
Aluna merasa begitu malu saat sedang makan Davin menatapnya secara intens, hingga dia menjadi salah tingkah sendiri.
" Udah sana kamu pergi ihh.. aku bukan anak kecil yang makan harus ditungguin " Usir Aluna sambil mendorong tubuh Davin pelan.
" Emang aku salah kalau aku nungguin istri aku makan ? " Aluna mengalihkan pandangannya saat Davin menatap matanya. Wajah Aluna merona merah.
" Jawab dong kalau ditanya suami.. " Goda Davin sambil menaik-turunkan alisnya.
" ihh dulu kamu nyebelin kok sekarang tambah nyebelin sih ?!" Aluna memukul bahu Davin namun Davin langsung menghalau dengan memegang lengan Aluna. Davin memajukan wajahnya, merasakan jarak mereka yang begitu dekat, jantung Aluna terasa berdetak begitu cepat. Bahkan kini Aluna dapat merasakan hembusan nafas Davin yang terasa hangat di pipinya. Aluna langsung memejamkan matanya, karena saat posisi seperti ini dia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun beberapa detik kemudian dia berteriak sakit saat merasa sebuah sentilan di keningnya. Aluna langsung membuka matanya dan melihat Davin yang sedang menertawakannya.
__ADS_1
" Sakit tahu.. kenapa kamu jahat sekali sama istri sendiri ? " Aluna mengerucutkan bibirnya sambil mengusap keningnya yang terasa sakit.
" Otak kamu tuh mesum sekali. Ngapain kamu memejamkan mata kamu saat aku mendekat, kamu pasti berfikir kalau aku mau menciummu ya ?!"
" Gak ! Percaya diri sekali kamu ! " Aluna berdecak kesal sambil melanjutkan makannya tanpa berani menatap Davin. Sungguh, dia sangat malu namun dia harus menjaga image di depan Davin.
" Hhaha coba lihat aku kalau berani " Ucap Davin sambil menyentuh lembut pipi Aluna dan mengarahkan wajah Aluna ke depan pandangannya. Davin langsung mengecup bibir Aluna sebanyak tiga kali. Aluna hanya terdiam karena kaget dengan gerakan Davin yang tiba-tiba.
" Mau ngapain ? " Tanya Davin dengan nada datar.
__ADS_1
" Mau mandi ! Ya cuci piring lah kamu kan tahu aku lagi di depan tempat pencucian piring " Jawab Aluna sambil cemberut.
" Astaga Aluna.. kamu Nyonya Muda di rumah ini kenapa kamu mau sih nyuci piring gini, terus apa gunanya aku bayar pelayan disini " Davin mulai terlihat kesal namun dia mencoba mengontrol emosinya.
" Ya biarin.. ini kan bekas makanan aku, lagian cuma satu piring doang gak bakal bikin aku mati. Lagipula aku udah terbiasa melakukan apapun sendiri " Aluna mulai menaikkan nada bicaranya.
" Itu dulu tapi sekarang kamu menyandang gelar Nyonya Muda Alexander dirumah ini. Kalau kamu lupa aku ingatkan sekali lagi , NYO-NYA MU-DA. Jadi mulai sekarang kamu harus mulai terbiasa dengan gelar kamu itu " Davin pun tak mau kalah, dia juga menaikkan nada bicaranya satu oktaf.
" Kamu pikir semua gak butuh proses ?! Aku juga butuh adaptasi, apalagi aku sedari kecil terbiasa mandiri jadi aku merasa gak enak saat di layani ,harusnya kamu tau itu " Aluna benar-benar merasa sangat kesal. Davin pun mengepalkan tangannya erat. Asisten Jo yang baru masuk langsung menggelengkan kepalanya melihat pemandangan di depannya itu.
__ADS_1
Bahkan sudah menikah pun mereka selalu saja berdebat padahal hanya masalah sepele. Batin Asisten Jo, diapun mengurungkan niatnya yang akan mengambil minuman di dapur.