Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
143. The End


__ADS_3

Suasana di dalam mobil terasa mencekam, Davin terlihat gelisah melihat Aluna yang berkali-kali mengernyit sakit. Meski Aluna tidak berteriak kesakitan namun Davin tahu Aluna sedang menahan rasa sakit yang teramat sakit. Apalagi Davin pernah membaca artikel, orang melahirkan itu rasanya seperti dua puluh tulang di patahkan bersamaan. Satu tulang patah saja sakitnya luar biasa. Bagaimana jika dua puluh tulang di patahkan bersamaan? Membayangkan saja membuat Davin bergidik ngeri. Sedangkan Asisten Jo yang sedang menyetir kemudi, hanya diam saja. Dia merasa kasihan tapi juga masih merasa dongkol.


Kenapa Nona Aluna melahirkan di waktu yang tidak tepat. Gerutu Asisten Jo di dalam hati.


"Sayang, tahan sebentar lagi ya," Davin berusaha menenangkan Aluna sambil mengusap punggung belakang Aluna.


"Apa rasanya sangat sakit?" tanya Mila tak tega melihat Aluna yang sebentar-sebentar meremas kursi yang Mila duduki.


"Kamu rasakan sendiri bagaimana jika dua puluh tulangmu di patahkan bersamaan!" Teriak Davin kesal. Mila langsung menunduk, Asisten Jo yang sedang menyetir langsung melirik ke arah Mila.


"Jangan bentak istri saya sembarangan Tuan," protes Asisten Jo tak terima.


"Dasar bucin! cepatlah Jo, jangan sampai anakku lahir di mobil. Tidak keren sekali, seorang penerus Alexander Group lahir di mobil," omel Davin, Asisten Jo tidak menanggapi tapi dia semakin melajukan mobilnya.


"Mas, bayinya kaya mau keluar," lirih Aluna sambil mencengkeram kuat jok mobil. Kenapa tidak mencengkeram Davin saja? biar Davin juga merasakan bagaimana sakitnya melahirkan. Entahlah, Aluna merasa tak tega saja. Begitu sampai di rumah sakit, perawat dan dokter sudah bersiap di depan karena sebelumnya Davin sudah menghubungi pihak rumah sakit.


"Apa kencangnya sudah sering?" tanya Dokter Mery begitu mereka sudah di dalam ruang persalinan.


"Rasanya sudah seperti mau keluar Dok," jawab Aluna sambil meremas pinggiran brankar dengan erat.


"Biar saya VT(Vaginal Touche) dulu ya," Aluna menurut saat Dokter Mery membuka lebar kakinya, Dokter Mery memasukkan jarinya ke dalam kemal**n Aluna.


"Apa begitu cara memeriksanya Dok?" tanya Davin heran.


"Iya Tuan," jawab Dokter Mery.


Untung dokternya perempuan, kalau laki-laki bisa-bisa keluar tinggal nama. Batim Davin sambil melihat Dokter Mery yang masih memeriksa Aluna.


"Sudah hampir lengkap. Sebentar lagi, baby kalian akan lahir. Jadi, daddy harus semangatin mommy ya," kata Dokter Mery, membuat jantung Davin berdebar-debar.

__ADS_1


"Mas, sakit!" rintih Aluna saat dia sudah benar-benar merasakan kesakitan, bahkan sudah tidak ada jeda di antara rasa sakitnya, terasa menghantam bertubi-tubi tubuhnya. Dokter Mery pun sudah bersiap pada posisinya.


"Sayang, kamu harus kuat ya. Sebentar lagi baby kita akan lahir," Davin berusaha menyemangati Aluna walaupun dia sendiri merasa tak tega.


"Kalau saya bilang ngejan, Nona langsung ngejan ya. Bokongnya jangan di angkat biar gak robek," suruh Dokter Mery, Aluna hanya mengangguk sambil berusaha menahan rasa sakit.


"Apanya yang robek Dok?" tanya Davin namun mendapat pukulan dari Aluna.


"Diamlah mas!" marah Aluna, Davin pun langsung diam. Dia terus menyemangati Aluna. Saat Aluna mengejan Davin akan memberikan ciuman di kening Aluna untuk memberi kekuatan pada Aluna. Hingga saat ejanan yang ketiga, suara tangis bayi terdengar menggema di ruangan itu.


Oee oee oeee


"Selamat Tuan dan Nona, bayi anda laki-laki dan sangat sehat," kata Dokter Mery, Davin dan Aluna langsung terseny bahagia.


"Alhamdulillah" ucap Aluna dan Davin bersamaan. Aluna merasakan lega begitu saja, saat tangis bayi sudah terdengar. Davin terdiam sesaat, melihat bayi mungil yang menangis kencang. Bahkan, airmatanya lolos begitu saja, dia tidak menyangka kini dia telah resmi menjadi seorang ayah.


"Sayang, itu baby kita," ucap Davin heboh. Dia langsung mengecupi seluruh wajah Aluna dengan bahagia.


"Aku mencintai kalian," ucap Davin mengecup kening Aluna sambil tangannya mengusap lembut bayi mungilnya. Dokter dan perawat menatap iri pada keromantisan mereka berdua bahkan selama memeriksa kandungan pun, Davin selalu membuat para perawat wanita iri kepada Aluna karena Davin sangat menyayanginya.


Setelah semua selesai di bersihkan, Keluarga Alexander dan Bagaskara yang belum lama datang langsung masuk ke ruangan Aluna yang kini sudah pindah ke ruangan VVIP. Mereka mengucapkan selamat kepada Aluna dan Davin, kemudian bergantian menggendong bayi mungil itu. Asisten Jo yang semula kesal karena malam pertama yang gagal, kini mulai tersenyum melihat kebahagiaan keluarga Alexander.


"Cucu pertama keluarga Bagaskara," ucap Tuan Bagas bahagia.


"Kok kamu dulu yang lahiran Lun, perkiraan kan Sisil dulu,"


"Mungkin anakku sudah tidak sabar melihat dunia kak, yang penting kak Sisil sehat selalu, paling bentar lagi juga nyusul," kata Aluna sambil menatap keluarganya yang sedang menimang bayi mungilnya.


"Siapa namanya Vin?" tanya Tuan Doni yang duduk di depan Tuan Bagas.

__ADS_1


"Alvino putra Alexander," jawab Davin mantap.


"Pasti nama anak anda, perpaduan dari nama kalian berdua Tuan, Alvino-Aluna dan Davino-," tebak Asisten Jo membuat semua menganggukkan kepala sambil ber-oh ria.


"Diamlah! pengantin baru yang gagal malam pertama," ejek Davin.


"Anda lupa siapa yang mengagalkan malam pertama saya?" sindir Asisten Jo, mood nya menjadi buruk lagi.


"Kasian sekali kamu Jo," Davin tertawa mengejek, Asisten Jo yang barusan merasa kesal langsung menyeringai tipis.


"Tidak apa-apa Tuan, setelah ini saya masih bisa olahraga tanpa busana tiap malam. Sedangkan anda, harus berpuasa selama empat puluh hari bahkan bisa lebih," timpal Asisten Jo, tawa Davin langsung mereda.


"Sialan!" umpat Davin kesal karena dia lupa kalau habis melahirkan ada masa nifas. Semua menertawakan Davin, membuat Davin begitu marah, apalagi saat melihat Asisten Jo tersenyum penuh kemenangan, membuat Davin semakin merasa kesal.


"Jo! Ku kirim kamu ke Antartika!" Bentak Davin keras.


"Oee oee oee"


"Davin!"


"Mas!"


"Tuan!"


Davin menangkupkan kedua tangannya, meminta maaf saat mereka semua memanggil namanya dengan sedikit membentak karena bayi mungil itu menangis mendengar teriakan Davin.


"Maafin daddy ya sayang," ucap Davin lirih sambil.mengecup pipi bayi mungil itu.


Kini kebahagiaan keluarga Alexander sudah lengkap, sedangkan keluarga Bagaskara masih menunggu kelahiran bayi dari Ronal. Kebahagiaan Davin dan Aluna pun lengkap sudah dengan hadirnya baby Alvino. Semoga baby Alvino lekas memiliki adik 😊😊

__ADS_1


~TAMAT~


__ADS_2