
Mila mengantar Rayhan ke sekolah. Ini adalah hari pertama Rayhan masuk ke sekolah. Saat sudah sampai di pintu gerbang, tubuhnya menegang saat melihat anak kecil yang wajahnya sangat mirip dengan Rayhan. Anak kecil itu di antar oleh seorang wanita yang berpakaian babby sitter, entah mengapa perasaan Mila jadi tidak tenang.
"Bunda, kenapa berhenti?" tanya Rayhan bingung sambil menatap Mila.
"Em, tidak apa-apa. Ayo sayang kita masuk," ajak Mila, walaupun hatinya gelisah, dia mencoba terlihat biasa di depan Rayhan. Begitu masuk ke kelas, hati Mila semakin tak karuan saat melihat anak kecil tadi ternyata satu kelas dengan Rayhan. Bahkan, sang babby sitter pun sedari tadi menatap menyelidik ke arah Mila dan Rayhan.
"Rayhan dan Rayfan ayo maju perkenalkan diri kalian. Kenapa wajah kalian begitu mirip, seperti anak kembar," suruh Ibu Guru itu, dia menatap heran ke arah mereka berdua. Sedangkan Rayhan dan Rayfan saling menatap penuh arti.
"Nama Saya Rayhan Saputra, nama ayah Johan, nama bunda Mila," ucap Rayhan dengan percaya diri.
"Nama Saya Rayfan Adijaya, nama ayah Kevin Adijaya nama bunda Jesicca," ucap Rayfan membuat tubuh Mila langsung merasa kaku begitu saja.
Benarkah dia kembaran Rayhan? tadi dia bilang anak Kevin Adijaya. Bukankah Kevin Adijaya adalah nama yang tertera di kartu nama itu.
Jari jemari Mila saling meremas, hatinya semakin merasa gelisah. Dia harus bersiap menerima kemungkinan kalau Rayhan akan kembali kepada orang tuanya. Akan tetapi sanggupkah hatinya melepaskan Rayhan? Sedangkan Rayhan sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri. Selama menunggu Rayhan, hati Mila merasa tak tenang. Sepulang sekolah, begitu sampai di rumah dia langsung menghubungi suaminya.
"Mas," panggil Mila begitu panggilan itu terhubung.
"Kenapa suaramu begitu berat? apa kamu menangis?" terdengar nada khawatir dari Asisten Jo.
"Mas, ternyata kembaran Rayhan satu kelas dengan Rayhan. Namanya Rayfan bahkan wajahnya sangat mirip. Mas, aku harus bersiap kehilangan Rayhan, hiks," Mila menangis terisak.
"Aku pulang sekarang," Panggilan itu terputus begitu saja. Mila meletakkan ponselnya di atas kasur, beruntung Rayhan sedang tidur siang sedangkan ibunya sedang berbelanja jadi dia tidak malu untuk menangis. Setelah hampir sepuluh menit, pintu kamar terbuka. Mila bergeming pada posisinya, karena dia yakin pasti suaminya yang masuk ke kamarnya. Mila merasakan tubuhnya tertarik dan masuk dalam sebuah pelukan yang begitu erat.
"Tenanglah," lirih Asisten Jo, dia mengecup puncak kepala Mila berkali-kali membuat Mila semakin mengeratkan pelukannya. Setelah Mila tenang, Asisten Jo mengajak Mila duduk di atas kasur. Dia mengusap airmata yang mengalir di pipi Mila.
"Aku sudah bertemu Kevin Adijaya," ucap Asisten Jo ragu. Walaupun berat dia tetap harus memberi tahu istrinya tentang semuanya.
"Apa benar Rayhan anak yang hilang itu mas? Yang di cari Tuan Kevin Adijaya?" tanya Mila tak sabar. Asisten Jo tidak menjawab tapi kepalanya mengangguk membuat Mila kembali terisak.
__ADS_1
"Tenanglah. Bagaimanapun juga kita harus mengembalikan Rayhan kepada Tuan Kevin. Dia lebih berhak," Asisten Jo pun menceritakan semuanya. Mila terdiam, entah mengapa dia merasakan hatinya sakit jika harus berpisah dengan Rayhan.
"Bagaimana kalau sekarang kita bertemu dengan Tuan Kevin, kita bicarakan semuanya," ajak Asisten Jo, Mila mengangguk pelan.
"Nanti kalau ibu sudah pulang berbelanja kita akan langsung menemui Tuan Kevin," Mila pun hanya mengiyakan. Bagaimanapun juga Mila harus bersiap merelakan Rayhan. Walaupun Rayhan sudah seperti anaknya tapi bukankah Tuan Kevin lebih berhak atas Rayhan?
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Perusahaan Adijaya Group
"Wah, Tuan Johan, ada perlu apa lagi anda kesini? Siapa wanita cantik yang bersama anda?" sapa Tuan Kevin sambil menatap dalam ke arah Mila. Asisten Jo merangkul Mila, dia merasa waspada apalagi Tuan Kevin adalah seorang duda.
"Dia istri saya," ketus Asisten Jo membuat Mila menatap ke arah suaminya yang sedang cemburu itu.
"Oh, saya kira anda belum menikah dan wanita cantik ini akan anda perkenalkan kepada saya untuk saya jadikan istri," canda Tuan Kevin membuat Aisten Jo menatapnya tajam tapi Tuan Kevin seolah tak peduli.
"Diamlah Tuan! atau saya tidak akan mempertemukan anda dengan Rayhan," tawa Tuan Kevin langsung hilang begitu saja mendengar ucapan Asisten Jo, Tuan Kevin menatap mereka berdua penuh tanya.
"Rayhan ada bersama saya dan istri saya,"
"Apa?!" pekik Tuan Kevin terkejut, Asisten Jo dan Mila sampai harus menutup kedua telinganya.
"Kenapa anda tidak bilang dari tadi?! ayo kita kerumah anda," ajak Tuan Kevin tergesa-gesa namun Asisten Jo langsung menghentikan langkah Tuan Kevin.
"Ada yang perlu kita bicarakan sebelum anda bertemu dengan Rayhan, Tuan," Tuan Kevin kembali duduk, dia pun berbincang-bincang bagaimana dulu Mila menemukan Rayhan hingga kini Rayhan di angkat menjadi anak Mila dan Asisten Jo.
"Nona Mila, saya sangat berterimakasih karena anda sudah bersedia merawat Rayhan sampai saat ini," ucap Tuan Kevin tulus.
"Sama-sama Tuan, saya ikhlas merawat Rayhan. Bahkan, saya sudah menganggap Rayhan sebagai anak saya sendiri. Saya tidak menyangka jika Rayhan punya ayah setampan anda," puji Mila tanpa sadar membuat wajah Asisten Jo merah padam.
__ADS_1
"Anda bisa saja, bukankah suami anda juga tampan?" kekeh Tuan Kevin saat melihat raut amarah di wajah Asisten Jo. Mila yang menyadari dirinya salah bicara, langsung menoleh ke arah suaminya yang sedang menatapnya tajam.
"Tentu saja, suami saya paling tampan. Iya kan mas?" Mila tanpa malu mencium pipi Asisten Jo untuk meredakan emosinya. Sedangkan, wajah Asisten Jo sudah merona merah.
"Jangan membuat saya yang jomblo iri dengan kemesraan kalian," sindir Tuan Kevin.
"Semoga anda lekas mendapatkan pengganti istri anda Tuan," doa Mila namun wajah Tuan Kevin langsung terlihat sedih.
"Saya tidak akan secepat itu mencari pengganti istri saya, karena saya sangat mencintai istri saya walaupun dia telah tiada," sahut Tuan Kevin berat.
"Maafkan saya telah lancang Tuan," ucap Mila merasa tidak enak hati.
"Hahha tidak apa-apa," Tuan Kevin tertawa namun bagi yang jeli mendengarnya, itu adalah untuk menutupi sebuah luka.
"Tuan, baby sitter Rayfan sepertinya masih sangat muda dan juga dia terlihat sangat mencintai Rayfan," Tuan Kevin menatap bingung ke arah Mila.
"Bagaimana anda bisa tahu Nona?" tanya Tuan Kevin penasaran.
"Karena Rayhan dan Rayfan berada dalam satu kelas," Tuan Kevin terkejut mendengar jawaban Mila.
"Jadi mereka satu kelas?" tanya Tuan Kevin tak percaya. Mila hanya mengangguk pelan.
"Terimakasih Tuhan, Kau kabulkan doaku untuk bertemu kembali dengan Rayhan," ucap Tuan Kevin bahagia. Mila pun tersenyum simpul.
"Aku benci saat kamu tersenyum manis kepada pria lain," ucapan Asisten Jo berhasil memudarkan senyum mereka berdua.
"Astaga mas, walaupun aku suka pria-pria tampan tapi kamu harus percaya kalau hanya kamulah pemilik hatiku," gombal Mila membuat Asisten Jo salah tingkah.
"Aku mencintaimu," ucap Mila tanpa malu kembali mencium pipi Asisten Jo.
__ADS_1
"Istri anda agresif sekali. Apa dia juga agresif di ranjan?" pertanyaan Tuan Kevin berhasil membuat Asisten Jo dan Mila tertegun, namun sesaat kemudian mereka berdua mencebik kesal.