
" Dok kenapa anak saya kecil sekali ? Terus jenis kelaminnya apa Dok ? " Tanya Davin begitu dia menatap layar lagi. Dokter Mery menahan tawanya mendengar pertanyaan Davin.
" Tentu saja jenis kelaminnya belum kelihatan Tuan " Jawab Dokter Mery sambil menyematkan senyum mengejek di bibirnya.
" Janin anda untuk saat ini masih sebesar biji kacang polong. Dan untuk jenis kelaminnya bisa terlihat saat usia kehamilan sudah masuk usia 18 minggu namun untuk lebih jelasnya bisa dilihat waktu trisemester ketiga " Jelas Dokter Mery sedangkan Davin dan Aluna mengangguk paham.
" Dok.. saya boleh tanya sekali lagi tidak ? " Tanya Davin pelan saat dia sudah duduk berhadapan dengan Dokter Mery.
" Mau berapa pertanyaan pun bisa Tuan "
" Em kira-kira kalau istri saya sedang hamil bolehkah kita...... " Davin menghentikan ucapannya. Dia sangat ragu untuk melanjutkan. Dokter Mery yang sudah paham arah pembicaraan Davin hanya mengulas senyum di bibirnya.
" Emm.... berhubungan intim Dok ? " Pertanyaan itu akhirnya lolos dari mulut Davin membuat Aluna langsung mendelik ke arahnya, namun wajah Aluna bersemu malu. Bagaimana bisa Davin bertanya sevulgar itu.
" Tentu saja boleh Tuan, namun untuk trisemester pertama lebih baik dikurangi dulu karena janin masih sangat rawan. Usahakan istri anda jangan sampai kelelahan " Jelas Dokter Mery.
" Seminggu dua kali apa boleh dok ? Auuuu " Davin berteriak kesakitan karena Aluna mencubit pahanya.
" Mulutmu vulgar sekali " Cibir Aluna kesal.
" Kamu gadis bar-bar sekali sih " Davin pun tak mau kalah.
" Aku sudah bukan gadis kalau kamu lupa ! " Aluna memalingkan wajahnya kesal.
" Oh iya kan aku yang mengambil kegadisanmu " Ucap Davin santai.
" Oh astaga... Apa pengaruh kehamilan bisa mengubah seseorang menjadi bodoh dok ? " Tanya Aluna sebal. Dokter Mery menatap heran kepada pasangan suami istri yang sedang berdebat itu.
" Sayang kamu mengatai aku bodoh ?? Kejam sekali. Apa kamu lupa aku pemilik Alexander Grup ? " Davin pun ikut kesal. Aisisten Jo yang baru masuk langsung menggelengkan kepala.
" Tuan Muda dan Nona Muda, apa anda tidak malu ? Anda akan menjadi seorang ayah dan ibu tapi kenapa anda masih selalu saja berdebat seperti ini " Protes Asisten Jo, tidak habis pikir dengan kelakuan mereka berdua.
__ADS_1
" Aku bukan mau menjadi ayah ibu tapi mommy daddy Jo " Kali ini Davin yang protes.
" Bukankah sama saja Tuan ? " Tanya Asisten Jo heran.
" Beda Jo, panggilan ibu itu kuno sekali.. " Kata Davin sambil beranjak bangun kemudian berjalan keluar dari ruangan meninggalkan Aluna bersama Dokter Mery dan Asisten Jo.
Begitu sampai diluar, Davin langsung disambut Tuan dan Nyonya Alexander, Ronal dan juga Marvel.
" Bagaimana hasilnya Vin ? " Tanya Nyonya Anita tidak sabar.
" Hasil apa ?" Tanya Davin masih merasa kesal.
" Apa Aluna benar-benar mengandung ? " Tanya Nyonya Anita lagi. Davin langsung terdiam. Melihat Davin yang terdiam semua langsung mendesah kecewa.
" Yang sabar ya Vin.. kakak yakin pasti sebentar lagi kalian akan diberi anugrah. Kalian hanya perlu lebih banyak berusaha " Marvel mengusap punggung Davin pelan.
" Apaan sih kak, Aluna emang beneran lagi hamil kok, dan bayinya masih sebesar biji kacang polong " Jawab Davin merasa bangga namun sesaat kemudian dia berlari masuk ke dalam ruangan Dokter Mery lagi. Semua pun mengikuti Davin dari belakang.
" Oh gak papa kok, kata Dokter Mery aku harus banyak bersabar karena bakal menghadapi kamu yang sensitif " Aluna bicara dengan santai sambil tersenyum pada Davin.
" Maafkan aku sayang... aku pasti menyusahkanmu " Ucap Davin sedih. Namun Aluna masih mengulas senyum di bibirnya.
" Mungkin ini balasan buat aku karena menguji kesabaranmu dengan sikap keras kepalaku " Davin langsung memeluk Aluna erat.
" Jangan bicara seperti itu sayang. Aku mencintaimu " Ucap Davin sambil melerai pelukannya kemudian mencium pipi Aluna dengan lembut. Wajah Aluna langsung merona merah.
" Selamat ya sayang. Akhirnya kamu akan menjadi seorang ibu. Kamu harus menjaga baik-baik calon cucu mommy ini " Ucap Nyonya Anita lembut sambil mengusap perut Aluna.
" Terimakasih banyak ya mom " Kata Aluna sambil memeluk ibu mertuanya itu.
" Selamat ya Lun. Kamu mau jadi seorang ibu, harus dijaga baik-baik kandungan kamu, kurangi sikap bar-bar, jangan sampai ponakan kakak nanti keturunan bar-bar kaya kamu " Ledek Ronal membuat Aluna mencebik kesal.
__ADS_1
" Kakak kok ngeselin sih " Aluna mengerucutkan bibirnya. Dengan segera Ronal langsung memeluk tubuh Aluna erat.
" Gak nyangka kelinci kecil kakak ini bentar lagi mau jadi seorang ibu " Ucap Ronal penuh haru membuat mata Aluna berkaca-kaca. Aluna pun kemudian memeluk Marvel dan Tuan Doni bergantian, juga mendapat wejangan untuk menjaga calon buah hati mereka, Davin pun juga tak luput mendapat wejangan untuk menjaga dengan baik calon ibu dan buah hatinya.
" Jo... kamu ambilkan kursi roda " Perintah Davin membuat semua menautkan alisnya.
" Buat apa Tuan ? " Tanya Asisten Jo bingung.
" Buat istriku lah, buat siapa lagi ? Aku gak mau dia capek dan janin di perutnya kenapa-napa " Mendengar jawaban Davin semua melongo tak percaya.
" Davin ... aku ini hamil bukan sakit parah ! Kakiku masih sanggup untuk berjalan, bahkan jika harus keliling lapangan sepuluh kali pun aku masih sanggup " Aluna mencebik kesal. Bagaimana bisa Davin menyuruhnya menggunakan kursi roda.
" Tapi sayang ... aku gak mau kamu capek, jalan dari sini sampai keluar rumah sakit itu jauh sayang " Ucap Davin penuh penekanan, namun Aluna semakin kesal. Semua yang melihat hanya menghela nafas panjang melihat mereka yang selalu berdebat walaupun hanya karena hal sepele.
" Mana mungkin aku capek hanya jalan sampai luar, lebih capek waktu kamu ajak olahraga di kamar asal kamu tahu " Ucap Aluna tanpa sadar membuat Davin menyeringai tipis.
" Kamu merindukan olahraga kita sayang ? " Goda Davin dengan menaik turunkan alisnya. Wajah Aluna memerah, dia sadar telah salah bicara, dengan segera dia berpamitan dengan Dokter Mery dan mengajak mereka semua untuk pulang.
" Sayang ... kamu harus pakai kursi roda " Titah Davin namun Aluna seolah menulikan telinganya. Davin mengejar langkah kaki Aluna.
" Sayang.... " Davin benar-benar tidak menyerah.
" Kamu saja yang pake kursi roda " Kata Aluna kesal. Asisten Jo membuka pintu mobil belakang, kemudian Aluna masuk begitu saja.
" Buat apa memakai kursi roda Tuan ? Sedangkan kita sudah sampai di mobil " Ledek Asisten Jo membuat Davin menggeram kesal. Aluna yang di dalam mobil hanya berusaha menahan tawanya. Davin langsung mendudukkan tubuhnya kasar di samping Aluna.
Apa ngidam bisa membuat orang menjadi bodoh. Batin Asisten Jo sembari menahan tawanya.
**Siapa yang mau ngerjain Davin nih, mumpung Davin lagi ngidam.. bisa lah ngidam aneh-aneh, ngidam pengen beli jet pribadi mungkin ya atau kapal pesiar
Happy reading gaes**
__ADS_1