
Asisten Jo melangkahkan kakinya menuju ruang rawat anak. Begitu sampai di ruangan yang dituju, Asisten Jo membuka pintu ruangan itu, pandangan matanya terfokus pada anak kecil yang sedang tertidur nyenyak di atas brankar rumah sakit itu.
" Bagaimana keadaan Rayhan, Nyonya ? " Suara Asisten Jo mengagetkan Ibu Eni yang sedang duduk membelakangi dirinya.
" Lho pak wakil bos, kok anda bisa disini ? " Tanya Ibu Eni terkejut. Asisten Jo mengulas senyumnya sambil berjalan mendekati Rayhan. telapak tangannya, ia tempelkan di kening Rayhan, mengecek suhu panas Rayhan. Dia menghembuskan nafas lega saat merasa tubuh Rayhan hanya hangat-hangat kuku.
" Sudah mendingan pak wakil bos " Sahut Ibu Eni sopan.
" Panggil saya Jo saja Nyonya " Suruh Asisten Jo sopan. Membuat wajah Ibu Eni sumringah.
" Jan, bagus tenan bocah iki ( Wah, gagah sekali anak ini ) " Ucap Ibu Eni namun Asisten Jo hanya diam karena dia tidak paham.
" Kok, Nak Jo bisa tahu Rayhan ?" Tanya Ibu Eni penasaran.
" Kebetulan kemaren saya yang mengantar Rayhan Nyonya. " Jawab Asisten Jo, Ibu Eni mengangguk paham.
ceklek
Pintu ruangan itu terbuka, Mila dan Dimas masuk. Asisten Jo menatap mereka sekilas kemudian kembali menatap Rayhan yang masih tertidur.
" Kamu siapa ?! " Tanya Dimas ketus. Asisten Jo hanya diam tidak menjawab. Dia bersikap tak peduli.
" Dia atasan aku di kantor " Jawab Mila gugup. Dimas langsung menatap tajam Mila.
" Bagaimana bisa dia disini ? Apa kalian memiliki hubungan spesial ?!" Tuduh Dimas. Mila langsung mendongak, menatap tak percaya pada kekasihnya itu.
__ADS_1
" Harusnya kalian tahu tempat, ini dirumah sakit sedang ada anak kecil sakit. Apakah pantas kalian bicara sekeras itu ?" Cibir Asisten Jo dengan senyum sinis, membuat Dimas langsung mengepalkan tangannya erat.
" Berani kamu ! " Bentak Dimas keras. Rayhan langsung bergerak hendak bangun, dengan segera Asisten Jo menepuk pelan paha Rayhan agar tertidur lagi.
" Keluarlah, biarkan Rayhan istirahat " Usir Asisten Jo dengan nada tegas. Mila langsung menarik pergelangan tangan Dimas yang hendak mendebat lagi.
Saat merasa Rayhan sudah terlelap lagi, Asisten Jo kemudian pamit pulang. Karena masih banyak pekerjaan yang harus dia lakukan. Asisten Jo berjalan keluar dari rumah sakit, namun saat sampai di taman rumah sakit , tatapan matanya tertuju pada seorang perempuan yang sedang menangkup wajahnya dengan kedua tangannya. Dia merasa sangat paham dengan postur tubuh perempuan itu. Entah mengapa, hatinya seolah mengajaknya mendekati perempuan itu. Saat dia sudah berada di samping perempuan itu ,dia paham siapa wanita itu.
" Menangis hanya karena cinta ? Kekanakan sekali ! " Cibir Asisten Jo membuat Mila langsung menatapnya dalam. Jantung Asisten Jo terasa berdebar saat melihat ke dalam tatapan mata Mila, namun hatinya terasa mencelos saat melihat airmata yang membasahi pipi Mila.
" Diamlah Tuan, aku sedang tidak ingin bercanda " Kata Mila dengan suara parau.
" Jangan terlalu percaya diri. Saya tidak mengajakmu bercanda " Sanggah Asisten Jo sambil menatap lekat wajah Mila, hingga membuat wajah Mila semakin memerah.
" Jangan tatap saya seperti itu Tuan, saya takut tidak bisa mengontrol jantung saya " Mila memalingkan wajahnya sambil tangannya mengusap pelan pipinya, menghapus airmata yang membekas disana.
" Tanyalah pada hatimu sendiri, belum tentu yang kamu rasa baik untukmu adalah itu yang terbaik untukmu. Kamu tahu, rencana Tuhan itu selalu lebih indah daripada rencana kita sendiri. " Ucap Asisten Jo sambil melangkahkan kakinya meninggalkan Mila sendiri. Mila menatap punggung Asisten Jo yang perlahan menjauh darinya. Dia menghembuskan nafas panjang.
" Apa yang harus aku lakukan, aku tertekan bersama Dimas karena over protektifnya itu tapi aku tidak mungkin memutuskan hubungan yang sudah berjalan lima tahun ini " Gumam Mila, dia menyandarkan kepalanya di kursi taman itu sembari memejamkan matanya. Dulu dia membiarkan saja, menerima Dimas yang over protektif padanya. Tapi entah mengapa sekarang dia merasa hatinya bimbang. Ada seberkas keraguan yang muncul di hati Mila. Apakah Dimas jodohnya atau jodoh orang lain yang sedang dia jaga.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Di perusahaan Alexander Grup sedang heboh. Karena beredar kabar kalau Tuan Davino Alexander presiden direktur di perusahaan itu akan mengumumkan pernikahannya, padahal setahu mereka Tuan Davin belum pernah menikah dan sekarang sedang dekat Aluna yang menurut mereka adalah ' Sugar Baby '.
Aluna yang masuk ke perusahaan Alexander Grup merasa tak nyaman karena tatapan aneh para karyawan disana. Namun, Aluna berusaha tetap terlihat tenang. Dengan cepat Aluna berjalan ke ruangan Davin, tapi sebelum tubuh Aluna masuk ke dalam lift, dia di cegat oleh empat wanita yang pernah menggunjingnya di toilet kemarin. Aluna hanya tersenyum sinis melihat tatapan benci dari mata mereka.
__ADS_1
" Kamu tahu, nanti malam keluarga Alexander akan mengumumkan pernikahan Tuan Davin. Apa kamu tidak malu sudah menjadi seorang pelakor ? " Salah seorang dari mereka melipat kedua tangannya sambil berkata mengejek Aluna. Aluna berlagak terkejut mendengar perkataan mereka.
" Oh benarkah ? bagaimana bisa Davin menyembunyikan semuanya dariku ? Bahkan sekarang aku sedang mengandung darah dagingnya " Aluna bicara dengan sedih sambil menyeka airmata yang dia paksa keluar dari sudut matanya.
" Makanya jadi wanita itu gak usah kegatelan, suami orang di embat !" Hina salah satu dari mereka membuat Aluna mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya.
" Percuma punya kemal**n tapi gak punya rasa malu ! "
" Tutup mulut kalian !" Bentak Aluna sudah tidak bisa menahan emosinya.
" Kenapa ? Nyesel sekarang ketahuan udah jadi pelakor ?! Makanya jadi cewek jangan murahan ! " Tangan salah satu dari mereka hendak menampar Aluna namun tertahan di udara saat melihat Tuan Davin dan Asisten Jo sedang berjalan mendekat ke arah mereka.
" Kenapa tidak jadi menampar ? " Tanya Aluna sinis. Ke empat orang itu langsung menunduk.
" Sayang ... lagi gosipin apa ? " Tanya Davin begitu sudah berada di samping Aluna. Aluna sedikit terkejut melihat Davin di sampingnya. Davin mengecup pelan pipi Aluna sambil tangannya mengelus lembut perut Aluna.
" Baby baik-baik saja ? " Davin bertanya dengan lembut. Aluna tersenyum simpul.
" Tentu saja mas." Jawab Aluna sambil mengalungkan tangannya ke leher Davin. Aluna menatap mereka berempat yang juga sedang menatap benci Aluna.
" Ayo kita pulang, Mommy sudah menyuruh kita bersiap untuk acara nanti malam " Ajak Davin sambil membopong tubuh Aluna. Keempat karyawan itu menatap tak percaya atas perlakuan Tuan Davin kepada Aluna.
" Jo.... " Panggil Davin. Asisten Jo mendekati Tuan Mudanya itu.
" Kamu tahu balasan apa yang pantas untuk orang yang sudah lancang menghina NYONYA MUDA ALEXANDER " Ucap Davin penuh penekanan. Mereka berempat terkejut mendengar ucapan Davin, jari jemari mereka saling meremas karena takut dan gugup.
__ADS_1
" Beri mereka balasan setimpal Jo " Titah Davin kemudian berjalan meninggalkan mereka berempat bersama Asisten Jo yang sedang menatap marah ke arah mereka. Wajah mereka pun terlihat pucat pasi.