Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
EP 11


__ADS_3

Asisten Jo meraba sebelah tempat tidurnya, tangannya tidak merasa menyentuh apapun. Dia bergegas bangun dari tidurnya saat mendengar suara Mila yang sedang muntah-muntah dari dalam kamar mandi.


"Hueek huekks,"


"Kamu baik-baik saja?" tanya Asisten Jo sambil memijat tengkuk Mila.


"Aku lemas sekali mas," rintih Mila. Asisten Jo langsung memeluk erat tubuh Mila, membopongnya kembali ke atas tempat tidur lalu dia berjalan hendak keluar kamar.


"Kamu mau kemana, mas?" tanya Mila menahan kaki Asisten Jo yang hendak melangkah.


"Aku mau bikin air jahe untukmu, agar mual di perutmu sedikit mereda," jawab Asisten Jo tanpa beranjak dari posisinya.


"Aku gak mau jauh sama kamu mas," rengek Mila seperti anak kecil.


"Aku hanya mengambil air minum bukan mau berkencan dengan wanita lain,"


"Kamu mau berkencan dengan wanita lain? kenapa kamu jahat sekali, hiks hiks. Setelah kamu genjot aku tiap malam sampai akhirnya aku bunting anak kamu, sekarang kamu dengan santainya mau berkencan dengan wanita lain,"


"Astaga..." Asisten Jo memotong Mila yang masih hendak bersuara.


"Oke, aku disini tidak jadi pergi. Sekarang tidurlah! lihatlah, jam baru menunjuk angka tiga," suruh Asisten Jo, dia melembutkan suaranya. Dia tahu, wanita hamil itu perasaannya sangat sensitif jadi saat seorang wanita sedang hamil maka disitu lah kesabaran seorang suami di uji.


"Kelonin," ucap Mila manja membuat Asisten Jo begitu gemas. Dia memeluk tubuh Mila erat, mengusap-usap punggung Mila dan mengecup puncak kepala Mila.


Aku mencintaimu. Batin Asisten Jo


"Aku juga mencintaimu, mas," ucap Mila membuat Asisten Jo tertegun.


"Apa aku mengatakan cinta padamu?" tanya Asisten Jo tanpa melepaskan pelukannya karena dia merasa hanya mengucapkan kata cinta itu dalam hati.


"Tidak, tapi aku tahu kamu mengatakan cinta padaku di dalam hatimu," tebak Mila.


"Cih! omong kosong!" kesal Asisten Jo, walaupun di dalam hatinya dia membenarkan ucapan Mila. Asisten Jo bukanlah orang yang romantis seperti Tuan Davin, untuk mengatakan cinta langsung saja, keberaniannya seolah maju mundur.

__ADS_1


"Mas," panggil Mila lirih. Asisten Jo hanya menjawab dengan deheman.


"Aku pengen 'itu'," Mila mengusap lembut dada Asisten Jo hingga membuat hawa tubuh Asisten Jo terasa memanas.


"Itu apa?" tanya Asisten Jo pura-pura tidak tahu.


"Ya itu mas, yang bikin ketagihan,"


"Rokok? obat? atau narkoba?" tanya Asisten Jo dengan nada menggoda. Mila langsung menggigit dada Asisten Jo membuat Asisten Jo berteriak kesakitan.


"Kamu itu lucu! aku gak mau enak-enak kamu ajakin, giliran aku ngajakin enak-enak kamu pura-pura gak tahu!" Mila menepuk dada Asisten Jo karena kesal. Dia membalikkan tubuhnya membelakangi Asisten Jo.


"Kamu pengen ayah jengukin, nak?" tanya Asisten Jo seraya mengusap lembut perut Mila seolah sedang berbicara dengan calon buah hatinya.


"Tadi pengen sekarang udah enggak," rajuk Mila, Asisten Jo menjadi begitu gemas. Dia mencium tengkuk Mila, tangannya bergerilya ke kedua bukit kembar Mila membuat Mila mendesah tanpa sadar.


"Yakin, kamu udah gak pengen?" tanya Asisten Jo dengan suara yang terdengar begitu menggoda.


"Gak! aku udah gak pengen sama sekali, tapi karena kamu terus maksa maka aku mau mas," kata Mila sambil membalikkan badannya. Dia mencium bibir Asisten Jo dengan ciuman menuntut. Asisten Jo pun berusaha mengimbangi ciuman Mila.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Perusahaan Alexander Group


"Apakah Mila beneran hamil, Jo?" tanya Davin karena dia melihat senyum Asisten Jo yang begitu merekah. Walau pun, tadi pagi ketika Asisten Jo berangkat ke kantor, dia harus berusaha keras merayu Mila agar mau di tinggal ke kantor.


"Iya Tuan, saya akan menjadi seorang ayah seperti anda," sahut Asisten Jo dengan senyum bahagia.


"Hebat juga kamu Jo," puji Davin membuat senyum Asisten Jo semakin merekah.


"Tentu saja, Tuan." Asisten Jo menepuk dadanya, bangga.


"Aku juga kalau Aluna tidak keguguran juga seperti kamu." Ingatan Davin menerawang kembali saat Aluna kecelakaan hingga menyebabkan Aluna keguguran dan berakhir pada saat Aluna meninggalkannya.

__ADS_1


"Jangan di ingat lagi, Tuan. Bukankah sekarang anda sudah bahagia dengan kehadiran baby Al?" Asisten Jo berusaha menghibur Davin.


"Tentu saja, walaupun dia menyebalkan!" kesal Davin, Asisten Jo mengerutkan keningnya.


"Menyebalkan? Bagaimana bisa anak sekecil itu menyebalkan Tuan?" tanya Asisten Jo, dia benar-benar penasaran karena wajah Davin terlihat begitu kesal. Davin tidak menjawab, dia kembali menatap layar komputernya.


"Apa dia menganggu malam indah anda? karena setahu saya sekarang masa nifas Nona Aluna sudah selesai," tebak Asisten Jo, Davin masih tetap fokus pada layar komputernya.


"Jangan pura-pura tidak mendengarkan Tuan," cibir Asisten Jo, Davin berdecak kesal.


"Gak usah sok tahu kamu Jo!" gertak Davin namun Asisten Jo hanya menahan tawanya karena dia yakin pasti tebakannya benar. Ponsel Asisten Jo tiba-tiba berdering, Asisten Jo mendesah pelan. Tanpa dia lihat pun dia sudah tahu siapa yang saat ini sedang menghubunginya.


"Hallo," sapa Asisten Jo dengan lesu.


"Mas, aku udah kirim foto ke whatsapp kamu. Kamu jangan marah ya mas,"


"Memang kamu mengirim foto apa?" tanya Asisten Jo penasaran. Tanpa menunggu jawaban dari Mila, dia mematikan panggilan itu dan segera membuka pesan yang Mila kirimkan. Tangannya mencengkeram kuat ponselnya saat melihat foto itu. Foto yang menampilkan wajah Mila dan Tuan Kevin begitu dekat. Dia membaca pesan yang berada di bawah foto itu.


Jangan marah ya suamiku sayang, kekasih halalku, raja hatiku, separuh jiwaku. Aku tidak bermaksud untuk menyakiti hatimu wahai raja hatiku. Aku cuma menuruti si jabang bayi saja supaya tidak ileran. Jangan marah, nanti kalau kamu terlalu kesal sama seseorang bisa jadi anak kamu mirip orang itu. Apakah kamu mau kalau anak kamu setampan Tuan Kevin?


Asisten Jo semakin menggeram kesal saat membaca pesan itu, apakah istrinya benar-benar tidak mengerti perasaannya? Bagaimana bisa dia berpesan seperti itu


"Kamu kenapa Jo?" tanya Davin heran saat melihat perubahaan raut wajah Asisten Jo.


"Tidak apa-apa Tuan," jawab Asisten Jo sambil berusaha menahan rasa kesalnya.


"Kenapa kamu terlihat begitu kesal?" tanya Davin namun Asisten Jo tidak menjawab.


"Oh iya, bagaimana pertemuan kita dengan Tuan Kevin?" mendengar pertanyaan Davin membuat Asisten Jo semakin kesal, karena dia baru ingat jika jam satu siang nanti, mereka akan ada pertemuan dengan Tuan Kevin.


"Kenapa kamu terlihat semakin kesal? Apa Mila benar-benar bermain belakang dengan Tuan Kevin? kenapa kamu terlihat semakin kesal saat mendengar nama Tuan Kevin?" Davin memberondong Asisten Jo dengan banyak pertanyaan membuat Asisten Jo berdecih sebal.


"Diamlah Tuan Muda! atau saya kirim anda ke segitiga bermuda!" ancam Asisten Jo, hingga tanpa sadar dia bicara dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Berani sekali kamu Jo!" bentak Davin marah. Namun, Asisten Jo seolah tak takut pada kemarahan Davin. Dia berpura-pura fokus pada layar tabletnya, walaupun hatinya sedang mengumpati semuanya.


__ADS_2