nyaman disebelah 'sana'.
Rasanya pengen aku ajak terbang ke surga kalau gak inget dia lagi sakit. Mumpung lagi diam gak banyak melawan. Otak jahat Davin datang mempengaruhi pikirannya. Davin pun menggelengkan kepalanya berkali-kali untuk mengusir pikiran jahat di otaknya itu. Saat Davin hampir terlelap, suara ponselnya berbunyi. Dia pun menatap layar ponselnya dan melihat nama Asisten Jo disana. Dengan segera dia langsung mengangkatnya.
" Bagaimana Jo ? " Tanya Davin sambil beranjak bangun kemudian berjalan ke balkon agar tidak menganggu tidur Aluna.
" Ternyata yang menyekap Nona Aluna di kamar mandi adalah Nona Grace Tuan " Mendengar jawaban Asisten Jo, rahang Davin mengeras bahkan tangannya ikut mengepal erat.
" Kurang ajar sekali dia !! "
__ADS_1
" Dan satu lagi Tuan, ada pemberitaan tentang Nona Aluna yang menberitakan bahwa Nona Aluna menjadi sugar baby hanya demi uang " Muka Davin semakin memerah karena amarah yang telah sampai di ubun-ubun. Dia mencekeram kuat pagar besi di balkon itu.
" Tekan berita itu agar tidak menyebar Jo dan pastikan hilang dari media manapun. Kita siapkan pertunjukkan yang indah untuk dia di pesta perayaan besok. Biar dia tahu, siapa yang sedang dia hadapi "
" Tuan.... sepertinya Nona Grace tidak bekerja sendiri, karena Nona Grace yang baru saja mengenal Nona Aluna sudah berani bersikap keterlaluan, saya yakin pasti ada seseorang yang sengaja mempengaruhi Nona Grace "
" Pokoknya kamu harus temukan orang itu segera Jo, aku tidak mau ada yang mengancam nyawa Aluna lagi "
" Baik Tuan, saya akan pastikan orang itu berada di tangan anda besok di pesta perayaan Tuan " Davin mematikan teleponnya, kepalan tangannya berkali-kali memukul pagar besi itu. Dia tidak menyangka jika ada yang berani mengancam nyawa Aluna.
🍀🍀🍀🍀🍀
Pagi hari Aluna merasakan tubuhnya yang sudah lebih baik. Dia sudah tidak selemas kemarin, dia pun mendudukkan tubuhnya karena lelah tiduran. Wajah Aluna tiba-tiba bersemu merah saat melihat Davin yang keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Tubuh yang begitu kekar, dan masih sedikit basah menambah kesan sexy yang membuat Aluna susah payah menelan ludahnya.
" Bisa gak sih kamu jangan pakai handuk di depanku gitu " Protes Aluna sambil menundukkan kepalanya. Davin tersenyum tipis sambil berjalan ke tempat Aluna.
" Memang kenapa sayang ? " Davin duduk di samping Aluna, tangannya yang masih basah memegang tangan Aluna, membuat Aluna semakin tidak tentu, dia duduk gelisah memandang Davin di sampingnya. Jujur, dia sangat tergoda melihat tubuh Davin, apalagi dia dulu pernah menikmati tubuh kekar itu. Tapi gengsinya masih setinggi langit, dia masih tidak mau mengakui kalau dia menginginkan pergumulan panas mereka.
" Kamu tergoda sayang ? " Bisik Davin ditelinga Aluna, membuat tubuh Aluna meremang apalagi otaknya sedang dalam mode-mesum-on, membuat gelayar aneh di tubuh Aluna semakin menjadi-jadi.
" Eng-gak " Jawab Aluna gugup, dia memalingkan wajahnya yang sudah benar-benar memerah.
__ADS_1
" Aku tahu kamu merindukan olahraga tanpa busana kita sayang, tapi kondisi tubuhmu belum sembuh total, jadi kamu harus segera sembuh maka aku akan memakanmu seharian penuh, berapa ronde pun aku sanggup " Aluna memukul dada bidang Davin karena gemas dengan ucapan Davin yang begitu vulgar. Davin semakin memajukan tubuhnya, menarik tubuh Aluna dalam pelukannya. Jantung Aluna langsung berdebar begitu kencang. Bahkan keringat dingin mulai membasahi keningnya. Tangan Davin mengusap punggung belakang Aluna membuat Aluna semakin tak karuan. Davin mengecup pipi Aluna dengan lembut, kemudian beralih ke bibir Aluna yang masih sedikit pucat. Tangan kiri Davin memegang tengkuk Aluna agar ciuman itu semakin terbenam. Tangan Aluna berada di dada Davin, tubuh mereka perlahan memanas, bahkan tubuh Aluna langsung merasa sehat begitu saja. Tangan Davin mulai tidak bisa di kondisikan, bergerilya kemana-mana. Mulut Aluna mulai mendesah pelan. Mendengar desahan Aluna, gelora di tubuh Davin semakin membara, bahkan adik kecilnya sudah berdiri tegak.
" Daaavviinnn " Teriakan keras berhasil mengagalkan pergumulan panas mereka. Nyonya Anita yang sudah di dekat Davin langsung menjewer telinga Davin dengan kencang hingga Davin berdiri dari duduknya, satu tangannya refleks memegang handuk di pinggangnya agar tidak terjatuh. Aluna hanya diam menahan malu karena kepergok ibu mertuanya itu.
" Sakiitt mom... " Teriak Davin kesakitan, bahkan telinganya kini sangat merah.
" Dasar anak kurang ajar ! bisa-bisanya istri lagi sakit mau di ajak celap-celup " Omel Nyonya Anita sambil mencubit perut Davin karena gemas.
" Mommy kok jahat sama anak sendiri sih, mau aku laporin ke komnas perlindungan anak ? " Ancam Davin sambil mengusap bekas cubitan Nyonya Anita.
" Umur mau kepala tiga, masih mau dianggap anak, Anak monyet ?? " Cibir Nyonya Anita.
" Ya.. dan mommy adalah mommy monyet " Sanggah Davin sambil berjalan cepat ke kamar mandi.
" Dasar anak kurang ajar ! Mau kemana kamu ? " Teriak Nyonya Anita, menghentikan langkah Davin.
" Mau mandi mom "
" Bukannya kamu barusan mandi ? " Kali ini Aluna yang bertanya karena heran.
" Bukan aku yang mandi tapi adik aku ?" Ketus Davin kesal. Aluna menautkan kedua alisnya. Sedangkan Nyonya Anita menahan tawanya.
__ADS_1
" Aku mau bersolo karir dulu " Kata Davin sambil menutup pintu kamar mandi dengan cukup kencang. Aluna mulai paham arti bermain solo, akhirnya dia tersenyum lebar sedangkan Nyonya Anita langsung tertawa terbahak-bahak.
" Rasain.. kualat sama orang itu namanya " Ucap Nyonya Anita di sela-sela tawanya. Sedangkan Aluna tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat mertua dan suaminya.